
Kedekataan ku dengan Ray yang sudah satu minggu lamanya berjalan, tidak membuat hubunganku dengan Aci, Rika Gunawan, Tito, Rafa dan Alif menjauh, aku lebi banyak menghabiskan waktu dengan mereka, Entah kenapa, aku sendiri tidak bisa begitu dekat dengan teman kelasku yang lainya. Bahkan aku tidak mengenal semua wajah mereka apalagi nama mereka.
Kejadian yang tidak pernah aku duga terjadi. Rafa yang selalu meminta tolong kepadaku dari sejak awal menggenal Aci, dia meminta tolong untuk membantu dirinya agar lebih bisa dekat lagi dengan Aci, ternyata itu bukan hanya ucapan yang aku anggap bercanda. melainkan keseriusan Rafa. Awalnya aku menolak, tapi Rafa tidak pernah menyerah untuk mencoba mendekati Aci dengan sendirinya. Akhirnya aku mau mencoba menolong Rafa, karena selama satu minggu terlewati, aku melihat keseriusan dari Rafa yang benar-benar menyukai Aci.
Tidak butuh waktu yang lama Rafa melakukan pendekatan dengan Aci. Satu minggu kemudian, mereka memberitahukan aku dan yang lainnya, bahwa mereka baru saja jadian. aku sangat bahagia melihat hubungan mereka berjalan sesuai keinginan Rafa. Aku sangat salut, perjuangan RAfa selama dua minggu itu, dan aku lebih salut lagi kepada Aci, yang berbesar hati menerima cintanya Rafa. Rafa yang dalam keadaan masih menggunakan tongkat untuk membantu dirinya jalan, mungkin buat orang lain akan susah menerima lelaki dalam keadaanya seperti itu, akan tetapi berbeda dengan Aci,dia terlihat sangat nyaman mejalin hubungan dengan Rafa.
Sementara kedekatanku dengan Ray, tidak tercium oleh satu orangpun sama sekali. Perhatian Gunawan kepadaku semakin memnajadi-jadi, sehingga terhembus kabar tentang kedekatanku yang kedua kalinya dengan Gunawan. aku sudah tidak ingin mengambil pusing dengan goosip-gosip murahan yang tidak jelas siapa dalang dari semua kabar itu. Karena aku dan Gunawan, tetap berinteraksi seperti tidak terjadi apa-apa. Aku seperti tiu, karena aku tahu, Gunawan sudah memiliki pacar dan mereka sudah menjalin hubungan hampir empat tahun lamanya, jadi aku berpikir Gunawan tidak mungkin menyukaiku. Itu sebabnya, untuk yang kedua kalinya beredar gosip seperti itu, aku bersikap biasa saja. Sikap aku maupun Gunwan tidak ada ynag berbuah diantara kita.
Berbeda dengan Ray, sikap Ray mulai berubah terhadapku setelah mendengar gosip tentangku dan Gunawan, dia terlihat ingin memperlihatkan ke orang lain bahwa dia dekat denganku. Akupun mencoba menjelaskan kepadanya, bahwa itu tidak benar.
Setelah satu bulan lamanya, tercium sudah kabar kedekatan dirinya dengan seniornya itu. Bahkan Ray memberitahukan kepadaku, bahwa teman-temannya itu mulai mencurigai dirinya, bahkan semua temannya Ray mempertanyakan kabar kedekatan dia denganku. Aku tidak tahu bagaimana cara menepik kabar itu, Karena RAy sendiri tidak tahu bagiaman cara memberitahukan teman-temannya tentang kedekatannya dia denganku.
Tidak hanya, walaupun aku dan Ray masih dalam pedekatan, tetapi Ray mempunyai nama panggilan khusus untuk ku, dia sering memanggil ku dengan sebutan meong. Aku juga tida tahu kenapa panggilan itu terlontrakn dipikirannya, tapi tidak menjadi masalah buatku.
Pada suatu hari, ketika aku berjalan menuju kantin di kampus bersama Rika dan Alif, aku melihat Ray dan teman-temannya juga berada disna. Aku tidak mungkin berbali arah, karena bagaimanapun aku tidak sendirian, sehinga membuat aku mencoba bersikap biasa saja. Tanpa sengaja, entah apa yang Ray pikirkan saat dia melihatku di kantin saat itu, dia keceblosan memanggil diriku, tetapi bukan namaku, melainkan dengan panggilan meong. Sontak teman-temannya kaget dan membuat mereka bertanya-tanya siapa yang Ray panggil dengan sebutan meong. Sedengkan disana, tidak terlihat kucing satupun yang berkeliaran.
"Hayo ngaku, siapa yang kamu panggil dengan sebutan meong?" (sahut temanya Ray)
"Aku tidak maanggil siapa-siapa, aku hanya bilang meong, emangnya nggak boleh aku mengelurakan suara seperti suara kucing, Meooooggggg."
"tapi, kamu nngomong meong barusan pas itu cewek tiba di kantin. Nama kamu Clarakan?" (Sahut temannya ray bertanya padaku).
Aku tidak menghiraukan pertanyaan temannya Ray.
__ADS_1
"Hay kamu, kalau di tanya jawab!!"( cetus temannya Ray terhadapku).
"kakak ngomong sama kita?" (tanya Rika).
"Iy, lebih tepatnya teman kamu yang satunya."
"Sudah-sudah, lagian kalian juga apa-apan sih memperpanjang perkataanku barusan. Nggak usa ganggu mereka deh." (sahut Ray).
Akupun bergegas meninggalkan kantin segerah mungkin di ikuti oleh Rika dan Alif. Alif yang melihat expresi dan sikapku terlihat sedikit berubah,, dia mencoba membuat aku tertawa. Sikapku mulai menenang dan tertawa saat Alif mencoba megodaku. Perlakuan Alif kepadaku hampir sma persis seperti yang di lakukan oleh Gunawan.
Tiba-tiba SMS masuk,
"Maaf atas perlakuan teman-temanku kepadamu, Terutama Cristan."
"Ternyata lelaki yang bertanya di kantin tadi itu namanya Cristan." (berbicara dalam hati kecilku)
Itu bukan pertama kaliya Cristan mencoba menganggu diriku, tapi sbelumnya dia juga sudah pernah membuat aku tidak nyaman, Dia adalah lelaki yang sebelumnya duduk di kendaraanku di parkiran saat aku akan pulang, dan dia juga pernah mencoba meminta nomor ponselku.
Sikapku yang tidak membalas SMS dari Ray, RAy tidak henti-hentinya menghubungiku. Keadaan saat itu membuat aku malas untuk menerima panggilan masuk, dan aku memilih mematkan ponselku.
Tiba waktunya pulang, Saat itu aku tidak membawa kedaraan ke kampus, Alif dan Gunawan mencoba menawarkan diri untuk mengantarku pulang. Tapi aku lebi memilih untuk menunggu jemputan dari kakak sepupuku. keadaan kampus mulai sepi, aku masi menunggu jemputanku tiba. Ray yang tida sengaja melihatku berdiri tepay di samping gerbang dekat parkiran, mencoba menghamipiriku. Sontak aku kaget, dan aku tidak tahu harus kemana untuk menghindarinya. Terpaksa, aku teap berdiri disitu dan aku berharap kakak sepupuku secapat mungkin tiba.
"Hay, kok belum pulang...."
__ADS_1
"Iya kak, aku masih menunggu jemputanku."
"Bagaimana kalau aku yang antar?"
"Terimaksih kak, tapi nggap perlu repot-repot.'
"Kamu tidak merepotkan sama sekali kok. Malahan aku akan kecewa kalau kamu menolak."
"hmm, benaran ko kak, nggak perlu. kau tidak bermkasud menolak kakak dengan membuat kakak kecewa."
"Lalu, kenapa kamu menolak untuk mengatar kamu pulang. Apakah ada yang marah jika lelaki yang mengatar kamu."
"Bukan begitu kak, cuman kakak sepupu aku itu sudah di jalan. Sekalian juga, habis dari sini aku gak langsung pulang ke kosanku. Melainkan aku dan kakak sepupuku akan mampir di suatu temapt terlebih dahulu."
"Benaran, kamu menolak karena kamu masih marah dengan sikap temanku kepadamu tadi saat di kantin?"
"Seriusan kak, aku nggak bohong. Kalau masalh di kantin hari ini, aku mencoba untuk melupakannya."
"jadi kamu sudah tidak marah tentang sikap temanku tadi di kantin?"
"Uuuhmmm aku sudah nggak marah. sudah, sudah puas dengan jawabanku." (sambil melontarkan senyum).
"Iya- iyaaa meong....." (Ray juga tersenyum kepadaku).
__ADS_1
Tidak lama kemudian, jemputanku tiba. Aku langsung pergi dan meninggalkan Ray dengan perasaan yang cukup tenang.