
Terlihat 5 laki-laki terakhir masuk kelas, tapi aku tidak terlalu perduli. Tidak lama kemudian, Dosen tiba di kelasku. Keseriusanku saat mendengar dan melihat dosen yang sedang menjelaskan tepat di hadapanku membuat aku tidak merasakan getaran dari ponselku. Gunawan yang duduk tepat di sebelahku, terus menatap diriku. Aku mulai merasa risi.
"Gun, dari tadi kamu perhatikan aku ya?"
"Emmmm, dari tadi aku ngerasain getaran dari ponsel kamu."
"Masa sih."
Diam-diam aku langsung melihat ponselku, ternyata benar. Aku mendapatkan SMS dari Ray. Tidak menepati janjinya, membuat aku tidak membalas satu SMS satupun dari Ray. Satu hari yang lalu, dia sudah berjanji untuk smementara tidak akan menghubungiku selama satu minggu kedapan. BAru saja satu hari, dia sudah tida memegang janjinya, membuat aku semakin ragu dengan lelaki yang tidak bisa pegang omongannya.
Tepat saat mata kuliah jam pertma berakhir, untuk sementara menunggu tiga puluh menit lagi melanjutkan mata kuliah kedua, aku memlih duduk di bawah pohon tempat biasa yang tidak jauh dari kelas bersama keenam temannya.
Keasikan berbicara dengan ke enam temanku saat itu, tanpa aku sadari seseorang sudah berada tepat dibelakangku. Seketika ke enam temanku terdiam, aku awalnya binggung kenapa mereka diam, Saat aku menoleh kebelakang, Ray ternyata tepat di belakangku. Seketika akupun terdiam dan memelih untuk tidak menghiraukannya.
Salah satu prilaku seseorang lelaki yang tidak aku sukai, ketika seseorang itu terlalu termotovasi akan keingnannya memiliki diriku. Bukannya tidak bersyukur mendapatkan lelaki yang terus berusaha untuk mendapatkan perhatian dariku. Tetapi aku sendiri juga menginginakn privasi yang tidak boleh orang tahu, apalagi saat aku berbicara dengan temanku tiba-tiba lelaki itu muncul saat bukan waktu yang tepat, dimana aku sendiri sebelumnya sudah mengatakan untuk tidak mengganggu diriku selama satu minggu lamanya. Aku bukan perempuan yang plin-plan akan perasaan aku, yang awalnya aku juga merasa menyukai Ray Ddengan seiring beljalannnya waktu selama tiga bulan terakhir, aku merasa mulai risi dengan hadirnya dia di kehidupanku. Entah itu aku risi kareana dia atau karena teman-temannya yang terlalu sering mengusik hidupku. Itu sebabnya aku membutuhkan satu minggu lamanya untuk Ray tidak mengangguk atapun menghubungku, karena aku ingin merenungkan sesuatu kebenaran yang membuat aku sedikit binggung, tentang bagaimna perasaan aku terhadap Ray yang sebenarnya.
"Clara, Clara,, Claraaaa..."
"Ada apa sih kak?"
"Boleh minta waktunya sebentar."
__ADS_1
"Kakak nggak lihat aku lagi berbicara dengan temanku."
"Tapi ada yang ingin aku bicarakan."
"Bukannya kakak sudah berjanji tidak akan mengganggu atau menghubungiku untuk selama satu minggu mdan di mulai hari ini."
"Kakak tahu, cuman kakak sudah tidak bisa begini sama kamu. Aku mau bicara serius dan hanya kita berdua. Setelah itu aku tidak akan menganggu kamu lagi."
"Ok. Tapi aku nggak bisa sekarang. Bagaimana pas pulang kuliah nanti."
"iya boleh, kebetulan aku juga masih ada satu jam mata kuliah lagi, nanti aku tunggu kmau di parkiran."
Tidak lama mata kuliah jam kedua baru saja di mulai, tiba-tiba ponselku berbunyi. Tak pernah terpikirkan oleku, ternyata SMS masuk dari nomor baru, akan tetapi nomor itu tidak asing bagiku. Sete aku ingat-ingat, akupun mulai tahu nomor tersebut tidak lain nomor lelakai yang bernama Adi.
Aku sudah cukup kesal dengan Ray, membuat aku tidak membalas SMS dari Adi. Aku juga berpikir saat itu, tidak ada juga lelaki di kelasku yang susai karakteriaku, itu sebabnya aku tidak ingin membuat-buang waktu untuk membalas SMS darinya.
Tepat saat jam mata kuliah berakhir, SMs masuk dari nomor lelaki yang bernama Adi itu lagi, ketika aku akan membacanya, tiba-tiba Ray menelpon dan memberitahukanku bahwa dia sudah menungguku tepat di parkiran. Akupun segerah mungkin menuju parkiran, sehinga aku lupa membaca isi SMS dari Adi.
"Clara kok jalannya buruh-buruh sekali, kamu pulang bareng aku atau kamu sudah ada jemputan?" (sahut Gunawan).
"Aku menemui kak Ray di parkiran, aku pulang bareng kamu kok. Tapi aku takutnya nunggu lama."
__ADS_1
"Aku akan menunggu samapai kamu selsai berbicara dengannya."
Tepat di perkiran, Aku melewati Nugrah dengan ke lima temannya. Tanpak aku sadari bahwa Nugra mencoba menyapaku, membuat aku cuek padanya.
Aku melihat Ray menungguku tidak jauh dari temapt Nugrah duduk bersama kelima temannya. Aku berpikir, awalnya Nugrah akan pulang bersama ke lima temannya, karena mereka duduk tepat diatas kendaraannya. Akn tetapi mereka terus enatap kearahku, terlintas di pikiranku, aku baru ingat sebelumnya ada SMS masuk dari Adi. Sambil mendengar RAy berbicara, aku menyempatkan diri membuka SMS di ponselku. Awalnya aku sudah tidak perduli dengan Adi yang mengaku-ngaku teman kelasku. Akan tetapi isi SMSnya membuat aku meras sedikit penasaran. Adi memberitahukan aku, bawha dia memakia kendaraan motor metic mio dengan pelat DK. dia tidak memberitahukan warnah kendaraanya, akan tetapi dengan pelat Dk di fakultasku, hampir tidak pernah aku lihat, karena semua pelat kendraan di fakultasku hampir DR, dan sementara kendaraan Gunawan D. Semakin terpacu rasa ingin tahuku, sehinga membuat aku fokus melihat kendaran metic mio dengan pelat DK. Ray yang melihatku tidak memperhatikannya berbicara, sehingga dia menolehkan kepalaku.
"Ada apa sih kak. AKu nggak suka kakak pegang kepalaku."
"Aku juga tidak suka saat aku berbicara, kamu tidak memperhatikanku."
"Tapi setidaknya aku dengar kakak."
"Aku mau berbicara serius loh sama kamu."
"Ok-ok-ok. aku sekarang akan memperhatikant dan mendengar kakak berbicara. Tapi tolong cepat sedikit, karena aku measa kurang enak sama Gunawan yang menungguku lama."
"Kamu pacaran sam dia?"
"Aku nebeng pulang sama dia kak. Cepatan deh ngomongnya, malah nanya yang lain."
Setelah panjang lebar aku mendengar Ray berbicara, aku tidak kaget saat Ray mengatakn cinta padaku. tetapi yang membuat aku sedikit tertekan, saat RAy meminta aku untuk memberikan jawabannya segerah mungkin hari itu juga. Aku sendiri saja binggung tentang persaanku, tapi karena Ray terus menggotot untuk mendapatkan jawabannya hari itu juga, dan dia tidak mau menerima penjelasan alanku tidak bisa memberikan dia jwaban, memuat aku akhirnya mengambil keputusan untuk tidak menerima cintanya Ray.
__ADS_1
Mengalami naik turunya suasana hati, itulah yang aku rasakan akhi-akhirr itu. Menjalin suatu hubungan tidak mungkin aku lakukan, jika aku sendiri belum mengetahui kejelasan seperti apa persaanku yang sebenarnya kepada seorang lelaki. Bukannya aku tidak menghargai usaha dan perhatian yang dia berikan selama tiga bulan terakhir. Tapi samakin hari aku merasa dia hanya sekedar menggagumiku. Karena, jika dia benar-bemar tulus mencintaiku, kenapa dia tidak bisa menghentikan temanya itu untuk ikut campur dalam hubungan kita, tertuma gangguan dari Cristan. Di awal aku memang merasakan bahagia ketika hanya mengenal dirinya, tetapi seketika berubah ketika teman-temannya itu ikut masuk kedalam kehidupanku, di saat ituah aku mulai merasa bahagia bercampur sedih, kecewa dan selalu ada rasa kesal.