
Pagi yang begitu cerah, Clara bersiap-bersiap ke sekolah. Kebiasaan yang membuat Mereka terbiasa dari dulut, Clara, tia, putry dan eny bersamaan berangkat ke sekolah.
Sesampai di sekolah, mereka langsung menuju kelas masing-masing. Bel berbunyi, tanda upacara akan segera dimulai. Murid kelas 1, 2 dan 3 semuanya berkumpul ditengah lapangan, ada yang belari dan ada pula yang berjalan santai.
Tak lama kemudian tepat pukul 07:30 pagi upacara telah selsai. Clara bergegas masuk kelas, langsung mengambil posisi tempat duduk yang sudah dia pilih dan seSekali dia juga berbicara dengan teman kelasnya sambil menunggu guru datang.
"Wwoooooyyy... "
(Suara Tia memanggil clara melalui jendela, kebetulan kelas mereka bersampingan).
"Ada apa?, kamu masuk kelas sana, nanti gurumu datang lho!!"
"Hari ini guru akan mengadakan rapat. sudah pasti nggak ada pelajaran di jam pertama. dan kabarnya juga sih, belajarnya besok baru banar-benar aktig. Aku lapar, ke kantin yukkk!! "
"Iya sudah deh aku temanin, sebelum kekantin gimana kita menjemput putry dan tia kekelasnya dulu, siapa tahu mereka juga mau kekantin."
Ketika keempat sahabat itu tiba dikantin, sesuatu yang tak terduga terjadi. Mereka bertemu dengan Ketua OSIS,
verry langsung menyapa clara sambil melempar senyum kepadanya.
"Hay Clara."
kebiasaan clara dan sahabat-sahabtnya itu, jika ada sesutu yang terjadi salah satu diantara mereka, diantar mereka pasti saling mengododa, sampai yang digoda dibuat malu. Hari itu terjadi kepada clara ketik verry menyapa dirinya.
"Eeehhmm-eeehhhm,,,Cieee - cieeeeee,,, Clara itu kak verry menyapa kamu, sapa balik donk.. "
Sahabat - sabatku kompak mengodanya, clara benar-benar di buat malu ).
Kebetulan clara dan eny saat itu tidak sarapan, hanya membeli beberapa cemilan dan minuman. Sementara menunggu tia dan putry selsai menyantap sarapannya, tiba-tiba verry menghampirinya.
__ADS_1
"Boleh aku pinjem claranya sebentar nggak?, aku mau bicara empat mata dengannya."
"Tentu boleh donk kak, lama-ama juga boleh, asalkan jangan culik teman kita saja."
Sabat-sahabat clara tertawa senang melihat clara yang hanya tertunduk diam karena malu dengan keadaan saat itu, dan wajahNyapun sudah terlihat sedikit memerah.
Tia mendorong tubuh clara, akhirnya clara berajak dari tempat dia duduk. Verry mengajak clara berbicara tidak jauh dari kantin, sehinga ketiga sahabatnya itu sekali-kali melirik ke arahnya.
"Clara, gimana kabarnya?"
"Baik kak, kakak sendiri?"
"Baik juga. eeehhmmmm gimana kamu sudah memikirkan jawaban tentang pembicaraan kita sabtu kamaren tidak??"
"Iya aku sudah memikirkannya, aku mau jadi pacar kakak. Jujur, tapiiiii aku belum tahu tentang perasaanku kepada kakak, apakah aku mencintai atau hanya sekedar menyukai kakak. jika kak verry tidak keberatan, aku punya satu permintaan, aku nggak pingin teman - teman kakak ada yang tahu kalau aku jadi pacarnya kakak, kecuali sahabat - sahabat ku saja yang boleh tahu. Karena saya murid baru dan status kakak sebagai ketua Osis, takutnya aku jadi bahan pembicaraan. Jadi aku berharap kak verry menggerti dengan permintaanku."
"Aku tidak masalah jika kamu hanya sekedar menyukai aku. tapi aku yakin dengan berjalannya waktu rasa cinta akan hadir dengan sendirinya (verry tersenyum).Masalah permintaan kamu aku menyetujuinya".
Clara sempat binggung dan bertanya kepada sahabatnya dari mana mereka tahu tentang hubungan dia dengan verry. Untungnya sahabat-sahabatnya itu selalu menyemangati dirinya dan selalu memberikan clara masukan yang positif, sehingga clara tidak terlalu perduli pendapat orang.
Dua bulan kemudian setelah clara menjalin hubungan dengan verry, dia mulai tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Dari awal dia menerima verry sebagai pacaranya, verry memang kurang perhatian terhadap dirinya. Aplagi akhir-akhir saat itu, verry mulai begitu sibuk dengan kegiatan sekolah. Menurut clara, verry orangnya sedikit gengsian. Sedangkan clara sendiri tipe orang yang cuek,verry sangat tahu bahwa clara orang yang seperti itu.
Mereka mulai jarang bertemu walaupun berada di sekolah yang sama. Lama kelamaan clara merasa tidak ada kemajuan tentang masalah perasaannya terhadap verry. Clara merasa perasaanya sudah mentok sekedar rasa menyukainya saja, tetapi belum bisa mencintainya.
Di sekolah mereka jarang berkomunikasi, setelah pulang dari sekolah, sesampai dirumah masing-masing merekapun jarang saling menghubungi ( komunikasi ). Kalau bukan clara yang menelpon lebihnduku, verry tidak akan menghubungi clara terlebih dahulu. Dengan alasan dia selalu bilang tidak mempunyai pulsa. Clara akhirnya mulai merasa bosan dengan hubungannya itu, perasaan clarapun sedikit demi sedikit mulai menghilang.
Di sekolah clara dan ketiga sahabtnya itu tidak pernah terpisahkan, kecuali disaat jam belajar. Sampai kegiatan extrakulikulerpun kita memilih kegiatan yang sama yaitu memilih kegiatan pramuka. Setiap hari minggu ada pelatihan pramuka. Mereka tidak hanya mengenal teman baru yang seangkatan, tapi mereka juga mengenal kakak senior yang cantik, Ganteng, dan tentu mereka juga baik dan juga lucu.
Setelah clara mulai beradaptasi disekolah. Clara kadang-kadang mulai lupa tentang dia menjalin hubungan dengan verry. Itu terjadi bukan kerena 100% kesalahan yang clara sengaja, malainkan karena mereka mulai jarang berkomunikasi.
__ADS_1
Hubungan mereka sebentar lagi masuk 3 bulan, clara merasa tidak mengenal sosok verry yang dulu lagi. Clara mulai meminta pendapat sahabat-sabatnya melalui chat digrup, mereka selalu memberi clara saran serta masukan yang positif. Sementara clara sendiri sudah tidak tahan lagi dengan hubungannya itu.
"Lebih baik kamu bicarakan secara langsung dengan Kak Verry, tanya dia bagaimana kelanjutan kedepannya hubungan kalian!!" ( Saran dari Putry ).
Saat itu juga clara menelpon verry, dia langsung mengakat telpon dari clara, tapi tidak sampai ada lima menit verry langsung mematikan ponselnya dengan alasan dia sedang sibuk.
Tujuan clara menelpon verry, dia hanya ingin memberitahu untuk mengajak verry bertemu besok di sekolah saat jam istirahat. tapi setelah clara pikir-pikir lagi, dia memutuskan untuk tidak perlu membicarakan semua rasa keresahannya ataupun untuk bertemu secara langsung dengan verry. Clarapun memutuskan mengubah caranya agar dirinya itu bisa komunkasi dengan verry saat itu juga.
Clara tipe orangnya paling tidak suka basa basi, dia angsung to the point dan mengirimkan Verry sebuah SMS....
"Kak, aku merasa kita sudah tidak cocok lagi. Aku pingin hubungan kita cukup sampai disini saja. Maaf atas keputusan yang aku ambil. Jujur aku merasa ini yang terbaik buat kita berdua. karena yang aku rasakan saat ini tentang perasaanku untuk kakak mulai menghilang."
Verry tidak membalas SMS clara.
keesokan harinya, tepat depan gerbang sekolah verry terlihat sedeng menunggu seseorang, ternyata dia sedang menunggu clara. Dia langsung menghampirI clara ke tempat parkiran, sahabat-sahabat clarapun langsung pergi meninggalkan hanya ada mereja berdua, karena mereka tahu apa yang telah terjadi dan akan apa yang clara akan katakan.
Tatapan verry tidak seperti biasanya saat berbicara kepada clara.
"Aku tidak mau putus, aku minta maaf kalau selama ini aku tidak terlalu memperhatikan kamu, kamu tahu sendiri aku benar-benar sibuk. apalagi sebentar lagi aku harus menentukan waktu untuk pemilihan anggota OSIS yang baru karena anak kelas 3 sudah saatnya digantikan. Aku harap kamu bisa mengertii situasi aku yang sekarang ini." ( Sahut Kak Verry ).
"Kak, bukannya aku tidak mau mengerti. Tapi aku sendiri juga pingin dimegerti. Kakak sendiri saja tidak bisa mengertii aku, bagaimna bisa aku mengerti kakak juga. kita sama - sama pingin dimengerti, tapi diantara kita berdua tidak ada yang mengerti keinginan satu sama lain. Dan manurut aku, itu adalah keputusan yang tepat buat kita berdua. Aku harap kakak menerima keputusan aku."
Verry langsung diam, clarapun langsung pergi meninggalkannya verry di parkiran sendirian.
Saat jam istrhat, verry mendatanggi kelas clara. Teman-eman kelas clara matanya tertuju kepada clara ketika verry mengamhampirinya. Entah apa yang akan dia katakan, clara juga ingin mengetahuinya.
"Aku kesini ingin membicarkan sesuatu. Setelah aku pikir-pikir, aku juga tidak mau menjadi orang yang egois dan hanya mementingkan perasaan sendiri. Sebelumnya aku benar-benar minta maaf kalau selama ini aku jarang memperhatikan kamu, belum bisa membuat kamu bahagia. Ada benarnya juga apa yang kamu katakan. Walaupun berat rasanya, aku menerima keputusanmu, aku harap kita bisa jadi teman."
"Iya kak, aku juga minta maaf atas keputusan yang aku ambil. aku juga berharap kita tetap berhubungan baik."
__ADS_1
Clara dan Verry saling melempar senyum dan dia langsung bergegas meninggalkan kelas clara.
Setiap orang bisa berubah kapan pun itu, tanpak terkecuali. Tidak ada penyesalan dengan keputusan yang clara ambil, yang ada clara akan merasa sangat bodoh jika mempertahankan hubungan yang kurang baik. Jika clara tidak bahagia denganya, setidaknya clara tahu bahwa dia lebih bahagia tanpaknya. Sadar akan sebuah cerita baik itu tentang cinta, persahabatan, maupun tentang keluarga pasti memiliki akhir. Kadang diawal bertemu dengan perhatian dan kebahagia, kadang kalah perhatiaan itu menghilang tanpa mereka sadari. Itulah cinta, sesuatu yang sulit untuk dipahami dan di mengerti oleh clara.