My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Entah apa yang merasukinya


__ADS_3

Tim basket yang sebelumnya sudah terbentuk, baik itu dari tim basket perempuan dan tim bakset dari laki - laki mereka sudah biasa latihan bersama. Clara dan tami merupakan anggota baru yang masuk ke tim basket. Akan tetapi tami dan anggota basket yang sudah ada sebelumnya sudah lama saling mengenal, jadi tidak ada kecanggungan dan masalah bagi tami. Berbeda denga clara, dihari pertama latihan dia merasa canggung. Untungnya meskipun ada anggota yang baru masuk, tapi mereka semua welcome atas terpilihnya clara masuk ke dalam tim basket.


Semakin hari clara semakin menikmati bermain basket. Latihan sudah hampir dua minggu, clara dan anak bakset lainya cukup akrab begitu pula dengan tim basket laki - laki disekolahnya.


Sudah tidak ada kecanggung lagi antara clara dan semuanya, bahkan mereka sudah mulai melempar candaan di saat sebelum latihan.


Tidak terasa, yang di mana satu minggu lagi clara akan mengahadapi UTS (ujian tengah semester), guru olaraga yang sekaligus pelatih tim basket meminta semua tim basket untuk mengurangi waktu latihan sementara waktu hingga ujian mereka selsai dan tetap fokus pada point utama mereka sebagai murid.


Waktu begitu cepat berputar, tidah terasa hampir dua minggu lamanya mengahadapi ujian tengah semester dan akhirnya berakhir juga. Clara merasa bebannya sedikit terasa mulai berkurang, tinggal menunggu hasilnya. Hari di mana hari terakhir ujian, hari itu juga clara memilih pulang kerumah tanpa basa basi di sekolah dengan teman-teman di sekolahnya. Tepat setelah dua jam claraberistirahat dirumah, ada pemberitahuan masuk melalui SMS dari kapten basket mengatakan bahwa sore itu juga akan ada latihan basket terakhr kalinya dan latihan seperti jam biasanya.


Tiba di sore hari, clara berangkat ke sekolah untuk latihan. Sebelum latihan, semuanya tim basket perempuan maupun laki-laki sudah berkumpul. Tidak lupa pelatih basket memberitahukan bahwa alasan hari itu adalah hari terakhir latihan, bukan tanpa alasan. Melainkan karena besok murid-murid dari sekolah lain sudah tiba di sekolahnya.


Seperti biasanya setelah selsai melaksanakan latihan basket di sore hari, clara memiliha langsung pulang kerumah dan berbaring diatas kursi yang berada di ruang tamu. hampir dua kinggu lamanya sudah tidak latihan, sehingga di saat kembali latihan clara sedikit lelah hingga tertidur di kursi ruang tamu.


Melihat clara yang tertidur sangat pulas, adik sepupunya yang paling kecil tetap memilih membangunkan clara untuk memberitahu bahwa ponselnya semenjak tadi tak hentinya berdering.


Clara terbangun akan tetapi setengah sadar. Mendengar ponselnya berdering kembali, clara langsung menerima panggilan masuk tersebut tanpa melihat layar ponselnya.


"Hallo, Ini siapa?"


"Clara ini aku teman kelas kamu??"


"Teman kelasku, emangnya ini siapa?" ( masih keadaan mengantuk ).


"Kamu tidak menyimpan nomorku?, aku desi teman kamu."


Clara langsung terbangun ketika mendengar itu desi karena mereka sangat dekat dan akrab satu sama lain. Desi tidak lain adalah kenalan clara semenjak duduk dibangku kelas 1 SMP. Tidak hanya itu, sebelum clara pindah sekolah juga mereka sempat berada di satu kelas yang sama di kelas 2 IPA1.


" Astaga des aku minta maaf yaa. Bukannya aku tidak menyimpan nomormu dari dulu, hanya saja aku mengantikan ponsel semenjak pindah sekolah itu. Jadi semua kontak teman yang aku simpan sebelumnya hilang karena tidak sempat menyimpannya kembali di ponsel yang sekarang aku pakai. Ngomong-ngomong ada apa ya des, tumben kamu menelpon aku?. Tapi inikan nomor baruku, dari mana kamu mendapatkannya?"


" Iya clara, aku baru ingat klau kamu pindah sekolah ke SMA 1 ****. kan disekolah kamu adakan porseni ( pertandingan ) itu dan mengundang sekolah - sekolah lainnya kan. Nah kebetulan aku ikut serta yang mewakili sekolahku, aku masuk ke tim pemain bola volly. Kamu ingat intan gak?, intan tema kelas kita dulu juga ikut loh,tapi dia ikut di tim basket. Kamu datang donk ke sekolah besok pagi, aku mau bertemu denganmu. Masalah nomor ponselmu, aku dapatkan dari putry".


"Meskipun ujian sudah berakhir, bukan berarti aku tidak kesekolah donk. Walaupun disekolah sudah tidak ada kegiatan lagi, aku sudah pasti kesekolah besok kok." (Clara memilih tidak memberitahukan desi bahwa dirinya juga salah satu orang yang terpilih dalam pertandingan ( Ikut porseni ).


"Ya sudah klau begitu, besok aku hubungi kamu ya kalau aku sudah sampai disekolah mu."

__ADS_1


"Ok, aku tunggu ya Des".


Keesokan paginya, dari rumah clara tidak mengunakan seragam sekolah malinkan dia mengenak seragam basket yang diberikan oleh pelatihnya. Bukan tidak mau menggunakan seragam sekilah, melainkan guru yang merupakan pelat8h basket meminta semua tim basket perempuan maupun yang laki - laki untuk memakai seragam basketnya hari itu juga.


Sebelum clara berangkat kesekolah, tiba - tiba ponselnya berbunyi. Clara pikir itu temannya desi, ternyata panggilan masuk dari richy. Richy yang mengetahui clara masuk ke dalam tim basket, dia tidak lupa memberikan kata semangat untuk clara. Pagi-pagi mendengar kata semanagat, clara benar - benar bahagia dan semakin bersemangat. Bukan tanpa sebab, melainkan richy yang jarang menghubungi clara di pagi hari membuat dia cukup bahgian karena pagi itu mendengar suara richy.


Tepat didepan gerbang sekolah clara bertemu die...


"Kamu kenapa, kok terlihat bahagia sekali?" (tanya die).


"Aku baru mendapatkan suntikan vitamin, jadi aku merasa bahagia".


" Maksudnya kamu apa sih, suntikan vitamin bagaimana makasudnya?"


"Lupain aja!!!. Oooo ya, Die mau kemana sekarang?".


"Aku mau langsung bertemu anggota OSIS lainnya, kenapa?


"Aku boleh ikut gak?. Soalnya tidak mungkin aku ke kelas, pasti tidak ada satu orangpun disana. Kalau teman basketku sudah kelihatan, aku akan langsung pergi kok. Boleh yaaaa???"


"Sejak kapan aku ngelarang kamu. Walupun aku bilang tidak boleh, kamu pasti tidak akan mendengarkan aku. Tapi aku hari ini akan sibuk menyediakan kelas tempat penginapan tamu undangan dari sekolah yang akan datang".


Ketika clara mengikuti die, clara melihat kiki. Karena die dan kiki merupakan anggota OSIS, jadi sudah pasti akan disibukkan dengan tugas yang diberikan oleh guru pembina OSIS sebelumnya kepada mereka.


"Disini bukan tempat orang pacaran, kita harus cepat menyelsaikan tugas kita sebelum sekolah lain sampai di sekolah kita" ( Sahut Kiki ).


Mendengar ucapan kiki, clara merasa tidak enakan. Melihat egi yang juga teman basket clara dari tim laki, clara akhirnya memberitahukan die bahwa dia akan duduk bersama egi ditengah lapangan basket.


"Kamu nggak apa - apa duduk barsama egi di tengah lapangan?"l, nanti panas loj disana."


"Iya tidak apa - apa kok. Lagian semenjak aku masuk tim basket, aku dekat dengan mereka semua. Dan egi beberapa kali juga pernah mengirimkan aku SMS, jadi tidak mungkin aku akan merasa canggung dengannya. Lagian matahari belum keluar, jadi belum panaslah."


Egi yang tiba-tiba di hampiri clara hanya terkejut karena melihat calara yang cukup pagi tiba di sekolah. Padahal calara datang sesuai jam biasanya dia berangkat sekolah, jadi baginya tidak pagi sekali.


Meskipun cuman berdua, egi menawarkan clara latihan bersama.

__ADS_1


"Tapi kitakan hanya berdua, yang lainnya belum datang".


"Iya nggak apa - apa, kita pakai satu ring saja. Palingan juga sebentar lagi teman kita yang lain datang".


CTanpa berpikir, clara langsunh menyetujui ajakan Egi. Benar saja, tidak lama kemudia tami tibaa.


"Wooowww kalian hebat. Pagi - pagi sudah latihan, aku mau ikut donk" ( Teriakan tami ).


"Ok. Kalian berdua lawan aku sendiri, kita tetap memakai satu ring saja".


Mereka bertiga benar - benar menikmati permainan saat itu. Tidak disangka, die tiba dan memanggil clara dan mengahmpiri mereka ketengah lapangan basket. Tatapan die tidak seperri biasanya, dia melihat kearah egi begitu tajam. Padahal setahu clara, die dan egi berteman cukup dekat.


"Ada apa die. Kamu sudah selsai mengerjakan tugas membersihkan kelas yang akan di pakai oleh sekolah lain?" ( tanya clara).


Die hanya menjawab dengan anggukan kepala dan dia masi melihat kearah egi tidak seperti tatapan biasanya. Sedangkan tami dan clara memilih untuk istirahat sementar waktu.


"Kenapa berhenti mainnya egi?" ( tanya Die ).


"Aku sudah capek, mau istirahat dulu sama seperti tami." ( Sahut egi ).


"Tapi kenapa semenjak clara berhenti, kamu baru berhenti dan mengatakan capek. Biasanyakan kamu juga latihan tiga kali lipat dari ini." ( tanya die ).


"Aku terlalu semangat, jadi sedikit capek. Lagian aku tidak mau menguras tenaga hari ini."


"Terserah dia donk mau lanjut main atau gak. Lagia kalau egi nggak berhenti mainnya, terus dia main basketnya sama siapa donk?" ( Sahut Tami ).


"Biasanya juga main sendiri kok." (sahut die ).


Menyadari ada yang tidak beres dengan tatapan die, clara langsung menarik tangan die dan mengajak die berbicara tidak jauh dari lapangan basket. Clarapun bertanya dengan sikap die yang sedikit aneh terhadap lontaran pertanyaan yang dia lakukan kepada egi. Tanpa basa basi, dia memberitahukan bahwa egi suka sama clara. Mendengar pernyataan yang terdengar sudah pasti emmbuat clara tetap tidak percaya dengan apa yang baru saja die katakan kepadanya. Clarapun mempertanyakan tentang bagimana dia bisa mengatakan bahwa egi menyukai dirinya.


Mendengar penjelasan dari die, clara akhirnya percaya dengan ucapannya.


"Dia menyukai kamu semenjak kamu awal pindah sekolah disini. Dia pernah mengatakan kalau dia mengagumi kamu. Egi pernah meminta nomor ponsel kamu di aku, karen dia tahu aku dan kamu sama - sama anak IPA. Dia mengira aku bisa membantu dia, sementara aku saja diawal kamu pindah sekolah tidak terlalu menyukaiku. Sebelumnya tadi kamu bilang kalau dia beberapa kali pernah SMS kamu. Akhirnya dia mendapatkan nomor kamu."


"Terus apa masalahnya Die, dia anaknya baik kok. Aku juga tidak hanya dekat dengannya, aku juga dekat dengan yang lainnya. Kamu tahu sendiri, tidak mungkin aku akan melewati batas. Kamu kan tahu, kalau aku sudah punya pacar. Akun tidak mengerti Kenapa kamu menaikan nada bicara kamu terhadap aku."

__ADS_1


"Terserah kamu deh." ( Die langsung meninggalkan clara ).


Perlahan - lahan semenjak kejadian itu, clara hanya bisa menebak - nebak kenapa die terlihat bersikap posesif seperti itu. walaupun begitu, apapun yang clara pikirkan tetap saja baginya itu belum tentu benar. Meskipun dilihat dari sikap dia dari dulu kepada clara sampai saat itu, clara juga ada perasaan mulai sedikit yakin dengan apa yang di pikirkannya. Hanya saja clara berusaha untuk tidak memikirkannya. Yang terpenting baginya, dia tidak ingin hubungan pertemannnya denga die rusak begitu saja.


__ADS_2