
Memang tidak mudah untuk mengutarakan isi hati. Sebelum aku mengenal Richypun, aku sudah pernah jatuh cinta dan terluka karena lelaki. Dulu, Richylah yang membuat aku bisa move on dari Tyo, tapi saat Richy memilih untuk meninggalkanku, aku merasa jauh lebih sakit. Lalu disaat dia mengatakan bahwa dirinya masih mencintaiku malam itu, perasaanku benar-benar tidak bisa di pungkiri lagi, dimana aku merasa sedih, kecewa dan bimbang.
Kekecewaanku yang dibuat olehnya dulu, cukup membuat aku mengerti akan apa yang aku inginkan.
Saat itu aku melihat Richy meneteskan air matanya, yang bisa aku lakukan saat itu hanya mengusap air matanya. Malam itu merupakan malam yang berat buatku. Saat Richy memintaku kembali untuk menjadi kekasihnya, aku menolknya. Walaupun satu sisi aku masih mencintainya. Tidak ada niat aku membuatnya kecewa, akan tetapi saat aku melihat satu sisi lainnya, aku mengangapnya kisahku yang dulunya kandas sebagai pelajaran hidup, untuk menghargai waktu kemasa depannya.
Aku ingin Richy merasakan bagaimana rasanya saat dia melepasku dan rasa sesal itu datang, agar dia bisa belajar untuk bisa menghargai pasangannya suatu saat nanti. Apapun yang terjadi, semuanya pasti akan berakhir, entah itu berpisah karena sudah tidak saling mencintai atau karena maut yang memishakan. Ada satu hal yang aku nantikan dalam hidupku dan aku sangat percaya, ketika seseorang yang aku cintai dulunya meninggalkanku, aku yakin suatu saat nanti lelaki yang lebih baik akan datang kepadaku.
Tetesan air mataku malam itu, bukan karena aku lemah dihadapan Richy, melainkan selama itu aku sudah berusaha kuat dalam waktu yang cukup lama agar aku tidak melihat kebalakang lagi. Perasaan kecewa yang dulunya aku rasakan, akhirnya aku bisa mengikhlaskan malam itu. Memaafkan masa lalu yang cukup menyakitkan membuat jiwaku bisa menemukan kedamaian. Mungkin dulu dia menyakitiku, hingga aku harus berjuang sampai saat itu dengan sisa-sisa keping hatiku yang telah dihancurkannya.
Aku menyadari sesuatu yang terjadi pada Richy malam itu, mungkin karena dia terlalu banyak menagis, sehingga dia menyadari bahwa terlalu banyak menangis membuat dirinya bernafas cukup berat. Diapun mulai menggenggam tanganku begitu erat dan tersenduh-sendudh sambil menatap mataku. Akupun tidak melepas tanganku dan terus menatap matanya, sesekali aku tersyum dan menguatkannya. karena bagaimanapun, aku tidak menyukai saat melihat dirinya bersedih saat bertemu denganku, aku lebih menyukai sikap dia yang begitu dingin padaku.
Saat teman-temannya memanggil Richy malam itu, memberitahukan bahwa permain bola yang mereka tunggu akan segerah di mulai. Tak ada kata yang keluar dari mulut Richy malam itu, mulutnya terbungkam, akan tetapi tapi aku sangat mengerti bahwa tetesan air matanya itu bisa menjelaskan semuanya padaku. Lalu aku membiarkan dia duduk tepat diselahku, gengaman tangannya tidak terlepaskan. Aku membiarkan dia mutup matanya sambil menenangkan dirinya. Akan ada perasaan sakit yang susah untuk di sembuhkan, akan tetapi aku berharap di antara aku dan Richy bisa saling mencoba untuk melupakan persaan yang pernah ada. Memilih untuk berteman adalah jalan terbaik, agar hubungan itu tidak terusak lagi.
Aku memang takut untuk bahagia, karena kebahagiaan yang pernah aku rasakan dulu hilang begitu saja. Rasa itu aku sudah merasakannya cukup lama, sehingga aku menganggap sebagian dari hidupku. Namun semua orang pasti akan melalui roda kehidupan.
Perlahan-lahan Richy mulai mengerti dan menerima keputusan yang aku buat. Malam itu juga Richy tidak lupa meminta maaf kepadaku karena sudah membuat diriku dulunya kecewa. Richy yang juga melihat diriku meneteskan air mata, mengakui akan penyesalannya karena dulunya dia sudah meninggalkanku. Tidak lupa juga Richy mengatahan bahwa dia berharap aku menemukan kebahagiaan untuk diriku selamanya.
Untuk mencairkan suasana malam itu agar tidak kaku, aku mulai menceritakan kisah-kisah dimana saat aku awal pindah sekolah, aku mencerita bagian dimana beberapa orang yang tidak mneyukaiku,
"Kakak tahu nggak, kenapa mereka tidak menyukaiku?"
"Hmmm karena kamu murid pindahan yang cantik."
"Tebakan kakak salah, coba tebak lagi!!"
__ADS_1
"Karena wajah kamu memiliki karakter yang cuek?"
"Salah."
"Lalu apa donk?"
"karena kecemburuan mereka. Mereka mengira aku suka sama cowok-cowok yang mereka sukai. Akan tetapi dengan bangganya aku memeberitahukan kepada mereka semua, bahwa aku sudah memiliki pacar, sampai aku harus memperlihatkan foto kakak yang tersimpan di ponselku."
"hahahhahha, serius???"
"iya, aku serius kak. Sejak itulah mereka mulai tidak mengusikku lagi."
Perlahan-lahan Richy mulai tidak bersuara. Saat aku memperhatikannya, aku melihat dia tertidur. Aku tidak keberatan duduk tepat disebelahnya sampai besok pagi, Aku berpikir, mungkin kejadian malam itu akan menjadi kedamain dalam hidupku kedepannya. Dan rasa rinduku yang dulunya tertahan, akhirnya terbayarkan malam itu juga.
Selalu bersyukur atas apa yang terjadi, membuat aku menaruh harapan malam itu. Aku berharap, agar besok pagi adalah awal hidupku menjadi hari yang lebih baik. Dan aku yakini, sebesar apapun masalah yang aku hadapi kedepannya, masalah akan kalah dengan harapan yang aku miliki.
Setelah aku dan Aci mencuci muka, kitapun bergegas pulang kek kos. Saat aku membukakan pintu kamar, aku melihat Richy dan kedua temannya berdiri tepat didepan kamar, terlihat sangat jelas senyuman yang terpancar di wajah Richy pagi itu. Malam itu mungkin aku tidak mengatakan harapan apa yang aku inginkan untuknya, tapi didalam hatiku berkata,
"Terimaksih karena telah hadir dalam hidupku, aku tidak akan menginggat rasa kekecewaan yang dulunya kakak berikan padaku. Aku hanya akan menginggat masa-masa indah saat bersamamu, dan atas semua kejadian itu aku bisa belajar untuk lebih mengikhlaskan masa lalu bersama kakak. Aku berharap kakak akan terus tersenyum seperti di pagi hari ini dan aku juga berharap kakak segerah menemukan kebahagiaan untuk diri kakak sendiri"
Aku dan Acipun segerah pamit,
"Sepertinya kita harus balik ke kos pagi ini, terimaksih untuk semuanya karena sudah memberikan tumpangan malam ini kepada kita berdua. Maaf kalau kita merepotkan, sekali lagi termakasih kakak-kakak."
"Santai saja, kalian tidak merepotkan sama sekali kok." (sahut pacar pemilik kamar).
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, kita berdua langsung balik ya kak."
"DD,,,"
"Iya kak?"
"Hati-hati dijalan."
"Iya kak. Kakak jaga diri baik-baik ya."
"ummmmm, iyaaa."
Aku dan Acipun langsung menuruni tangga dan segerah membukakan gerbang kos tersebut. dari lantai atas, Richy terus melihat dan tersenyum ke arahku.
"Terimkasih telah menjadi bagian dari hidupku." (berbicara dalam hatiku).
Sejujurnya, mungkin banyak orang yang mengatakan bahwa aku bodoh, kenapa aku tidak menerimanya kembali jika aku masih mencintainya, malah memilih untuk menolak dan mengajak dia untuk berteman saja.
Kita memang saling mencintai, tapi bukan berarti kita akan bersama saat itu juga, saat dimana Richy memintaku kembali padanya. Aku yakin, jika Richy benar-benar akan memperjuangkanku, mungkin aku akan kembali padanya. Tapi aku juga tidak tahu, apakah dengan kejadia malam itu, membuat Richy berhenti mengharapkanku, hanya waktu yang bisa menjawab. Aku juga tidak berharap apapun, selain terus berjalan kedepan tanpa melihat kebelakang.
Perjalan kehidupanku penuh dengan kebahgian dan kesedihan saat bersamanya. Aku tidak ingin kembali ke waktu dimana pertama kali aku mengenal dirinya. Jika aku bisa memilih, jika dia benar-benar ingin kembali dan masih mencintaiku, aku yankin dia pasti akan memperjuangkanku. Akan tetapi, aku akan melupakan masa lalu saat bersamanya dulu, dan ingin mengulang dari nol untuk mengenalnya lagi.
Aku bisa melupakannya, akan tetapi aku akan menunggunya sampai dimana aku bisa melupakannya.
Aku juga membutuhkan waktu untuk mengenal diriku lebih lama lagi, agar aku bisa mengenal pasanganku suatu saat nanti. entah itu orang lain atau tetap dengan orang yang sama.
__ADS_1
Jika seseorang sudah memilih untuk pergi aku tidak akan menahannya, karena akan tetap pergi. Aku juga tidak akan menutup kemungkinan untuk orang lain yang coba datang kedalam kedidupanku, karena jika seseorang benar-benar berniat untuk masuk kedalam kehidupanku, maka mereka tetap akan datang walaupun aku tidak menginginkannya sama sekali. Tapi siapa yang tahu, yang tidak kita inginkan bisa saja akan membuat hidupku jadi lebih berwarna.