My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Orang ketiga (Men)


__ADS_3

Clara tidak tahu siapa yang berbicara melalui mice, karena clara hanya menggingginkan ponselnya itu segerah dikembalikan. Diapun langsung bergegas lari keruang BP, tiga anggota OSIS sudah berada disana.


Tak di duga kekesalannya ternyata belum berakhir sampai disitu juga, karena ponseln ponsenya itu ternyata tidak pernah ada di ruang BP. Salah atu anggota OSIS yang berada ruang BP saat itu, memberitahukannya bahwa ponselnya itu berada di tangan Ketua OSIS.  Secepat mungkin clara mencari verry, diapun mengecek satu persatu setiap ruang kelas, akan tetapi clara tetap tidak menemukannya.


"Clara, kamu kenapa?. Dari tadi kami memanggil kamu semenjak kamu keluar dari ruang BP." ( Tanya ketiga sahabatku ).


"Aku minta maaf ya putry, tia, eny. Aku tidak mendengar kalian memanggil namaku. Ya sudah nanti kita bicaranya lagi ya, soalnya aku sekarang mau mengambil ponselku."


"Bukannya kamu barusan dari ruang BP buat ngambil ponselmu??" (sahut eny).


"Karena itu,ponselku tidak ada disana. Katanya dari awal ponselku berada di tangan kak verry, sekarang aku sedang mencari dia."


"Tadi kita lihat kak verry masuk ke ruang guru clara."


Clara langsung menuju ke ruang guru. Sesampai depan ruang guru, dia memperhatikan setiap sudut ruang guru melalui sebuah jendela, ternyata verry benar ada disana. Dengan sabar diamenunggu verry keluar dari ruang guru.


Verry mengarah ke arah pintu, tanda dia akan keluar. Tanpak bersalah dia seperti orang yang tidak melihat clara yang sudah lama berdiri menunggunya. Clara mencoba mngikuti v tanpak mengeluarkan satu katapun. Verrt tahu bahwa clara mengikutinya, tapi dia tetap terus melangkah. Clata terus  mengikuti kemanapun verry melangkah, dia tetap tidak memperdulikan clara. Clara akhirnya berpikir memilih berjalan lebih cepat  dan berhenti tepat di hadapan verry,


"Kamu mengikuti aku dari depan ruang guru, dan sekarang kamu menghalangi jalanku."


Ingin rasanya clara berteriak, tapi dia tidak ingin memulai keributan....


"Sebenarnya dari tadi aku mau bertanya, apakah benar ponselku ada di kak verry, kesingnya warnah putih." (Tidak lupa clara menyebut tipe ponselnya )".*


"Posel??, ohhhhh itu ponsel kamu yang walpapernya hello kitty. Ada kok, aku simpan di ruang OSIS, kalau kamu mau ambil, ikuti aku sekarang!!"

__ADS_1


Clara mencoba menenangakan diri. Diapun mulai mengikuti langkah verry, sesampai di ruang OSIS, satu orang pun tidak terlihat diruangan itu, hanya ada ada mereka berdua saja di ruang saat itu.


Kecanggunggan mulai terjadi, mereka sesaat sama-sama terdiam.


Beberapa menit kemudian, verry memulai pembicaraan. Ketika itu dia menggakui semua kesalahan yang sengaja dilakukan selama kegiatan Pra Mos maupun MOS, verry tidak lupa meminta maaf.


Dia menjelaskan kenapa dia seperti itu terhadp clara. Dugaan sahabat-sahabat clara sangatlah tepat, bahwa sebenarnya verry menyukai dirinya.


Saat verry menceritakan bahwa sebenarnya dia ingin mengatakan hal itu dua hari yang lalu. Clara sedikit tidak percaya ketika verry menceritakan awal dia melihat dirinya itu sudah dua bulan tarakhir. Itu berarti clara masih dalan proses menunggu kelulusaan SMPnya. Clarapun semakin penadarn d3ngan cerita verry, sehingga dia benar-benar serius mendengar saat verry menceritakan awal bagaimana verry melihat clara.


"Pertama kali aku melihat kamu itu, saat aku mengatar temanku pulang sekolah saat aku kelas 1 SMA semeter terakhir, beberapa kali aku tidak sengaja melihat kamu sedang duduk didepan rumahmu. Semenjak itulah, setiap aku mengatar temanku, aku selalu barharap dan berdoa semoga aku melihat kamu lagi. Dan semenjak aku melihat kamu daftar di sekolah ini, aku ingin mendekatimu, tetapi aku tidak tahu harus bagaimana bersikap terhadapmu dan aku binggung bagaimana cara mendekatimu."


Clara mulai mengerti ketiga mendengar penyelasan dari verry, diapun memaafkannya.


Clara tidak tahu harus berkata apa, yang ada dipikiranku saat itu, dia teringat akan masalalunya yang dulunya mengecewakan.


........


.........


"Bagaimana, kok diam??, aku tahu, mungkin ini terlalu cepat. Saharusnya aku tidak meminta kamu menjadi pacarku terlebih dahulu, melainkan aku saharusnya meminta izin supaya lebih dekat denganmu agar kita saling mengenal satu sama lain. karena sudah telanjur aku menggungkapkan perasaanku padamu, aku siap menerima jawaban kamu kapanpun dan apapun itu."


Clara berpikir, alangkah lebih baiknya dia menceritakan terlebih dahulu kepada sahabat-sahabatnya tentang semua yang terjadi, dia ingin meminta masukan dari ketiga sahabatnya itu.


"Begini kak, bukanya aku tidak menghargai persaan kakak. Hanya saja aku belum siap memberi jawabannya sekarang."

__ADS_1


Verry tersenyum dan dia langsung menggembalikan ponsel clara.


Clara langsung bergegas meninggalkan ruangan saat itu, verrypu tidak menghentikan langkah saat clara pergi.


Ponselku berbunyi, SMS masuk dari Putry.


"Oooooo ya kemarenkan kita baru selsai MOS dan kebetulan ini hari minggu. Temanin aku yuukkk pergi belanja, aku mau beli jilbab putih yang baru buat besok aku kenakan kesekolah. soalnya jilbabku yang sebelumnya telihat jelas sekali lubang-lubang kecil bekas peniti gitu. kebetulan tia dan eny juga ikut. nanti aku jemput kamu dan kita semua bertemu dirumahmu."


Beberapa menit kemudian merekapun sampai di sebuah tokoh hijab. Setelah membeli jilbab, perut clara dan yang lainnya juga sangat lapar, mereka semua langsung mencari tempat makan yang enak.


Setelah clara berpikir panjanh, saat itu mungkin adalah waktu yang tepat buat dia menceritakan apa yang telah terjadi kemaren antara dirinya dan verry. Clara memulai bercerita, sahabat-sabatnya selalu mendengar dengan baik setiap apa yang dia ceritkaan. Setelah clara mencerikan semunya, putrypun memberikan saran dan masukan.....


"Teman-teman, kalau dipikir-pikir clara sebenarnya sudah lama single, kelas 3 SMP dia hanya fokus dengan belajar. Dia juga sudah tidak pernah memikirkan cinta. Sekarang kenapa kamu tidak mencobanya memberi kesempatan ke seseorang yang menurut kalian lelaki itu pantas untuk diberikan kesempatan, nggak ada salahnya kan?, tidak semua laki-laki itu sama kok."


Terdengar celetukan dari eny, diapun juga menceritakan tentang persaan yang dia sembunyikan


"Aku mau jujur sama kalian.. Sebenarnya ada satu teman kelasku, tiga hari sebelum ini, dia meminta aku menjadi pacarnya . Aku juga menyukai lelaki itu, tapi sampai saat ini aku belum memberikan jawaban apapun kepadanya." 


Clata, putry dan tia kaget mendengar pengkuan eny, selama ini kita tahu dia orang yang tidak muda menyukai seseorang. Mereka saling lempar tatapan dan kita tertawa bersamaan.


"Eny...., kalau kamu suka, ya kenapa kamu tidak menjawab ketika dia mengatakan cinta kepadamu, bila perlu hari ini juga kamu kasih tahu dia bahwa kamu juga menyukainya." (sahut putry).


Sampai dalam perjalanan pulang kerumah keempat sahabat itu saling mengoda satu sama lain dan tertawa lepas.


Jangan sampai hanya gara-gara masalalu yang menyakitkan, kita takut menyambut masa depan. Masalalu biarlah menjadi sejarah dalam hidup, masa depan seseorang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Hadapilah masa depan dengan bijaksana. Saatnya adalah sekarang!!. Ingat bahwa kamu tidak sendiri, masih ada Tuhan yang pasti meberikanmu masa depan yang indah.

__ADS_1


__ADS_2