
Dimana hari itu merupakan hari terakhir MOS, Tidak terasa, akhirnya yang clara tunggu berakhir juga. Seperti biasanya diawali baris-berbaris sambil memeriksa perlengkapan yang dibawahkan. Saat pemeriksaan, clara benar-benar tidak tahu harus menyimpan ponselnya. Hari-hari sebelumnya, clara selalu menitip ponselnya itu ke salah satu yang kebetulan juga anggota OSIS. NAmanya Icha, akan tetapi clara sering memanggilnya dengan panggilan mba tanpak menyebut namanya. Icha yang merupakan salah satu anggota OSIS itu masih memiliki hubungan keluarga dengan clara, itu sebabnya clara selalu berni membawa ponselnya karena dia memiliki tempat penitipannya. Tapi hari itu clara tidak tahu bahwa Icha tidak bisa ikut serta sebagai panita dihari terakhir MOS, karena dia harus mengikuti pertandingan. Icha terpilih mewakili sekolah untuk mengikuti perlombaan pancat silat. Mau tidak mau clara sudah sangat pasra, jika dia ketahuan membawa ponselnya, sudah pasti ponselnya akan langsung disita. Apa yang clara pikirkan, itu benar terjadi.
"Untuk kalian yang ketahuan membawa ponsel, kalian bisa mengambilnya nanti, pas disaat waktunya pulang diruang BP!" (sahut Salah satu anggota OSIS).
Secara tidak sengaja tatapan clara mengarah kearah verry. kebetulan sekali saat itu tatapan verry juga mengarah tepat ke arah clara, spontan clara langsung mengahlikan tatapannya.
Kegiatan terakhir MOS saat itu mengadakan upacara penutup dipagi hari. Kegiata selanjutnya di lakukan diluar kelas masing-masing sampai jam istirahat. Ketika waktu istirahat habis, terdengar suara seseorang menggunakan mice. Clara sangat mengenal suara itu, clara belum bisa melupakan kejadian di hari kedu Pra MOS, sehingga saat mendengar suara seseorang yang tak lain adalah Ketua OSIS, dia cukup kesal.
Semua murid baru di berikan tugas untuk meminta tanda tangan semua anggota OSIS, guru serta Staf yang menfajar di sekolah itu.
Clarapun mulai melaksanakn tugas terakhirnya. Saat berkeliling sana sini, terdengar suara ketiga sahabatnya itu memanggil-manggil namanya. Clarapun langsung menghampiri ketiga sahabtnya itu. Merekapun saling mengecek lembar kertas, saat ketiga sahabatnya itu melihat lembar kertasnya clara, clara merasa aneh melihat expresi ketiga sahabatnya itu saat melihat lembar kertasnya.
"Ada apa dengan expresi kalian bertiga?? "
"Clara kok kamu belum minta tanda tangan ketua OSIS?, kita bertiga sudah lho." ( Sahut Tia ).
"Aku kesel minta tanda tangan ketua OSIS. Bukannya aku belum meminta, tetapi aku sudah dua kali mencoba meminta tanda tangan Kak Verry. Kalian bertiga mau tahu, apa yang kak verry lakukan kepadaku, dia selalu cuekin aku seperti dia tidak mendengar dan tidak melihat aku didepannya saat aku meminta tanda tangganya. Sementara murid yang bersamaan denganku saat itu, kak verry dengan mudahnya langsung memerikan mereka begitu saja tanda tangannya, siapa yang nggak kesal kalau diperlakukan seperti itu, makanya aku males meminta tanda tangannya dia lagi."
"Jangan-jangan kak vrry punya maksud teerrrtt............?"
__ADS_1
"Terrr apa"
"Eeeemmm..."
"Emm emm emem, ngomong itu yang jelas, jangan setengah-setengah donk."
"Kalian berempat duduk santai disini sambil menggobrol, emangnya tugas kalian sudah selsai?" (sahut ketua OSIS).
"Pantasan saja kalian ngomongnya setengah-setengah, ternyata ada kak verry di belakangku. Kenapa kalian nggak kasih tahu aku sih." (berbicara sedikit berbisik ketemannya).
Clarahanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya. Berbeda dengan ketiga sahabatnya itu, mereka menjawab pertanyaan dengan begitu sopan. Clara langsung pergi meninggalkan ketiga sahabtnya itu tanpak mengucapkan sesuatu.
Clara merasa itulah waktu yang tepat untuk membalas dendam kepada verry, clara membalasnya dengan berpura-pura tidak mendengar ada orang yang memanggil namanya. Tapi clara mulai kesel dan malu, murid-murid yang berada diluar kelas dan anggota OSIS lainnya yang saat itu juga sebagian berada di luar ruangan memperhtikan kearahnya. Semua terjadi karena verry tidak berhenti menggikuti kemanapun dia melangkah. Clara dengan terpaksa menghentikan langkahnya. Semua orang yang melihat kejadian itu sontak semuanya berteriak saat clara membalikan badanya dan verry berhenti tepan dihadapannya, sehingga jarak mereka begitu sangat dekat, clarapun langsung mundur satu langkah. Keadaan saat itu semakin memanas, clara semakin malu, tetapi dia berpura-pura terlihat bahwa dia ok-ok saja.
"Ada apa ya kak, kok kakak mengikuti aku dari tadi?"
"Perasaan aku belum melihat kamu meminta tanda tanganku, iya kan?"
kesabaran clara rasanya telah berakhir, sehingga clara merasa ingin memukul seseorang yang trelihat sok cool tepat diahadapannya. Tanpa basa-basi calara langsung menyodorkan kertas yang dipegangnya itu tepat dihadapan verry.
__ADS_1
"Ini apaan ya?"
"kakak tidak lihat, ini kertas yang harus aku kumpulkan buat mengisi tanda tangan guru, staf serta semua anggota OSIS."
"Terus kenapa diberikan ke aku?. jika kamu ingin mendapatkan tana tanganku, bukankah seharusnya kamu memintanya dengan sikap yang sopan, atau berbicara lebih lembut bila perlu sambil senyum gitu, soalnya kalau kamu senyum, kamu terlihat manis."
Kesabaran clara benar-benar sudah tidak bisa dia tahan lagi, sehingga dia memberanikan keluarkan unek-uneknya yang sudah tertahan selama enam hari itu.
"Aku sudah meminta sebanyak dua kali dengan cara yang baik dan sopan sekitar satu jam yang lalu kepada kakak. Tapi kakak malah cuekin aku, sementara orang yang bersamaan denganku saat meminta tanda tangan kakak, kak verry dengan mudahnya langsung memberikan tanda tanggan kepadanya begitu saja. Jadi, aku rasa tidak perlu meminta dengan baik untuk yang ke tiga kalinya. Kalau kakak tidak mau memberikan aku tanda tangan, aku juga tidak butuh dan aku juga tidak peduli jika aku dikenakan hukuman."
Clara merasa jantungnya berdetak berdetak begitu cepat ( dag-dig-dug-dag-dug). Clara sangat menyadari dengan apa yang barusan dia lakukan, berbicara dengan nada yang sedikit emosi itu bukan sikap seseorang yang sopan terhadap kakak kelasnya.Tidak ada penyesalan, yang clara rasakan saat itu, dia merasa sedikit legah saat mengeluarkan unek-uneknya.
Awalnya clara mengira verry akan memberikan dia hukuman atau akan memerahi dia, tetapi dugaan clara salah, yang ada verry menatap dan hanya tersenyum kepadanya. Verrypun langsung memberikan tanda tangganya dan langsung mengemabalikan kertas itu kepada clara. Setelah itu verry langsung pergi meninggalkan clara sambil tersenyum. Entah apa maksud senyum yang dia berikan kepada clara, bukan berarti clara berhenti kesal kepada verry karena dia sudah mendapatkan tanda tangan Ketua OSIS itu, melainkan rasa kesalnya clara kepada very saat di hari kedua Pra MOS, Tapi setidaknya clara meras sedikit legah, karena hari itu merupakan hari terakhir dia MOS, dan dia berharap tidak akan bertemu lagi denga ketua OSISnya itu.
Tidak terasa, waktu pulang sekitar dua jam lagi.
Waktu yang tersisa, semua murid baru diberi kebebasan untuk saling menukar hadiah ke sesama murid baru atau memberikan hadiah kepada anggota OSIS. Sebelumnya semua murid baru sudah diminta membawa sebuah hadiah di hari trakhir MOS untuk diberikan bebas kesiapapun.
"Pengumuman, buat kalian yang ketahuan membawa ponsel, kalian sudah boleh mengambilnya di ruang BP !!"
__ADS_1