My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Mulai memilih


__ADS_3

Tiga hari kemudian, hasil tes pun keluar. Aku sangat sedih, karena aku tidak lulus. Aku benar - benar binggung harus bagaimana.


Akupun memilih menghubungi Die, ternyata dia sendiri juga tidak lulus. Mungkin apa yang aku rasakan, dia juga merasakannya. Dia mencoba menenangkan ku, Dan dia juga memberitahukan ku, ada kesempatan kedua. Karena Universitas yang aku inginkan, membuka tes untum gelombang kedua. Akan tetapi, aku harus mendaftar ulang lagi.


Saat mendaftar ulang, aku menyerah memilih jurusan Ekonomi yang sebelumnya aku pilih, aku takut aku tidak lulus lagi. Sedangkan aku hanya ingin kuliah di universitas itu, akhirnya aku memilih jurusan lain. Tapi aku belum tahu akan memilih jurusan apa. Akhirnya aku memberanikan diri bertanya kepada Kak Jho, diapun merespon dengan baik saat aku berbicara melalui telpon dengannya.


"Kamu tidak lulus??. Terus kamu mau mencoba daftar ulang lagi" ( Tanyanya ).


"Iya kak, tapi aku binggung ingin mengambil jurusan apa".


"Bagaimana kalau kita bicara besok saja saat kamu pergi daftar, kebetulan adikku juga tidak lulus. Dia besok aku antar untuk daftar lagi".


( Setelah sepakat bertemu besok, akupun langsung mematikan ponselku ).


Keesoka paginya, tepat jam 7 pagi aku sampai tempat pendaftar. Aku kaget saat melihat antrian begitu panjang tempat pembagian pembayaran. Sebelum aku melakukan pembayaran, aku terlebih dahulu mengambil formulir dan harus mengisi dataku.


Akupun mencoba menghubungi Kak Jho. Ternyata dia sudah ditempat pendaftaran. Kitapun mencoba saling mencari, tidak lama kemudian aku melihat dia. Akupun langsung bertanya untuk bebeberapa jurusan.


Karena aku memberitahukan dia bahwa aku tidak mau mendaftar jurusan ekonomi lagi, tapi aku ingin mengambil jurusan lain, akan tetapi aku menginginkan jurusan itu masih bersangkutan mempelajari pelajaran ekonomi ataupun akuntansi.


"Kebetulan sekali jurusan aku juga mempelajari ekonomi, terus ada pelajaran dasar - dasar akuntansi, akuntansi lanjutan, statistik dan masih banyak yang lainnya".


"Emangnya kakak ambil jurusan apa??".


"Agribisnis".


"Tapi itu tidak banyak pelajaran teori - teorinya kan?. Soalnya aku lemah dalam menghapal dan lambat dalam mempelajari teori".


"Semua jurusan pasti banyak mempelajari teori. Tapi kalau kamu menginginkan sesuatu yang masih bersangkutan dengan pelajaran yang kamu inginkan, kamu bisa mencoba jurusan agribisnis. Itu sih saran dari aku, semuanya sekarang tergantung kamu ingin memilih jurusan apa".


Setelah aku berpikir beberapa menit, aku mengambil keputusan karena harus memilih 3 jurusan untuk mendaftar, aku mencoba memilih jurusan agribisnis, akuntansi dan perpajakan.


Saat aku mengantri untuk pembayaran pendaftaran, aku merasa sidikit pusing karena terlalu banyak mencium bau farfum dari orang yang berbeda - beda. Dan aku sempat sakit hati, karena orang yang menunggu tepat dibelakang menarik rambutku. Awalnya aku tidak perduli, karena aku pikir orang itu akan menarik rambutku hanya sekali. Saat dia menarik rambutku yang kedua kalinya, aku mulai tidak terima. Aku memang tidak merasakan sakit sama sekali, hanya saja aku merasa risi karena diganggu. Saat aku berbalik kearah belakang dan aku hampiri memarahinya. Tapi saat aku melihat orang itu tersenyum kepadaku, emosiku langsung meredah. Dia tidak lain temanku yaitu Die.

__ADS_1


"Aku kira siapa yang berani menarik rambutku" ( Sahutku ).


"Emangnya kamu kira siapa?".


"Mana aku tahu, orang aku tidak tahu perempuan atau lelaki yang berada dibelakangku. Kalau kamu bukan orang yang aku kenal, sudah aku jambak rambutmu".


"Uuuuu sadisnya.


Kamu kenapa tidak memberitahukan aku kalau kamu daftar hari ini. Terus tadi kamu datang sama siapa?".


"Diantar sama Tante Vivi".


"Yaudah, nanti setelah ini kamu tunggu aku ya. Biar aku yang anterin kamu pulang".


"Pulang kemana?" ( Tanyaku sambil bercanda ).


"Pulang ke kontrakanku. Ya iyalah pulang ke kosmu" ( Candaannya ).


"Hallo" ( Mengangkat ponselku ).


"Ini nomornya Clara ya??" ( Tanyanya ).


Aku sangat mengenal suara itu....


"Iya benaran, aku sendiri Calara. Tapi maaf aku harus mematikan telponku dulu, karena aku lagi mengantri buat pendaftran. Jadi aku tidak terlalu jelas mendengar suara kamu" ( Aku langsung mematikan ponselku ).


"Siapa??" ( Tanya Die yang tiba - tiba berada dibelakangku ).


"Nggak tahu, hanya nomor baru yang tidak aku kenal" .


Walaupun sebenarnya aku tahu siapa yang menelponku barusan, tapi aku tidak memberitahu Die. Karena aku merasa, setiap sesuatu yang bersangkutan dengan Kak Richy, aku dan Die selalu memulai pertengkaran. Walaupun aku tidak tahu kenapa dia kadang marah ketika menyangkut tentang hubungan lamaku. Oleh karena itu aku memilih tidak memberitahukan dia yang sebenarnya, karena aku tidak menginginkan ada pertengkaran antara aku dan dia lagi.


Dua minggu kemudian setelah aku mengikuti tes. Hasil tespun keluar, nama - nama yang lulus tes di pajang di sebuah papan yang sudah dletakkan didedepan kantor direktorat di universitas itu sendiri. Aku tidak berani untuk pergi melihat hasil tesku, aku takut aku akan kecewa. Aku berpikir, nanti sore aku baru kesana untuk melihatnya.

__ADS_1


Tiba - tiba ponselku berbunyi, nomor yang tidak aku kenal menghubungiku.


"Clara ya?" ( Tanyanya, suara perempuan ).


"Iya ini siapa?" ( Aku Tini, tetangga belakang rumah kamu ).


"Kamu Tin, ada apa?" ( Tini teman dari kecilku, dan aku selalu satu sekolah dengannya dari SD sampai SMA disekolahku yang pertama).


"Kamu kemaren daftar tes untuknyang kedua kalinya ya, terus kamu mengabil jurusan agribisnis ya?" ( Tanyanya ).


"Iya kok kamu tahu".


"Iya soalnya aku juga lagi lihat hasil tesku" ( jawabnya ).


"Ooo begitu, kamu ambil jurusan apa dan bagaimana hasil tesmu?".


"Alhamdulillah aku lulus, aku ambil jurusan Perternakan. Dan sekarang aku lagi lihatin pengumuman buat teman aku, dia kebetulan ngambil jurusan agribisnis juga seperti kamu, namanya dia tepat dibawa nama Medi Clarista. Aku langsung menebak itu apakah kamu atau bukan, makanya aku menghubungi kamu".


"Terus teman kamu bagaimana hasilnya?"


"Dia dinyatakan tidak lulus, kamu sendiri sudah tau bagaimana hasilnya kamu belum?".


"Belum, soalnya aku belum berani untuk melihatnya" ( Sahutku ).


"Coba deh kamu baca nomor ujian pas saat kamu tes. Siapa tahu namanya sama, tapi nomor ujiannya beda denganmu".


"(Akupun membaca nomor peserta ujianku) ********" .


"Clara nomornya sama, itu berarti kamu. Kamu mau lihat sendiri hasil tes kamu, atau kamu ingin aku memberitahukan kamu hasilnya?".


"Setelah aku pikir - pikir, aku ataupun kamu yang lihat, hasilnya tetap akan sama dan tidak akn berubah. Kamu saja deh kasih aku sekarang bagaiman hasil tesku. Aku sudah siap mendengarnya".


Ucapan selamat dari Tini, awalnya aku tidak percaya. Aku meminta Tini untuk melihat ulang pengumuman itu. Bahkan Tini mengirimkan aku sebuah foto agar aku percaya. Setelah aku mengetahui bahwa aku lulus, aku merasa sangat bahagia dan aku sudah merasa legah.

__ADS_1


__ADS_2