My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Sakitnya itu di bibir, buka di hati


__ADS_3

Tidak terasa setelah satu minggu aku menerima rapot, semua murid disekolahku mulai aktif belajar seperti biasanya. Semenjak aku mulai masuk semester akhir, kakekku mulai mengizinkan aku membawa kendaraan sendiri. Aku sangat senang, karena setiap pulang sekolah aku tidak perlu harus menunggu jemputan lagi.


Baru satu bulan lamanya aku membwa kendaraan. Saat itu aku baru pulang sekolah, seperti biasanya aku langsung mengantikan seragam sekolahku dengan baju yang sehari - hari yang biasa aku kenakan. Baru beberapa menit aku berbaring dikamarku sambil mendengar music dari ponselku, tiba - tiba kakekku memanggil, dan meminta aku membelikan bensin menggunakan jerigen yang ukurannya 5 liter.


"Kebetulan kamu datang Lia, sekarang kamu temanin kakak ke POM bensin ya" ( Sahutku ).


"Ngapain ke POM kak?".


"Barusan Kakek meminta aku membelikan bensin yang akan dia gunakan untuk perahunya menggunakan jerigen ini, dan Kakak tidak tahu bagaimana cara membawanya nanti, takutnya nantin bensinya tumpah".


"Iya Lia temanin".


Saat dalam perjalanan, sebelum aku belok memasuki POM, dari jauh aku sudah menyalahkn reting kendaraanku. Akan tetapi sesuatu yang tidak pernah terduga saat itu terjadi kepadaku. Seseorang yang mengendarai kendaraan tepat dibelakangku, dia asik bercanda dengan seseorang perempun yang dia bonceng. Sehingga dia menabrakku dengan keras, dan terjadilah kecelakaan. Karena banyak yang melihat kejadiaan saat itu, dan orang yang menabrakku tahu dirinya salah, dia langsung kabur dan dikerja oleh beberpa orang yang berada disekitar itu. Cuaca saat itu begitu panas, terik matahari begitu terasa membakar kulitku. Dan lebih parahnya lagi, aku dan adikku Lia terluka. Badanku hanya memar, akan tetapi bagian kondisiku yang lebih parah terdapat pada bibirku, bibirku bengkak dan telihat jelas mengalami luka dalam. Karena posisi aku saat itu terjatuh dalam keadaan tengkurap dan mencium aspal yang begitu panas. Sedangkan Lia kaki kirinya terluka sangat parah, kakinya melepuh karena posisi bagian kenalpot motor yang kita kendarai tepat diatas kaki kirinya.


Aku dan Lia langsung dibawa ke puskesma terdekat, kita tidak dirawat inap. Hari itu juga kita langsung diantarkan pulang. Tepat sampai rumah, semua keluargaku yang melihat keadaanku dan Lia saat itu menangis.


Akupun menceritakan kejadian itu kepada Kak Richy dan ketiga sahabatku. Bahkan aku mengirimkn mereka foto bibirku, awalnya ketiga sahabatku mereka simpati atas kecelakaan yang aku alami. Tetapi ketika mereka menerima foto yang aku kirim, yang ada mereka mentertawakanku. Sedangkan Kak Richy merasa sangat kuatir. Aku mencoba menenangkan dia. Begitu juga kondisi ibuku, hari itu juga dia berangkat kerumah nenek untuk menemuiku. Sedangkan aku tidak memberitahukan ayahku, karena aku tidak ingin dia khawatir tentang kondisiku yang sekarang.


Keesokan harinya, setelah jam pulang sekolah, beberapa teman kelasku datang menjenggukku. Sama seperti ketiga sahabatku, teman - teman kelasku saat pertama mendengar aku kecelakaan, mereka sungguh simpati kepadaku. Akan tetapi sikap mereka berbeda ketika menjenggukku, meteka tertawa keras ketika melihat kondisi bibirku. Aku tidak marah sama sekali ketika mereja mentertawakanku, karena kondisi bibir atasku saat itu masih sangat bengkak. Sudah pasti wajahku jadi terlihat lucu.


Tiga hari sudah aku tidak masuk sekolah, aku sudah mulai merasa bosan, walaupun saat dirumah aku ditemanin ibuku selama 3 hari itu dan Kak Richy juga sering menghubungiku. Tapi aku benar merasa jenuh. Ketika di malam hari, aku mencoba meminta izin kepada ibuku.


"Bu besok aku pingin kesekolah" ( Sahutku ).

__ADS_1


"Bagaimana dengan bibirmu yang masih terlihat bengkak??".


"Lagian badanku sudah tidak merasa sakit sekali, begitu juga dengan bibirku. Walaupun bibirku masih dalam keadaan bengkak, tapi aku bisa menggunakan masker saat kesekolah besok. Aku juga sudah masuk semester akhir, aku takut terlalu banyak pelajaran yang ketinggalan bu".


"Iya sudah terserah kamu, kalau kamu sudah merasa enakkan, ibu senang. Tapi kalau kamu merasa tiba - tiba sakit besok disekolah, jangan paksakan diri ya nak".


"Iya Bu".


Aku berbicara dengan ibuku tepat didepan kelurgaku yang lainnya. Jadi sudah pasti mereka mendengar semua pembicaraanku saat itu.


"Kakek besok saya minta dianterin ya, karena aku masih takut mengendarai motor sendiri" ( Sahutku ).


"Iya".


"Clara, kamu sudah mulai masuk sekolah lagi. Keadaan kamu memangnya sudah membaik? ( Tanyanya ).


"Keadaanku sudah membaik, hanya saja keadaan bibirku masih bengkak".


"Maaf ya, aku tidak pernah menjengguk kamu. Aku mau menjengguk kamu, tapi aku malu pergi sendiri. Karena setiap aku SMSan sama kamu, ketika aku tanya siapa saja dirumah kakek kamu, kamu pasti bilang banyak orang. Apalgi ada ibu kamu".


"Iya - iyaaa, nggak apa - apa Die, lagian juga kamu selalu tanya kabarku setiap malam. Aku juga bosan, apalgi kalau kamu menjengguk aku, tambah bosan lagi aku" ( aku mengatakan dengan nada bercanda ).


"Sekarang boleh donk Die lihat bibir kamu. Soalnya keesokannya setelah tema kelas kamu menjenggukmu sebelumnya, mereka tertawa menceritakan kondisinya kamu. Memangnya seberapa parah dan lucunyanya sih?".

__ADS_1


"Kalau sekarang sudah tidak terlihat lucu, bibirku sudah tidak separah saat mereka menjenggukku"


"Iya nggak apa - apa. Lepasin donk maskernya, aku mau lihat!!"


"Aku tidak maauuu".


Saat jam pelajaran dimulai, aku melepas maskerku karena aku sudah merasa risi memakai masker terlalu lama. Kebetulan juga semua teman kelasku sudah pernah melihat kondisi bibirku, jadi aku tidak perlu merasa malu.


"Ow ya Clara Senin besok kelas kita semuanya sudah mulai aktif les Dari jam 3 siang sampai jam 05:00 sore" ( Sahut Ai ).


"Apakah hanya kelas kita saja?".


"Semua murid dari kelas 3, baik itu jurusan IPA, IPS maupun jurusan Bahasa".


"Hmmmm, terimaksih infonya Ai. Aku baru saja 3 hari tidak masuk sekolah, tapi aku merasa sudah banyak ketinggalan informasi. Aku boleh tidak pinjeman catatan pelajaran kamu yang tiga hari sebelumnya, semua pelajaran selama aku tidak masuk sekolah kemaren".


"Boleh donk, kamu mampir saja nanti saat pulang sekolah dirumahku".


"Ok deh".


Walaupun aku belum merasa sempurna, tapi dengan mempunyai teman seperti mereka membuat hidup aku merasa sudah lengkap.


Aku pindah sekolah karena suatu alasan, pada awalnya aku pikir aku tidak mungkin mendapatkan teman yang akan mengerti dan cocok dengan karakterku. Mungkin ini suatu alasan, ini jalan yang diberikan Tuhan kepadaku, mereka mulai hadir di kehidupanku semenjak aku pindah sekolah, dan aku selalu mendapat dukungan dari teman - teman kelasku maupun teman yng tidak berada di satu kelas denganku. Terimakasih, karena kalian telah muncul di kehidupanku.

__ADS_1


__ADS_2