My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Pertemuan singkat


__ADS_3

Teman bukan tentang siapa yang lama berada di sampingku, hanya saja Die orang yang selalu ada untukku. Dia orang yang mampu membuat hal yang sederhana tetapi mampu membuatku tersenyum. Aku tidak mengerti kenapa saat itu dia menaikan nadanya bicaranya terhadapku, aku merasakan sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan. Kenapa aku merasa tersakiti ketika dia menaikan nada bicaranya terhadapku. Mungkin karena ini pertama kalinya dia seperti itu terhadapku, dan aku juga orang yang cepat emosional ketika orang yang dekat denganku berbicara dengan nada tidak seperti biasanya. Jika orang lain memperlakukan aku seperti itu, aku juga akan merasakan hal seperti yang aku rasakan saat ini.


Tepat jam 10:00 pagi, Desi menelponku....


"Clara, aku boleh minta tolong tidak??".


"Minta tolong apa Des??"


"Aku haus, sebentar lagi aku dan yang lainya sampai di sekolah kamu. Kamu bisa tidak belikan aku air, uangnya nanti aku ganti. Aku bukan tidak mau ke kantin sendiri, tapi kamu tahu sendiri aku pasti akan merasa canggung di awal".


"Ow ya boleh. Sekarang juga aku kekantin belikan kamu air. Aku tunggu ya Des".


Tidak lama kemudian, semua murid yang mewakili pertandingan dari sekolahku yang dulu tiba disekolahku yang sekarang. Aku melihat teman - temanku dari sekolahku yang dulu, beberapa dari mereka aku sangat mengenalnya. Aku langsung mengahampiri mereka semua, serta dua guru yang ikut mengurus mereka semua.


"Clara" ( Sahut guruku dari sekolahku yang dulu. Kebetulan kedua guru mereka aku sangat mengenalnya, satunya guru pembina OSIS dan satunya lagi aku sudah mengenalnya sudah lama sekali, karena kita berada dikampung yang sama ).


"Iya pak" ( Aku langsung mengahmpiri guruku yang dulu, aku sempat berbicara dengan keduanya, tapi hanya sekedar tanya kabar ).


"Clara" ( Sahut Desi ).


"Ya uda deh pak, saya permisi dulu mau temui Desi" ( Sahutku ).


"Aku tidak tahu kamu mau meminum apa, jadi aku beli beberpa minuman untukmu Des" ( Sahutku ).

__ADS_1


"Maafkan aku ya, sudah merepotkan kamu".


"Clara kamu terlihat semakin cantik ya" ( Sapaan teman - temanku yang lainnya ).


"Kalian semua bisa saja" ( Mereka tertawa ).


"Astgaaaa, Aku hampir lupa. Clara ini aku ganti uang air yang kamu belikan untuku barusan" ( Sahut Desi ).


"Clara, kita tim basket diminta berkumpul ditengah lapangan oleh pelatih" ( Sahut Tami ).


"Ya udah Des, Aku kesana dulu ya. Masalah air, kamu tidak perlu menggantikan uangku. Aku ikhlas Des" ( Sahutku ).


Karena kegiatan besok baru dimulai, aku memilih pulang kerumah sekitar jam 01:00 siang. Tidak lupa aku menghampiri Desi dan temanku yang lainnya.


Baru sekitar enam menit aku asik berbincang - bincang melalui telpon bersama Die, layar ponselku menyala berkedip - kedip, tanda ada panggilan masuk dari orang lain lagi. Ketika aku memperhatikan layar ponselku, Itu panggilan masuk dari Kak Richy. Aku tidak ingin pacarku menunggu ketika dia mencoba menghubungiku.


"Die, aku minta maaf. Sepertinya aku harus mematikan telpon darimu, karena pacarku mencoba menghubungi saat ini" ( Sahutku ).


"Ok" ( Dia langsung mematikan ponselnya ).


"Dd barusan telponan sama siapa, sampai aku harus menunggu?" ( Tanya Kak Richy ).


"Maaf karena membuat kakak menunggu. Barusan aku telpon sama teman sekolah aku".

__ADS_1


"Dia laki atau perempuan?.


"Dia laki - laki kak".


"Pembicaraan kalian tadi bahas tentang apa??".


"Hanya masalah kecil kak. Lebih baik kita omongin yang lain saja. Lagian juga temanku telponan tadi, dia juga tahu kok kakak pacarnya aku. Aku tahu kakak bertanya seperti ini karena apa, kakak tenang saja. Aku tidak berani macam - macam kok kak". ( Akhirnya Aku dan Kak Richy melanjutkan pembicaraan membahasa tentang hubungaku dengannya saja ).


Keesokan paginya, Aku sampai disekolah. Suasana sekolahku semakin rame, karena sudah banyak murid - murid dari sekolah lain yang tinggal disekolahku, itu akan terjadi sampai kegiatan porseni berakhir.


Tepat jam 9 pagi, pertandingan di mulai, aku mulai binggung ingin menonton pertadingan yang mana, karena hari itu semua macam kegiatan dilakukan secara bersmaan.


Beberpa hari kemudian, pertandingan basket perempuan akan masuk final. Tidak semua sekolah menyediakan tim basket perempuan, sehingga pertandingan basket perempuan masuk final pertama dari semua pertandingan lainnya. Aku benar - benar tidak tahu harus bagaimana, karena yang masuk final itu tim basketku dan tim basket dari mantan sekolahku.


Saat pertandingan dimulai, beberapa pendukung dari tim lawanku melihatku, aku berusaha tidak perduli. Aku harus memberikan yang terbaik bersama timku. Bagaimanapun aku harus menang.


Ketika bertandingan, Aku harus merebut bola dari tim lawanku, dia tidak lain teman kelasku. Walaupun aku hanya 1 semester satu kelas dengannya, aku merasa tidak enak karena dia sampai terjatuh. Tim lawanku semuanya melihat ke arahku. Itu bukan pelanggaran, hanya saja dia tidak berhati - hati ketika aku merebut bola darinya. Sehingga aku tidak merasa bersalah sedikitpun, wajar itu terjadi dalam pertandingan.


Pertandinganpun berkahir, skor timku dan tim lawanku jauh berbeda. Aku tahu mereka tidak akan bisa menang, karena tim basket mereka itu baru dibentuk dan ini pertama kalinya mereka mempunyai tim basket perempuan. Aku tahu itu, karena saat aku masih berada disekolah yang sama dengan mereka, tim basket hanya ada tim basket laki - laki. Walupun tim mereka baru terbentuk, tapi menurutku mereka bermain cukup baik. Buktinya mereka sampai masuk final.


Dua hari kemudian, semua pertandingan berakhir. Sore hari penerimaan piala dan penghargaan lainnya akan diserahkan.


Aku merasa senang, karena tidak hanya tim basket perempuan yangmendapatkan juara satu, tim yang laki - laki juga mendpatkan juara pertama.

__ADS_1


Besok paginya, Desi dan yang lainnya sudah harus pulang. Sambil menunggu jemputan bus mereka, aku memilih tetap menemani mereka sambil bus mereka datang. Tidak terasa waktu begitu cepat berputar, pertemuanku dengan mereka harus berkahir hari itu. Tapi aku merasa senang, karena bisa bertemu dan sekali - sekali bercanda dengan mereka. Itu sesuatu kejadian yang tidak mungkin aku lupakan, karena kejadian seperti itu susah untuk terulang lagi.


__ADS_2