My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Di balik senyumku ada kesedihan


__ADS_3

Selama satu minggu, clara berubah menjadi orang yang tidak banyak bicara. Sahabatnyapun menyadari perubahan clara. Mereka terus mempertanyakan kenapa sikap clara akhir - akhir ini berbeda, clara hanya bisa memberikan jawaban bahwa dia tidak apa - apa.


Berbeda dengan richy, selama satu minggu terakhir dia tidak pernah mempertanyakan sikap clara yang tidak terlalu banyak bicara. Clara berpikir mungkin dia tidak menyadarinya atau dia sebenarnya menyadari perubahan sikap clara, hanya sana dia tidak mau mempertanyakan apa - apapun terhadap perubahan sikap clara.


"Teman - temanku satu minggu lagi UTS, bagaimana kalau kita belajar bersama setiap jam 3 siang di rumahku?!" ( celetuk putry).


Sahabat clara setuju, sedangkan clara hanya terdiam tidak memberikan respon apapun.


"Clara..., kamu gimana, setuju tidak?" ( tanya eny).


"Iya, aku setuju kok. Terus kapan kita mulai belajar barengnya?" ( jawab clara).


"Hari ini, Karena lima hari lagi kita UTS. Jadi lebih cepat lebih baik." ( Sahut Putry).


Seperti janji yang dibuat, saat jam 3 siang clara berangkat menuju rumahnya putry. mereka menyelsaikan untum belajar bersama tepat jam lima sore.


Keesokan harinya, clara berangkat seperti biasa tepat jam 3 siang kerumah putry. Akan tetapi mereka mengakhiri belajar bersamanya hari itu lebih cepat di bandingkan hari pertama.


"Apakah ini waktu yang tepat ya untuk menceritakan semuanya ke sahabat - sahabatku tentang perpindahanku ini" (pikir clara).


"Claraaaaa, kamu benar - benar aneh deh. Satu minggu terakhir ini kamu tidak seperti biasanya, biasanyakan kamu kalau sama kita-kita banyak bicara. Kita tahu sikap kamu cuek dan tidak terlalu banyak bicara kepada orang yang tidak terlalu dekat denganmu. Tapi kamu tidak pernah seperti itu kepada kita semua, sedikit berbicara itu bukan sikap kamu kepada kita. Jadi aku yakin, pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kita bertiga, iyakan?" (tanya putry).


Clara emilih memeluk ketiga sahabatnya, tetesan air matanya sudah tidak bisa dia bendung lagi. Saat itu clara benar tidak tahu harus memberitahu mereka dimulai dari mana, clara benar - benar bingung. Clara menyadari dan mengakui bahwa seperti apa yang baru saja putri katakan. Dia sendiripun merasa tidak nyaman dengan sikapnya sendiri, karena dia merasa itu bukan dirinya.


" Kamu kenapa clara, kenapa kamu menangis?" ( tanya putry).


"Kamu cerita semua ke kita, siapa tahu kita bisa bantu" ( sahut tia).


" Aku tidak yakin kalian bisa bantu aku, aku diminta oleh kedua orang tuaku pindah sekolah. Aku tidak mau, tapi aku harus melakukannya."

__ADS_1


Merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja clara ucapkan dan ketiga sahabatnyapun berpikir bahwa itu hanya sebuah canda dengan maksud ingin menggerjai mereka.


"Kamu bercanda ya??" ( tanya eny).


"Kali ini aku bebar-benar seirus. Kalian ngrasain sendirikan gimna perubahan sikapku akhir - akhir ini. Aku seperti itu, karena aku kepikiran tetang perpindahanku."


"Apa yang membuat orang ta Kamu ingin memindahkan kamu sekolah. Setahu kita semua, kamu selama di sekolah tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun. Dan kamu juga selama ini mematuhi pelaturan ayah kamu. Kamu tidak boleh keluar rumah kecuali sesuatu yang bersangkutan dengan kegiatan sekolah, kamu selalu patuhi itu. Lalu bagaimana bisa kita percaya dengan perkataan kamu clara?" ( celetuk putry).


Perlahan - lahan clarapun menceritakan semuanya.


"Ayahku takut, aku melakukan kesalahan yang aku lakukan waktu duduk dibangku kelas 2 SMP terulang kembali. Itu sebabnya dia ingin memindahkan aku ke sekolah lain."


"Kita semua tahu masalah itu dan kita juga tahu penyebab kamu tidak boleh keluar rumah selain kegiatan sekolah itu semua karena kejadian saat itu. Tapi kenapa sekarang harus pindah sekolah, apakah ayah kamu tahu bahwa tyo sekarang satu sekolah dengan kamu?." ( Sahut Tia).


"Mana mungkin ayahkau rahu tyo satu sekolaj denganku. Ayahku tahu betul bagaimana sikap Ibuku yang tidak akan pernah bisa melarang jika aku ingin melakukan sesuatu. Ayahku takut, jika dia bekerja jauh dari keluarganya, aku mulai tidak mematuhi pelaturan yang aku lakukan sekarang. Dia takut aku mulai keluar rumah, keluar rumah bukan karena bersangkutan dengan kegiatan sekolah. Jadi ayahku memilih memindahkan aku sekolah dan tinggal bersama nenekku. karena Ayahku tahu, aku tidak akan berani membatah perkataan nenekku".


"Lalu, apakah kanu sudah memberitahukan tentang semua ini kepada kak richy?" ( tanya eny).


"Besok pagi kita bertiga akan jemput kamu sekolah." ( sahut putry).


"Kenapa kalian bertiga yang menjemput aku, kan biasanya eny yang menjeput aku."


"Pingin saja. Iyakan?"( Jawab putry).


Yang lainpun habya menganggukan kepala meskipun tidak tahu niat dan maksdu rencana putri yabg akan menjemput clara.


Pagi - Pagi sekali, calara baru saja memulai mengenakan seragam sekolahnya. Tiba - Tiba saja, ketiga sahabatbya sudah terdengar didepan rumah clara. Akan tetapi pagi itu berbeda, mereka yang biasa tidak masuk kerumah ketika menjemput clara sekolah malah sebaliknya. Clara benar-benar tidak tahu apa yang sudah di rencakan ketiga sahabatnya itu.


Ayannya clarapun keluar rumah dan langsung duduk diteras rumahnya. Ketiga sahabat clarapun menyapa ayahnya clara yang saat itu sedang menikmati teh yang selalu dibuat oleh istrinya. Sambil mereka menungguku, ketiga sahabatpun memberanikan diri berbicara kepada ayahnya clara.

__ADS_1


"Om kita boleh nanya nggak?"


"Bolehlah."


"kita dengar dari clara katanya dia akan dipindahkan sekolah ya om?" (tanya putry).


"Clara cepatan sedikit, kasihan teman-temannya bunggu tuh!!!" (sahut ibunya clara).


" Tidak apa - apa ko tante, ini masih terlalu pagi juga buat kita berangkat ke sekolahnya" (sahut eny).


"Om,,,.kita sudah dengar semuanya dari Clara. Apakah benar Clara akan dipindahkan sekolah." (tanya tia kembali).


"Iya, itu benar nak".


"Kenapa harus pindah sekolah sih om , Kita nggak mau clara dipidahkan sekolahnya." ( sahut putry).


"Om tidak perlu menjelasakn alasannya kenapa, mungkin clara sendiri sudah memberitahukan kalian alasannya."


"Tapi kan om, selama ini clara tidak pernah tidak mematuhi pelaturan yang om berikan ke padanya. Clara juga banyak dikenal oleh guru - guru di sekolah sebagai anak yang baik dan aktif om." ( sahut tia).


"Iya, om juga tahu akan hal itu. Hanya saja, akan lebih baik jika om melakukan ini sebelum yang tidak kita inginkan terjadi, malah nantinya terjadi. Kita tidak pernah tahu bagimana prilaku seseorang kedepannya, karena semua orang pasti akan berubah. Om takut dia berubah, bagaimanapun kalian semua masih labil. Apalgi coara terlalu dimanjakan oleh om sendiri, terutama ibunya. Jadi om tetap akan memindahkan dia sekolah ketempat neneknya."


Clara ternyata juga mendengar apa yang dikatakan clara terhadap sahabat-sahabatnya. Tidak ada pilihan lain lagi, clara sudah pasti akan di pindahkan ke sekolah lain.


"Semuanya, ayo kita berangkat sekolah aku sudah siap nih." (ceketuk clara sambil tersenyum).


Dalam perjalan berangkat sekolah, ketiga sahabat clata hanya bisa ikut terdiam ketika mereka melihat mata clara mulai berkaca - kaca. Clara mencoba menutupi kesedihanya dan bahakn dia berpura-pura tidak mendengar pembicaraan ketiga sahabatbya itu dengan ayahnya.


"Tuhan bolehkah aku menangis?. Air mata ini , bukan aku yang menginginkannya. itu semua terjadi begitu saja. Aku sungguh sudah tak sanggup untuk menyembunyikan rasa sedih ini di balik senyumku."

__ADS_1


Perkataan itu tersirat begitu saja dari lubuk hatinya clara, sambil menundukan keplanya saat dalam perjalanan menuju sekolahnya .


__ADS_2