My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Kenapa jadi begini ??


__ADS_3

Ketika aku melangkahkan kakiku keluar, dan aku ditemanin oleh Tami. Sesampai didepan gerbang rumahnya Rya, aku melihat sosok lelaki mengendrain kendaraannya sendirian.


"Kak Diki ya?" ( Sapaku ).


"Iya, Kamu Clara ya?? ( Tanyanya ).


" (Aku hanya mengganggukan kepala ). Oo Ya kenalin ini teman aku namanya Tami" ( Sahutku ).


Kak Diki langsung menyondorkan sesuatu kepadaku, akupun langsung mengambil dari tangannya.


"Maaf ya, aku hanya bisa beli itu buat kalian, soalnya aku sendiri binggung, yang hanggat untuk dimakan itu apa. Aku hanya menemukan itu disini" ( Sahut Kak Diki ).


"Sepertinya nggak enak ngobrol diluar, bagaimana Kakak masuk, kita bisa duduk dibruga. Nanti aku ajak teman - teman aku keluar ikut gabung bersama kita" ( Sahutku ).


"Nggak usah, aku hanya mau mengantarkan itu saja dan sekalian ingin melihat asli pacar aku".


"Seriusan kakak nggak mau masuk??, susah loh buat ngajak ketemuan Claranya" ( Sahut Tami ).


"Aku sudah bisa lihat dia secara langsung, aku sudah senang kok. Yaaaa udah, kalau gitu aku langsung balik ya".


"Iya Kak hati - hati!!!" ( Sahutku ).


"Astaga aku hampir lupa, ini buat kamu" ( Kak Diki menyodorkan aku sebuah boneka ).


"Seriusan ini buat aku?".


"Iya itu buat kamu, Tadi di pas dijalan aku melihat tokoh boneka, jadi aku mampir sebentar untuk membelinya. Karena aku pikir - pikir besok aku harus sudah balik ke bogor. Walaupun kita baru pacaran, rasanya aneh aku harus jauh dengan kamu, tapi aku tidak ngasih apa - apa ke pacar aku".


"Tapi aku sendiri tidak bisa kasih kakak apa - apa".


"Tidak apa - apa kok. Kamu mau bertemu dengan aku hari ini secara langsung, itu sudah buat aku bahagia. Itu aku anggap kado pertama yang aku dapatkan dari pacar aku" ( Sahut Kak Diki )


"Soooo sweeettt" ( Sahut Tami ).

__ADS_1


"Sekali lagi terimkasih ya kak atas apa yang sudah kakak berikan hari ini dan untuk temanku juga".


"Iya sama - sama. Kalau gitu aku balik ya"


"Hati - hati di jalan!!" ( Sahutku ).


Walaupun dia begitu baik padaku, tapi aku belum bisa menyukai apalgi untuk mencintai Kak Diki. Yang aku rasakan saat ini adalah menyesal karena memberikan dia harapan palsu.


Banyak hal yang sulit aku mengerti akhir - akhir ini. Aku membiarkan lelaki lain masuk kedalam kehidupanku dan menerimnya untuk menjadi pacarku. Sekarang aku baru menyesal atas niatku akhir - akhir ini. Aku benar - benar menyesal atas tindakan yang aku ambil. Aku membeci diriku sendiri, dan aku juga merasa kasihan pada diriku. Betapa bodohnya aku membodohi orang lain demi keegoisan aku, apalgi hanya semata - semata ingin melupakan Kak Richy.


Empat hari kemudian, walaupun Kak Diki sudah dibogor, dia tetap menghubungiku dan memberikan kabar tentang dirinya walaupun aku tidak pernah sama sekali bertanya tetang dimana dia, sedang apa dia, dan banyak hal laiinya.


Tiba - tiba Kak Diki memposting fotoku di akun facebook miliknya. Dan tanpak seizinku, dia mengetag nama akun facebookku, sehinga fotoku terlihat oleh orang - orang yang berteman denganku di facebookku. Aku sebenarnya tidak sangat kebertan dan tidak menyukainya, akan tetapi aku tidak tahu harus berbuat apa untuk meminta dia agar dia tidak mengetag nama akun facebookku.


Keesokan paginya, Aku baru sampai disekolah.


"Aku mau bicara sama kamu!!" ( Dia langsung menarik tanganku ).


"Iya Die, ada apa??" ( Tanyaku )


"Lelaki yang mana??".


"Lelaki yang mengupload foto kamu di akun facebook pribadinya, dan dia mengetag di akun facebook kamu??" .


"Dia pacar aku".


"Apa kamu bilang, pacar kamu?. Bukannya kamu sendiri selalu cerita ke aku, kalau kamu belum biaa melupakan Richy itu. Dan kamu sendiri bilang tidak mempercayai laki - laki untuk sementara ini?. Dan kamu juga bilang ingin konsen dengan UAN sampai kita terima kelulusan. Lalu sekarang apa?, aku merasa kecewa sama kamu Clara" ( Die menaikan nada biacaranya kepadaku ).


"Die kenapa kamu malah marah begini terhadapku. Aku tahu, aku tidak memegang perkataanku. Tapi dengar dulu penjelasanku, ini tidak seperti yang kamu pikirkan" ( Sahutku ).


"Memang kamu tahu apa yang aku pikirkan?. Kalau kamu tahu apa yang aku pikirkan selama ini, kamu tidak akan bertindak seperti saat ini" ( Dia mencoba meninggalkanku ketika itu)


"Die tunggu, dengar dulu penjelasanku. Aku menerima lelaki itu, hanya pelampiasan perasaan aku. Aku berpikir dengan aku menerima dia, aku bisa melupakan Kak Richy. Aku tidak punya perasaan sedikitpun kepada lelaki itu, walaupun aku sudah menerima dia sebagai pacar aku" ( Entah kenapa aku harus jujur kepada Die dan menangis didepannya ).

__ADS_1


"Aku minta maaf karena sudah buat kamu menangis pagi ini. Aku harap kamu bisa konsentrasi dengan UAN yang beberapa hari lagi. Ya sudah sekarang kita balik ke kelas!!" .


Saat aku melangkahkan kakiku menuju kelas, tiba - tiba aku merasakan getaran dari dalam tasku yang berasal dari ponselku. Ketika aku mengambil dan melihat layar ponselku, langkahku langsung terhentikan.


"Kenapa, Kok berhenti?" ( Tanya die).


Aku terus melihat layar ponselku....


"Clara kamu kenapa, siapa yang telpon?? Pacar kamu?. Kalau begitu aku ke kelas duluan" ( Sahut Die ).


"Bukan pacarku, tapi mantanku" ( Aku mulai benggong ).


"Kalau kamu tidak mau mengangkat telpon darinya, biar aku yang bicara" ( Dia mengamil ponsel dari tanganku ).


"Biar aku saja!!" (Aku mengambil pinselku kembali dari tangan Die ).


"Ha... hallo" ( Antara takut dan tak sanggup mendengar suaranya ).


"Kamu kenapa, kenapa kamu seperti orang gagap begitu? Ini aku, Richy".


"Iya aku tahu kok ini nomornya kakak dari dulu. Ada apa ya kak??"


"Aku tidak menyangka kamu seperti ini??".


" Maksud kakak apa??".


"Sebelum kita putus, kamu menuduh aku dekat dengan perempuan lain. Dan kita putus belum ada satu bulan, tapi kamu sendiri sudah mempunyai pacar baru. Jangan - jangan kamu sengaja menuduh aku dekat dengan perempuan lain, agar kamu bisa menjalain hubungan dengan lelaki lain. Aku sudah melihat posting lelaki itu di akun facebooknya dan mengetag di akun facebookmu".


"Jaga ya perkataan kakak, Aku seperti sekarang ini karena aku. Apakah kamu tahu apa yang terjadi selama ini semenjak kamu memutuskan hubungan denganku. Sekarang kamu menuduh aku yang tidak - tidak. Asalkan kamu tahu, walaupun kamu sudah putusin aku. Aku selalu menunggu kabar dari kamu selama dua minggu. Dan sekarang kamu datang dikehidupan aku, dan menuduh aku. Apakah kamu belum puasa buat kehidupan aku berantakan" ( tidak hanya menangis, tapi aku berbicara sangat keras terhadap Kak Richy).


Die yang melihatku saat itu, dia langsung mengambil dan mematikan ponselku.


"Kamu tidak usah menerima panggilan masuk dari dia lagi. Aku tidak mau kamu kepikiran, dan tidak konsen terhadap UAN kamu. Karena beberapa hari kita akan menghadapi UAN. Kamu harus janji kepada aku, kamu tidak boleh memikirkan hal lain selain UAN".

__ADS_1


"Uhmmm Aku janji".


"Sekarang kamu hapus air mata kamu, dan kita balik ke kelas!".


__ADS_2