My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Ini Bukanlah akhir, tapi ini awal kehidupanku


__ADS_3

Setiap kelulusan pasti ada perpisahan. Jika aku ingat kembali di masa dimana awal aku pindah sekolah, rasanya aku tidak terima dengan keputusan yang diambil oleh kedua orang tuaku, terutama ayahku. Tapi entah kenapa, aku merasa berat menerima Kenyataan ini bahwa hari ini merupakan hari terakhir aku bertemu dengan teman - temanku. Aku tahu suatu saat kita pasti akan bertemu satu sama lain, tapi aku tidak tahu pasti kapan itu akan terjadi.


Tidak hanya berpisah dengan teman sekolahku, tapi malam ini juga aku sibuk mengepak barang - barangku, karena besok pagi aku dan ibuku pulang kerumah dan aku bakalan bisa berkumpul dengan kedua orang tuaku lagi. Malam ini juga aku beserta keluargaku mengadakan syukuran kecil - kecilan, tidak lupa Kakek dan Nenekku beserta Tanteku yang selalu mengantarkan aku kesekolah. Karena mereka tahu aku akan melanjutkan pendidikanku, mereka tidak lupa memberikan aku nasehat. Malam itu aku benar - benar mendengar perkataan mereka dengan baik. Aku sadar, tanpak orang tua aku yang bersikeras memindahkan aku sekolah, dan ditambah didikan dari Nenekku yang lumayan keras mengajarkan aku cara memasak. Tapi selama aku tinggal dengan Nenekku, tidak ada satupun dari mereka yang pernah memarahiku. Jika aku tidak pindah sekolah, mungkin sampe saat ini aku tidak akan bisa tahu cara memasak nasi, memasak ikan dan masih banyak yang lainnya. Bahkan mungkin aku tidak akan pernah merasakan yang namanya mencuci pakaian sendiri. Aku sangat bahagia karena mereka semua selalu ada untukku.


Tidak terasa sudah satu minggu lamanya setelah menerima kelulusan aku tinggal dengan kedua orang tuaku. Tapi aku harus berpisah jauh dengan mereka lagi, aku tahu ini bukan yang pertama kalinya tidak tinggal dengan kedua orang tuaku, tapi sudah satu tahun setengah aku tinggal bersama Nenekku. Sebelumnya aku tidak terlalu merasa sesedih ini, karena jarak kampung Nenekku dan tempat tinggal orang tuaku libur dua hari aku sudah bisa pulang. Tapi berbeda dengan keadaan yang akan aku jalani sekarang, mungkin jarak kota tempat bakalan aku kuliah dengan tempat kedua orang tuaku tinggal, jika aku ingin pulang kampung, perjalananku juga tidak membutuhkan sampai satu hari dalam perjalanan jika menggunakan kendaraan, apalgi menggunakan pesawat akan lebih cepat sampai tujuan pulang pergi. Tapi semuanya tidak semudah yang aku pikirkan. Karena bagaimanapun, aku bukan anak SMA lagi yang masih bermain - main. Aku tahu biaya kuliah sangatlah mahal, oleh karena itu, aku tidak akan merepotkan terlalu banyak beban kepada orang tuaku. Bagaimapaun pengeluaran untukku pasti jauh lebih besar dibandingkan saat aku duduk dibangku SMA. Karena jika kuliah, tidak hanya biaya kuliah yang ditanggung kedua orang tuaku, tetapi tempat tinggal aku sudah pasti mencari kos - kosan. Dan biaya makanku serta biaya yang lainnya yang sehari - sehari aku keluarkan juga pasti jauh lebih besar.


jika aku kangen dengan kedua orang tuaku, aku bisa berkomunikasih melalui telpon. Dalam satu tahun aku juga akan mendapatkan libur semester, jadi aku tidak perlu terlalu bersedih untuk keberangkatanku besok.


"Nak besok kamu sudah harus merantau di kota. Untuk sementara waktu kamu ngekos berdua bersama tante kamu yang sudah lama disana dulu. Kamu juga tidak tinggal gratis dengannya, karena dia juga ngekos, jadi kalian bayar kosnya bagi dua. Dan ini ibu kasih kamu uang untuk membayar kos selama enam bulan. Dia adik dari tante Nindy, namanya tante Vivi, dia juga masih kuliah. Kalau kamu sudah hapal sebagian jalan dikota tempat kamu menjenjang pendidikan, baru ibu dan ayah memberikan kamu ngekos sendiri, itupun kalau kamu ingin ngekos sendirian. Ibu sudah belikan kamu tiket bus untuk keberangkat kamu besok malam Nak" ( Sahut ibuku ).


"Iya Bu".


Keesokan malamnya, aku menunggu bus bersama kedua orang tuaku dan Kakakku.


"Nak kamu jaga diri baik - baik, kalau ada apa - apa kamu langsung telpon Ibu atau Ayah ya nak. Kamu sudah hubungi Vivi, kalau kamu bakalan berangkat malam ini?!" ( Sahut ibuku ).

__ADS_1


"Sudah Bu, Tanten Vivi bilang hubungi dia kalau sudah sampe terminal bus, jadi dia bisa jemput aku".


"Kamu juga jangan terlalu merepotkan tante kamu. Kamu harus bisa hidup mandiri, ingat janga nama baik orang tua. Jangan sampai terjerumus ke pergaulan bebas. Seperti yang ibu mu katakan, kalau ada apa - apa langsung telpon Ayah ataupun Ibu kamu ya nak..." ( Sahut Ayahku ).


" Iya Ayah. Itu busnya sudah sudah datang, aku harus berangkat".


Ketika aku masuk naik keatas bus, aku sangat kaget sekali. Karena penumpang didalam bus mereka tidak lain semua teman - temanku yang aku kenal. Tapi tidak ada satupun dari grup KUACI, tapi aku tetap senang. Karena bagaimanapun aku cukup mengenal mereka, aku mengira aku bakalan kesepian didalam bus malam itu. Mereka juga kaget, karen bus itu berhenti tepat didepan rumah aku. Aku duduk dibangku paling depan, aku duduk bersampingan dengan lelaki yang cukup dekat denganku juga, dia anak IPA2 namanya Sinyo. Saat bus mau berangkat, aku melihat senyuman kedua orang tuaku dan Kakakku. Aku tidak bisa menahan air mataku, aku pasti akan nerasakan kangen banget dengan mereka. Tapi demi masa depan, aku harus bisa melewan perasaanku saat itu.


Entalah, setiap pertemuan dengan siapapun itu, dimanapun itu, yang pastinya perpisahan itu pasti akan terjadi. Aku yakin ini bukan akhir perjalanan kehidupanku, tapi inilah awal kehidupanku yang sesungguhya.


"Iya Nyo" ( Aku sudah biasa memanggil dia dengan sebutan Nyo saja ).


"Owww ya kamu bakalan kuliah dimana sih?" ( Tanya Sinyo ).


"Di mataram Nyo, Kamu sendiri ?.

__ADS_1


"Aku bakalan daftar kuliah di malang".


"Berarti kamu sampai mataram, langsung lanjut naik bus untuk kemalangnya. Kenapa kamu nggak langsung naik pesawat sih?".


"Iya, soalnya aku bakalan ada urusan dimataram dua hari, setelah itu aku baru berangkat ke malangnya".


"Owwww begitu".


Teman - teman yang berada didalam satu bus denganku, mereka sangatlah berisik. Aku pun menikmati pembemicaraan mereka dan sekali - kali salah satu dari mereka menceritakan hal yang lucu, sehingga kita semua tertawa. Perjalanku malam ini benar - benar tidak membosankan sama sekali. Tidak lama kemudian, satu persatu dari mereka terlihat mengantuk dan tertidur pules. Begitu juga denganku, aku tertidur sangatlah pules.


Tiga jam kemudian....,


Karena perjalananku harus menyebrangi laut selama kurang lebih tiga jam, kita semua turun dari dalam bus, dan mencari tempat duduk diatas kapal.


Kita semua sepakat duduk bagian paling atas, tidak lupa kita membeli makanan dan minuman hangat untuk dibawakan keatas. Kita semua melanjutkan pembicaraan sambil bercanda dan menikmati pemandangan bintang dilangit dan laut yang begitu indah dilihat dari atas kapal.

__ADS_1


Karena anginnya begitu kecang, kurang lebih setelah 1 jam kita semua memilih turun mencari tempat duduk dibawah, dan kita melanjutkan pembicaraan dan ada juga yang mulai tertidur.


__ADS_2