My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Cobaan LDR pertama


__ADS_3

Kedatangan gunawan malam itu membuat orang di sekelliling kos clara menatap kearahnya, sesekali mereka juga berbisik satu sama lain. Malam itu clara ingin meminta gunawan pulang, tapi dia sendiri tidka tahu cara yang sopan untung mengatakannya. Clara menolak hadia yang diberikan gunawan, gunawanpu tetap memaksa dan dia mengatakan tidak akan pergi sampai clara menerima hadianya itu. Clara berpikir, mungkin dengan cara dia menerima hadia yang diberikan gunawan, gunawan akan langsung pulang. Akhirnya clara menerima hadia yang diberikan gunawan, dan benar gunawan langsung pergi.


Tak lama gunawan pergi, saat clara akn memasuki kamarnya, orang yang berada satu kos dengannya mencoba mengoda dirinya. Clara cukup kesal saat orang di sekelilingnya sok tahu tentnag kehidupannya, clara diakatain bahwa dia perempuan yang hebat bisa dalam waktu yang singkat laki-laki mendatanginya. Mereka mengatakan seperti itu, karena mereka melihat Adi juga mengantar clara pulang. Sehingga mereka berani mengodaku sambil tersenyum. Mungkin maksud mereka hanya ingin bercanda gurau, akan tetapi tetap saja clara tidak menyukainya. dengan tegas clara langsung membantahnya. Sampai clara sendiri tidak mengakui bahwa Adi juga bukan pacarnya, melainkan mereka berdua hanya teman kampusnya.


Sudah tiga hari clara berada di rumahnya, dia mulai merasa bosan. Dia hanya meluangkan waktu bersama kedua orang tuanya, dan menceritakan masa-masa selama satu semester dia kuliah. diapun menceritakan nama-nama dan kelakuan teman kampusnya, akan tetapi clara tidak pernah menyinggung nama Adi, dia belum berani saat itu menceritakan kepada orang tuanya bhawa dia sudah memiliki pacar. Dia takut, jika dia memberitahukan kepada orang tuanya bahwa dia sudah memiliki pacar, takutnya orang tuanya itu belum mengizinkan dia untuk pacaran. Karena orang tuanya sendiri belum pernah memeberikan kode apapaun tentang dia sudah di perbolehkan untuk pacaran, sehinga clara tetap menutupi hubungannya.


Satu minggu kemudian, tia, eny, putri dan rani mereka akhirnya juga pulang. Clarapun sangat bahagia ketika mengetahui bahwa temannya itu sudah sampai dirumahnya. Merekapun langsung membuat rencana untuk mengadakan reunian bersama, tidak hanya ada mereka berlima, melainkan beberpa teman satu anagktannya yang cukup dekat dengan mereka juga saat mereka masih duduk dibangku SMP. Akan tetapi clara masih binggung bagaimana cara dia meminta izin terutama kepada ayhnya. dia tahu, bahwa ayahnya itu hampir sudah tidak pernah memberikan dia izin di malam hari untuk kluar rumah semenjak dia ketahuan waktu dulu keluar bersama tyo saat dia masih duduk dibangku kelas 2 SMP.


Clara tidak menyangka, akan dizin yang diberikan oleh ayahnya setelah dia menjelaskan akan ada reunian di salah satu rumah temannya bersama teman semasa aSMPnya, akan tetapi clara tetap memiliki bats waktu yang diberikan oleh ayahnya, dia tidak boleh pulang diatas jam 09:30 malam. Clara cukup lega dan senang saat mendengar pernyataan pemberian izin kepadanya, diapun memetuhi persyaratan ayahnya.


Clara tidak melupakan batas waktu yang diberikan ayahnya, dia tahu waktu bertemu bersama sahabatnya itu tidak cukup, tapi walaupun dia hanya bisa bertemu dan berbicara bersama temannya selama dua jam lamanya malam itu, setidaknya dia sudah melepas rasa kangen bersama ke empat sahabat dan teman lainnya. Bagaimapun clara masih banyak waktu bersama teman-temannya, karena masa libur mereka masih kurang lebih dua minggu lagi.


krik-kring-kring-kringg,,,,, suara ponsel clara.


Panggilan pertama clara tidak memperdulikan panggilan masuk tersebut. Terdengar panggilan masuk kedua kalinya, dalam keadaan masih mengantuk, tanpa melihat siapa yang menelponnya soreh itu, clara langsung menolak panggilan masuk di ponselnya.


Ponsel clarapun tak hentinya berbunyi, ibunya clarapun memncoba membangunkan anaknya itu dan memebritahukan bahwa ponselnya itu terus berbunyi. Ibunya clarapun juga membangunkan clara saat itu jam sudah menunjukan pukul 04:35 sore itu.


Clara merasa sedikit masih mengantuk, karena ibunya terus mencoba membangunkan dia, akhirnya clarapun terbangun. Tiba-tiba ponselnyapun berbunyi lagi, dia akhirnya mencoba mengngkat panggilan masuk tersebut walaupun dia sendiri tidak mengenal siapa pemilik nomor yang mencoba menelponya berulang kali saat itu.

__ADS_1


Tak disangka dan tak pernah terpikirkanoleh clara, bahwa pemilik nomor baru yang menelponnya tersebut adalah richy. Clara terdiam sesaat ketika lelaki yang menghubunginya itu menyebut namanya. Awalnya clara sempat berpikir saat pertama kali mendengar suara itu, dia juga merasa tidak asing dengan suara lelaki yang menghubunginya. Tapi tak terpikirkan oleh clara bahwa itu richy,. Siapa sangka, bahwa maksud richy yang tiba-tiba menghubungi clara hanya untuk memastikan benar tidaknya clara sudah pulang kampung dan memastikan clara ada atau tidaknya dia berada dirumahnya sore itu. Saat itu richy langsung menutup telponnya. Clara tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi saat itu padanya, karena dia sendiri masih dalam keadan ingin tidur. Clarapun berpindah tempat keruang tamunya dan mencoba membaringka tubuhnya diatas kursi sambil memainkan game di ponselnya.


Lima belas menit kemudian, tiba-tiba panggilan masuk dari nomor tanpak nama, dia tahu bahwa itu nomor ponsel yang sebelumnya richy gunakan untuk menghubungi dia. Keasikan bermain game, membuat clara menolak panggilan pertama saat richy menghubunginya, ketiga kalinya clara akhirnya menerima panggilan telpon dari richy.


"Iyaaa, hallo."


"Hallo dd."


"Iya kak, ada apa?"


"Boleh keluar sebenatr nggak!!!"


"Kedepan rumah kamu."


Untungnya hari itu ayah clara tidak ada dirumah sore itu, sehingga clara memberanikan diri keluar kedepan rumahnya saat richy memintanya.


Terkejut, itulah yang terjadi kepada clara. Tak disangka saat dia keluar, dia melihat dua seorang laki-laki berboncengan. Ponsel yang masi terhubungan dengan richy saat itu, membuat dia tetap tidak mengerti dengan ketika richy meminta clara untuk keluar kedepan rumahnya sebentar. Clarapun memberitahukan richy bahwa dia sudah berada tepat didepan rumahnya, richypun langsung mematikan ponselnya. Clara semakin tidak mengerti, setelah richy mematikan ponselnya, clara langsung mendengar seseorang memanggil namanya.


Sontak Clara semakin terkejut ketika dia meoleh kearah kedua lelaki yang sebelumnya dia lihat, ternyata kedua lelaki tersebut aku clara mengenalnya. Bahkan salah satunya clara sanagt mengenalnya, dia ternyata richy.

__ADS_1


Rasanya tidak percaya bahwa yangg memanggil dirinya itu benar richy, clara sedikit tidak percaya diri dengan penampilan rambutnya cukup berantakan, serta dengan wajah bantalnya saat itu.


"Kamu pasti baru bangun tidur ya?"


"Iyaa kak."


"jam segini masa gadis belum mandi."


"Iya, sebenarnya barusan aku mau mandi. Tapi karena tiba-tiba kakak menghubungi aku, makanya aku menundanya. Ngomong_ngomong ada perlu apa ya kak?"


"OOooo iya, karena aku tahu kamu sudah  pulang kampung lebih dulu.Jadi, karena kebetulan aku itu baru pulang hari ini dan aku tahu akan melewati depan rumah kamu, sehing sebelum pulang kesini, tadi malam aku mampir beli sesuatu dan nggak sengaja aku melihat coklat. Nggak tahu kenapa aku kepikiran sama kamu dan langsung untuk membelikannya, karena aku tahu kamu sangat menyukai coklat."


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2