My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Ku sambut pagi dengan senyuman


__ADS_3

Pagi yang ceria, clara terlihat sangat bersemangat menjalani hari itu. Terlihat sangat berbeda, karena clara merasakan kebahagiaan yang lengkap hari itu. Tepat satu tahun clara menjalin hubungan bersama richy, dan bahkan clara tidak pernah mensesali kesalah - kesalah yang sudah pernah terjadi selama satu tahun lamanya ketika dia bersama richy. Setiap kejadian yang di alaminya, clara berusaha untuk memahami dan memjadikan itu semua sebagai pelajaran agar tidak terulang lagi dalam hubungannya.


Pagi itu richy benar - benar mendatanginya dan sekalugus untuk menjemput adik rava pulang. Semuanya terlihat sedang mengepak barangnya masing - masing untuk dibawakan pulang, ketika itulah clara akhirnya mempunyai kesempatan untuk berbicara berdua bersama richy tentang hubungan kedepannya.


"Ini buat kakak." (clara menyodorkan sebuah hadiah kepada richy).


"Ini apa??"


"Hari ini kita kan masuk satu tahun, jadi aku sudah siapin hadiah buat kakak dan semoga kakak menyukainya."


"Tapi kakak tidak menyiapkan apa - apa untuk dd, kakak tidak tahu kamu akan pulang."


"Iya nggak apa - apa kok kak. Lagian aku bisa bertemu kakak saja sudah buat aku bahagia. Karena bagi aku itu, kita tidak akan pernah tahu kapan kita bisa bertemu lagi. Hadiah ulang tahunku yang kakak berikan itu sudah lebih dari cukup buat aku simpan. Sedangkan aku tidak pernah memberika kakak hadiah, jadi giliran aku berikan kakak hadiah."


"Aku boleh buka nggak hadiah dari dd??".


"Kakak boleh buka setelah kakak sampai di rumah."


"Ok. Ngomong - ngomong, dd balik ke rumah nenek jam berapa?"

__ADS_1


"Sekitar jam 2 siang kakak, kenapa?"


"Jangan lupa hubungi kakak kalau dd sudah sampai."


"Iya kak,,,,. Ya sudah, sepertinya rava sudah selsai mengepak barang - barangnya tu. Aku tidak mau dia menunggu lama. Aku harap kita bisa menjaga hubungan ini walaupun kita LDR_an dan aku percaya kita pasti bisa."


Clara bersama ketiga sahabatnyapun juga lansung pulang setelah pembicaraan anatara dirinya dengan richy semuanya benar - benar selsai.


Sesampai dirumah, clara benar - benar harus berpisah dengan ketiga sahabatnya lagi. Meskipun hari itu sebenarnya masih banyak waktu, akan tetapi sebelum clara kembali ke kampung neneknya tetap saja tidak mungkin bagi mereka melanjutkan untuk ngumpul barsama di hari itu juga. Karena bagaimanapun, clara menyadari bahwa saat kegiatan malam itu mereka benar tidak tidur dan kegiatan jilid malam selsai tepat saat waktu sholat subuh. Jadi mereka pasti membutuhkan istirahat, begitu juga dengan clara sendiri. Clarapun aohirnya mengahabiskan waktunya sebelum jam 2 siang dengan istirahat dan bercerita tentang dirinya kepada ibunya.


Tepat sebelum jam dua siang, clarapun terbangun. Yang pertama dia lakukan sebelum mandi, dia tidak lupa mengecek ponselnya. Benar saja, dia hanya mendapat pesan masuk dari richy. Ibunyapun meminta clara agar segerah mungkin untuk mandi, ibunya melakukan hal itu karena dia takut ketinggalan bus. Tidak akan ada yang menjemput clara pulang kerumah neneknya, karena ibunya yang akan nebgatarkan clara mengunakan bus. Akibatnya Claratidak sempat membalas pesan dari richy karena permintaan ibunya yang meminta dia segerah untuk mandi.


Tidak lama kemudian, clara yang sudah menunggu bus bersama ibunnya itu akhirnya buspun tiba. Ternyata clara lupa akan membalas pesan dari richy. Diatas bus, saat clara naik bus dan diapun langsung tidur. Hingga sampai dikampung neneknyapun dia lupa bahwa belum membalas pesan dari richy semenjak siang itu.


kring - kring - kringggg, suara panggilan masuk dari ponsel clara. Clara tidak bisa menerima panggilan masuk dai richy, karena dia sudah tiba dirumak neneknya tepat menjelang magrib.


Selsai melaksanakan sholat magrib, clara baru memegang ponselnya kembali. Clara terkejut melihat begitu banyak pesan masuk. Ketika clara membuka pesan di ponselnya, ternyata semua pesan masuk tersebut dari orang yang sama.


Kamar clara dekat dengan ruang tamu, tepat sebelahan dengan pintu masuk di rumah neneknya. Sebenarnya clara bisa saja berbicara melalu telpon jika memasuki kamarnya, karena sudah pasti tidak akan ada yang mendengarnya. Tapi keadaan malam itu berbeda, ibunya yang sudah mengatarkannya akan tinggal satu malam dan tidur dikamarnya clara. Sedangkan clara memilih tidur didedapn TV bersama Kedua sepupuku yang masih berumur 3 tahun dan berumur 8 tahun.

__ADS_1


Mereka berdua memilih tinggal dirumah nenek sejak masih kecil. Biasanya sepupu clara yang masih kecil tidur bersama tante yuli.


Keadaan dirumah neneknya clara malam itu mulai terlihat dan terdengar sunyi. Sepertinya semua orang sudah tertidur dan alasan clara memilih tidur didepan TV malam itu biar dirinya bisa membalas pesan dari richy. Clara takut ibunya terganggu jika dia tidur dikamar yang sama dengannya, itu sebabnya dia melakukan yang terbaik agar tidak menganggu siapapun disaat dia saling membalas pesan dengan richy.


"Kak aku sudah mulai mengantuk, besok kita lanjut lagi"


Clara berpikir itu adalah pesan terkahir yang akan dia kirim malam itu sebelum dia tidur. Tidak lama kemudian, ponselnya berbunyi tanda panggilan masuk. Clara terkejut, tidak ada pilhan lain selain dia langsung menerima panggilan masuk terebut sambil berbisik-bisik.


"Dd tidur saja, tidak perlu berbicara. Aku akan menemani kamu hingga kamu tidur." (sahut richy).


Ketiduran, itulah yang terjadi pada clara malam itu. Untungya clara selalu terbangun pukul 5:00 pagi, jadi dia ada kesempatan buat mengacas ponselnya yang ternyata batre habis total.


Ketika ibunya bangun, kagetnya bukan main melihat pakian kotor clara begitu banyak menumpuk. Saat clara akan bersiap-siap untuk berangkat sekolah, ibunya mempertanyakan prihal pakian kotor clara yang menumpuk seperti anak gunung. Mendengar kata anak gunung clara hanya bisa tertawa saat menjawab ibunya.


"Habisnya, selama dari kecil aku sampai sekarang tidak pernah yang namanya cuci baju sendiri. Tapi semenjak aku pindah sekolah, aku harus cuci baju sendiri. Jadi aku cuman mencuci seragam sekolahku saja bu." (jawab clara).


"Clara, kamu itu sudah tidak tinggal bersama ibu. Ketika kamu pulang sekolah nanti, ibu langsung pulang. Jadi kamu harus belajar mengerjakan ini sendiri. Kalau kamu tidak kuat nyuci, kamu bisa mencuci pakian kamu setiap hari satu persatu."


"Iya bu, aku akan lakuin itu saat pulang sekolah nanti. Tapi sekarang aku harus berangkat sekolah. Nanti aku telat lagi."

__ADS_1


Keinginan melakukan sesuatu, itu baru bisa disebut niat. Sedangkan clara, karena belum biasa dengan pekerjaan hal kecil seperti mencuci baju, dia benar - benar susah mengerjakannya. Clara sadar, dari dia kecil sampai sebelum dirinya pindah sekolah, clara tidak pernah mengerjakan yang namanya cuci baju sendiri. Tidak hanya itu, pegang yang namanya sapun0un hanya di sekolahnya. Nasibnya yang sekarang dia rasakan itu, baginya itu sebuah beban dalam hidupnya karena clara harus melakukannya sendiri mulai saat itu.


__ADS_2