
Di hari pertama masuk sekolah baru (SMA), seperti sekolah-sekolah lain mereka menjalani yang nama Pra MOS dan MOS (masa orientasi siswa) selama 6 hari. Seharusnya clara senang karena hari itu merupakan hari pertama baginya memakai seragam putih abu-abu, walaupun dia harus bangun dipagi buta. entah kenapa clara merasa malu, sudah terlihat sangat jelas bagaimana penampilannya saat itu, dengan seragam putih abu-abu. Angkatanya merupakan murid pertama yang diwajibkan semua wanitanya harus berhijab. Clara senang karena diharuskan memakai hijab, karena dia pikir saat Pramos maupun MOS dia tidak perlu repot-epot mengepang rambut panjangnya, seperti yang dilakukan murid tahun sebelumnya
Ternyata dugaannya salah, dia harus memakai tali rapiah yang diikatkan pada sebuah peniti, sebanyah tangal lahirnya masing-masing dengan panjangnya harus 5 cm, satu peniti satu tali. Clara cukup kesel, karena itu hijab barunya.Jika dia menusuk peniti sebanyak tanggal lahirnya yaitu sebanyak 15 peniti, itu akan membuat kondisi hijabnya rusak dan meninggalkan bekas.
Tidak hanya itu, semua murid baru juga harus memakai tas dari plastik berwarna merah beserta diisikan pisang satu sisir, pulpen beserta satu buku. Semua murid baru juga diminta untuk menggunakan kalung yang terbuat dari tali rapiah, lengkap dengan axsesorisnya yaitu sepuluh buah permen beserta dilengkapi lempeng bayi. Tidak sampai disitu saja mereka juga diminta menggunakan papan nama yang harus dikalungkan dilehernya dengan tetap menggunakan tali rapiah yang berbeda daan mereka tidak di perboleh satukan dengan tali yang terbuat untuk kalungnya. Di tambah lagi murid baru harus memakai topi yang terbuat dari bola plastik.
Jika kalian bayangkan berapa banyak tali rapiah yang menempel dibadan clara saat itu. Denga terpaksa dia juga harus tetap melakukannya beberapa hari kedepan sampai acara MOS berakhir.
Hari ke dua, seperti dihari petama mereka berbaris ditengah lapangan sekolah. Clara merasa ada yang aneh dengan tatapan seluruh anggota OSIS hari itu. Tatapan mereka saling bergantian tertuju kepadanya, tanpak terkecuali baik itu perempuan mapun angota OSIS yang laki-laki. Dia sekali bertanya kepada sahabat-sahabatnya, tapi saat itu dia berada jauh dengan barisan ke tiga sahabatnya, karena mereka berada di kelas yang berbeda. Lagi, lagi dan lagi, diantara mereka tidak ada yang berada disatu kelas yang sama. Akhirnya dia bertanya pada diri sendiri,
"Apa hanya perasaanku saja kalau semua anggota OSIS memperhatikanku?, aaahhhh mungking hanya perasaanku saja." ( pikirku ).
Waktu istirahatpun telah tiba, tepat pukul 09:00 pagi semua murid baru diberikan waktu istirahat selama 25 menit lamanya.
25 menit btelah berlalau, itu tandanya jam waktu istirahat telah habis. Dengan lantang terdengar suara lelaki yang menggunakan mice, dia tidak lain adalah ketua OSIS, semua angtkatan clara memanggilnya dengan sebutan kak verry.
"PE-NGU-MU-MAN.... untuk semua murid baru kalian akan diberitambhan waktu istirhata selama 10 menit lagi. Akan tetapi, kalian semua harus membuat sebuah puisi yang ditunjukan kepada salah satu anggota OSIS yang kalian pilih sendiri. Dengan syarat, murid laki-laki memberikan puisi kepada anggota OSIS perempuan, begitu pula sebaliknya untuk murid perempuan harus memberikan puisi untuk anggota OSIS yang laki -laki. Kalian boleh membuat puisi di dalam kelas maupun diluar kelas. Tapi setelah 10 menit kalian sudah harus berada di dalam kelas masing-masing." (sahut ketua OSIS).
__ADS_1
Dalam waktu 10 menit, clara sendiri masih binggung untuk memulai menulis dari kata apa untuk puisi yang akan dia buat. Clara mulai gelisa, mondar mandir sendiri tidak jelas, sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa saat itu dia sudah tidak melihat murid baru berkeliaran di luar kelas satu orangpun, dia langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kelas. Tepat depan pintu seorang berdiri didepan kelasku, dengan badan tegap, tinggi, posisi tangan kiri di masukan kekantong celana, ternyata dia adalah verry (ketua OSIS). Teeerrrr_nyata..... Ooohhh ternyata dia telat masuk kelas selama 3 menit lamanya.
"Ooooohhhh my good, tamatlah akuuuuuu." (berbicara dalam hati).
Ternyata Ketua OSIS dan tiga anggota OSIS lainya, mereka mereka merupakan anggota OSIS yang bertugas masuk di kelasnya hari itu untuk memberikan arahan,dua perempua dan dua laki-laki.
"Maaf kak aku terlambat, soalnya aku tadi habis dari toilet." (clara mencari alasan).
"Yaaa bagus kalau kamu menyadari kesalahan kamu. Tapiii..., aku tadi melihat kamu berjalan dari bawah pohon depan katin bukan dari toilet." (sahut Ketua OSIS ).
"Karena kamu sudah berbohong, maka kamu akan aku berikan hukuman. Hukumannya tidak akan sudah dan berat sama sekali, kamu aku minta orang pertama untuk membaca puisi yang sudah kamu buat didepan teman-teman kelasmu, sesuai dengan syarat sebelumnya, jangan lupa kamu juga harus kasih tahu puisi itu ditunjukan kepada anggota OSIS yang mana!!!"
"Mmmaaaaf kak, aaakuuu....."
"Aku apa?"
__ADS_1
"Sebenarnya, ehmmm akuuuuu belum membuat puisinya sama sekali, bahkan aku belum menentukan ke siapa akan aku berikan puisi yang akan aku buat."
Clara hanya bisa menundukan kepalanya karena merasa sedikit malu, bukan malu kepada kakak senior yang hadir dikelasnya saat itu, tapi dia malu ketika teman kelasnya itu mentertawakan dirinya.
Kesalahan clarapun dimaafkan oleh dua anggota OSIS lainnya, akan tetapi ketua OSIS yang juga bertugas di kelasnya saat itu tidak membiarkan dia begitu saja, melainkan memberikan hukuman yang baru untuk clara pilih.
"Karena kamu tidak membuat puisi sama sekali seperti yang lainnya, kamu pilih: 1, Kamu pilih teman kelas atau salah satu anggota OSIS yang di bertugas di kelas ini untuk kamu gombalin. 2, Bernyayi sambil berjoget. 3, Atau pilih salah satu teman kelasmu diharuskan laki-laki, kamu harus menyuapi lelaki yang akan kamu pilih tersebut dengan satu buah pisang yang kamu bawah sampai habis?!"
Semua pelihan yang diberikan saat itu tidak pernah clara lakukan seumur hidupnya. Jika hukuman itu harus dia pilih salah satunya, itu merupakan hukuman yang perama kalinya dia lakukan, apapun hukuman ynag dia pilih.
"Apakah di bangku SMA ini harga diri aku akan jatuh??. Rasanya pingin ku berteriak dan marah kepada Ketua OSIS, tapi apalah dayaku sebagai murid baru, aku hanya berani berbicara di dalam hati.Upppppssssss....."
Diam adalah pilihan yang terbaik menurutnya sat itu, clara memutuskan tidak memilih apapun. Akibatnya, karena dia tidak memilih salah satu pilihan yang di berikan Ketua OSIS, tidak di duga kalau Ketua OSISnya sendiri yang akan memilih salah satu pilihannya yang telah dia tawarkan untuk hukuman clara.
"Kamu harus menyuapin teman kelas kamu!!" sahut verry ).
Clara spontan kaget dan rasanya tidak percaya. Diapun melirik kearah teman laki-laki yang berada di kelasnya, ketika dia memandang satu persatu dari teman kelasnya, tidak ada satupun dari mereka yang termasuk dalam kreterianya. Clara merasa dicampakan dan dipermalukan oleh Ketua OSIS. Setelah lama berdiri didepan kelas, akhirnya dengan tepaksa dia menjatuhkan pilihannya kepada salah satu te,am kelasnya itu. Diatara teman lelaki yang berada di kelansya tidak ada satupun yang menundukan kepalanya atau mempalingkan wajahnya, clarapun tanpa berpikir panjang lagi, dia langsung memilih temannya kelasnya.
__ADS_1
Dulu kisah cintanya clara tidak bejalan seperti yang dia inginkan sampai akhirnya dia di kecewakan.
Sedangkan hari kedua Kegiatan Pramos, dia merasa Ketua OSIS sengaja mempermalukan dirinya. Clara merasakan hidupnya itu ingin di permaikan oleh laki-laki lagi, dia merasa sulit untuk bernapas, mereka yang menyakiti clara dan mempermaikan dirinya, mungkin mereka tak pernah sadar apa yang mereka lakukan, mungkin mereka mengganggap semuanya baik-baik saja untuk clara, padahal kejadian seperti itu sangat membekas di hati clara.