
Setiap orang pasti merasakan yang namanya rasa bahagia, senang, sedih, kecewa dan marah. Dan yang aku rasakan saat ini adalah, aku tidak bisa menyimpan rasa bahagiaku. Setelah aku mengetahui bahwa diriku lulus untuk masuk di universitas pilihanku. Aku langsung menghubungi kedua orang tuaku untuk memberitahukan mereka. Merekapun ikut bahagia dan senang mendengar kelulusanku.
Namun ketika aku menghubungi Die, dia tidak menjawab panggilan telpon dariku. Berulang kali aku menghubunginya, tetap tidak ada respon darinya. Awalnya aku ingin menanyakan tentang hasil tes yang dia dapat. Aku mencoba mengirim dia SMS.
Dua jam kemudian, Die menghubungi aku.
"Hallo Die."
"Iya, ada apa Clara??"
"Kamu sekarang lagi dimana??"
"Aku dikontrakan, kenapa??"
Tidak tahu kenapa, aku merasa dia tidak seperti biasanya saat berbicara denganku seperti sekarang ini. Akupun mengurungkan niatku untuk menanyakan prihal hasil tes yang dia dapat. Ketika itu, aku memilih mengajak dia keluar dimalam hari. Selama ini dia tidak pernah menayakan ketika aku mengajak dia keluar. Situasi saat ini benar - benar berbeda.
"Aku hanya ingin mengajak kamu makan diluar malam ini."
"Aku tidak bisa, soalnya uangku pasa - pas. aku belum dapat kiriman dari orang tuaku" ( Jawabnya ).
"Kamu tenang saja, untuk malam ini aku yang trakter."
"Dalam rangka apa kamu trakter aku segala."
Biasanya dia tidak pernah bertanya jika aku ingin mentrakter dia. Karena semenjak SMA, aku dan dia sudah sering sekali saling membatu dan aku juga kadang mentrakter dia. Tapi dia tidak pernah bertanya seperti ini. Aku semakin yakin ada sesuatu yang dia sembunyikan, tapi aku tidak berani untuk bertanya.
"Aku sudah mengetahui hasil tesku, aku lulus. Karena hari ini aku lagi bahagia dan senang, jadi aku ingin mentrakter kamu makan malam ini." (Jawabku).
"Tapi aku tidak bisa, soalnya kendaraanku lagi di perbaiki dibengkel."
"Ya sudah kalau begitu, nanti aku pinjem kendaraan tante ku, kebetulan dia bakalan keluar bersama pacarnya. jadi tanteku tidak memakai kendaraannya. Malam ini biar aku yang jemput kamu. Kalau untuk ke kontrakan kamu, aku sudah hafal jalannya."
__ADS_1
"Ada SMS masuk, tunggu dulu!. ( Aku diam sejenak menunggu dia membaca SMS masuk diponselnya ).
Sepertinya aku juga tia bisa keluar sama kamu malam ini." ( Sahutnya ).
"Loh kenepa?"
"Barusan aku baca SMS dari teman, mereka mengajak aku main futsal nanti malam. Aku merasa tidak enak menolak ajakan mereka. Dan aku juga sudah menyetujui akan datang malam ini. Jadi sekli lagi aku minta maaf karena tidak bisa keluar malam ini bersama kamu."
"Tapi yang duluan ngajak kamukan, aku Dieeeee." (Menurunkan nada bicaraku ).
"Iya aku tahu, tapi mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa membatalkan ketika aku sudah menyetujui ajakan mereka."
"Ya sudah deh kalau begitu, aku tidak akan memaksa kamu."
Keesokan harinya, aku mencoba menghubungi Die lagi. Dia reject panggilan telpon dariku. Nggak lama kemudian aku mendapatakan SMS.
"Maaf aku lagi tidak ingin di ganggu Clara. Aku benar - benar ingin istirahat."
Setelah aku membalas SMS darinya, dia tidak membalas SMS dariku. Aku berpikir, mungkin dia benar - benar butuh istirahat.
Beberapa menit kemudian, aku mendapatkan ucapan selamat dari Kak Jho atas kelulusan aku yang diterima di universitas yang aku inginkan.
Dan yang membuat aku kaget, ketika Kak Jho bertanya bagaimana keadaannya Die. Saat itu aku binggung dengan pertanyaan Kak Jho, aku mencoba bertanya balik atas pertanyaan Kak Jho. ketika aku mendapatkan balasan SMS dari Kak Jho, aku kaget ketika aku membacanya.
"Die tidak lulus, sepertinya dia akan mendaftar kuliah di universitas lain. Dan aku juga dengar kemaren dari kakaknya pas main ke asrama, sepertinya juga Die mau istirahat satu tahun, dan tahun depan dia baru mendaftar untuk masuk kuliah. Itu si yang aku dengar kemaren pas kakaknya berbicara."
Ketika aku mendengar cerita dari Kak Jho, Akhirnya aku tahu jawabanya kenapa dari kemaren dia bersikap tidak seperti biasanya terhadapku. Aku tidak tahu bagaimana cara mengambil tindakan untuk memulai pembicaraan kepada Die. Aku takut aku melakukan sesuatu yang salah atau menyinggung dirinya.
Sorenya aku mencoba mengirim SMS ke Die. Dia tidak membalas SMS dariku. Akupun takut untuk menghubunginya, aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Bagaimanapun dia teman yang selalu ada untukku sampai saat ini, jadi aku ingin melakukan sesuatu untuknya. Tapi itu apa?, aku juga tak tahu. Akupun mencoba membiarkan dia hari ini, aku berpikir siapa tahu besok dia akan menghubungiku.
Sampai dua hari aku tidak mendengar kabar darinya. Aku memberanikan diri menghubunginya, tapi tetap tidak ada respon darinya, akhirnya aku berhenti untuk menghubunginya. Tetapi aku hanya mengirimkan dia SMS, menanyakan bagaimana kabarnya, tetap tidak ada balasan darinya. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku berpikir, mungkin dia mencoba untuk menghindariku. Akupun menyerah dengan keadaan saat itu, dan membiarkan begitu saja.
__ADS_1
Dua hari kemudian, aku mencoba menghubunginya lagi, tapi nomornya sudah tidak aktif. Aku sangat kaget, aku berpikir mungkin ponselnya mati.
Sore harinya aku mencoba menghubunginya lagi, ternyata tetap nomornya tidak dapat dihubungi, begitu juga dimalam hari, aku mencoba menghubunginya, tetap tidak ada hasil yang aku dapat.
Akhirnya aku memilih untuk menerima keputusannya. Aku berpikir dia sudah tidak ingin berteman denganku lagi. Aku mencoba menerima keadaan saat itu.
Dua minggu kemudian, Kak Jho mengajak aku untuk ikut latihan menari. Karena aku belum mulai masuk kuliah, aku merasa kenapa tidak aku menerima ajakan dari Kak Jho. Selama ini aku hanya diam di kos, dan itu membuat aku sedikit bosan.
Tepat jam 07:30 malam Kak Jho menjemputku. Sesampai tempat lokasi latihan, awalnya aku sangat senang. Saat pertama aku masuk ruang latihan, aku melihat beberapa teman yang cukup dekat denganku waktu masih SMA juga ikut serta. Tapi, perasan senang yang aku rasakan saat itu hanya sebentar saja. Saat aku melihat sekelilingku, aku melihat Die juga berada diruangan itu. Aku sangat kaget dan mencoba melemparkan senyum kepadanya, dia tidak membalas senyumku, yang ada dia berbicara dengan orang yang berada tepat disampingnya.
Pikiranku mulai terganggu, saat latihan pertamaku aku tidak bisa konsentrasi. Aku merasa cukup kecewa atas sikap Die terhadapku. Sudah dua minggu lamanya aku dan dia sudah tidak komunikasi lagi, ketika aku melihat dia aku cukup bahagia. Aku berpikir ingin mengajak dia berbicara, tapi dia bersikap seolah seperti orang yang tidak mengenalku. Rasa kecewa dan sedih itu yang aku rasakan.
Dua jam kemudian, Latihanpun berakhir.
"Kak, Sepertinya aku sudah tidak ingin latihan menari. Jadi besok kakak tidak usa jemput aku lagi."
"Kenapa?"
"Bercuma kak. Karena saat aku latihan, aku tidak akan bisa konsentrasi, posisi aku aku saat ini juga merasa tidak nyaman. Aku tidak sangup harus bertemu Die setip latihan, dia teman yang selama ini ada untuk aku. Aku tidak ingin menangis saat dia bersikap seperti sekarang ini terhadapku. Dia seolah ,- olah tidak mengenalku, Aku tidak ingin itu terjadi setiap aku latihan. Aku juga tidak pandai dalam menari, jadi lebih baik aku mundurkan diri dari sekarang."
Ketika Kak Jho mendengar penjelasan dariku, dia sangat mengerti apa yang aku katakan dan yanb aku rasakan. Diapun langsung mengatarkan aku pulang.
Ini bukan yang pertama kalinya untukku, merelakan seseorang yang berharga atapun yang aku cintai, baik itu pacar maupun teman. Mungkin aku akan selalu ingat bagimana kenangan yang pernah kita lalui bersama.
Melupakan ataupun mejauhi, memang sangat sulit untukku. Namun apalah dayaku, ketika pacar ataupun teman memilih untuk meninggalkanku. Aku yakin, dengan aku belajar merelakan mereka pergi meninggalkanku dengan ikhlas, maka aku pasti mendapakan yang jauh lebih baik, baik itu teman maupun pasangan. Tapi aku berharap, suatu saat jika aku jatuh cinta lagi, aku akan jatuh cinta pada seseorang yang benar - benar bisa mengerti dan menerima aku dan keluargaku apa adanya.
Tidak hanya itu, aku berharap jika aku menemukan seorang lelaki yang akan menjadi pacarku, aku berharap dia akan menjadi pasanganku untuk selamanya.
END
---------------------------------------------------------------------------
__ADS_1