
Keinginannya sampai rumah secepat mungkin terhambat. Saat perjalanan pulang ada dua orang yang berboncengan mengikuti mereka.
" Clara.... claraaa. " (Panggilnya).
Clara belum tahu siapa orang yang memanggil namanya, karena dia sendiri tidak mau menenggok kearah belakang.
"Kayanya mereka menggikuti kita terus deh, kalau aku perhatikan melalui kaca spion, mereka sepertinya berada di sekolah yang sama dengan kita."( Sahut eny).
Tetap dalam keadaan tidak mau peduli. Tidak lama kemudian, mereka mengendarain kendaraannya tepat disebalah kendaraan eny. Clara yang duduk keadaan menyamping, jadi dia tetap membelakangi mereka dan tidak bisa melihat siapa mereka.
" Tyoooo" ( Sahut eny).
Clara kaget ketika eny menyebut nama tyo, orang yang mengikutinya ternyata tyo bersama temannya.
"Bisa tidak kalian berhenti mengikuti kita." ( Sahut clara dalam keadaan kendaraan tetap berjalan).
"Kita tidak akan berhenti ngikutin kalian, jika kalian tidak berhenti sebentar" (Sahut tyo).
Tidak lama kemudian, rumahnya clara sudah terlihat. Clara meminta eny untuk tidak berhenti tepat didepan rumahnya. Clara takut akan ayahnya melihat dua laki- laki yang mengikuti mereka saat itu. Mungkin ayahnya akan berpikir mereka hanya temannya. Tetapi yang lebih clara takutkan, dia takut ayahnya masih menginggat wajahnya tyo. Walaupun kejadian ketahuan berboncengan bersama tyo oleh ayahnya saat itu sudah 2 tahun yang lalu, tetap saja membuat clara merasa was-was.
Eny mendengar perkataannya, dia tidak berhenti tepat depan rumah clara melainkan melewati depan rumahnya. Tyo bersama temannya ikut berhenti tepat dimana kendaraan eny berhenti. Clara memilih langsung turun dari kendaraannya eny.
" Hati - hati ya En!!" ( Sahutnya).
" Iya,,,Nanti sore aku jemput lagi" ( Sahut eny).
Setelah Eny pergi, tyo terus memanggil nama clara. Clara tetap tidak perduli dan langsung pulang kerumahnya.
Sesampai depan rumah, ternyata ayahnya telah melihat clara melewati depan rumah.
"Berhentinya kok nggak depan rumah, terus yang lelaki tadi teman sekolah kamu juga."
" Iya, kelewatan sedikit Ayah. Aku, eny dan dua laki - laki yang ayah lihat tadi mereka teman satu sekolahku. Keasikan ngobrol dijalan, jadi kelewatan gitu ayah."
"Ya sudah, kalau gitu kamu istirahat. Kapan-kapan jagan ngobror sambil diatas kendaraan, nanti kalian kenapa-kenapa".
Clarapun bergegas masuk kedalam rumah. Dia mengira ayahnya akan mengingat wajahnya tyo, untunglah tidak. Bisa jadi karena ayahnya tidak terlalu jelas melihat siapa lelaki yang mengikutnya tadi, sehinga dia tidak bisa mengenal wajah tyo. aaahhhh untungya ayah percaya, pikirnya.
Waktu begitu cepat berputar. Jam alarmnyapun berbunyi. Tidak terasa sudah pukul 2:00 siang, clarapun begegas mandi. Melihat seragam PASKIBRA yang dia kenakan sudah tergantung rapi di depan pintu lemarinya
Tiga puluh menit kemudian, eny sudah menjemputnya. Sebelumnya gurunya meminta semua anggota PASKIBRA sudah harus berkumpul di lapangan tepat jam 3:00 siang.
Clara dan eny sampai lokasi tepat pukul 2:50 siang. Dilokasi upacara banyak murid yang terlihat sudah datang dari berbagai kalangan sekola, baik itu SD, SMP maupun SMA. Sebenarnya upacara penurunan bendera akan dilaksanakan pukul 4:00 sore.
__ADS_1
Clara melihat saat itu semua anggota PASKIBRA yang sudah datang masih duduk santai. Tidak lama kemudian rehan yang juga merupakan salah satu anggota PASKIBRA tiba tepat dilokasi. Tapi dia tidak sendiri, dia datang bersamaan dengan tyo.
Karena upacara masih satu jam lagi di mulai, Tyopun memilih diam bersama rehan. Clara mencoba untuk tidak memperdulikannya.
"Clara..." ( Sahut rehan).
Rehan mencoba memanggil namanya. Saat latihan PASKIBRA dari awal, saat tiba waktu istirahat rehan selalu menghampiri clara dan mengajak menggobrol. Kadang-kadang mereka bercanda saling mengoda satu sama lain itulah yg membuat mereka menjadi dekat.
"Iya, ada apa rehan?" ( Jawab clara sambil tersenyum tidak jauh darinya).
"Duduk disini saja, ngapain duduk di keramaian begitu." ( Sahut rehan).
Sedangkan orang yang bersama rehan saat itu dia hanya menatap clara dan ikut tersenyum ketika clara menjawab rehan.
"Nggak, enakan juga duduk disini." ( sambil clara menjulurkan lida).
Saat clara menjulurkan lida ke rehan, richy melihatnya. Dia tidak langsung menghampiri clara, malah richy lebih memilih menghampiri rehan dan tyo. Mungkin dia mengira clara menjulurkan lidanya kepada tyo.
Tidak lama kemudian clara melihat putry dan tia. Mereka menyempatkan diri bergabung dengannya dan eny sebelum upacara dimulai.
Tiba-tiba clara melihat richy berjalan kearahnya, ternyata benar dia menghampiri clara.
"Kayanya ada yang sudah baikkan sama mantannya." ( Sahut richy).
"Emangnya dd kira aku tadi nggak lihat kamu julurkan lida" .
" Astaga kaakkk, tanya aja eny yang dari tadi sama aku. Aku julurkan lida ke arah rehan. Dia dari tadi panggil-pangil aku, bahkan dia ngajak aku duduk gabung sama dia, tapi aku langsung menolaknya."
"Ccciiiieee ada yang cemburuuuu" ( sahabat clara mencoba mengoda richy).
" Siapa yang cemburu, kalau aku cemburu nggak mungkin aku tadi hampiri tyo dan sekarang hampiri dd juga. Tapi sejak kapan dd dekat sama rehan, kok aku tidak tahu hal itu?"
"Bukan cuman aku yang dekat sama rehan, tapi eny dan anggota PASKIBRA lainnya juga satu sama lain dekat. Kita semua dekat semenjak menjadi anggota PASKIBRA".
Tyo terus melihat kearahnya, clara memilih tidak menceritakan apa yang sudah terjadi saat perjalanan pulang hari itu. Tapi clara benar-benar tidak tenang jika dia tidak menceritakan ke pada richy. Saat clara ingin memberitahukan yang terjadi siang itu, gurunyapun meminta semua anggota PASKIBRA untuk bersiap-siap mengatur barisan karena upacara akan segerah di mulai.
Sementara yang bukan anggota paskibrapun menuju barisan kelasnya masing-masing.
Rehan yang beridiri tepat didepannya, setelah beberapa menit berdiri sambil menunggu giliran penurunan benderah merah putih dibacakan, rehan tiba-tiba melontarkan pertanyaa.
"Ada hubungan apa kamu dan richy?".
Terdengar pembaca acara upacara membacakan...
__ADS_1
"Persiapan penurunan sang merah putih!!!".
Clarapun tidak sempat menjawab pertanyaan rehan, tapi rehan tidak menyerah begitu saja. Setelah selsai melaksanakan tugas penurunan bendera, upacara masih berlangsung sesuai dengan susunan-susunan acara upacara seperti biasanya. Di saat itulah rehan mencoba mempertanyakan tentang hububgan clara dan richy kembali.
" Clara kamu ada hubunga apa dengan richy??".
"Kamu pingin tahu untuk kamu sendiri atau untuk orang lain?"
"Iya aluntum akulah. Aku pingin tahu, bagamanapunkan aku juga teman dekatnya richy. Siapa tahu aku suka sama kamu, jadi kalau kamu memang dekat sama richy, aku kan bisa mundur." (sambil tertawa pelan).
"Kamu ya, nggak pernah serius kalau ngomong. kamu pasti saja ada bercandanya. Kalau kamu pingin tahu, kamu bisa tanya langsung kepada kak richy!!"
"Kan aku sekarang lagi bersama kamu, bukan lagi sama richy. Jadi aku tanya kamu saja,soalnyaaaaaaaaa.......".
"Soalnya apa??"
"Soalnya tyo minta nomor ponsel kamu. Kalau kamu punya hubungan yang special sama richy, ya aku nggak akan berikan nomormu ke tyo. Tapi kalau kamu sama richy hanya sekedar berteman saja, ya aku minta izin ke kamu untuk aku berikan nomormu ke tyo. Bagaimanapun mereka berdua adalah temanku."
"Clara berhenti mengobrol." ( Sahut verry, Kebetulan dia pemimpin pasukan Paskibra).
Verry terus memperhatikan dirinya yang membuat clara memilih diam dan tidak menjawab rehan.
Upacara penurunan bendarapun berakhir. Untubgnya tidak terlalu melelahkan, karena cuaca di sore hari tidak seperti di pagi hari yang membakar tubuhnya.
Clara, eny, tia dan putry, tidak langsung bisa pulang karena kemacetan dan kendaraan terlalu sulit untuk keluar dari tempat parkir. Clarapun bergegas mencari kamar kecil, sementara temannya yang lain tetap menunggu dekat parkiran. Clara lupa sebelum upacara penurunan bendera, ponselnya telah di titipkan kepada richy.
Karen di sudah kebeley, sehibgga dia memilih nanti saja mencari richy dan meminta temannya untuk menghubungi ponselnya setelah balik ke parkiran.
Di perjalan saat clara akan balik dari kamar kecil, ternyata dia tidak bisa langsung kembali ke tempat parkiran. Tepat didepannya ada tyo menghalangi jalannya. Banyak anak sekolah yang masih lalu lalang saat itu.
"Aku mau bicara sama kamu." ( Sahut tyo).
"Tapi aku nggak ada waktu untuk berbicara sama kamu."
Tyo mencoba menarik tangan clara agar langkah clara tetap terhentikan olehnyam
"Kamu maunya apa sih?, lepasain nggak tanganku." ( Clara mulai menaikan nada bicaranya).
"Aku hanya ingin bicara sama kamu sebentar saja." ( Jawabnya).
"Tapi aku sudah tidak mau bicara sama kamu sama sekali. Tatap wajah kamu saja buat aku kesel, apalagi harus meluangkan waktuku hanya untuk berbicara sama orang yang sudah nyakitin aku."
matak clara mulai berkaca-kaca. Karena emosi yang di tahannya selama beberapa tahun terakhir, akhirnya clarapun meluapkan semua unek-uneknya kepada tyo.
__ADS_1
"Aku tahu diriku memang salah. Tapi aku belum mengatakan putus selama ini tentang hubungan kita, aku ingin kita bisa dekat lagi." ( Sahut tyo ).