My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Sosok yang sangat membekas


__ADS_3

Setelah putus dengan sang pacar, mungkin banyak orang yang merasa canggung satu sama lain. Berbeda denganku, malam itu kejadian yang tak terduga. Aku bertemu dengan sang mantan, tidak ada rasa canggung, mungkin karena pertemuan saat itu bukan pertemuan pertama kalinya setalah putus.


Bertemu mantan malam itu entah itu takdir atau hanya sebuah kebetulan, aku tidak memilih untuk menghindar. Entah apa yang mantanku pikirkan, karena saat itu awal dia parkir kendaraanya dia sudah melihatku. Tapi dia tidak menyapaku, bahkan dia langsung masuk ke dalam mini market tersebut.


Tak lama kemudian, dia keluar dar mini market, karena di awal dia tidak menyapu. Aku mencoba mengalihkan tatapanku darinya.  Tanpa aku sadari, ternyata dia menghampiriku.


"Clara, kamu ngapai jam segini diam di depan mini market?"


"Aku da temanku hanya mampir sebenyar beli beberapa minuman dan cemilan, sebentar lagi aku balik ko. Lagian juga, kosku tidak terlalu jauh dari sini kak."


"Aku kenal kamu loh. Kamu tidak pernah keluar diatas jam 10:00 malam, apalgi nongkrong sampai jam segini,ini sudah jam 11:15 loh."


"Clara ceritakan saja apa yang sebenarnya terjadi!!!. Jujur aku sudah nggak bisa menahan suhu malm yang dingin ini." (sahut Aci).


"Maksud teman kamu ini apa DD?"


Akaupun mulai menceritakan kronologi apa yang sebenarnya terjadi malam itu kepada Richy. Aku tidak menduga bahwa Richy akan menawarkan aku untuk ikut kek kosnya. Awalnya aku menolak, karena aku tidak mungkin akan tinggal di kos seorang lelaki. Tapi saat itu, Richy memberikan aku penjelsan, bahwa tempat kamar yang akan dia berikan aku tumpangan malam itu, merupakan kos teman pacarnya, yang kebetulan teman pacarnya itu lagi pulang kampung. Akupun tetap menolak, bagaiamanapun itu kos pacar temannya, tetap saja kau merasa lebih tidak enakkan. Lagi-lagi Richy memberikan penjesan terhadapku,


"Kamu tenang saja, lagian itu kamar ceweknya, teman aku itu sih cowoknya, aku juga kenal sangat baik sama ceweknya. temanku juga kamarnya sampingan dengan kamar ceweknya, Sih  cowoknya itu ada di kosnya sekarang. Ini kakak saja dari sana, beli cemilan ini untuk persediaan nonton bola malam ini bareng dia. Kamu ikut kakak saja sekarang, kamu tidak perlu mersa tidak enakkan. Ok."

__ADS_1


"Clara ikut kakak ini saja, lagian kamu perlu merasa nggak enakkan, kan kita berdua kamu juga nggak sendirian."


Saat aku mendengar penjelsan Richy malam itu, aku dan Aci pun mengikuti kendaraan yang di kendarai Richy.


Tepat sampai di kos tersebut, karena kamarnya di lantai dua, aku dan Acipun melangkakhkan kaki menaiki tanga satu persatu.


Tak lama kemudian, aku melihat ada lima orang laki-laki sedang asik duduk di sebuah emperan depan kamar di lantai dua tersebut, ternyata mereka teman nonton barengnya Richy. Mereka yang awalnya terlihat asik berbicara terdiam ketika mereka meilihat kedatngan Richy dengan membawa dua perempuan. Saaat itu aku sedikit menunduk, tanpak aku sadari aku memegang bajunya Richy tepat dibelakangnya. Didepanku dan Aci, Richy memberikan penjelsan kepada salah satu dari ke lima lelaki yang berada saat itu, yang merupakan pacar dari seorang perempuan yang kamarnya akan aku dan Aci tumpangi. Aku benar-benar merasa tidak enakn malam itu, sehingga aku terus diam dan tidak melepaskan baju Richy. Ternyata temannya Richy tidak keberatan sama sekal dan langsung memberikan kunci kaar pacarnya itu kepadaku. Aku dan Aci tiak lupa mengucapkan terimaksih.


Ketika aku melangkakhkan kakiku untuk membuka pintu kamar yang berada tepat disebelah mereka, terdengar sahutan, aku tidak tahu siapa yang berbicara saat itu. Tapi terdengar sangat jelas dia berkata,


"Richy, mereka merdua siapanya kamu sih. pasti diantar dua cewek tadi kamu suka salah satunya. Ini pertama kalinya aku melihat kamu mebawa cewek."


Aku tidak tahu Richy menjawab apa tentang pertanyaan temanya malam itu.


Kadang masih ada perasaan ingin kembali,  entah itu hanya persaan sesaat atau memang aku masih sangat mencitainya. Terkadang juga, aku berusaha mencoba menolak persaanku sendiri, dengan cara menginggat bagaimana saat dia meninggalkanku. Bisikan itu selalu hadir di dalam pikiranku, bagaimana dulunya dia meninggalkanku tanpa bertanya bagaimana persaanku ketika itu. Mungkin aku mersakan kebahagiaan bersamanya, akan tetapi aku juga merasakan kesedian saat bertemu dengannya.


Ada dua hal yang selalu hadir di pikiranku saat bertemu dengannya, mengingat masa-masa indah bersamanya dan aku juga menginggat masa-masa terpuruknya aku yang dulu, itu sebabnya aku tidak mampu membencinya, karena aku menyadari satu hal pada saat itu, rasa sayangku lebih besar di bandingkan rasa kekecewaanku yang pernah ada.


(Tok...tok...tok),

__ADS_1


Suara seseorang mengetuk pintu kamar tempat ku berada,


"DD..."


Dia masih memanggilku dengan sebutan saat aku dan dia masih pacaran, yang membuat aku sendiri binggu, aku tidak keberatan sama sekali dengan panggilan itu. Mungkin dulunya arti panggilan DD itu panggilan sayang untuk pacar, tapi setelah aku dan Richy putus, dia tetap memanggilan dengan sebutan itu, aku mengaartikanya sebutan DD sebutan seseorang kakak yang memanggil adiknya.


Akupun langsung membukan pintu kamar,


"Iya kak, ada apa?"


"Aku cuman pingin kasih tahu, jika DD membutuhkan sesuatu, jangan sungkan-sungkan untuk panggil aku. KAu dan kelima temanku akan berada di samping sampai nanti subuh.dan Maaf juga klau nanti sedikit ribut, karena kita akn menonton bola bareng."


"Ummmm, iya kak. Santai saja. Lagian juga aku dan Aci tidak tidur di luar sana sja sudah bersyukur."


"Ya sudah, kalau begitu  kamu istirhat saja."


"Iya kak."


Richypun langsung kembali bergabung bersama kelima temannya. Sementar Aci sudah mulai terlelap. akupun mulai mencoba memjamkan mataku, tapi tak kunjung berhasil. Banyak yang tidka bisa hilang dalam pikiranku malam itu, sehingga aku masih terjaga.

__ADS_1


(kring-kring-kring....).


Suara ponselku berbunyi. Awalnya aku mengira itu panggilan telpon dari kakak sepupuku, dengan mata terpenjam aku langsung menganggatnya. ketika aku meletakan  ponselku itu tepat di telinggaku, terdengar suara seorang lelaki. AKu cukup terkejut, dan langsung membuat aku membukakan kedua mataku. Ssegerah mungkin aku memperhatikan layar ponselku, ternyata itu bukan kakak sepupuku, Aku terkejut ada apa tengah malam begitu dia menelponku, karena sudah telanjut aku menganggat telpon darinya, akupun mulai berbicara denganya dia tidak lain adalah Ray.


__ADS_2