My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Kuatkan aku


__ADS_3

Minggu pagi, semuanya berkumpul pada waktu yang tepat. Clara melihat richy sedang asik berbicara dengan seseorang perempuan yang dia kenal. Clara mengenal perempuan itu dengan nama elis dari semenjak mereka sama - sama menjadi anggota PRAMUKA. Walaupun clara seangkatan dengan elis dan bahkan semenjak kenaikan kelas clara berada di kelas yang sama perempuan tersebut, akan tetapi clara tidak begitu dekat denganya. Clara mencoba untuk tidak peduli dengan kedekatan mereka. Jika clara peduli, dia takut kebawa suasana sehingga clara akan memperburuk keadaan. Clara berusaha berpikir positif..........


"Mereka berada di satu pos yang sama, jadi wajar mereka terlihat dekat."


kata seperti itu keluar dari dalam dirinya clara, itu semua dia lakukan agar dia tidak terlihat baik-baik saja.


"Ok, Kita sudah berkumpul semuanya disini, ingat kalian panitia sudah tahu tugas kalian seperti apa dan sudah tahu teman kelompo setiap pos. Mereka murid SMP yang akan dilantik ada sepuluh Kelompok, satu kelompok ada enam orang. Bapak dan panitia yang bertugas di start, akan melepaskan mereka pukul 8:15 pagi. Jadi kalian semua sebagai panitia harus sudah sampai POS masing - masing sebelum pukul 8:15. Sebelum kita menuju ke pos masing - masing kita berdoa terebih dahulu. Berdoa Mulai!!!" ( Sahut guru clara ).


Saat clara dan yang lainnya akan menuju pos masing - masing, clara melihat richy masih asik berbicara dengan elis. Sesekali mereka tertawa bersama, entah apa yang mereka bicarakan. Clara mencoba menyapa richy terlebih dahulu.


" Kak...." ( mencoba menahan air matanya).


"Iya" ( sahut richy).


Ketika dia hanya menjawab iya, Saat itu juga clara langsung berjalan lebih cepat tepat di didepan richy.


"Clara ada apa, kok pergi?"( tanya richy kembali ).


"Nggak ada apa - apa kok kak, hanya ingin menyapa kakak saja."


Clara mempercepatkan langkahnya dengan tujuan agar dia cepat berada di pos ke empat. Entah Perasaan crala hari itu benar - benar sakit ketika richy memanggil dengan hanya menyebut namanya saja, tidak memanggil clara seperti biasanya dengan sebutan dd.


ketik clara mencoba berbalik arah, dia melihat richy tidak peduli padanya saat clara menjawabnya. Richy malah asik melanjutkan pembicaaraannya sambil tertawa dengan elis.


Dalam perjalan menuju pos, reno ya g melihat mata clara berkaca-kaca langsung mempertanyakan apa yg terjadi padanya. Putry yang saat itu berjalan tepat di depan clarapun menghantikan langkah kakinya ketika dia mendengar pertanyaan yang dilemparkan kepada clara.


"Clara kenapa kak?" ( Tanya putry).


" Kakak juga nggak tahu, tadi sebelum sampai pos , dia baik - baik saja dan sebelum itu dia menyapa richy. Setelah itu kakak ninggalin dia jalan lebih dulu. Nggak lama kemudian dia sudah di belakang kakak dalam keadaan seperti sekarang ini."


"Kamu baik - baik saja kan?" ( Tanya putry langsung kepada clara).


" I'm ok. Kamu nggak usa khawatir, aku benaran ngak kenapa-kenapa kok. Lebih baik kamu segerah mempercepat jalan kamu,jika tidak kamu bisa-bisa telat sampai pos 6. Tuuuhhh, kak lili memanggil nama kanu didepan."

__ADS_1


"Kak.., clarakan satu POS sama kak reno. Putry titip dia ya sama kakak."


"Iya, kamu tenang saja. Hati - hati melangkagkan kakinya dan jangan lupa titip salam cinta buat kak lilinya ya, hehehehe." ( Sahut reno sambil bercanda).


Sudah hampir 4 Jam, akhirnya kelompok terkhir sudah terlihat mendekati pos clara.


Ketika clara memberikan arahan dan tugas untuk kelompok terakhir, Panitia dari pos 1, 2 dan 3 berhenti sejenak tepat di pos ke 4. maksud tujuan akan menunggu panitia yang berada di POS 4 dan melanjutkan perjalanan bersama sampai pos ke 6.


Ketika kelompok terakhir tiba, clara lebih banyak menyerahkan tugasnya ke pada tiga temannya yang bertugas di pos ke 4.


Saat itu secara tidak sengaja clara melihat ponselnya richy berada di tanganya elis, clara mencoba untuk tidak memperdulikan dan bersikap tenang.


Setelah tugas kelompok empat akhirnya terselsaikan dengan baik, semua panita dari kelompok 1 hingga kelompok empak berjalan bersamaan menunu pos 5.


Tiba - tiba tia menghampiri clara dan merangkul calara dari aeah belakang.


"Clara, aku mau kasih tahu kamu sesuatu"


"Nggak, aku cerita sekarang saja sambil kita jalan duluan. Jujur, aku benar - benar nggak suka lihat sikap kak richy. Sejak dari tadi aku perhatikan dia happy banget dan nempel terus sama elis. kamu tahukan dari awal semenjak kita manjadi anggota PRAMUKA, dari semua anggota PRAMUKA hanya dia yang memanggil kak richy dengan panggilan abang. Dan yang harus kamu tahu, sejak dari tadi ponsel kak richy berada ditangannya elis. Aku sempat kesel juga, karena dia kaya cari perhatian gitu."


Clara yang berjalan barisan paling depan dengan tia. Akan tetapi, setelah mendengar apa yang diceritakan sahabatnya itu tiba-tiba langkah kakinya clara seketika terhentikan. Ternyata dia mencoba menunggu richy yang berjalan tepat di belakangnya bersama elis. Tanpa basa-basi, dia langsung mencoba meminjam ponsel richy.


" Kak, Aku boleh pinjem ponselnya kakak nggak?"


" Buat apa".


"Ponselku batrennya habis. Aku mau pinjem buat ambil foto bareng tia"


" Kan ada ponselnya tia, kenapa gak pakai ponselnya dia saja?"


"Memory ponselnya tia sudah penuh jadi nggak bisa menyimpan foto lagi."


"Tapi ponselku tidak aku pegang saat karena sedang dipinjem adik elis. Jadi aku nggak bisa kasih pinjem, tapi kalau elis sudah balikin aku aka langsung kasih ke kamu."

__ADS_1


Jawaban richy membuat clara syok mendengarnya akan tetapi clara tidak menyerah begitu saja. dia bahkan meminta richy untuk mengambil ponselnya dari elis saat itu juga.


"Ada apa clara?. Barusan aku tidak sengaja mendengar kamu menyebut-nyebut namaku atau hanya aku yang salah dengar ya." (sahut elis).


"Kamu nggak salah dengar kok, ponselnya kak richy di kamu kan??" (tanya clara dengan cetus).


"Maksud kamu ponselnya abang richy?"


Bukanya menyerahkan ponsel richy kepada clara langsung, elis malah bertanya balik. Clara mulai terpancing emosinya, tapi clara masih bisa mengendalikanya.


"Iya, ponsel abang richy_nya kamu." ( Jawab clara sambil menatap tajam ke arah richy).


"Tapi aku masih pakai, gimana donk bang?"


Clara yang berbicara dengannya, tapi elis malah mengutrakan pertanyaan ke pada richy


" Ya sudah kalau kamu masih pakai, pakai saja!!" ( Sahut richy).


Clara hanya bisa membalas mereka berdua dengang cara melempar senyumnya dengan rasa kesel. Clara memilih mengalah dan melangkah kakinya sambil erjalan paling depan bersama tia, ari dan beberapa panitia lainnya. Clara berusaha sekuat mungkin, agar air matanya tidak terjatuh. Dia tidak ingin orang lain melihatnya menangis kecuali sahabat - sahabatnya.


Eny yang saat itu berada di POS ke 5 membuat clara sedikit lega setelah tiba di pos tersebut. Clara melihat di pos 5 masih mempunyai stok air yang cukup banyak. Clarapun menarik eny tidak jauh dari panitia lainnya, tapi clara mencoba membelakangi panitia yang lainya.


"Eny..., aku boleh minta airnya segelas nggak?"


"Itu saja kamu harus pakai tanya segala sih. Kamu ambil saja berapapun kamu kalau kamu haus!!!"


"Tapi kamu kamau ngak keberatan kan?. Eeeeeemmmmmm, kalau aku minta bukan untuk di minun?"


"Emang kamu mau pakai buat apa?"


Saat itu clara tidak bisa menjawab eny. Clara sudah tidak sanggup menahan tetesan air matanya lagi. Eny langsung mengerti ketika air mata clara terjatuh dipipinya. Eni langsung mengambilkan air untuk clara.


Clara menggunakan air yang diberikan eny ternyata untuk membasuh wajahnya. Clara melakukan itu agar diantara mereka tidak ada yang menyadari kalau clara sedang menangis dan supaya saat melanjutkan perjalanan ke pos terakhir, panitia - panita yang lain tidak memperhatikannya.

__ADS_1


__ADS_2