My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Jadi bahan taruhan seniorku


__ADS_3

Terakhir aku mengomentari foto mereka di akun facebook, Ternyata tidak ada balasan salah satu dari seniorku. Saat aku memilih tidur, tiba-tiba temanku mengirimkan aku sebuah rekaman suara yang membuktikan percakapan para seniorku. Aku cukup terkejut, ternyata mereka benar-benar menjadikan aku bahan taruhan. Tapi tidak terdengar jelas siapa saja suara yanga ada  di rekaman itu.


Besoknya, saat aku tiba di kampus, Orang yang pertama aku cari adalah orang  yang mengirimkan aku bukti pesan suar itu. Aku sangat yakin bahwa orang yang mengirimkan aku pesan suara melalui BBM itu orang yang sama. Aku tidak tahu siapa nama lelaki yang memberitahukan aku, aku hanya tahu dia seangkatan denganku, hanya saja lelaki tidak satu kelas denganku, melainkan dia anak kelas B. KAupun mencoba mencarinya, ternyata hari itu dia tidak masuk kuliah. Aku tidak penasarn sama sekali dari mana dia mendapatkan pin BBM ku, yang terpenting aku ingin menanyakan prihal rekaman suara yang di kirimkannya.


Di hari yang sama, aku juga tidak melihat seniorku satupun dari mereka sudah hadir di kampus. Akupun memilih berjalan menuju kelasku, ternyata teman kelasku beramai-ramai berdiri dan saling gantian-gatian mentandatangi absen. Akupun bertanya kepada salah satu teman kelasku.


"Kenapa kalian tanda tangan absen, kan Dosen belum datang datang." (sahutku).


"Iya ,hari ini Dosen berhalangan hadiri kelas. Jadi kita hanya di tingalkan sebuah tugas yang harus kita kumpulkan minggu depan dan tidak lupa kita di minta isikan absen." (sahut teman kelasku)


"Tapi kenapa absennya ada dua?"*


"Iya, Dosen yang mengajar hari ini, dua-duaya berhalangan hadir, katanya sih karena ada tugas di luar kota. Jadi, hari inikita jam pelajaranya kosong." (sahut Alif).*


"OOooo begitu, aku bisa langsung pulang ke kosku donk.Malam ini kan malam minggu, jadi, aku bisa istirahat siang, dan nanti malam bisa keluar."*


"Emangnya kamu keluar sama siapa malam minggu sayangggg?" (Sahut Rika).*


"Sama kakak sepupukulah dan sama pacarnya."


"Seriusan kamu bakalan keluar malam mingguan jadi obat nyamuk kakak sepupu lho?" (sahut Rika).*


"Nggak koookkkk, Aku cuman bercanda, aku mau pulang saja mau istirahat. Soalnya aku merasa edikit pusing."


"Kamu pusing, biar aku antar kamu pulang." (sahut Alif).


"Nggak perlu Lif, Aku juga bawa kendaraan sendiri kok."

__ADS_1


Libur satu hari itu nggak terasa sama sekali telah terlewati.


Hari seninpun tiba, hari itu aku merasa kurang fit. AKupun memilih untuk tidak masuk kuliah di hari itu.


Tiba-tiba Aci menghubungi ku,,,,


"Hallo Aci, ada apa?"


"Loh kok suara kamu seperti orang yang baru bangun tidur. Kamu dimana sekarang?"


"Iya Aci, aku di kos, aku kurang enak badan. Jadi kemungkinan aku gak bisa hadiri elas hari ini. Tumben kamu telpon aku, biasanya klau aku telat datang kamu tidak akan telpon aku. Ada apa?"


"Barusan ada senior kita yang mencari kamu. Mereka temannya Kak Ray, Tapi bukan teman cowoknya, melainkan teman ceweknya."


"Ada apa mereka cari-cari aku?"


"Aaaahh biarin saja, nggak usah di hirauin. Palingan kalau ada yang mereka ingin katakan, pasti mereka akan cari aku besok di kampus kok. Insyah Allah, kalau badanku sudah terasa enakan, aku masuk kuliah besok."


Setelah aku mematikan ponselku, tanpa berpikir panjang aku langsung beristirahat.


Tiga jam kemudian, aku terbangun oleh suara ponselku. Awalnya aku tidak menghiraukan ponselku berbunyi, karena aku butuh mengumpulkn nyawaku yang masih dalam keadaan otak masih bleng. Ponselku terus berbunyi, ku ambil ponselku, ku tatap layarnya, ternyata yang menghubungiku sejak tadi ternyata Ray. Akupun menerima telpon darinya,Ray meminta bertemu denganku saat pulang kuliah di parkiran kampus. Dia tidak tahu bahwa aku hari itu tidak masuk kuliah. Tapi aku tidak memberitahukannya bahwa aku tidak masuk kuliah hari itu, melainkan aku menolak ajakan pertemuannya, lalu aku mematikan ponselku.


Seperti yang aku katakan sebelumnya, ke esokan harinya aku benar-benar masuk kuliah. Tapi hari itu aku tidak bisa membawa kendaraan, karena kakak sepupuku sendiri akan menggunakan kendaraanya. Dimana hari itu aku sedang asiknya duduk santai bersama Gunawan, Tito, Rafa dan Aci di taman tidak jauh dari kelasku sambil menunggu Dosen datang. Tiba-tiba, Ray menghampiriku. Dia meminta aku untuk mengikuti dirinya, awalnya aku menolak. Tapi karena dia berkata ingin membuktikan dan memberikan penjelasan tentang pertanyaannya dirinya, itu sebabnya aku menyetujui untuk mengikutinya.


Tidak lama kemudian, langkahku terhentikan tepat di bawah pohon yang cukup nyaman untuk berkumpul. Tempat itu tidak hanya ada aku dan Ray, melainkan juga sudah ada ke tiga tempatnya Ray. Ketika aku tiba, ketiga temannya Ray yang awalnya sedang asik berbicara terdiam saat melihatku bersama Ray menghampiri mereka. Awalnya aku hanya diam, karena aku ingin mereka yang duluan berbicara kepadaku atau setidaknya bertanya kepadaku. Tapi ternyata, tidak ada yang berbicara satu orangpun kepadaku, melainkan mereka berbicara satu sama lain. Ray yang melihat expresiku mulai berubah, melakukan pembicaraan terlebih dahulu kepada teman-temannya.


"Apakah kalian tidak ingin tahu kenapa aku mengajak Clara untuk menghampiri kalian?"

__ADS_1


"Dia junior yang tidak punya sopan santu, dia sendirikan yang bilang kita itu seperti sampah saat mengomentari foto kita bersama. Lalu kamu sendiri malah main dekat dengan Ray, berarti kamu suka sama sampah ya?" (sahut Cristan).


"Sepertinya kakak salah paham tentang perkataanku. Aku bilang, jika apa yang aku dengar tentang kalian taruhan untuk bisa mendeaptkanku atau mendekati, jika itu benar, bukankah kalian itu sampah. Tapi jika tidak benar, itu berarti kalian bukan sampah. Dan aku akan meminta maaf jika apa yang aku dengar itu salah."*


"bukannya kamu sendiri bilang kalau kamu tidak akan meminta maaf?"


"Aku bilang seperti itu, jika apa yang aku tuduhkan ke kalian itu benar. Itu berarti aku tidak perlu minta maaf donk, karena aku tidak salah. Tapi kalian yang seharusnya minta maaf. Aku bukannya tidak mengahargai kalian sebagi seniorku, akan tetapi kalian semua yang mengusiku dan jadikan aku bahan taruhan. Iyakan?"


"Kamu jangan terlalu ke GR_an jadi cewek. jangan sok cantik jadi orang. Kaya nggak ada kerjaan saja kita taruhan untuk mendekati kamu, apalagi untuk mendapatkan kamu." (sahut Cristan).


Sedangkan teman yang lainnya hanya tersenyum, berbeda dengan Ray yang hanya terdiam. Aku tidak diam begitu saja,


"Lalu ini apa?" (aku langsung mengeluarkan bukti rekaman suara yang aku dapatkan itu).


Sontak expresi mereka berubah drastis dan terdiam seketika.


"Kenapa kakak -kakak diam, kalian pasti bertanya-tanya dan heran dari mana aku mendapatkan rekaman ini. Kalian tidak perlu tahu, tapi yang pastinya ini suara kaliankan?"


"Jawab jujur....!! Aku tahu banget itu sangat jelas suara kamu Cristan. apa yang kalian rencanakan?" (tanya Ray).


"Ok aku akan berkata jujur, itu memang suara aku, tapi saat kita bertiga berbicara itu hanya bercanda. Saat itu aku sedang emosi, tepatnya aku merasa malu karena aku di candain oleh Tora dan Sain saat aku mencoba mengajak Clara berkenalan dan meminta nomor ponselnya saat dia parkiran ketika itu. Karena aku tidak terima Clara cuek terhadapku, aku ingin buktikan kepada mereka berdua ini kalau aku pasti bisa mendekati Clara. dan mereka berdua mengajak aku taruhan, lalu aku meniyakan Tora dan Sain."*


"Jadi benar kalian jadika aku bahan taruhan kalian. Kalian kira aku cewek gampangan, begitu?"


"Tapi aku benar-benar tidak mengetahui sama sekali tentang ini Clara. Dari awal aku mendekati kamu, benar-benar murni karena aku suka sama kamu. Dan teman-teman aku tidak ada yang tahu tenatng kedekatan kita." (sahut Ray).


"Kita minta maaf atas tindakan bodoh yang kita lakukan. tapi jujur, sebenarnya Ray benar-benar tidak tahu tentang masalah taruhan ini. Jadi aku harap kamu mau memaafkan kita bertiga dan aku juga berharap kamu tidak marah pada Ray. Bagimanapun Ray tidak tahu apa-apa." (sahut Cristan).

__ADS_1


__ADS_2