
Apabila sebuah penyesalah merupakan sebuah pengalaman, lalu kenapa dia tidak pernah belajar tentang kesalah pahaman yang pernah terjadi. Dia orang yang tidak pernah bertanya kejadian yang sebenarnya seperti apa ke padaku. Dia hanya menilai sesuatu seperti yang dia pikirkan. Apakah aku sekarang harus mengalah. Iya tentu aku harus mengalah, karena kesalah pahaman ini terjadi karena irvan,pikir clara.
Clara tahu irvan melakukan itu karena dia sudah kesel terlebih dahulu ketika richy mengikutinya. Clara juga tidak bisa menyalahkan irvan, bagaimanapun dia tidak tahu kenapa richy sampai bersikap seperti itu padanya. Sementara clara tidak bisa mejelaskan ke irvan kalau richy itu sebenarnya adalah pacarnya. Clara takut irvan akan melaporkan kejadian itu kepada nenek dan kakeknya dan clarapun juga tidak bisa menjelaskn hal itu kepada riichy bahwa siapa irvab yang sebebarnha. Karena richy tidak memberikan clqra kesempatan untuk menjelaskan yang sebenarnya, sehinga terjadilah kesalahpahaman itu. Tidak ada pilihan lain, clara akhirnya memilih melanjutkan mencari ponselnya dan untungnya ponsel tersebut di temui irvan.
Sesamapi di rumah, clara mencoba menghubungi riichy. Clara sengaja memilih tidak memberitahukan atas kepulangannya kepada richy. Bukan tanpa alasan, melainkan karena hari itu tepat 1 tahun hari jadi mereka. Clara hanya ingin memberikan sebuah kejutan, tapi apa yang di rencanakan sepertinya akan sia - sia. Berulang kali clara mencoba menghubungi richy, tetap saja clara tidak mendapatkan respon.
Akhirnya clara memilih menghubungi ketiga sahabatnya. Clara ingin sekali bertemu dengan ketiga sahabatnya dan ternyata mereka ada kegiatan pelantikan malam di salah satu sekolah SMP buat anggota pramuka. Guru dari sekolah SMP itu meminta anggota pramuka dari SMA pertamanya clara untuk melantik murid SMP tersebut yaitu kegiatan melakukan kegiatan jilid malam itu juga. Ketiga sahabatnya lupa memberitahukan clara, karena merekapun baru mengetahui pagi itu disekolahnya. Ketiga sahabatnya adalah panita pramuka untuk jilid malam itu, itu berarti mereka akan tidur di sekolah SMP tersebut. Sekolah itu jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah SMA tempat sekola clara sebelumnya. Karena kedekatan clara dengan guru pembina pramuka di SMA pertamanya begitu akrab dan begitu juga ketiga sahabatnya, sehingga ketiga sahabatknya meminta clara datang dan menggunkan baju pramuka.
"Aku tidak punya baju pramukaku, semuanya sudah aku bawa. Lagian buat apa kalian menyuruh aku ketempat kalian menggunakan seragam pramuka?, kan aku bukan panita pramuka."
"Kita sudah izin sama pembimbing pramuka, dia mengiizikan kamu untuk menjadi salah satu panitia yang akan melantik anggota pramuka di SMP tempat kita sekarang ini. Lagian kamukan belum lama ini pindahnya, jadi nggak apa - apalah. Cuman satu malam, besok pagi kita sudah pulang kok."
"Tapi tetap saja aku merasa tidak enak jika aku tidak menggunakan baju pramuka."
"Bukannya kamu masih punya baju pramuka yang sudah lama tidak kamu pakai." ( Sahut ibunya clara yang ketika itu mendengar pembicaraan anaknya dengan ketiga sahabatnya melalu telpon).
"Tunggu aku dirumahmu, siap - siap saja kamu akan aku jemput." ( sahut putry ketika dia mendengar perkataan ibunya clara).
Tidak lama kemudian, putry benar-benar menjemput clara. pertama yang mereka lakukan yaitu saling memeluk satu sama lain.
"Kok kamu belum siapa - siap, bukannya tadi aku sudah bilang bakalan jemput kamu. Sekarang tidak ada alasan lagi kamu tidak mau ikut, aku sudah dengar apa yng dikatakan ibumu barusan."
Keadaan clara saat itu benar - benar tidak bisa menolak, clara berpikir tidak ada salahnya jika ikut serta. Baginya mungkin ini akan menjadi yang terakhir untuk bisa menjadi anggota pramuka, karena tidak mungkin bagi clara dia bisa melakukannya lagi di sekolah barunya.
Saat tiba di sekolah SMP tersebut, alclara bahagia bisa bertemu dengan semua anggota pramuka dari SMA sebelumnya. Clara melihat anggota pramuka dari SMP tersebut sedang sibuk mengatur barang bawaan mereka didalam tenda masing - masing, ketika itu juga teman - teman anggota pramukanya sebagian mereka bertanya bagaimana rasanya jadi murid baru kepada clara. Dengan senang clara menceritakan bagaimana kondisi yang dia rasakan disaat pertama masuk sekolah hingga selama satu minggu terakhir.
Setelah clara menceritakan tentanh prihal bagaimana rasanya menjadi murid pindahan, clarapun menceritakan kejadian sore itu kepada ketiga sahabatnya.
"Apakah sampai sekarang kak richy tidak memperdulikan panggilan telpon darimu?" ( tanya eny).
"Iyaaaa. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, mungkin dia akan meninggalkanku."
__ADS_1
Ketiga sahabatnya langsung memeluk clara ketiga melihat mata clara yang mulai terlihat berkaca - kaca. Tapi clara berhasil menahan air matanya agar tidak terjatuh dipipibya. Clara merasa sudah cukup, dia sudah terlalu sering menangis akhir - akhir ini.
Tanpak sengaja clara melihat salah satu anggota pramuka dari murid SMP tersebut, lelaki itu tidak asing bagi clara. Clara mencoba mendekat untuk mencari tahu siapa lelaki itu. Karena ketika itu menjelang magrib, lelaki itu terburuh - terburuh pergi berjlan ke arah musolah untuk melaksanakan sholat berjamaah. Keadaan clara saat itu tidak bisa melaksanakan sholat, sedangkan panitia berganti - gantian sholat karena harus menjaga tenda. Clara memilih menunggu didepan tenda anak lelaki yang barusan dia lihat, tidak lama kemudian anak laki itu kembali dan clara mencoba menyapanya terlenih dahulu.
"Rava ya?" ( tanya clara).
"Iya, ada apa ya kak?"
"Adiknya kak richy?" .
"Kok tahu?"
Wajar jika dia tidak mengenal clara, karena clara beberapa kali pernah melihat dia saat dirinya bersama richy dan ketiga sahabatnya yang saat itu sedang berada didekat tempat cetak foto yang tidak jauh dari rumah richy.
Clara akhirnya memperkenalkan diri bahwa dirinya itu pacar kakaknya lelaki tersebut.
Seketika rava langsung bertingkah, clarapun tidak heran. Bagaimanapun clara pernah mendengar cerita dari richy tentang bagaimana sifat adiknya. Ravapun mulai di goda oleh teman-temannya yang mendengar ketika clara memperkenalkan diri bahwa dirinya pacar richy. Meskipun begitu, clara tidak perduli meskipun dia juga mendapat godaan dari teman-teman rava. Menurut clara, seumuran mereka wajar melakukan hal seperti itu dan masih dibatas kewajaran.
"Karena kamu sudah tahu aku cari kakak kamu, aku boleh minta tolong nggak?, kamu hubungi dia untuk datang kesini malam ini. Lagian jilid malan kalian dimulai tepat jam 00:00."
"Tapi aku tidak punya ponsel kak, gimana donk?"
"Ya sudah, biar aku saja kirimkan dia SMS pakai ponselku. Tapiii, bolehkan aku mengataskan nama kamu?"
"Terserah kakak saja!!, Kakak kan panitia, yang pentinh kakak jangan mempersulitkan aku ya pas pelantikan jilid malam nanti".
Setelah deal, clara benar-benar mengirimkan richy pesan mengatas namakan rava.
Clara yakin bahwa richy pasti akan merespon pesan yang dia kirimkan itu.
Clara akhirnya memilih berkumpul bersama panitia lainya. Disaat mereka mendengar penjelasan dari pak ruslan ( Guru pembimbing pramuka di SMA pertamanya), tiba - tiba ada SMS masuk.
__ADS_1
Clara melihat, ternyata itu balasan SMS dari richy yang menanyakan dimana dirinya.
Tanpa menunggu lama, clara langsung membalas dan memberitahukan keberaannya malam itu.
"Kamu ngapain disitu?.Aku ingatkan, jangan pernah bawa - bawa nama adikku."
"Terus aku harus bagaimana agar kamu mau mendengar penjelasanku tetang apa yang telah terjadi sore tadi. Kalau kakak saja tidak memperdulikan panggil masuk maupun SMS dari ku, aku juga terpaksa harus bawa nama rava."
"Apakah harus aku mendengar penjelasan setelah aku melihat dan pengakuan lelaki itu kepadaku. Bukankah itu sudah jelas?, jadi penjepasan dan alasan apa yang akan kamu berikan kepadaku?.
"Baiklah kalau menurut kakak penjelasanku tidak penting lagi. Aku akan menunggu kakak disini mulai detik ini. Kalau kakak tidak datang sebelum jam 00:00, aku akan menggap diriku sudah tidak penting lagi buat kakak."
Walaupun balasan pesan terakhir yang richy kirim dan memberitahukan bahwa dia tidak akan menemui clara, tapi clara tetap memilih untuk menunggunl richy.
Waktu menujukan pukul 08:00 malam, clara berpindah tempat dan memilih menunggu di aula. Kebetulan di aula tersebut terdapat dua kursi panjang dan 1 meja. Aula disekolah tersebut terlihat sangat jelas ketika kita melihat kearah tengah lapangan dan juga terlihat sangat jelas dari luar lingkungan sekolah.
"Clara kamu tidak istirahat?. Jika kamu sudah mengantuk, tidur saja di dalam kelas bersama panitia lainnya. Bagaimanapun kita harus punya tenaga kembali disaat pukul jam 12 malam nanti dan aku yakin kegiatannya selsai pasti subuh nanti. Lebih baik sekarang kamu istirahat saja." ( Sahut pak ruslan).
"Iya pak, saya disini saja. Lagian saya juga belum mengantuk."
Beberapa panitia lainnya ikut bergabung duduk di aula, bahkan ada diantara mereka mencoba memejamkan mata berbaring di atas meja dan kursi yang tersedia.
"Clara, ko kamu sendrian disini, ini sudah jam 9, kamu tidak tidur?" ( Tanya tia dan ari).
"Siapa bilang aku sendirian, kamu nggak lihat 3 orang tertidur disini?".
"Iya kita lihat kok. Tapi merekan sudah tertidur, bahkan terlihat sangat pulas sekali. Apakah kamu masih berharap kak richy akan datang?. Jangan paksakan dirimu untuk menunggu dia, diakan sudah bilang kalau dia tidak akan datang." ( sahut tia).
"Aku akan tidur kalau sudah mengantuk kok. Kalian berdua kenapa juga belum tidur?"
"Aku juga belum mengantuk, ya sudah kita akan temanin kamu disini. Didalam juga ribut, Teman - teman pada bernyanyi didepan ruang tempat kita tidur dan aku yakin teman kita yang memilih tidur di aula ini pasti karena mereka tidak bisa tidur diruang kelas, heheheheh."
__ADS_1