
Merasakan perubahan dalam kehidupanku yang mulai merasa sedikit tenang aku cukup senang. Akan tetapi aku menemukan suasana yang sedikit aneh semenjak Cristan mulai memperlihatkan sikapnya yang sedikit manis terhadapku. Aku tidak tahu apa tujuan dia selanjutnya, aku hanya bisa menunggu dan akan bertindak setelah dia memperlihatkan niat dia yang sebenarnya.
Banyak kejadaian aneh sejak hari itu, tidak hanya Cristan, Adi yang sebelumnya membuat aku sedikit kagum,hari itu dia semakin menunjukan perhatiannya terhadapku. Sampai saat itupun aku tidak mengenal seperti apa sosok Adi yang sebenarnya. Aku mencoba mencari tahu tentang kehidupan dia yang sehari-hari itu seperti apa, diam-diam aku mencoba memberanikan diribertanya kepada Nugrah. Bertanya kepada Nugrah, karena aku merasa Nugrah sedikit tahu tentang Adi dan semuanya kejadian aku bisa saling kenal dengan Adi walaupun tanpa segaja, itu semua berawal karena Nugrah menjatuhkan kartu namaku. Jadi aku berpikir, tidak ada salahnya saku menanyakan tentang Adi kepadanya. Sebelum aku bertanyapun, aku meminta Nugrah untuk tidak menceritakan kepada Adi bahwa aku menanyakan tentang dia kepadanya. Nugrahpun menyetujuinya, sehinga aku mulai memberanikan diri untuk melontakan pertanyaan kepada Nugrah. Hanya ada beberapa yang bisa Nugrah jawab dan memebritahukan tentang Adi, karena Nugrahpun mengenal Adi belum terlalu lama, mereka saling mengenal semenjak mereka menjadi mahasiswa.
Ketika aku mengetahu sedikit tentang Adi dari Nugrah, aku merasa sedikit terkejut saat Adi memberitahukan pekerjaan orang tuanya Adi kepadaku, tenyata sama dengan ayahku, sehingga aku sedikit memberanikan diri mencoba membukakan hati kepada Adi. Ada beberapa alasan kenapa aku mencoba berniat memberanikan diri membukakan hatiku terhadap Adi semenjak aku mengetahui pekerjaan orang tuanya dari Nugrah, karena aku sedikit tidak percaya diri jika lelaki yang mendekatiku status keluarganya jauh dariku.
Sadar akan diriku yang berasal dari kelurga yang miskin, membuat aku sedikit tidak berani menerima lelaki yang mencoba mendekatiku jika mereka dari keluarga yang bisa di bilang mampu,. Aku lebih baik menjauh saat lelaki itu mendekatiku, sebelum aku mulai menyukainya. Apalgi jika aku mengetahui jika lelaki yang mendekatiku itu kaya raya, tapi itu tidak mungkin akan ada lelaki yang kaya raya mau mendekati perempuan dari desa yang status keluarganku yang bisa di bilang dari kelurga pas-pasan.
Aku harus berhati-hati dalam memilih pasangan, tidak hanya harus mengenal siapa dia, tapi aku juga harus mengenal dia dari kalangan keluarga yang masuk kedalam katagori yang mana. Membuka mata dan telingga itu sangat pentik dalam mencari pacar. Aku tidak tahu seperti apa pikiran seseorang jika mengetahui aku yang terlalu serius mencari pacar, karena jika di pikir-pikir umurku saat itu masih 18 tahun. Aku sendiri tidak mengerti, karena dari awal prinsipku itu, jika memiliki pacar inginnya memiliki hubungan yang sangat lama. Dan aku juga memiliki impian, jberharap seseorang yang akan menjadi pacarku itu bisa menjadi suamiku suatu saat nanti.
__ADS_1
Dengan umurku yang masih 18 tahun, menikah mudah tidak pernah terpikirkan olehku. Akan tetapi, aku selalu berharap, walaupun hanya status pacaran, setidaknya aku meginginakn satu hati cukup memiliki satu cinta sampai tiba saatnya umurku yang cukup matang untuk memikirkan pernikahan. Aku juga tahu, sangat susah jika ingin menjalin suatu hubungan yang lama p[alagi sampai menuju ke pelaminan. Aku sendiri sebenarnya tidak yakin, apakah aku juga bisa memegang prinsipku sendiri, karena targetku untuk menikah itu di umur 26 tahun. ketika aku membayangkan jika aku pacaran di umur 18 tahun dan lima bulan lagi aku saat itu akan masuk umur 19 tahun. Ketika aku menghitug-hitungkannya, jika aku pacaran dari semenjak umur 18 tahun saat itu dan berharap satu hati satu cinta untuk sampai menikah dan sampai maut memisakan, itu berarti aku harus pacaran delapan sampai sembilan tahun baru menikah. Entahlah, apakah mimpiku dalam menjalin suatu hubungan terlalu tinggi. Tapi tidak ada salahya jika aku mengarapkan suatu hubungan yang seperti itu.
Hari itu saat pulang kuliah Adi mencoba menghubungiku, dia menanyakan akan waktuku hari itu. Karena hari itu aku tidak ingin kemanapun setelah pulang kuliah, jadi saat Adi menayakan prihal tentang wwktuku, akupun menjawab bahwa aku itu tidak memiliki waktu untuk kemanapun hari itu.
Aku sendiri tidak menayakan balik kenapa dia menayakan prihal tentang aku memiliki waktu hari itu atau tidak.
Aku tidak kaget ketika dia menerima syarat-syarat yang aku berikan, tapi ada satu syarat dariku yang membuat aku sedikit kurang yakin dia bisa menjalaninya, yaitu dia harus berhenti untuk merokok.
__ADS_1
Karena aku sudah mengatakan akan menerima cintanya dia, jika dia siap menjalakan syarat-syarat dariku, hari itu tepat tangal 7 bulan 11 tahun 2011 aku menerima cintanya Adi.
Tidak hanya sampai disitu, jika dia melangar syarat-syarat yang telah dia setujui, dia juga harus merima konsekuensinya, yaitu dia harus menerima jika hubungan kita harus berakhir.
Berani mengatakan untuk mengakhiri suatu hubungan jika dia melangar syarat-syarat dariku, karena aku sendiri tidak yakin apakah aku bisa mencintanya, karena sampai saat itu aku hanya megaguminya.
Melihat dari situasi dan baru berapa lama kita saling mengenal,memang penuh dengan tanda tanya jika seseorang mengetahui hubunganku dengan Adi. Jadi aku meminta Adi untuk tidak menceritakan apalagi memberitahukan kepada siapaun tentang hubungaku dengannya semenjak hari itu, Adi menyetujui apa yang aku katakan.
Hubungan tidak harus selalu di perlihatkan kepada orang lain. tapi niatku saat itu bukan tidak ingin orang mengetahui hubunganku denganya. Hanya saja aku tidak ingin terburuh-buruh agar orang di sekelilingku mnegetahui hubunganku.
__ADS_1
Itu bukan moment pertama kalinya dalam hidupku mmemberikan syarat-syarat seperti itu kepada seseorang yang akan menajdi pacarku, karena aku sudah pernah mencoba memberikan syarat-syarat hal seperti itu dengan mantan-mantanku yang sebelumnya. Jadi buat diriku tidak akan menjadi masalah jika harus diam-diam mejalin suatu hubungan tanpa memberitahukan seseorang, karena tanpa bersuarapun lama-kelamaan orang di sekeliling ku maupun dia juga akan mengetahuinya.
Jika Adi tidak melangar syarat-syarat yang aku berikan, aku tidak tahu apakah aku sangup bertahan dan bisa mencintai dia. Aku berharap tidak akan ada yang terluka, itu sebabnya aku mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku mampu dan siap dengan apapun yang akan terjadi. Agar tidak ada keraguan, rasa takut, dan kurangnya rasa percaya diri, itu semua aku lawan dengan keberanian.