
Mencoba bersikap tenang, untungnya tidak sulit bagi clara hari itu untuk mengatakannya. Mengambil sesuatu keputusan yang sangat penting, clara tidak ingin menyimpan hubungan yang dia jalani dengan adi kepada sahabat-sahabatnya.Clara tetap ingin menyimpan hubungannya, akan tetapi clara tidak ingin sahabatnya itu berpikir bahwa dirinya itu masih mengharapkan richy, itu sebebanya clara mengambil keputusan untuk memberitahukan bahwa dia sudah memiliki pacar. Akan tetapi clara tetap menyimpan identitas pacarnya. Clara tidak ingin sahabatnya itu bertanya lebih banyak lagi tentang hubunganya dengan adi, karena sejak saat itu clara menginginkan ada privasai dalam hidupnya. Putry, tia dan enypun hanya sekedar mengetahui nama dan tempat adi tinggal sejak itu.
Clara tidak tahu bagaimana perasaan yang richy rasakan saat itu, tapi setidaknya dia sudah berani melangkah dan tidak melihat kebelakang lagi. Clara yakin, dengan keberaniannya hari itu, apapun keadaanya, dia merasa setiap orang harus mampu bersikap untuk mendapatkan ketenangan dalam hidupnya, walaupun orang disekelilingnya akan terkejut maupun akan ada yang merasa tersakiti.
Sebelum dirinya dan richy kembali ke rumah ari, sebenarnya clara merasakan perasaan yang sedikit emosional, sehingga dia hampir tidak mampu megendalikan perasaan dan prilakunya. Untungnya perasaan itu bisa dikendalikan olehnya, dia sangat berusaha untuk mendorong dirinya ketika itu. Prinsip yang dia tanamkan sejak dulu, membuat dia mampu mengendealikan dirinya.
Keputusan untuk tetap memilih adi dalam hidupnya, walaupun keputusan yang clara ambil sejak saat itu belum tentu tepat, karena tidak ada satu orangpun yang mengeahui begaimana kehidupan seseorang untuk kehidupan kedepannya, clara tidak akan menyesalinya bagaimana cerita akhir masaah percintaanya.
Tidak terasa, clara harus kembali ke kota untuk melanjutkan pendidikannya.
Dia cukup berat meninggalkan orang tuanya, tapi kewajiban yang sudah dia jalani selama satu semester membuat dia harus menlanjutkan untuk memasuki semester dua.
Ketika clara kembali, dia tiba di terminal bus pukul 04:00 pagi. Adi yang mengetahui clara akan kembali saat itu, awalnya clara menolak niat baiknya adi. Dia lebih memilih meminta tolong kepada kakak sepupu untuk menjemput dirinya, akan tetapi disaat clara tiba diterminal bus, kakak sepupunyanpun tidak bisa dihubunginya. Terlintas dipikirannya saat itu, dia ingin sekali menaiki taxi, tapi rasa troma yang dia alami dimasa kecilnya membuat dia takut.
Semenjak dari kecil, clara tidak pernah keluar kota manapun sampai dia beranjak remaja. Walaupun clara sudah tinggal selama enam bulannya di kota tersebut, akan tetapi dia sangat menyadari bahwa tinggal dikota itu sangatlah keras, sehinga dia sangat berhati-hati.. Apalagi dia mempunyai rasa takut (troma) dengan orang baru di sekelilingnya, tetapi dia hanya takut kepada lelaki yang umurnya setara dengan ayahnya, salah sedikit dia pasti suka mencurigai seorang lelaki yang belum dia kenal yang berada disekitarnya.
Clara bukanlah gadis yang suka mencurigai seseorang tanpak alasan. Melainkan dia mempunyai kenangan yang tidak bisa dia lupakan saat dia duduk dibangku kelas 4 SD. Saat itu clara kesekolah di pagi hari, tapi dia hanya mengikuti jam pelajaran jasmani. Dan seperti biasanya setelah mengikuti pelajaran pendidikan jasmani, murid kelas 4 langsung pulang kerumah masing-masing dan akan masuk sekolah pukul 11:00 siang. Karena saat itu, murid kelas 4 dijadwalkan masuk di siang hari.
Ketika mengikuti pelajaran jasmani, tiba-tiba seorang murid memanggil clara di pagi itu. Dia diberitahukan bahwa Kepala Sekolah memanggilnya.
"Tapi aku masih mengikuti jam pelajaran, sebentar lagi jam pendidikan jasmani berakhir, setelah itu aku akan keruang kepala sekolah." (sahutnya ).
__ADS_1
"Tidak apa-apa clara, Kamu temui saja Kepala Sekolah. Lagian kamu sudah mendapatkan giliran dan sudah mendapatkan nilai untuk lompat jauh." ( sahut gurunya).
Clarapunun melangkahkan kakinya menuju ruang kepala sekolah. Tepat didepan pintu ruang kepala sekolah, dia melihat dua orang bapak-bapak sedang duduk diruang itu. Awalnya clara mengira mereka adalah tamu dari Kepala Sekolah.
Tok tok tok...
"Permisi pak." ( Sapa clara sambil mengetuk pintu ).
"Masuk nak!!" ( Sahut Kepala Sekolahnya ).
Setelah clara masuk, dua bapak-bapak yang berada diruang Kepala Sekolah saat itu terus menatapnya. Clara merasa risi karena mereka terus menatap kearahnya dan dia juga merasakan sesuatu adanyang aneh.
"Katanya bapak memanggil saya, ada apa ya pak??"
"Hanya dia yang bernama Medi Clarista di sekolah ini." ( Sahut Kepala Sekolah kepada kedua bapak tersebut ).
"Sebelumnya Bapak Kepala Sekolah sudah melihat data dan akta kelahiran anak saya yang hilang. Dan Sepertinya dia ini anak saya pak." ( Jawab salah satu bapak yang berada diruang Kepala Sekolah saat itu ).
Clara sangat terkejut ketika mendengar perkataan bapak itu. Clara merasa takut dan dia mencoba mengalihkan tatapannya. Saat dia mengalikan tatapannya kearah jendela, dia melihat ke empat sahabatnya yaitu Tia, rani putry eny sedang mengintip dan menguping. Clara hanya bisa diam dan mendengar pembicaraan selanjutnya.
"Maaf pak, seperti bapak salah orang. Soalnya kedua orang tua anak ini, saya sangat mengenalnya. Coba bapak ke sekolah lain untuk bertanya terlebih dahulu." ( Sahut Kepala Sekolah).
__ADS_1
"Kita sudah ke sekolah lain, tapi tidak menemukan anak dengan nama Medi Clarista pak."
"Tapi maaf pak, kami dari pihak sekolah tidak mungkin bisa percaya begitu saja. Bagimana kalau bapak datang besok lagi, biar saya meminta Medi untuk membawa kedua orang tuanya" ( Sahut Kepala Sekolah ).
Raut wajah kedua bapak tersebut terlihat gelisa, mereka berduapun memilih pamit untuk pulang. Dan kedua bapak tersebut tidak mengiyakan ketika Kepala Sekolah meminta mereka untuk kembali besok dan bertemu dengan kedua orang tua clara. Kepala Sekolah Juga meminta untuk mereka meninggalkan akta yang sebelumnya mereka perlihatkan, tapi kedua bapak tersebut tidak memberikannya, mereka memilih langsung pergi.
Keluar dari ruang Kepala Sekolah, Medi langsung di hampiri oleh kelima sahabatnya.
"Kenapa kalian menghampiri aku di saat jam olaraga?"
"Jam olaraga sudah habis, jadi kita bisa pulang sekarang." (sahut putry ).
Seperti biasanya mereka berenam pulang selalu berasama. Ketika mereka memilih pulang lewat depan sekolah, tiba-tiba clara melihat mobil yang sedang parkir tidak terlalu jauh dari depan sekolahnya. Disebrang jalan dia melihat kedua bapak yang baru saja dia temui. Clara sangat takut dan dia meminta kepada sahabatnya untuk kembali kesekolah lagi. Clarapun memberitahukan alasan dia meminta kembali kesekolah kepada sahabt-sahabatnya, bahwa diseberang jalan ada bapak-bapak yang barusan datang kesekolahnya yang mengaku salah satu dari mereka merupakan ayah kandung clara.
Ke empat sahabat clara juga merasa takut, mereka tidak tahu harus melakukan apapun untuk clara, kecuali mendengar perkataan clara untuk kembali kesekolahnya lagi.
Salah satu bapak itupun melihat clara, kedua bapak itu mencoba memanggilnya. clara dan ke empat sahabatnya langsung berlari dengan sangat kencang.
Sesampai disekolah, saat itu tepat jam istarahat. lara klangsung mencari kakanya yang kebetukan kakaknya clara duduk dibangku kelas 5 SD.
Namanya anak kecil, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan ketika itu. Apakah dia harus melaporkan atau tidak kepada gurunya. Tapi clara lebih memilih memberitahukan kepada kakaknya. Mengetahui hal iti, kakaknya clara sangat marah ketika mendengar laporan dari adiknya. Clara dan ke empat sahabatnay itu langsung diantar oleh kakaknya clara melalui pintu belakang sekolah. Karena rumah clara jaraknya lebih jauh dari pada ke empat sahabatnya. Sejak saat itu semua sahbatnya sudah diantar kerumahnya mamsing-masing, hanya tinggal claradan kakaknya berjalan. Claraa menggenggam tangan kakanya begitu erat, dia tidak membairkan kakaknya mlepaskan tangannya saat itu. Tapi karena rumah clara tepat didepan pasar dan di depan jalan raya, dia mulai merasa tenang karena susana mulai terlihat rame.
__ADS_1
Karena masa kecilnya itulah membuat clara mengurungkan niat menaiki taxi hari itu, dia lebih memilih menghubungi adi untuk menjemput dirinya, untungknya adi jam 04:00 sudah terbangun, karena dia menunggu waktu sholat subuh. Karena waktu sholat subuh belum dimulai, adi memilih langsung menjemput clara pagi itu.