My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Pertemuan yang tak terduga dengan mantanku


__ADS_3

Empat hari kemudian, seperti biasanya Die selalu antar jemput aku selama BIMBEL. Sesampai diasrama, aku langsung turun dari kendaraan Die. Sementara Die parkir kendaraannya, aku menghampiri beberapa teman yang aku kenal semenjak empat hari menggikuti BIMBEL.


Tetapi kejadian yang tidak aku inginkan terjadi. Selama tiga hari sebelumnya, aku tidak pernah bertemu dengan Kak Richy. Tapi beda dengan hari ini, tanpak sengaja aku duduk di sebelah jendela salah satu kamar yang terlihat jelas dari depan asrama. Karena orang yang mengajar kita hari ini juga belum kunjung datang, aku dan yang lainnya duduk didepan gedung didekat sebelah kamar tersebut. Ketika itu aku sedang asik berbicara dengan teman baruku.


Pagi itu seseorang ingin membuka jendela kamarnya, tidak hanya aku yang melihat ke arah jendela kamar itu, tapi beberapa teman yang bersamaanku ketika itu, melihat kearah jendela itu.


"Itu kamar, jendelanya selalu terbuka. Tapi selama ini aku tidak pernah melihat penghuninya yang satunya. Katanya sih, satu kamar dua orang, tapi yang pling sering aku lihat cuman satu orang saja, cowoknya cakep, kulitnya hitam manis, tapi sayangnya kurang tinggi" ( Aku mendengar sahutan dengan nada bercanda dari salah satu perempuan yang menggikuti BIMBEL ).


Aku tidak tahu kenapa tatapanku mengarah kearah kamar itu. Ketika aku melihat kearah jendela kamar itu, penghuni kamar itu juga melihat kearahku. Aku sangat keget ketika aku mengenal sosok lelaki yang tinggal dikamar itu, karena dia tidak lain Kak Richy. Aku langsung memalingkan wajahku.


Kak Richy yang sudah telanjur melihatku, dia langsung menghampiriku.


"Dd" ( Sahut Kak Richy ).


"Kak Richy" ( Dalam hatiku berkata, kenapa dia masih memanggilku dengan sebutan DD )


"Kakak boleh ngomong sebentar?".


Aku melihat beberapa orang disekitarku melihat kearahku. Karena aku tidak ingin jadi bahan tontonan, aku langsung menggikuti langkah kaki Kak Richy. Aku dan dia berbicara tidak jauh dari tempat aku duduk sebelumnya.


"Kakak mau bicara apa?" ( Tanyaku).


Dia menanyakan bagaimana kabarku, begitu juga sebaliknya aku bertanya. Dia diam sesaat, begitu juga aku. Diantara aku dan Kak Richy benar merasa canggung satu sama lain.


Tiba - tiba aku mendengar Die bertanya kepada teman aku duduk sebelumnya, dia menanyakan keberadaanku. Merekapun memberitahukan Die, mereka menunjuk kearahku. Ketika aku mendengar suara Die mencariku, aku hanya diam dan melihat kearahnya.


"Dd kok diam??" ( Tanya Kak Ricny ).


Die yang melihatku berbicara dengan seseorang, tiba - tiba dia langsung masuk ke dalam ruangan, tempat biasa kita semua belajar. Aku melihat satu persatu dari mereka masuk ruangan, sepertinya yang mengajar BIMBEL sudah datang.


"Kak sepertinya aku tidak bisa berbicara terlalu lama dengan kakak, soalnya aku segera masuk ruangan, karena belajar sudah dimulai" ( Sahutku ).


"Iya nggak apa" . ( Aku langsung menuju ruang tempat biasa kita belajar ).


Selama BIMBEL kita belajar dilantai, dialaskan karpet dan duduk dalam posisi berbentuk U.

__ADS_1


Saat aku masuk ruangan, aku terus memanggil Die, tapi dia tidak menghiraukanku, malahan dia asik berbicara dengan beberapa teman perempuan yang ikut BIMBEL juga. Aku tahu dia cukup dekat dengan semua yang menggikuti BIMBEL, tapi sikapnya berbeda terhadapku hari ini.


Mungkin dia lagi ingin mendekati perempuan itu, pikirku. Oleh karena itu aku berhenti memanggil namanya.


Belajar hari inipun selsai, aku menghampiri Die. Dia tidak memperdulikanku, aku terus mengikuti langkahnya. Karena dia bersikap tak acuh kepadaku hari ini, aku mencoba menghentikan langkahnya.


"Die kamu kenapa sih??" ( Tanyaku ).


"Nggak kenapa - kenapa kok, sekarang aku mau mengatarkan kamu pulang".


"kamu kenapa bersikap aneh sih hari ini terhadapku, sebelumnya kamu tidak seperti ini?".


"Aku bilang tidak apa - apa" ( Dia mulai menaikan nada bicaranya ).


"Kamu mencoba menghidari aku hari ini. Kalau kamu sudah tidak ingin berteman denganku, ngomong!!!. Aku tidak akan mengganggu kamu lagi jika kamu memintanya".


"Lelaki tadi siapa??" ( Tanyanya ).


"Lelaki yang mana?".


"Apa masalahnya kalau aku berbicara sama lelaki lain. Kamu juga aku lihat asik tu ngobrol dengan perempuan lain, tapi aku tidak marah. Kenapa kamu terlihat seperti orang yang keberatan aku berbicara dengan lelaki lain. Dia mantanku atau tidak, apa hubungannya dengan sikap yang berubah seperti ini?".


"Aku tahu kita cuman TE-MA-NAN. Tapi kamu tahu sendiri lelaki yang tadi itu jika dia benar mantanmu. Apakah kamu lupa bagaimana dia telah meninggalkanmu?. Aku tidak mau kamu sedih hanya gara - gara lelaki seperti dia lagi".


"Dia memang mantan aku, tapi aku tidak mengerti dengan perkataan kamu. Aku hanya bicara dengannya, bukan balikan".


"Terserah kamu deh!!!" ( Dia meninggalkan aku pergi ke tempat ruangan yang biasa dia kunjungi di asrama itu).


Kak Jho melihat aku berdebat dengan Die. Ketika Die pergi, Kak Jho menghampiri aku.


"Clara kamu kenapa, kamu menangis ya?. Maaf - maaf aku tidak bermaksud lancang bertanya seperti ini" ( Sahut Kak Jho ).


"Nggak apa - apa kok kak. Aku hanya berdebat sama Die, aku tidak mengerti dengan sikap dia hari ini".


"Oooo begitu, kenapa kamu tidak hampiri dia?. Minta penjelasan yang lebih jelas kepadanya!. Padahal aku lihat kalian itu melengkapi satu sama lain".

__ADS_1


"Lupain aja kak, aku tidak apa - apa kok. Aku memang anaknya cenggeng, jadi air mataku mudah keluar dengan sendirinya. Ngomong - ngomong, aku boleh minta no taxi nggak kak??".


"Buat apa?".


"Aku mau balik ke kos, mau istirahat".


"Bukannya biasanya Die antar jemput kamu??".


"Kakak tahu sendiri, barusan aku berantem nggak jelas sama dia. Jadi aku butuh taxi buat balik ke kos".


"Taxi mahal lho".


"Sebenarnya Kos aku dekat dari sini kok kak".


"Ya sudah kalau begitu, kalau kamu mau, biar aku antar".


"Nggak usah kak, aku tidak mau merepotkan orang lain".


"Tenang saja, kebetulan aku juga mau keluar, biar sekalian aku antarkan kamu. Jadi tidak merepotkan sama sekali kok".


"Ya sudah deh kalau begitu, aku mau".


Akhirnya yang mengatarkan aku itu Kak Jho. Setengah jam kemudian, Die menelpon aku.


"Ada apa? ( Jawabku ).


"Kamu dimana, kenapa aku cari - cari di asrama ini kamu tidak ada??".


"Aku sudah di kos".


"Kamu sudah balik ke kos. Kamu pulang pakai apa atau diantar oleh siapa??" ( Suaranya terdengar mulai panik ).


"Nggak peting kamu tahu aku pulang pakai apa atau diantar oleh siapa".


"Pentinglah. Aku yang jemput kamu, itu berarti aku yang bertanggung jawab buat anterin kamu. Jadi aku harus tahu kamu pulang pakai apa ataupun diantar oleh siapa".

__ADS_1


"Mulai besok kamu tidak perlu menjemput aku. Aku bisa pergi sendiri. Jadi kamu tidak perlu bertanggung jawab atas diri aku" ( Aku langsung mematikan ponselku ).


__ADS_2