
Berniat ingin mengubah sifatnya, hanya keyakinan sesaat. Sifat tenpramen yang clara miliki, terulang kembali. Dia tiak pernah berubah sedikitpun.
Clara dan adi seperti pertemuan dua kepribadian seperti api dan air. Walaupun nereka memiliki kepribadiian yg berbeda, dengan sifat yang adi miliki dan perlakuan yang begitu lembut terhadap clara, membuat clara ceat meredah.
Tak di sangka, clara mudah mengalani stres. Apapun yang dia dengarkan tentang orang-orang yang mencoba menjelek-jelekan namanya, bahkan sahabatnya dari kecilnya juga nencoba nembicarakan dia. Clara semakin sensitif, tak hanya memiliki sifat tempramen, bahkan dia sendiri tidak mudah percaya kepada orang lain. Hanya kepada ibunyalah clara mengadu, sedangkan adi selalu berada disaat clara butuhkan. Tapi clara memilih untuk tak menceritakan semua apa yang dia alami kepada pacarnya.
Walaupun adi tak melakukan kesalahan apapun, jika clara mendengar hal-hal yang berkaitan tentang dirinya, dia akan bersikap marah dan membanting benda-benda yang dia miliki. Itupun kadang dia lakukan didepan adi, dan adipun hanya akan menontonnya. Melihat clara cukup tenang, maka adi baru akan mendekati clara dan mencoba mengajak clara berbicara. Clarapun tak bisa berbicara, hanya suara tangisan yang adi dengar. Pelukan dan sikap adi yang begitu lembut, kadang membuat clara perlahan-lahan tenang, bahkan adipun selalu meminta maaf. Tak berbuat salah apapun, kata maaf dari adi membuat clara semakin tenang. Mendengar penjelasan dan masukan yang adi berikan kepadanya, sedikit demi sedikit clara menyadari bahwa apa yang dia lakukan sampai membantik barang yang dia miliki tidaklah baik.
Dan itu terus terjadi samapi hubungan mereka masuk tiga tahun.
Hubungan mereka yang sudah masuk tiga tahun, adi merasa clara mulai bisa nengotrol emosinya secara perlahan. Kebiasaan memiliki sifat yang tempramen, tak mudah membuat orang mudah berubah begitu saja. dengn satu orang di dekatnya, membuat clara selalu bisa mengotrol emosinya.
Walaupun mereka tak oernah bis 24 jam bersama, tetapi clara bersyukur karena sudah mempertemukan dirinya dengan seorang lelaki yang awalnya dia tak mencintainya, tapi saat itu clara menyadari bahwa dia sangat mencitai adi dan tak ingin kehilangan dirinya.
__ADS_1
Libur semesterpun tiba, seperti biasanya, clara selalu pulang kampung halamannya. Setiap clara pulang, dia sedikit lebih stres, karena banyak omngan yang dia dengar tentang dirinya. Orang-orang yang selalu mentertwakan dia ketika orang lain melihat clara yang memiliki badan yang sedikit kurus, membuat clara tak kuat mendengar itu. Tak hanya itu, dia bahkan masih berkumpul bersama sahabatnya, walaupn dia sendiri tau bahwa mereka membicarakan dirinya. Clara merasa mereka tidak mengenal sifat shabt-sahabatnya. Rani, putry, eny dan tia tetap saja bersikap manis padanya, tapi clara tetap memilih untuk tidak terlalu banyak bicara. Clara tetap mengangap mereka sahabatnya dn tak menaruh dendam, bagaimanapun selalu menghargai persahabat yang telah terjalin sejak kecil.
Setelah libur akhir semester telah berakhir. Seperti biasanya, semua mahasiswa melakukan hal yang sama sebelum aktif belajar untuk semester berikutnya. Di saat pertama clara kembali, tenyata selama libur, adi mendapatkan pesan dari seorang wanita. Adi tak, tak pernah mencerikan itu kepada clara, bahkan dia lupa mengapus isi chat itu. Telanjur mengetahui itu, clara cukup emosi. Dia bahkan mengatakn kepada adi bahwa dia akan ngoming langsung kepihak yng beraangkutan, walupun dia tak bisa berbicara kepada wanita itu, tapi clara akan berbicara langsunh kepada pihak lelakinya yang tak lain pacar wanita itu.
Mulai aktif belajar di hari pertama, melihat gunawan, membuat clara emosi. Bukan tanpa alasan, ternyata clara membaca isi chat adinya bersama wanita yang tak lain adalah pacar dari temannya sendiri, dia tak lain pacarnya gunawan yang tinggal dibandung. Mengetahui clara cukup kesal setelah membaca isi-isi chat antra dirinya dengan pacar gunawan, membuat adi mencoba menahan clara untuk tak marah pada gunawan. Clara tak terima membaca isi chat yang pacar gunawan katakan kepada adi. Begitu juga sebaliknya, disaat clara membaca balasan dari adi kepada pacarnya gunawan, terlihat sekali bahwa adi sangat marah. isi chat mereka tidak terllu panjang, tapi setiap kata-kata yang dilemparkan pacar gunawan merupakan tuduhan kepada clara. Sekilas isi chat adi dengan pacarnya gunawan.
"Apakah ini pacar wanita yang bernama clara?".
Awalnya adi cukup terkejut karena gunawan mengirimkannya chat yang berisi seperti itu. Adi tak tahu bahwa yang chat dia itu bukan gunawan, melainkan pacarnya gunawan dengan mengunakan ponsel gunawan.
"Aku bukan gunawan, tapi aku pacarnya gunawan. Aku apakh kamu mengetahui kedekatan pacar kamu dengan gunawan?"
"Iya aku tahu, kitakan berada dikelas yang sama. dan gunawa memang dekat dengan clara, tapi layaknya seperti teman."
__ADS_1
Wanita itupun mencoba mengirim foto yang tersimoan di ponselnya gunawan, tapi foto tersbut selalu foto bertiga, yang dimana sisi kiri dan di kanannya gunawan terdapat ada clara dan aci.
"Loh kenapa dengan foto itu, bukankah itu foto yang wajar. Bahkan di foto itu tada aci juga disebelahnya gunawan."
"Tapi menurut aku pacar kamu cukup gatal, kamu nggak bisa apa ngelarang pacar kamu foto bersana lelaki lain?".
"Jaga ya omongan kamu, clara bukan wanita seperti itu.Lagian kamu saja yang gak ounya otak untuk berpikir dn cemburu kepada pacarku. jelas-jelas foto itu tak ada yang menyentuh siapapun, dan kamu hanya cemburu dengan pacarku. Apakah karena pacarku lebih cantik dari pada kamu, sehinga kamu hanya cemburu kepada clara, bahkan kamu tidk kebertan denga wanita yang disebelahnya gunawan. Lagian juga foto itu, aku gak punya hak untuk melarang dia foto breng, karena foto itu diambil sebelum aku menjadi pacarnya clara. Seharus aku yang ngoming seperti itu kepada kamu, kamunya saja yang tidak bisa menjaga pacarmu."
"Jaga ya omongan kamu, kamu itu umurnya dua tahun dibawa aku. Jadi aku bersikap dewasa."
"Apa kamu bilang, apakah kamu berangapan aku seumuran dengan clara, sehinga kamu berpikir umurku dua tahun dibawa kamu. Itu berarti kamu seumuran denganku. Jika kamu seumuran dengan gunwan, saharusnya kamu harus lebih sopan kepadaku. Jika kamu ingin marah, kalau kamu berani langsung saja hubungi claranya. Aku ingin lihat seberapa beraninya kamu terhadap dia. Aku tak yakin kamu akan kuat mendengar keberannya tentang gunawan."
Semenjak itu, adi tak mendapatkan balasan dari pacarnya gunawan.
__ADS_1
Sikap gunawan hari itu cukup mencurigakan, sementara clara teru menatap kearah gunawan. Clara yang meninggalkan adi untuk ke kamar kecil, ternyata di saat clara kembali, clara melihat gunawan menghampiri adi. Mereka berdua terlihat berbicara cukup serius, sampai clarapun melihat adi menyodorkan tangannya, layaknya seperti seseorang yang melakukan permintaan maaf.