My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Terungkap


__ADS_3

Siapa yang bisa menduga, di balik permintaan maaf Cristan, dia juga meminta aku untuk meminta maaf atas komentar aku di foto yang mereka unggah di akun facebook. Akupun tidak keberatan atas permintaan Cristan ketika itu, akupun langsung meminta maaf kepada Cristan dan dua temannya Ray yang lainnya. Akan tetapi, Cristan meminta aku untuk meminta maaf melalau akun facebookku, Akupun keberatan, bukannya aku tidak ingin meminta maaf saat itu, melainkan aku berpikir meminta maaf secara langsung itu lebih baik di bandingkan meminta maaf secara tulisan. Aku kekeh menolak permintaan Cristan, aku tetap pada pendirianku untuk meminta maaf secra langsung detik itu juga. Akan tetapi Cristan juga tetap pada pendiriannya,diamengingginkan aku tetap memita maaf di aku facebook. Pada akhinya, secara tidak sadar kita berdebat tidak ada ahirnya. Ray yang melihat situasi saat itu mulai memanas, dia akhirnya memilih untuk meminta Cristan untuk diam dan menerima  perminta maafku secara langsung. Cristan merasa Ray lebih berpihak padaku, sehingga timbul percecokan antara Ray dan Cristan.


Tak terduga olehku, Cristan akhirnya memberberkan fakta baru yang tadinya dia meminta aku untuk tidak marah pada Ray, dia malah membalikan perkataanya. Dia membuka prihal tentang taruhan yang mereka buat yang awalnya taruhan itu dibuat oleh mereka berempat termasuk Ray.


"Siapapun yang bisa mendapatkanmu, maka sepenuhnya akan mendapatkan uang yang kita berempat taruhkan. Akan tetapi jika kita hanya berhasil mendekati kamu, maka uang taruhan yang kita pertarungkan sejak awal, maka uang yang mereka dapat hanya setengah dari taruhan itu. Tapi entah kenapa, setelah dua hari Ray meminta kita untuk membatalkan taruhan itu. Kita bertigapun menyetujui permintaan Ray." (sahut Cristan)


"Jadi maksud kamu, awal mula taruhan itu berasal dari idenya Ray, begitu?"


"Iya, tepat sekali. Akan tetap sejak taruhan itu di batalkan oleh Ray, tanpak sepengetahuan dia, aku Tora dan Sain melanjutkan taruhan itu."


"Kenapa kamu katakan itu kepaa Clara. Kamu mengatakan hal itu, maksud kamu apa Cris?" (sahut Ray).


"Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya mengatakan yang sebenarnya, agar kamu tidak seharusnya berpihak kepadanya."

__ADS_1


"Aku tidak berpihak kepada siapapun. Aku hanya tidak mengingkan kalian berdebat sesuatu yang tidak jelas. Apakah Clara salah jika dia meminta maaf secara langsung, bukankah itu lebih baik di bandingkan melalui akun facebooknya." (sahut Ray).


"Kalian tidak perlu ribut karena masalah ini. Karena aku tidak pernah mengingikan pembelaan dari Ray sama sekali. Sekali lagi aku minta maaf atas kometarku kemaren di facebook kepada kakak semuf, tapi jangan harap aku akan meminta maaf melalui akun Facebook ku. Aku tidak perduli kalian sebagai seniorku mau atau  tidaknya menerima permintaan maafku secara langsung. Dan buat kak Ray, aku kecewa atas  niat awal kakak mendekatiku, walaupun taruhan itu kakak tidak lanjutin, dan kakak memeilih mendekatiku tanpa sepengetahuan teman kakak, aku tetap kecewa."


"Aku minta maaf Clara, aku mendekati kamu benar-benar murni tulus dari hatiku. Pleaseeee maafkan aku!!!"


"Maaf  kak, aku harus masuk kelas, Karena Dosenku sudah berjalan menuju kelasku."


"Hay kamu, kamu Clarakan?"


"Iya, ada apa ya?"


"Kita mau bicara sama kamu sekarang, tapi tidak disini."

__ADS_1


"Tapi maaf kak, aku tidak bisa, karena aku harus masuk kelas sekarang juga."


Ray yang sejak awal mengikuti dan melihat temannya berusaha untuk menghentikaku, Ray meminta agar ketiga temannya itu membiarkan aku untuk masuk kelas. Dia juga tidak lupa meminta kepada temannya untuk tidak ikut campur urusan dan untuk  tidak menggangguku lagi. Walaupun aku sendiri mendenggar Ray mencoba melindungiku, aku tetap berjalan dan mencoba tidak perduli. Karena aku tidak membutuhkan perlindungan atapun pembelaan itu sama sekali darinya, karena aku sudah cukup kecewa dibuat olehnya.


Dua jam kemudian, jam mata kuliah pertamaku berakhir.


Akupun dan ke lima temanku keluar kelas bersamaan, aku cukup santai sambil bercanda tawa bersama mereka. Ray yang awalnya  terlihat sedang menungguku, tiba-tiba pergi begittu saja. Hatiku tak tega melihatnya, bagaimanapun dia berniat untuk menjelskan semuanya padaku. Tapi. hatiku yang sebelumnya sudah di sakiti karena masa laluku, membuat aku cukup keras dan benar-benar berpegang teguh pada prinsipku, bahwa kau tidak akan menjadi wanita yang terlalu mudah untuk memaafkan seseorang lelaki yang mencoba mendekatiku, tapi dengan niat awalnya tidak baik.  Belajar dari pengalamanku di masa lalu, membuat aku takut mengambil langkah begitu cepat, aku benar-benar berrhati-hati untuk urusan masalah laki-laki. Menjaga jarak adalah pilihan terbaik. Aku tidak ingin merasakan kecewa lebih dalam lagi, lebih baik menjauhi sebelum menjalin suatu hubungan. Aku akhirnya memilih menikmati kesendirianku tanpak menginginkan status pacaran dengan siapapun.


Satu minggu kemudian, tepat pukul 04:00 sore, mata kuliah jam kedua seharusnya sudah di mulai. Tidak lama kemudian, Dosen yang mengajar hari itu tak kunjung datang, tenyata beliau berhalangan hadir dan hanya meninggalkan tugas. Rafa tiba-tiba mengajak aku, Aci, Rika, Gunawan, Alif dan tito kerokean. Kitapun menyetujui usul Rafa kecuali Tito, dia tidak bisa ikut karena harus memberikan kejutan kepada pacarnya yang masih duduk di bangku SMA.


Saat tiba di kerokean, aku dan teman-temanku tidak mendapatkan ruang kosong, Awalnya kita ingin mencari tempat kerokean yang lain, tetapi setelah kita pikir-pikir, lokasi tempat kerokean yang aku pilih dengan temnanku adalah temapat yang paling dekat dengan kampus, kitapun memilih untuk menunggu satu jam lamanya agar bisa mendapatkan ruang kerokean. Karena saat itu kita hanya berenam yang bisa pergi, akan tetapi ada empat ada empat kendaraan. Karena Rika tidak ingin sendirian, akhirnya kita mengambil keputusan untuk meninggal satu kendaraan di kampus, yaitu kendaraannya Rika. Rikapun setuju, karena kita semua awalnya berpikir akan kerokean hanya dua jam lamanya, setelah itu kita bisa kembali ke kampus lagi untuk menemani Rika mengambil kembali kendaraannya. Itu sebabnya kita tidak mencari tempat korekean yang lain.


Di tempat semua kerokean pasti memiki beberapa perbedaan. Akan tetapi, walaupun memiliki perbedaan, jika aku dan yang lainnya benar- benar bisa menikmati kerokean di tempat yang sudah menjadi pilihan kita, maka diamapun tempat kita kerokean, pasti akan terasa happy dan moment itu akan menjadi kenangan tempat dimana mungkin kita akan mengingatnya selalu di kemudian hari. Jadi aku tidak pernah permasalahkan dimanapun tempat pilihan teman-temanku memilih untuk kerokean hari itu.

__ADS_1


__ADS_2