
Keesokan paginya...
Aku bersiap berangkat ke sekolah. Saat itu aku tidak begitu semangat seperti biasanya, kali ini aku benar - benar kehilangan kesadaran diriku.
Sesampai di kelas, aku langsung duduk dan menidurkan kepalaku tepat diatas mejaku. Die yang melihat aku masuk kelas, dia menghampiriku. Tapi dia tidak berani bertanya kepadaku.
"Clara bagaimana keadaanmu?" ( Sahut Ai ).
"Seperti yang kamu lihat sekarang?" ( Sahutku ).
"Ai, Clara kenapa ?" ( Tanya Die ).
"Aku juga tidak tahu Die" ( Jawab Ai ).
Pas Bel berbunyi, semuanteman kelasku masuk kelas. Sedangkan Die langsung kembali ke kelasnya. Semenjak aku di putuskan Kak Richy, tidak hanya SMS dari Die yang aku jawab dengan singkat, tapi semua temanku, aku perlakukan seperti itu.
Tapi yang duduk tepat didepanku, sekali - sekali melihat kearah belakang.
"Clara, kenapa muka kamu terlihat pucat sekali hari ini?" ( Sahut Gurukunyang mengajar dikelas ketika itu ).
"Dia demam pak" ( Sahut Ai ).
"Kalau kamu demam, kamu lebih baik istirhat dirumah saja!!. Soalnya dua hari lagi kalian akan mengahadapi ujian praktek lho" ( Sahut guruku ).
"Tidak apa - apa kok pak, keadaan saya sudah cukup membaik dari pada keadaan saya yang kemaren. Lagian saya lemas berbaring terus dirumah pak" ( Sahutku ).
"Ya sudah kalau sanggup. Tapu kalau kamu sudah tidak.sanggup belajar hari ini, lebih baik kamu istirahat saja!!" .
"Iya pak, terimakasih".
Jam istirahatpun tiba, seperti biasanya aku dan Tami orang yang selalu kekabtin di saat jam istirahat. Tapi hari ini aku menolak ajakan Tami. Rya menarik tanganku , dan menyuruhku duduk tepat di pojok belakang didalam kelas. Ai, Tami, Nita, Ratna dan Mai ikut duduk bersamaku. Satu persatu mereka melemparkan pertanyaan kepadaku.
__ADS_1
"Dari tadi pagi kenapa kamu terlihat tidak bersemangat, kamu tidak seria biasanya?" ( Tanya Rya ).
"Mungkin karena aku masih demam" ( Sahutku ).
"Tapi kamu tidak seperti biasanya, Aku merasa kamu tidak mengangap kami tidam ada" ( Sahut Tami ).
"Aku minta maaf " ( Sahutku ).
"Clara, jika kamu ada masalah. Lebih baik kamu ceritakan kepada kita, siapa tahu kita bisa bantu" ( Sahut Mai ).
"Kita juga tahu, tidak semua masalah kita harus ceritakan ke semua orang. Karena setiap orang pasti ingin mempunyai privasinya sendiri" ( Sahut Nita).
"Jika kamu sudah siap menceritakannya. Kita semua pasti akan mendengarkan mu" ( Sahut Ranta ).
"Aku bukannya tidak ingin menceritkan apa yang sudah terjadi 3 hari ini kepada kalian. Aku sendiri binggung harus bagaimana, Aku merasa aku bukan diriku lagi" ( Air mataku keluar dengan sendirinya ).
"Clara kamu baik - baik sajakan, kenapa kamu menangis ?" ( Tanya Ai ).
"Bagaimana bisa??" ( Sahut Tami ).
Sambil menangis aku menceritakan kronologi dari awal masalahku dengan Kak Richy kepada ke enam temanku. Mereka kaget, karena aku diputuskan hanya gara - gara aku mengajukan pertanyaan.
" Setelah aku mendengar ceritamu, bagaimana bisa Kak Richy memutuskan hubungan begitu saja. Padahal kalian sudah pacaran dua tahun lebih lamananya" ( Sahut Tami ).
"Aku takut menghadapi ujian praktek. Aku benar - benar steres. Rasanya aku menjadi orang gila karena cinta. Bantu aku, bagaimana caranya agar hatiku bisa tenang" ( Mereka lansung memelukku ketika aku benar - benar tidak bisa mengontrol emosiku dan air mataku yang terus mengalir ).
"Clara kamu tidak sendiri, masih ada kita semua, Ok.
Ingat kamu masih punya orang tua yang harus kamu pikirkan, lupakan dia. Jika kamu gagal dalam ujian praktek, itu juga bisa mempengaruhi nilai kamu untuk lulus besok. Walaupun kita belum terlalu lama mengenal kamu, tapi kita mengenal kamu orang yang ceria. Orang yang selalu membanggakan Kak Richy di depan kita. Tapi dia sudah mengambil keputusan ini untuk hubungan kalian, bukan berarti kamu sudah selsai sampai disini. Masih panjang masa depan mu, dan masih banyaknyang jauh lebih peting untuk kamu pikirkan" ( Sahut teman - temanku. Aku memeluk mereka semakit erat).
"Terimakasih karena kalian selalu ada untukku. Aku tidak tahu bagaimana aku akan mengahadapi masalah ini tanpak kalian. Tapi aku akn menunggu dia selama 1 minggu ini. Jika dia tidak mengghubungiku lagi, itu berarti aku haris benar - benar melupakannya" ( Sahutku ).
__ADS_1
"Itu hak kamu. Tapi setidaknya, kamu tidak boleh patah semangat untuk menjalani hidup kamu. Kamu arus harus konsentrasi dengan ujian praktek. Ok!!!" ( Sahut Temanku ).
"Iya".
Sudah satu minggu lamanya hubunganku berakhir dengan Kak Richy. Penantianku sunggu sia - sia. Sepertinya hanya aku yang masih memikirkan dia. Menunggu sesuatu yang tak pasti memang menyakitkan, tapi aku siap menerim rasa sakit ini.
Kenapa sudah satu minggun lamanya aku belum bisa menerima kenyataan ini, mungkinkah karena aku masih menyimpan harapan padanya. Tapi itu sunguh sia - sia. Perlahan - lahan aku mencoba menerima kenyataan ini, aku harus bisa melupakannya. Walupun aku tidak yakin bisa melupakan dia atau tidak. Setidaknya aku sudah niat untuk mencobanya.
Empat hari lagi ujian praktekku berakhir.
Semenjak aku putus dari Kak Richy, aku selalu meminum obat tidur setelah selsai makan malam. Itu semua aku lakukan agar aku bisa terlelap tidur dimalam hari, dan aku bisa melaksanakan ujian praktekku tanpa rasa mengantuk di pagi hari.
Ketika aku mau meminun obat tidurku, Tiba - tiba ponselku berbunyi. Nomor yang tidak aku kenal, aku mengira itu Kak Richy. Ternyata dugaanku salah.
"Hallo, ini siapa?" ( Terdengar suara perempuan ).
"Ini tante Nindy, ini nomornya Clara bukan?".
"Tante Nindy sepupunya ibuku??".
"Iya benar, Sekitar dua minggu yang lalu tante follow akun facebook kamu"
"Oowww iya tabte, aku sudah lihat dan sudah menerima perteman di facebook sama tante. Ngomong - ngomong ada apa tante, tumben telpon aku?".
"Begini tante punya teman perempuan, nahhh temannya tante ini punya adik laki - laki dia sudah kuliah di kota bogor. Hanya saya dia sekarang lagi pulang kampung. Sekarang dia dan kakanya lagi dirumah tante, tadi tante buka facebook. Tiba - tiba adik temannya tante itu ngelihat foto kamu di facebook. Terus dia tanya kamu siapa. Tante kasih tahu, terus dia minta nomor ponselnya kamu barusan. Tante binggung mau kasih dia, takutnya kamu marah karena tante tidak meminta izin ke Claranya".
Sebenarnya aku bukan orang yang suka memberikan nomor ponselku kepada orang yang tidak aku kenal sama sekali. Tapi setelah aku pikir - pikir, ini mungkin cara aku bisa melupakan Kak Richy. Walaupun aku tidak tahu apa maksud lelaki itu meminta nomo ponselku kepada tanteku. Seandainya dia bermkasud mendekatiku, itu tidak akan menjadi masalah bagiku. Lagian dia sudah kuliah, dan kuliahnya kota dibogor lagi. Aku ingin mencoba mempermain seseorang, aku sudah capek menjalin hubungan yang seriu, Pada akhirnya aku disakiti.
"Iya boleh tante. Kasih saja, nggak apa - apa kok. Ya sudah kalau gitu aku mau tidur tante, soalnya besok aku masih ada ujian praktek".
Aku orang yang selalu memegang prisip tentang cinta. Jika aku sudah mencintai seseorang, maka aku tidak akan menghianatinya. Tapi entahlah apa yang merasukiku, jika lelaki itu benar - benar menghubungi dan berniat mendekatiku. Aku akan biarkan dia masuk ke dalam kehidupanku, tapi bukan berarti aku mencintainya. Hanya saja aku ingin mencoba melupakan Kak Richy dengan cara mendekati lelaki lain. Tak terpikirkan olehku, aku akan mempunyai niat jahat seperti ini.
__ADS_1