My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Tidak mengerti dengan persaan sendiri


__ADS_3

Pertama kali menginjak kaki di kota mataram. Sampai diterminal Tante Vivipun menjemputku. Sesampai di kosnya aku langsung istirahat, begitu juga dengan Tante Vivi, dia juga melanjutkan tidurnya, karena aku sampai mataram sekitar jam 4 pagi.


Tepat jam 7 pagi, Tante Vivi membangunkanku, dia mengajak aku keluar untuk mencari tempat sarapan. Ketika aku dan tante vivi balik, aku mengecek ponselku. Aku melihat batre ponselku ternyata sudah terisi penuh. Ketika aku memperhatikan pinselku, ada beberapa panggilan masuk dari kedua orang tuaku dan Die. Yang pertama aku hubungi tentu kedua orang tuaku, aku memberitahukan mereka bahwa aku sudah bersama Tante Vivi. Sedangkan Die, aku memilih mengirimkan dia SMS untuk mengatakan maaf karena tidak menerima panggilan masuk darinya. Setelah mengirimkan Die SMS, aku memilih mandi.


"Clara ada panggilan masuk di ponsel kamu" ( Sahut Tante Vivi ).


"Minta tolong tante, tolong diangkat saja, kasih tahu kalau aku lagi mandi!!!". ( Tantekupun memberitahukan apa yang aku katakan ).


Setelah aku mengenakan pakaianku, aki mengecek ponselku lagi. Ternyata yang menelpon aku barusan itu Die. Aku pikir ada sesuatu yang penting yang ingin dia bicarakan, akhirnya aku memilih menghubungi dia kembali.


"Hallo Clara" ( Sahut Die ).


"Sorry ya, kamu hubungi aku yang pertama tadi itu aku lagi di luar cari buat sarapan. Yang kedua kalinya aku.sudah dengar.dari tanteku, kalau aku sudah mandia. Ada apa ya Die?".


"Kok kamu tidak kasih tahu aku kalau kamu sudah sampai mataram. Aku barusan ketemu Sinyo, dia cerita kalau kalian satu bus?!".


"Tadinya aku mau memberitahukan kamu pagi ini setelah aku selsai mandi. Tapi karena kamu sekarang kamu sudah tahu, ada apa ya Die?".


"Kamu mau ikut BIMBEL (Bimbingan belajar ) bareng aku nggak. Mulai belajarnya itu besok, lumayan buat persiapan belajar kita sebelum kita ikut tes. Lagian tes tinggal satu minggu lagi" ( Aku dan Die kuliah di kota yang sama dan daftar di UNIVERSITAS yang sama, tapi jurusan yang kita ambil berbeda ).


"Hmmmm, gimana ya. Aku binggung"( Sahutku ).


"Gratis kok".


"Bukan masalah bayar ataupun ngartisnya. Hanya saja aku belum punya kendaraan, terus aku juga tidak tahu jalan disini. Aku juga nggak mungkin minta Tante Vivi buat anterin aku setiap harinya, aku nggak enak".


"Kamu tenang saja, kamu kirim saja alamat kamu. Aku akan antar jemput kamu setiap hari".


"Emangnya kamu tahu jalan?".


"Aku kan sudah satu minggu disini. Jadi aku sudah tahu sebagian jalanlaaaaahhh".


"Iya deh kalau begitu. Besok jam berapa?".


"Jam 9 pagi".


Aku tidak lupa memberitahukan tanteku, bahwa aku mengambil BIMBEL bersama teman aku untuk persiapan tes. Karena bagaimanapun aku tinggal berdua dengannya, jadi aku aku harus memberitahukannya. Agar dia tidak binggung mencariku saat dia pulang kuliah besok.


Jam 8 pagi tanteku berangkat kuliah. Satu jam kemudian, Die menghubungiku.

__ADS_1


"Aku sudah didepan kosmu".


"Iya, aku keluar sekarang".


Beberapa menit kemudian, aku melihat dia masuk di sebuah Asrama SBW khusus laki - laki. Awalnya aku mengira Die salah masuk atau dia mampir di asrama temannya. Ternyata dugaanku salah. Beberapa orang baik itu laki - laki maupun perempuan satu persatu masuk gerbang asrama tersebut. Aku langsung bertanya pada Die.


"Kita BiMBELnya itu disini?".


"Iya, kenapa Clara?".


Ketika aku masuk, ada beberpa kamar terlihat sangat jelas isi didalam kamar itu. Ketika aku melihat sekelilingku, aku melihat ada Kak Jho. Kak Jho adalah teman satu asrama dengan Kak Richy. Aku tidak pernah ketemu langsung dengannya, hanya saja aku sangat mengenal wajahnya. Karena saat aku pacaran dengan Kak Richy, dia memibta pertemanan di facebook. Akupun menerima permintaan pertemannya, karena aku tahu dia teman Kak Richy ketika itu. Semenjak aku berteman dengannya di facebook, aku sering menanyakan kabar tentang Kak Richy kepadanya. Karena aku merasa sudah dekat dengannya, saat putus dengan Kak Richypun aku pernah curhat padanya.


Walaupun aku mengenalnya, tapi aku malu untuk menyapa. Bagaimanapun ini pertemuan pertama kita secara langsung. Aku juga takut salah orang. Die yang sat itu melihat aku diam, dia menarik tanganku. Mengajak aku masuk ke ruang tempat kita belajar, ternyata Kak Jho salah satu penggurus BIMBEL saat itu. Die sudah mengenal Kak jho sudah satu minggu lamanya. Karen Kakaknya Die yang juga kuliah sering bermain ke asrama SBW sehingga Die ikut diajak bermain ke asrama ini juga.


Kak Jho terus melihatku...


"Die ini perempuan yang kamu cerita kemaren itu ya?" ( Tanya Kak Jho ).


"Iya, dia namanya Clara. Kenapa Jho?" ( Tanya Die ).


"Kenapa aku merasa tidak asing dengan perempuan ini ya" ( Terlihat berpikir ).


( Die terlihat kaget dan menatapku).


"Astaga, dunia benar - benar begitu sempit ya. Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu secara langsung. Ya sudah kalian masuk saja dulu, sebentar lagi belajarnya akan di mulai " ( Aku hanya tersenyum ).


Ada 25 orang yang ikut BiMBEL. Aku dan die memilih duduk bersampingan, karena yang aku kenal saat itu hanya dia.


Aku merasa persaanku tidak tenang, Aku merasa ada seseorang yang memperhatikanku. Saat aku melihat kearah pintu, aku melihat seorang lelaki. Aku merasa tidak asing dengan lelaki itu, tapi aku hanya melihat sekilas saja, sehingga aku tidak telalu jelas melihatnya.


Setelah dua jam lamanya, BIMBEL hari itu selsai juga. Die langsung mengajak aku ke suatu ruangan. Ketika aku sampai tepat depan pintu, aku melihat diruang itu ada beberapa orang. Die memperkenalkan aku kepada Kakak kandungnya. Setelah itu Kak jho menyapaku lagi. Sepertinya ini kesempatan aku untuk bertanya kepada Kak Jho, pikirku.


"Kak, boleh bicara sebentar?".


"Boleh, dimana?".


"Kamu mau kemana?" ( Tanya Die dan memegang tanganku ).


" Sebentaaarrr saja. Aku mau bicara sebentar dengan Kak Jho" ( Aku menepis tangannya. Die terus menatapku ).

__ADS_1


Aku mengajak Kak jho sekitar tiga langkah dari ruangan itu.


"Kak aku boleh nanya tidak?".


"Silahkan!!".


"Apakah tempat kakak tinggal di asrama ini? ( Tanyaku ).


"Kenapa?".


"Itu berarti, di asrama ini juga Kak Richy tinggal".


"Iya, emangnya kenapa. Kamu masih ada rasa dengannya?".


"Tidak seperti itu Kak. Aku hanya ingin memastikan saja" ( Akupun langsung kembali bergabung dengan Die ).


"Die aku ingin pulang, kamu bisa antar aku sekarang ke kos tidak?!".


"Iya aku antar kamu sekarang".


Dalam perjalanan Die mengantarkan aku pulang ke kos, aku hanya diam. Aku tidak tahu ada apa dengan persaanku , Aku merasa ada sesuatu yang salah pada diriku.


"Clara sudah sampai" ( Akupun turun dari kendraanya Die).


"Tunggu - tunggu, jangan masuk dulu!!" ( Sahut Die ).


"Ada apa Die?".


"Semenjak kamu berbicara dengan jho, aku melihat kamu hanya diam dari tadi. Dan sekarangpun, kamu turun dari kedaraanku tanpak melihat kearahku dan main masuk saja ke kosmu".


"Astaga, aku lupa ngucapin terimakasih. Maaf ya Die".


"Aku tidak permasalahkan itu, aku permasalahkan sikap kamu. Kamu bicara apa saja dengan Jho, sehingga kamu seperti ini?".


"Bukan apa - apa kok Die. Ya sudah kalau begitu aku masuk dulu, aku mau istirahat".


"Ya sudah, kalau begitu aku juga balik. Ingat besok aku jemput lagi".


"Uuummmmm, hati - hati!!" ( Jawabku sambil tersenyum ).

__ADS_1


__ADS_2