My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Aku yang membuat persyaratan, aku juga yang membocorkannya.


__ADS_3

Ketika aku mengatakan bahwa diriku mampu, disaat itulah  fase-fase dimana aku harus mempunyai rasa percaya diri dan yakin akan hubungan yang sudah telanjur aku bina hari itu. Aku tidak bisa menebak bagaimana berjalannya hubunganku dengan Adi, apakah akan berjalan cukup singkat, lama atau akan seumur hidup bersamanya.


Tidak ada yang tahu bagaimana masa depannya seseorang, yang harus aku lakukan hanya beruaha melakukan yang terbaik sejak saat itu.


Rasa takut saat menerima cintanya Adi tidak aku rasakan, keraguan sedikitpun juga tidak aku rasakan, mungkin karena saat itu aku belum memiliki persaan kepadanya. Akan tetapi aku tidak akan semua itu mempercayai apapun yang dia katakan. Aku  tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan dan entah apa yang ada di pikiranku saat itu, aku benar-benar tidak mengerti dengan diri sendiri. Yang aku sadari saat itu bahwa, aku sudah menerima cintanya Adi.


Sejujurnya, semenjak aku terus dan terus terluka, aku tidak percaya akan ada cinta sejati. Dulu saja hubunganku tidak pernah ada yang bertahan seperti keinginanku. Dulunya itu sebelum aku menerima lelaki yang akan menjadi pacarku saja, padahal kita sama-sama saling menyukai satu sama lain, akan tetapi tetaps kandas setelah menjalin hubungan yang hampir tiga tahun lamanya. Apalagi hubunganku dengan Adi, akunya saja sangat menayadari bahwa aku menerima cintanya dia tanpa ada rasa cinta sedikitpun saat itu. Jadi untuk hubunganku dengan Adi, aku kurang yakin akan bisa berjalan lama apalagi untuk seumur hidup seperti yang aku impikan.


Langkah yang sudah aku ambil, harus aku jalani. Apapun masalah yang aku hadapi untuk kedepannya, entah seperti apapun itu, aku sudah menyiapkan diri semenjak saat itu. Jika suatu saat nanti aku benar-benar bisa jatuh cinta padanya, aku berharap hubunganku denganya benar-benar berjalan lancar sampai seumur hidup. Jika aku tidak bisa mencintai dia, aku berharap Tuhan memberikan jawaban untuk langakah apa yang tepatyang harus aku ambil.


Esok harinya, karena Adi tahu aku tidak memiliki kendaraan, dia meminta izin kepadaku agar aku mengizinkan dia menjemputku ke kos saat ke kampus. Dengan mudahnya aku tidak memberikan dia izin, dan aku malah mengingatkan dia agar dia bisa jaga jarak dan sikap kepadaku saat bertemu denganku di kampus. Aku tidak menginginkan teman kampus tahu tentang hubunganku denganya secepat itu. Dengan mudahya dia selalu mengiyakan apapun yang aku katakan, aku berpikir semua lelaki juga akan seperti itu saat menajalin hubungan yang baru.


Tak lama kemudian, saat aku tiba di kampus, aku meilhat Adi sudah berada di kampus lebih dulu dibandangkan aku. Seperti biasanya, kebanyakan mahasiswa tidak langsung masuk kelas jika Dosennya belum datang, jadi semua teman kelasku kebetulan hari itu semuanya masih berada di luar kelas. Sesekali aku melihat kearah Adi, dia bersikap seperti biasanya dikampus, aku maupun dia tidak ada yang menyapa satu sama lain.


Hari itu, Nugrah terus melihat kearahku. Aku tidak tahu kenapa dia terus menatapku. Saat Dosen tiba, aku dan teman kelasku buruh-buruh masuk kelas.  Saat memasuki pintu kelas, Nugrah berdiri tepat di sebelahku dan membisikiku.


"Aku melihat dan merasa ada yang aneh hari ini terhadap kamu, terutama Adi."


"Maksud kamu apa Nug?"


"Entalah, aku juga tidak tahu. tapi yang pastinya aku merasa ada yang kalian sembunyikan."

__ADS_1


Adi yang berada tepat dibelakangku, melihat Nugrah berbisik-bisik terhadapku dia mencoba menghentikan Nugrah.


Kecurigaanku terhadap Adi, aku berpikir ketika itu bahwa Adi menceritakan  tentang hubungaku dengannya. Jika itu benar, Adi harus menerima konsekuensinya. Aku tidak perduli jika aku harus mengakhiri hubungan denganya, karena aku tidak ingin menjalin suatu hubungan dengan lelaki yang belum ada 24 jam untuk memegang kata-katanya.


Ketika Dosen mencoba menjelaskan di depan, aku sendiri tidak konsen mendengarnya. Karena yang aku lakukan hari itu mencoba mencari tahu apa maksud perkataan Nugrah dengan cara saling mengirim SMS dengan Adi. Saat aku memberitahukan apa yang dikatakan Nugrah terhdapku kepada Adi, Adi sendiri malah bertanya balik kepadaku. Diapun seolah-olah tidak mengerti dengan apa yang aku tanyakan, bagaimapun aku mencurigai Adi bahwa dia sudah menceritakan prihal hubunganku denganya. Setiap aku bartanya dan mencoba memojikan Adi, jawaban Adi tetap sama, dia tetap kekeh pada jawaban pertamanya, bahwa dia juga tidak mengerti dengan apa yang di maksud Nugra, karena dia sendiri tidak menceritakan kepada siapaun tentang hubungaku denganya.


Aku tidak percaya begitu saja kepada Adi, sejak mata kuliah jam bertama berakhir, aku langsung menghampiri Nugrah dan bertanya tentang maksud dari perkataannya.


"Nug, aku mau bertanya, maksud perktaan kamu tadi saat masuk kelas itu apa?"


"Perkataan yang mana ya?"


"Nggak usa berpura-pura deh Nug, kamu sebenar mengetahui sesuatukan?"


"Aku nggak bercanda ya Nug."


"Kalau aku mengetahui sesuatu, terus aku harus bagaimana?"


"Jadi kamu tahu bahwa aku pacaran sama Adi?"


"Apaaaa, kamu pacaran sama Adi. Serisuan kalian berdua pacaran?"

__ADS_1


Nugrah terlihat cukup terkejut mendengar perkataanku. dan diapun mengatakan itu cukup keras, sehinga  teman kelas yang masih berada di dalam kelas saat itu mendengar perkataan Nugrah. Adi hanya diam saat aku mengatakan dan mendengar Nugrah menggatakan begitu keras dan jelas.


"Kok kamu malah kasih tahu Nugrah kita pacaran."  (sahut Adi).


Aku sendiri langsung kaget dan sedikit bingung.


"Maksud kamu, Nugrah tidak mengetahui hubungan kita. Terus maksudnya perkataan dia mengetahui sesuatu itu apa?"


"Mana aku tahu."


"Aku tadi hanya bercanda Clara. Tapi aku sedikit senang dan puas, karena keisengan aku akhirnya megetahui rahasia kalian berdua." (sahut Nugrah).


"Ooooo My GOD..., itu artinya secara tidak sadar aku masuk keperangkat Nugrah. Gara-gara kamu ya Nug, semua teman kelas tahu akan hubunganku dengan Adi."


"Loooohh, kok bisa gara-gara aku sih. Kan kamu sendiri yang memberitahukanku."


"Tapi karena kamu tadi ngomonga cukup keras, jadi semua teman yang berada di kelas barusan dengar suara kamu."


"Iyaaa..... maaaaf, namanya juga orang terkejuuutttt.hehehehe"


"Auuuu aahhh."

__ADS_1


Aku langsung meninggalkan kelas dan sedikit kesal, lebih tepatnya aku lebih malu karena semua teman kelas mengetahui hubungaku dengan Adi. Saat aku bejalan keluar kelaspun sebagian dari mereka terlihat sangat jelas bahwa sedang membicarakanku, dan beberapa lelaki yang cukup dekat dengan Adi yang tidak lain teman kelasku juga mencoba mengodaku. Tidak hanya itu, teman-temanku yang biasanya bermain dengaku juga kaget, terutama Aci dan rika, mereka terus bertanya tentang hubunganku dengan Adi. Sementara Gunawan, walaupun dia akhirnya mengetahui hubunganku dengan Adi, dia  tetap berada di sampingku dan mencoba menenangkanku. Tidak hanya itu, Gunawan juga mencoba menghentikan Alif yang juga ikut-ikutan menggoda diriku.


Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku hanya bisa diam dan harus menerima hari itu jadi bahan pembicaraan teman kelasku.


__ADS_2