My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Acara perpisahan


__ADS_3

Tidak terasa aku harus kembali kerumah Nenekku, karena satu hari lagi acara perpisahan di sekolahku. Karena acara perpisahan di sekolahku bagi yang perempuan harus menggunkan kebaya, dan laki - laki menggunakan jas.


Keesokan harinya aku diantar oleh Tanteku ke sekolah. Sudah hampir 2 minggu lamanya aku tidak menginjak sekolahku ini, aku merasa perasaan diamana awal aku pindah sekolah. Aku kurang nyaman dengan kebaya yang aku kenakan, karena bagian bawahnya membuat aku berjalan tidak bebas. Tepat didepan pintu gerbang sekola, Karena langkah kakiku begitu pelan, sehingga aku ketemu dengan Die. Dia mencoba mengodaku, tapi aku tidak perduli dengannya.


"Clara tunggu aku, aku mau parkir motorku dulu!!"


Karena acaranya tepat ditengah lapangan basket, Aku memilih menunggu Die sambil melangkahkan kakiku perlahan.


Saat itu aku berjalan bersmaan dengan Die ke arah tengah lapangan, aku merasa banyak adik kelas memperhatikanku. Apakah karena aku berjalan bersamaan dengan Die, Ahhh mungkin perasaanku saja pikirku.


Aku melihat sekelilingku, teman - teman yang dekat denganku mulai sibuk foto bersama dengan teman - teman yang lainnya. Bagitu juga denganku, aku menyibukan diri mengambil foto untuk aku jadikan kenangan.


Tapi aku merasa sedih, karena Tami yang tidak bisa ikut acara perpisihan saat itu, aku hanya bisa mengirimkan dia SMS.


Ketika aku melihat sekelilingku, aku merasa Die dekat dengan Arsi, Arsi tidak lain teman kelasku. Susana saat itu teman - teman dari kelas IPA sebagiannya mengambil foto bersama. Aku melihat Die merangkul Arsi, akupun memilih berdiri tepat disebelah teman laki - lakiku yang lain. Die yang melihatku berdiri jauh darinya, dia menarik tanganku. Aku tidak bisa menolaknya, karena aku tidak ingin menjadi perhatian teman - teman yang lain. Arsi yang berdiri tepat disebelah kanannya Die dan aku sendiri tepat di sebelah kirinya. Arsi melihatku dengan tatapan tajam, tapi aku tidak memperdulikannya.


Setelah berfoto bersama, acarapun dimulai.


Kurang lebih dari dua jam, acara perpisahanpun berakhir.


"Clara kamu pulang dengan siapa??" ( Tanya Ai ).


"Aku tidak tahu, soalnya aku baru saja menelpon orang dirumah kakekku, mereka tidak bisa menjemputku sekarang, Karena kendaraan semuanya di gunakan. Aku diminta tunggu sekitar satu jam lagi. Kamu sendiri?".


"Aku diantar oleh pacar aku, dan yang lainnya juga sepertinya mereka sibuk dengan pacar masing - masing. Lagian juga aku masih mau ngambil foto barsama yang lainnya, jadi kamu masih ada aku dan teman yang lainnya juga".


Terlihat masih banyaknyang menyibukan diri mengambil foto bersama setelah acara selsai. Tapi yang aku pikirkan, bagaimana jika jemputanku tidak kunjung datang juga setelah satu jam lamanya. Masa aku menunggu sendirian di sekolah.


Satu persatu teman - temanku mulai pulang. Walaupun terlihat masih banyak orang, tapi aku tidak mengenal mereka, walaupun mereka seangkatan denganku. Karena selama ini aku hanya dekat dengan anak kelas IPA saja. Bukan karena aku pemilih teman bermain, ada juga beberapa orang yang aku kenal dari anak IPS, tapi tidak terlalu banyak.

__ADS_1


Aku melihat Die belum pulang, tapi aku melihat dia bersama Arsi. Aku merasa mereka menjalin suatu hubungan. Itu sebabnya aku tidak berani menyapa Die.


Tiba - tiba Die menghampiriku....


"Kok belum pulang??" ( Tanya Die ).


"Kemungkinan jemputanku akan telat datang. Kamu sendiri kenapa belum pulang??".


"Ini aku mau pulang".


"Ow begitu, Hati - hati di jalan!!".


" Tumben, tidak seperti biasanya banyak bicara. Ya sudah kalau gitu aku balik duluan, aku mau ngambil kendaraanku dulu di parkiran".


Tidak lama kemudian...


"Ayo aku antarkan pulang" ( Sahut Die ).


"Emangnya siapa yang marah. Maksudnya itu pacar kamu sendiri?. Masa pacar kamu marah hanya gara - gara aku antarakan kamu pulang. Kamu jangan kasih tahu saja, lagian juga aku tidak akan berani macam - macam sama kamu" ( Jawabnya ).


"( Aku tertawa ketika aku mendengar perktaan Die)".


"Kenapan kamu tertawa. Ya sudah kalau kamu tidak mau diantar, Aku mau cepat - cepat soalnya mau ambil memory ponsel kamu yang kamu pinjamkan ke aku sebelum UAN itu. Soalnya dia masuk virus, nanti aku balik lagi kesini kalau kami belum dijemput juga".


"Aiiiissss , Kan aku belum jawab mau di antar atau tidaknya. Lagian pacar aku yang mana sih yang akan marah kalau kamu yang antar aku pulang. Kamu antar aku pulang kerumah saja, keluargaku tidak pernah marah, apalgi orang lain. Maksudnya aku tadi, siapa tahu ada yang cemburu sama aku, karena kamu mau antarkan aku pulang".


"Kalau boleh jujur, emang iya sih, semenjak UAN kemaren berakhir aku pacaran sama seseorang. Tapi kok kamu tahu kalau ada yang cemburu?".


"Aku kenal kamu, kamu tidak begitu dekat dengan perempuan kalau dia bukan pacar kamu. Tapi tadi itu terlihat jelas, walaupun aku sendiri belum yakin".

__ADS_1


"Kamu tahu aku pacaran dengan Arsi?".


"Kita mengobrol sambil dijalan saja, Tapi pelan - pelan ya. Kamu lihat sendirikan, aku pakai kebaya sempit begini".


"Iya - iyaaaaaa".


"Jujur aku tidak tahu kamu pacaran dengan Arsi, aku mengira kamu lagi dalam pendekatan dengannya. Ternyata kalian sudah pacaran toh. Tapi kenapa kamu tidak mengantar dia pulang, kenapa.malah mengantarkan aku pulang??" ( Sahutku ).


"Aku sudah putus dengannya".


"Barusan aku lihat kamu berbicara dengannya, kapan putusnya?" ( Tanyaku ).


"Kamu memperhatikan aku??, Aku putus dengannya barusan saat kamu lihat aku berbicara dengannya".


"Aku tidak perhatikan kamu, aku tidak sengaja melihat kamu dengan Arsi. Lagian juga buat apa aku perhatikan kamu, kaya tidak ada orang lain saja yang aku perhatikan" ( Mulai berdebat kecik, itu sudah kebiasaan kita ).


"Iya tahu, yang punya pacar tidak mungkin perhatikan lelaki lain. Walaupun aku tahu kamu tidak mencintainya".


"Aku sudah putus satu minggu yang lalu dengangannya".


"Bagaimana bisa??".


"Apanya yang bagaimana bisa??, aku mencintai seseorang selama 2 tahun lamanya saja bisa putus. Apalgi dengan seseorang yang baru menjadi pacarku, kenapa tidak aku putus dengannya. Lagian kamu tahu sendiri aku tidak menyukai apalgi mencintainya. Kamu sendri kenapa tadi putus. Padahal tadi aja aku lihat foto bersama nempel - nempek begitu".


"Apa perlu aku perlihatkan foto kita berdua tadi, bukanya foto kita berdua lebih terlihat seperti perwedding dibadingkan foto aku dengan Arsi. Aku juga putus karen dia cemburu sama kamu" ( Sahut Die ).


"Wow hebat sekali. Bagaiman ceritanya kalian putus gara - gara aku?".


"Lupain saja, nggak penting. Sekarang kamu sudah sampai depan rumah. Jadi tidak ada yang perlu dibahas lagi tentang aku dengan Arsi, Ok!!! Kalau begitu aku langsung balik kerumah".

__ADS_1


"Iya hati - hati dijalan, terimakasih karena sudah antarkan aku pulang. Bye - bye ( Kau melambaikan tanganku ).


__ADS_2