
Aku merasa Die merupakan teman yang selalu menjadikan dirinya sebagai sandaran untukku. Ketika aku merasa sedih, kadang aku sangat memerlukan waktu untuk sendri. Akan tetapi ketika aku membutuhkan seseorang, Die termasuk salah satu orang yang selalu memberikan kenyamanan untukku.
Tidak terasa, tiba waktunya menerima kelulusan. Aku lebih dulu ke sekolah dibandingkan ibuku. Beberapa jam kemudian, acara penerimaan kelulusan dimulai, ibu yang sudah hadir ketika itu, dia langsung bergabung duduk dengan wali - wali murid lainnya. Karena hanya wali murid yang diperbolehkan masuk ruangan kelas, sehingga semua murid yang seangkatan denganku pagi itu berkumpul ditengah lapangan.Tapi Tami temanku dihari penerima kelulusan dia juga tida bisa hadir, karena dia akan diam dimalang sampai aktif kuliah.
Sejenak aku melihat sekelilingku, dan mendengar diantara mereka saling melemparkan pertanyaan, apakah kita semua lulus. Akupun juga mempertanyaan itu kepada teman yang berada duduk dekat dariku.
Satu jam kemudian, semua wali murid keluar dari ruang kelas, aku segera mencari ibu. Aku Kesusahan mencari ibuku, karena terlalu banyak wali murid yang keluar dari ruangan itu dan banyak murid - murid yang mencari orang tuanya. Tidak lama kemudian, Ai Yang saat itu bersamaku, dia melihat ibuku. Aku pun menghampiri ibuku..
"Apakah aku lulus??".
"Semua angkatan kamu lulus Nak, selamat ya anakku" ( Sahut ibumu sambil tersenyum ).
Aku langsung memeluk ibuku, aku merasa sangat bahagia. Akhirnya aku terbebas dari seragam putih abu - abu ini. Akan tetapi aku sangat sedih, karena harus berpisah dengan teman - temanku. Aku yakin, masa putih abu -abu adalah masa yang paling indah, walaupun hubungan percintaanku tidak berjalan sesuai keinginanku. Tapi bagaimanapun terlalu banyak kenangan di masa putih abu - abu, aku pasti akan merindukan masa - masa ini.
"Buuuu, Sepertinya aku tidak bisa balik langsung kerumah nenek bersama ibu sekarang ini. Aku masih pingin lama di hari terakhir aku disekolah ini. Aku juga ingin mengambil beberapa foto berasama teman - teman aku" ( Sahutku ).
"Ya sudah, kalau begitu ibu balik duluan. Hati - Hati, jangan kesorean pulangnya!!".
"Siappp Buu!!!".
Ketika aku kembali ke tengah lapangan, hanya beberapa murid yang seangkatan denganku yang masih terilihat di dalam lingkungan sekolah. Salah satu diantara merekapun, namanya tidak ada yang aku kenal sama sekali. Aku kebinggungan, sementara aku tidak membawa kendaraanku.
__ADS_1
"Kalau begitu, mendingan tadi aku pulang bersama ibuku saja" ( pikirku ).
Akupun melangkahkan kakiku, tiba - tiba seseorang menyapa dan menepuk bahuku, aku sempat kaget. Ketika aku membalikan badanku, aku melihat Die tersenyum kepadaku.
"Hay" ( Sapaan Die ).
"Dieeee".
"Sekarang kamu mau kemana?" ( Tanyanya ).
"Aku mau pulang Die"
"Teman yang lain yang mana??. Kamu lihat saja disekeliling kamu, sudah banyak yang pada pulang. Sekolah sudah sepi, ngapain diam lama sendirian, mending aku pulangkan?".
"Kamu bawa kendaraan nggak??" ( Tanya die).
"Aku nggak bawa kendaraan".
"Terus kamu mau pulang jalan kaki begitu?".
"Gilllaaa kamu, mana mungkin aku pulang jalan kaki. Ya aku niatnya mau naik ojek, kalau aku nggak nemu ojek, aku telpon orang dirumah Nenekkulah minta dijemput" ( Sahutku ).
__ADS_1
"Jawabannya sadiss sekali. Gimana kalau kita ikut bergabung dengan teman yang lainya keliling buat ngerayain dihari terakhir kita memakai seragam putih abu - abu kita" ( Die tetap tersenyum, walapun aku sendiri menjawab dia cukup menyebalkan ).
"Kan aku barusan bilang aku nggak bawa kendaraa Dieeeee".
"Kalau aku ajak kamu, itu berarti aku meminta kamu berboncengan bersama aku. Kamu tenang saja nanti aku antar kamu pulang kerumah Nenekmu".
Akupun menerima ajakan Die. Ketika dijalan raya, aku melihat banyak teman - teman SMAku berhenti dipinggir jalan. Merka tidak hanya pilox baju, mereka juga merayakannya saling mencoret - coret baju seragam.
Tiba - Tiba Die berhenti dikeramian saat itu juga, Aku sangat mengenal mereka semua. Sebagian dari mereka anak kelas IPA cukup dekat dengankku dan sebagian anak IPS yang aku kenal. Mereka sibuk saling bergantian coret - coret baju, aku mencoba menjauh dari mereka. Mereka yang melihat bajuku masih terlihat bersih, belum terlihat ada coret - coretannya sedikitpu. Mereka mencoba mengapaiku, aku terus berlari tapi mereka terus mengejarku. Akhirnya aku menyerah, dan membiarkan mereka pilox dan mencoret bajuku. Tapi aku meminta kepada mereka agar jilbab dan rok yang aku kenakan tidak ikut dicoret. Merekapun mendengar permintaanku.
"Maaf ya Claraaaaa, gara - gara aku berhenti kamu jadi kena juga" ( Sahut Die ).
"Aku nggak apa - apa kok. Mau bagaimana lagi sudah terjadi begini, aku cukup menikmatinya kok Die" ( Aku melemparkan senyum, agar dia tidak merasa bersalah ).
"Kalau begitu aku boleh nggak coret baju kamu" ( Sahut Die. Akupun mengizinkannya ).
Beberapa dari mereka diam - diam mengambil fotoku saat Die mencoret seragamku tepat dilengan bajuku. Aku yang melihat mereka mengambil foto, aku membiarkannya begitu saja. Setelah itu kita tidak lupa mengambil foto bersama saat itu. Kitapun melanjutkan perjalanan menuju pantai. Saat menuju perjalanan kepantai, didepan terlihat Pol PP sedang mengadakan pemeriksaan satu persatu murid yang menerima Kelulusan saat itu. Karena tidak ada satupun yang membawa senyata tajam dan kita semua mengendarai kendaraan tidak ada satupun yang ugal - ugalan, Pol PP yang bertugas mejaga keamaan hari itu membiarkan semua kita semua melanjutkan perjalanan.
Tepat jam 12 siang, Die mengantarkan aku pulang tepat sampai depan rumah Nenekku.
Aku sangat menyadari, bahwa faktanya hari ini merupakan hari terakhir aku menggunakan putih abu - abu. Aku sangat bahagia, karena dihari kelulusanku, aku bisa bersama teman - teman yang aku kenal walaupun tidak semuanya berkumpul di tempat yang sama. Tapi aku yakin, ini tidak akan menjadi akhir dari petemananku dengan mereka. Aku merasa ini merupakan hari kelulusan terindah yang aku rasakan. Sejauh apapun perpisahan diantara aku dan teman - teman SMA ku atau sesibuk apapun kita nanti, dan meski tujuan kita setelah lulus ini berbeda, aku percaya semua itu tidak akan memutuskan pertemanan antara aku dan mereka semua.
__ADS_1