
Perjalanan para panitia akhirnya dilanjut ke pos terakhir. Sesampai di pos ke 6, putry langsung menghampiri clara ketika dia menyelsaikan tugasnya untuk anggota kelompok terakhir. Selain tia dan eny, putry menyadari kalau coara baru selsai menangis. Putry langsung memberikan pelukan kepada clara dan berbisik....
" Are you ok?"
Clara hanya mengganggukan kepala dan s3dikit tersenyum. Eny yang belum tahu bagaimana ceritanya, tia pun mencoba sedikit menceritakan apa yang dia tahu. Sedangkan putry tidak kaget saat dia menceritakan penyebab clara menangis, karena sebelumnya Putry sudah melihat clara menangis diawal. Ketiga sahabatnya clara mulai kesel dengan sikap yang di lakukan richy terhadap clara.
"Semuanya panitia sudah berkumpul di pos terakhir?" ( tanya reno).
" Sepertinya sudah" ( Sahut lilis).
"Karena semuanya sudah berkumpul semuanya, seperti yang dikatakan pak ruslan di awal ya, sekarang juga kita kembali dan berkumpul dirumahnya pak ruslan." ( Sahut retno).
Ketika perjalanan kembali, elis menghampiri clara.
"Clara, tadi kamu mau pinjam ponselnya abang richy_kan?. Karena aku sudan tidak memakainya lagi, jadi..... "
Elis langsung meyodorkan ponselnya richy. Saat dia menyodorkan ponsel richy kepada clara, terdengar langsung suara batre ponsel lemah.
"Aku sudah nggak butuh, kamu kembalikan saja ke yang punya ponsel!!" ( Sahut clara).
" Tapi kamu kan pacarnya." (balas elis).
" Kalau kamu tahu Clara pacarnya kak richy, kenapa tidak dari tadi kamu kasih ke clara itu ponsel ketika clara memintanya. Sejak dari tadi kamu memang ponselnya kak richy, itu seakan - akanponsel milik pacar kamu sendiri" ( Sahut tia denga tegas).
"Iya aku memang pacarnya, Tapi dia kan abangnya elis." (Sahut clara menjawab tia).
Sindirian yang diberikan clara cukup terdengar oleh beberapa panitia. Meskipun semua orang yang berada saat itu tahu dia tidak punya hubungan keluarga sama sekali dengan richy, tapi dia tetap memanggil richy dengan panggilan abang. Dan lebih parahnya lagi, dia mulai menangis seakan - akan clara dan sahabat-sahabatnya sudah mengintiminasinya.
"Kalian berempat apa - apaan sih, Kalian nggak malu apa diperhatikan sama teman sekolah kalian. Dan kamu clara, jima kamu tidak mau menerima ponselku yang di titipan oleh elis, ya sudah. Hanya gara - gara ponsel kalian jadi ribut begini, kaya anak kecil saja." ( teriak richy).
"Siapa yang buat keributan, orang kita ngomong sesuai fakta kok. Lagian juga kenapa kakak belain Elis?" ( Sahut Tia).
__ADS_1
Saat itu clara hanya bisa menatap ketika richy berbicara seakan menyalahkan dirinha. Clarapun sudah mulai lelah dan dia mencoba tidak peduli dengan suasana yang terjadi saat itu. Clara langsung berjalan terlebih dahulu tanpak mengatakan apapun kepada richy. Baginya, dia sudah cukup sabar menghadapi richy selama beberapa hari terakhir hingga hari itu dan clara merasa sudah cukup melakukan segalanya dengan benar untuk seseorang yang berkali - kali membuat dirinya terluka.
Meakipun clara sudah meninggalkan tempat itu, hanya eny dan aku yang berjalan di barisan depan. Sedangkan tia dan putry tidak terlihat, ternyata mereka masih berdebat dengan richy. Clara tidak tahu apa yang dikatakan tia dan putry, tiba - tiba saja richy mengejar clara.
"dd, dd... tunggu. Aku minta maaf!!" ( Sahutnya).
Clara tidak peduli dengannya richy lagi, bahkan melihatnya pun clara tidak mau.
"Aku tahu, aku sudah kelewatan batas. Aku melakukan ini semua karena beberapa hari yang lalu, tepatnya saat upacara penurunan bendera. Aku tidak sengaja melihat dan mendengar kamu mengatakan ke tyo, bahwa kamu memang benar - benar tidak bisa ngelupain dia dan itulah kata-kata yang aku dengar. Sekarang aku sudah tahu kebenarannya, jad Ini salah aku yang tidak mendengar pembicaraan kamu sampai akhir ketika itu. Untung saja putry dan tia sudah menjelaskan semuanya ke aku barusa."
Dia terus menggenggam tangan clara, sambil mengatakan maaf. Tapi clara benar - benar tidak peduli dan menepis tangganny richy.
Hingga pulang kerumahpun, clara tidak menghiraukan panggilan masuk di ponselnya. Untuk pertama kalinya clara memilih mematikan ponselnya. Bagaimanapun ketika dirinya disalahkan oleh orang yang dia cintai, padahal clara merasa tidak melakukan kesalahan apapun, maka itu akan membuat aku benar - benar terluka.
Pagi hari, rasanya males beranjak dari tempat tidur. Tapi bagaimanapun kewajibannya sebagai anak sekolahan harus laksanakan.
"***... " ( suara eny didepan rumah clara).
" Kamu kenapa, pagi - pagi sudah kelihatan bad mood gitu" ( tanya eny).
"Biasalah..., masalah kemaren. Ya sudah kita berangkat yuk. Barusan putry tadi SMS aku, katanya dia berngkat kesekolah duluan bareng tia!! ( Sahut clara.l).
Tepat di pintu gerbang sekolah, clara melihat rihchy berboncengan bersama tyo. Merekapun memarkirkan kendaraan dengan jarak yang cukup dekat. Clara ya g di bonceng oleh eny hendak turun dan dari arah belakang tangan clara di tahan oleh richy.
"Dd, Aku mau berbicara."
Tyo yang masih berada di tempat kejadian saat itu, dia menatap ke arah clara dan richy. Tyo yang tidak mengetahui hubungan keduanya, diapun mencoba mendekat. Tyopun tanpa ragu mempertanyakan tentang hubungan apa yang dimiliki keduanya.
"Kak richy adalah pacarku."
Meskipun richy hanya teriam ketikan mendengar pengakuain clara tepat di depannya kepada tyo, meskipun begitu clara memilih tetap tidak memperdulikan richy dan sengerah menarik tangan eny untuk meninggalkan mereka.
__ADS_1
Ketika upacara berlangsung, clara tidak pernah mengusik elis selama berada satu kelas meskipun mereka sedang tidak baik-baik saja. Akan tetapi tidak dengan tia, di dalam barisan tia terus nemberikan sindiran kepada elis. Menyadari akan sikap sahabatnya tidak bisa dibenarkan, clara mencoba menghentikan tia.
Tak diduga, tia memberitahukan clara bahwa dia sedang kesal kepada elis bukan karena masalah clara melainkan masalah antara dirinyalah denga elis itu sendiri. Ternyata sesuatu telah terjadi dan baru diketahui oleh clara setelah mendengar cerita dari tia.
Kemaren setelah kegiatan berakhir, tia melihat Ari mengantar elis pulang. sementara clara dan eny tidak mengetahui akan kejadian itu, putry juga baru mengetahui saat bersamaan berangkat sekolah bersama tia. Putrypun melanjutkan untuk menceritkan didalam barisan bagaimana kejadian sebenarnya.
"Selsai hacking kemaren kitakan berkumpul semua di rumah pak ruslan tu. Tapi kita berempatkan duluan pulang. Yang tersisa dirumah Pak ruslankan masih banyak yang belum pulang, termasuk ari dan elis.
Katanya teman - teman yang belum pulang saat itu, eliskan rumahnya jauh terus dia belum ada yang menjemput pulang. Dia mencoba meminta tolong ke ari, ari nggak bisa menolak karena dia juga diminta oleh pak ruslan buat nganterin elis. Awalnya Kita nggak tahu bagaimana elis sampai bisa diantar oleh ari, tadi dia juga baru tahu dari riska." ( Sahut putry).
"Kok bisa tia tanya ke riska. Terus, siapa yang kasih tahu kalau ari kemaren mengantar elis?" ( Tanya eny).
"Naaaahhh, setelah kemerin tia sudah sampai rumah. Beberapa menit kemudian tia keluar, katanya dia sih ingin membeli sesuatu gitu. Tanpa sengaja tepat di depan rumahnya, tia melihat elis berboncengan dengan ari. Tia sebenarnya nggak ada masalah ari mengantar Elis. Hanya saja yang buat tia keberatan itu, dia melihat elis memeluk ari. Untuk memastikannya, kemarin tia lngsung menghubungi riski. Apakah benar kemaren pa ruslan yang meminta ari untuk mengatar elis atau arinya sendiri yang langsung menawarakannya untuk mengantarkan elis. Soalnya itu yang dikatakan ari tadi malam ketika tia bertanya. Bahwa dia diminta oleh pak ruslan buat nganterin elis" (pejelasan Putry).
Upacarapun telah berakhir, elis langsung berlari masuk kelas. Clara dan ketiga sahabatnya masuk kelas, beberapa teman kelas yang sedang menenangkan elis melihat kearah clara. Tanpa sengaja clara mendengar elis menceritakan ke beberapa teman kelas kalau dia di bully oleh tia karena clara. Elis tidak menyadari sikap tia seperti itu kepadanya bukan karena clara melainkan karena tia kesal akan tingkah lakunya elis sendiri. Clara semenjak upacara hanya terdiam, akan tetapi melihat elis semakin menjadi menyalahkan dirinya atas bulkyan yang di lakukan tia terhadapnya membuat clara tidak duduk diam begitu saja. Clara langsung menghampiri tempat elis duduk, akan tetapi berapa teman kelas membela elis dan mencoba meminta clara kembali duduk dibangkunya. Clara tidak terlalu banyao bicara, tetapi dia tidak bisa membiarkan orang memfitnah dirinya sehingga teman kelas yang meminta clara menghnetikan sikapnya tidak diperdulika clara.
"Maksud kamu apa?. Pagi - pagi menangis di dalam kelas, lalu kamu menceritkan ke mereka bahwa aku sudah memperlakukan kamu begitu buruk. Aku dari tadi diam loh, tidak pernah mengungkit sedikitpun masalah-masalah kemaren." ( Clara melabrak meja sambil marah - marah kepada elis).
"Kamu apa - apaan sih clara emosi sekali" ( Sahut salah satu teman kelasnya).
Tia yang tidak terima akan kejadian di kelas, ikut melabrak Elis.
"Kamu jadi perempuan cari muka bangat ya, pura - pura menangis. Biar mereka kasihan sama kamu, trus mereka salahin clara. Asalakan kamu tahu saja, aku menyindir kamu dari tadi tadi di barisan ketika upacara berlangsung bukan karena masalah clara, melainkan karena kamu sendiri wanita gatal." ( Sahut tia).
" Emangnya aku salah apa sama kamu?" ( Tanya elis sambil menangis).
"Kamu sudah punya pacarkan. Apakah pacar kamu tahu kalau kamu peluk lelaki lain? Apakah kamu tidak puas goda pacar teman aku, sehingga kamu mencoba peluk pacarku juga?" ( Sahut tia).
"Dan buat kalian yang mencoba membela elis, lebih baik kalian diam tidak usah ikut campur kalau kalian tidak tahu masalah sebenarnya." (Sahut clara).
clara menunjuk teman-teman kelasnya sendiri yang mencoba membela elis yang sekaligus menyalahkannya. Seketika teman-teman kelasnya tidak ada satupun yang berani bersuara.
__ADS_1
"Ya sudah, kalian duduk kembali ke meja masing - masing, jangan sampai ada keributan lagi. sebentar lagi guru datang" ( Sahut ketua kelas).