
Waktu berubah begitu cepat. Masih banyak hal yang ingin sekali clara katakan, seakan-akan waktu begitu cepat memisahakn jarak diantara mereka. Namu clara tidak akan lupa akan janjinya dan tetap berusaha.
Tidak terasa waktu libur tengah semester telah usai, yang dimana hari ini awal clara menjadi murid baru di sekolah itu. Berat rasanya clara melangkahkan kaki untuk berangkat kesekolah barunya.
Biasanya setiap hari, clara selalu berangkat sekolah bersama ketiga sahabatnya. Tapi hari ini benar - benar situas yang baru baginya. Di hari pertama clara diatar ke sekolah oleh tantenya yang merupakan anak kedua dari neneknya yaitu tante yuli.
Sesampai depan gerbang sekolah, clara harus melangkahkan kakinya sendiri menuju keruang guru.
Ternyata semua murid dari kelas 1, 2 dan 3 sudah berbaris rapi ditengah lapangan, dan sepertinya clara sedikit terlambat. Untungnya hari itu hanya apel pagi dan semua guru sudah hadir. Clara terlihat kebinggungan harus masuk kebarisan yang mana, jadi dia memilih tetap berdiri di depan ruang guru dengan sedikit menundukan kepalannya.
"Murid pindahan ya?" ( Tanya salah satu guru yang menghampiri clara).
"Iya pak."
"Ya sudah sekarang kamu masukan ke barisan!!"
"Tapi saya sendiri belum di kasih tahu masuk ke kelas dua IPA berpa pak".
"Ada apa pak?". ( tanya salah satu guru yang juga datang menghapiri ).
"Ini bu, dia murid pindahan. Dia barusan tak suruh masuk ke barisan, tapi dia sendiri belum di beritahu kelas IPA berapa dia akan di tempatkan".
"Clara, murid pindahan ya?" (tanya ibu guru yang baru menghampirinya).
"Iya, benar bu."
"Kebetulan sekali, ibu baru saja di beritahukan bahwa katanya ada murid yang baru pindah akan masuk kelas 2 IPA1. Kebetulan Ibu wali kelas 2 IPA1. Nama ibu, Ibu Eka. Sekarang Ibu akan mengatarkan kamu ke barisan kelas 2 IPA1."
Ketika clara mengikuti Ibu eka berjalan melewati tengah lapangan menuju barisan kelas 2 IPA1, clara merasa beberapa murid sedang memperhatikan ke arahnya. Kembali menjadi orang asing, membuat clara merasa risi ketika clara menjadi bahan perhatian.
__ADS_1
Ibu eka yang ternyata sekaligus wali kelas clara, setelah memperkenalkan dan memberitahukan ke murid kelas 2 IPA1, ibu eka langsung kembali berkumpul dengan guru lain.
Setelah Ibu eka pergi, clara merasa beberapa teman kelasnya sedanga membicarakannya di dalam barisan.
"Murid pindahan dari mana ya?"(tanya salah satu teman kelas clara).
"Aku murid pindahan dari SMA 1 ******".
Karena situasi di dalam barisan saat itu mereka banyak yang bercanda dan saling dorong satu sama lain, sehinga salah satu teman kelasnya tidak sengaja menginja sepa ltu clara. Clara hanya diam dan coba untuk berpikir positif. Mungkin karena mereka baru bertemu setelah libur tengah semester, jd mereka bercanda satu sam lain, pikir clara.
"Kamu bagaimana sih nginjak sepatu murid baru. Kamu nggak lihat apa sepatunya jadi kotor dan lihat, sepertinya sepatunya juga baru. Nggak cuman sepatu, tapi semu yang dia pakainya itu teroihat baru. iyakan?" ( cetus teman kelas clara).
"Nggak apa - Apa kok, kakiku nggak sakit juga" ( celetuk clara).
Beberapa menit kemudian, kegiatan apel pagi pun berakhir. Semua murid masuk ke kelasnya masing - masing. Sesampai di kelas, clara kembali sedikit kebinggunggan. Dia binggung harus duduk dibangku yang mana, clarapun mencob bertanya kepada salah satu teman kelas perempuanku.
"Kamu duduk di belakangku saja. Ow ya kenalin namaku ita."
"Namaku Febby" ( Sahut teman yang duduk di sebelahnya Ita).
"Clara." ( Tersenyum).
Clarapun langsung menuju bangku tempat bangku yang akan menjadi tempat duduknya. Tiba-ti a bberapa teman di kelasnya saat itu mengahampirinya dan mencoba mengajak clara berbicara. Clara merasakan sikap mereka semua welcome terhadap dirinya. Hanya saja cpara belum bisa terlalu banyak bicara, karena clara belum bisa beradaptasi.
Dalam hal belajar, di hari pertama masuk sekolah setelah libur semester. Kelas clara langsung aktif belajar dalam urisan belajar. Pelajaran yang partama dia dapatkan di hari partama dikelasnya yaitu mata pelajaran Agama.
"Kamu murid baru ya?" ( tanya guru agama).
"Iya Pak".
__ADS_1
Clara langsung di berikan pertanyaan oleh guru agama saat itu juga, untungnya clara bisa menjawab pertanyaan yang diberikan.
Saat jam istirahat tiba, beberapa teman kelas clara mengajaknya kekantin. Akan tetapi, clara lebih memilih duduk di dalam kelas. Tiba - tiba seorang perempuan menghampir clara, clara langsung mengetahui bahwa perempua tersebut bukanlah teman kelasnya, tetapu perempuan itu tidak asing bagi clara.
"Clara ya."
"Iya."
"Kamu tahu tidak siapa aku?"
"Aku tidak tahu. Tapi entah kenapa, aku merasa kamu tidak asing bagiku."
"Aku tata, teman kamu SMSan satu minggu terakhir ini dan aku pernah mengirimkan fhotoku ke kamu."
Ternyata Dia tata, perempuan yang satu minggu terakhir ini komunikasi dengan clara. Clara mengenal tata dari salah satu teman kelasnya di sekolahnya yang pertama. Di hari pembagian raport, hari itu teman kelasnya mengetahui perpindahan clara dan mereka bertanya clara akan pindah kesekolah mana. Clarapun memberitahukan mereka, sehingga salah satu teman kelasnya saat itu memberitahukan clara bahwa dia mempunyai teman di sekolah tempat dirinya akan pindah. Akhirnya teman kelas clara di sekolahnya yang pertama mencoba memberi tahukan tata bahwa akan ada murid pindahan ke sekolahnya dan teman kelas clara itu meminta tolong untuk berteman dekat dengan clara. Dari situlah awal clara bertukar nomor ponsel dan komunikasi dengan tata, hingga pada akhirnya mereka berdua di pertemukan secara langsung.
Di hari pertama pindah sekolah, clara diam-diam ternyata membawa ponselnya. Clara mempunyai alasan kenapa harus membawa ponselnya hari itu, karena clara sendiri harus menghubungi tantenya saat jam pulang sekolah untuk menjemputku.
Jam istirhat telah habis, tapi tidak ada guru yang kunjung datang mengajar didalam kelasnya. Beberapa teman kelas clara memilih duduk di depan kelas, sedang clara tetap memilih duduk di dalam kelas sendirian.
Teringat akan sesuatu yang dimana seperti biasanya clara selalu bersama ketiga sahabatnya, clara mulai menginggat masa-masa saat bersama mereka. Clara berjalan menuju jendela paling pojok yang mengarah ke arah belakang kelasnya. Clara terlihat mulai emosional, menangis sendiri tanpak ada yang melihatnya. Clara merasa salah satu kesedihan yang paling menyakitkan adalah ketika dia masih merasa menjadi orang asing. Clara juga merasa bahwa dirinya bukan yang dulu lagi, yang selalu bisa mengatasi permasalahan yang membuat dirinya menangis.
Terus dan terus mencoba menenangkan diri, clara berpikir mencoba menghubungi richy adalah salah satu solusi. Panggilan telponnyapun tidak menerima respon. Mungkin dia tidak membawa ponsel kesekolah atau bisa jadi dia sedang belajar,pikir clara. Setelah itu clara mencoba menghubungi ketiga sahabatnya, ternyata sama seperti richy. Karena tidak ada respon sama sekali, clara memilih meninggalknlan mereka SMS.
"Tuhan, berikan aku petunjuk agar hati ini bisa merasa tenang dan damai. Peluklah aku dan hapuslah air mataku hingga aku bisa belajar untuk menghragai semua apa yang sudah terjadi dan aku bisa lebih sabar dan mengikhlaskan semuanya."
Sekuat mungkin clara mendorong dirinya sendiri untuk mencoba berbaur dengan teman kelasnya. Clara bersyukur, karena Tuhan memberikannya teman kelas yang baik dan ramah.
"Terimaksih Tuhan, Karena engkau telah menghadirkan mereka dilingkunganku yang baru."
__ADS_1