
Mencoba untuk positif thinking dan diam selalu pilihan yang tepat ketika clara merasa diganggu oleh seseorang. Clara mulai belajar untuk mengerti situasi saat itu, apapun yang die lakukan dan ucapkan, clara mencoba untuk tetap tenang.
Beberapa jam kemudian, saat jam istirahat wali kelas 2 IPA1 memanggil ketua kelas keruang guru. tak lama kemudian ketua kelas kembali dari ruang guru, dia meminta semua teman di kelasnya untuk berkumpul.
"Barusan aku dipanggil oleh wali kelas, beliau meminta kita jam 04:00 sore nanti datang kesekolah untuk merapikan taman didepan kelas."
"Apakah kita hanya datamg merapikan taman depan kelas atau adakah yang harus kita bawa nanti sore?" (tanya salah satu teman perempuan di kelas).
"Yang dibawa nanti cangkul, ember dan bunga." ( Ketua kelas mulai membagi tugas siapa saja yang mebawa cangkul, ember dan bunga ).
Semenjak pindah sekolah, clara belum diberikan izin oleh kakeknya untuk mengendarai kendaraan sendiri.Tepat selsai sholat ashar, clara meminta Kakeknya untuk mengantarkannya ke sekolah.
Saat tiba di sekolah, ternyata tidak hanya kelas 2 IPA1 saja yang datang ke sekolah sore itu. Hampir semua murid dari kelas lain yang ternyata juga memperbaiki taman didepan kelasnya masing - masing, termasuk kelas 2 IPA2.
Seketika tatapan clara tertuju ke arah kelas 2 IPA2, tiba - tiba die datang. Kedatangan die hanya membantu teman kelasnya sebentar saja, setelah itu dia pergi entah kemana. Die yang tak kunjung kembali membantu teman kelasnya, membuat clara berpikir dia lelaki pemalas yang datang membantu sebentar saja.
Tugas menata taman didepan kelas akhirnya terselsaikan. Semuanya sudah boleh pulang dan clara langsung menghubungi kakeknya meminta untuk menjemput dirinya.
Clara di beritahukan oleh kakeknya u tuk bersabqr menunggu, karena kendaraan masih di bawa oleh tante yuli. Tak ada pilihan lain, clara hanya bisa menunggu yang kiranya jemputannya sedikit terlambat.
Ai yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan clara saat itu langsung mengajak clara menuju keruang OSIS. Tanpa menolak, clara ikut-ikut saja. Pikirnya dari pada menunggu sendirian di depan sekolah, lenlbih baik menrima ajakan ai. Tami yang juga masih bersama clara dan ai saat itu juga ikut menuju ruang OSIS.
Dalam perjalan menuju ruang OSIS, clara bertanya tentang ada apa di ruanga OSIS. Clara sendiri belum pernah dan bahkan tidak tahu dimana ruangan OSIS.
"Disana ada beberpa pengurus OSIS, mereka lagi sibuk buat sesuatu. Kita lihat-lihat saja, jika membosankan kita bisa langsung pergi." (sahut ai)
Sebagian teman kelasnya clara sudah banyak yang memilih pulang, yang tersisapun pada main di tengah lapangan.
__ADS_1
Sampai di depan ruang OSIS, clara melihat perempuan yang berkulit putih dan parasnya yang cantik. Clara merasa tidak asing dengan perempuan itu. Perempuan itu membuat clara tiba-tiba berpikir.
Setelah clara pikir - pikir akhirnya clara ingat, dia perempuan yang pertama di lihat clara ketika dirinya pertama kali datang ke sekolah di saat meminta surat persetujuan penerimaan perpindahannya. Dia perempuan yang menyindir clara dengan keras, untungnya saat itu clara tidak mengubrisnya.
Tiba-tiba perempuan itu menatap ke arah clara dan saat itu juga perempuan itu langsung membuang tatapanya dari arah clara.
Clara mencoba mempertanyakan tentang siapa perempuat itu kepada ai dan tami.
"Perempuan mana yang kamu maksud?" (tanya ii).
"Yang barusan berdiri tepat didepan mading dan dia baru masuk keruang itu.
"Ooooo itu ruang OSIS. dan perempuan yang baru saja masuk namanya kiki. Dia salah satu anggota OSIS dan sekaligus adik kelas kita. Kenapa???" (sahut tami).
"Nggak apa-apa kok, cuman nanya saja. Aku kira dia seangkatan dengan kita."
Terdengar suara pertengkaran dari ruang OSIS, ai dan tami dengan cekat menarik tangan clara untuk melihat apa yang terjadi saat itu. Tepat didepan pintu ruang OSIS, kiki keluar dengan keadaan menangis. Saat ai,tami dan clara tepat berdiri didepan pintu ruanga OSIS, mereka melihat keadaan dalam ruang OSIS. Di dalam ruangan tersebut ada lelaki yang bernama die, satu teman kelas clara dan satu lagi perempuan dari kelas 2 IPA2. Kebetulan clara sudah berkenalan dengan perempuan itu dari kelas 2 IPA2 yang di libatnya, serta masih ada dua laki - laki yang tidak clara kenal.
Dua laki - laki yang tidak clara kenal dan teman kelaskupun keluar dari ruang OSIS saat itu,clara hanya berdiri didepan ruang OSIS. Tiba - tiba Ina memanggil clara. Ina meminta tolong kepada clara untuk mengambil cat yang berada di belakang pintu. Clara yang berdiri tepat di depan pintupun tidak menolak membantu ina, clarapun mengambil dan meletakkan tepat di depan Ina. Die yang masih berada diruangan saat itu, tatapannya terus mengarah kearah clara.
Tiba-tiba die memanggil nama clara, akan tetapi clara tidak mengubris. Die kembali memanggil clara dan tanpa basa basi dia meminta tolong kepada clara untuk membantunya. Di ruangan itu masih banyak orang, clara tidak mungkin menolaknya. Clara mencoba bersikap santai dan bertanya kembali tentang apa yang bisa dia bantu. Permintaan die tidak ribet, dia hanya meminta clara untuk memeng ujung spanduk yang akan dia tempelkan sebuah tulisan yang sudah di potong.
Clara tidak memberikan jawaban apapun, dia hanya langsung memang seperti apa yang diminta die kapadanya.
Clara yang masih belum tahu pasti tentang kejelasan hubungan die dan kiki, yang clara tahu die baru saja selsai bertengar dengan kiki dan kiki menangis. Clara tidak ingin menambak keributan jika menolak membantu die, itu sebabnya dia langsung membantu die.
Tiba-tiba ponsel clara berbunyi, diapun melihat layar ponselnya yang ternyata itu ketiga sahabtnya. Seperti biasa mereka selalu menyempatkan diri komunikasi dan saling menanyakan kabar satu sama lain.
__ADS_1
"Siapa?" (tanya die).
"Kamu tanya aku."
"Iya, siapa lagi. Pacar kamu ya?"
"Masa pacarku suaranya seperti perempuan. Ini itu sahabat-sahabat aku, lagian kenapa sih pngin tahu saja. Apakah ada yang bisa aku bantu lagi, Kalau tidak ada aku mau lanjut pembicaraan bersama ketiga sahabatku di luar."
Die hanya menggelengkan kepalanya dan clara benar-benar langsung keluar dari ruang OSIS untuk melanjutakan pembicaraannya dengan ketiga sahabatnya.
Beberaa menit kemudian clara mengakhiri pembocaraan dengan ketiga sahabatnya, tak lama kemudian akhirnya jemputan clara datang juga.
Beberapa hari semenjak kejadian itu, clara dan die mulai dekat satu sama lain. Tapi hanya sekedar berteman, sama halnya clara menggap teman kelasnya sebagai sekedar teman. Clara masih tahu batas dan tahu diri bahwa dirinya sudah memiliki pacar dan hanya akan mencintai richy.
Hari jum'at, membuat waktu pulang sekolah begitu cepat rasanya. Seperti biasanya clara selalu menunggu jemputannya tepat didepan sekolah bersama ai, akan tetapi saat itu ai lebih dulu dijemput oleh ayahnya dan clara tinggal sendirian. Bukannya tidak ada murid lain, melainkan dia tidak mengenal murid yang juga sedang menunggu jemputannya didepan sekolah. Ketika clara masih menunggun jemputannya, tiba - tiba dia menghampirinya.
"Kok kamu belum pulang?"
"Iya die, aku lagi tunggu jemputanku."
"Kalau jemputan kamu masih lama, bagaimana kalau aku yang nganterin kamu pulang."
" Nggak usa repot - repot die, paling sebentar lagi jemputanku datang".
"Die, dieeee aku mau bicara sama kamuuuu." (kiki yang tiba - tiba menghampiri).
"Jemputanku sudah ada tu, aku balik duluan ya die." (Clara melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah die).
__ADS_1
Clara melihat die juga langsung pulang tanpa memperdulikan kiki yang ketika itu memanggilnya. Tatapan kiki tiba-tiba terus mengarah kearah clara yang hendak naik keatas kendaraan. Clara memilih melemparkan senyum kepadany kiki, tetapi kiki malah menatap clara semakin tajam.
Clara terkenal di sekolah sebelumnya dengan watak yanh sangat cuek dan terlihat dinggin kepada orang yang tidak dekat dengannya, tetapi semenjak clara pindah sekolah dia belajar satu hal. Ketika kita tidak mampu untuk berucap atau menyapa seseorang, ada yang lebih muda untuk bersikap yaitu melemparkan senyum.