My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Peperangan di mulai dengan seniorku


__ADS_3

Sontak terdengar kabar yang kurang menyenangkan, membuat diriku sangat kecewa dan rasanya ingin marah. Kabar tersebut membuatku tidak mengubris telpon maupun SMS dari Ray. Aku lebih banyak diam saat di kampus, karena aku tidak ingin saat aku belajar konsetrasiku terganggu.


Dua hari berturut-turut  Ray mencoba mengajak aku berbicara di kampus, tetapi aku sendiri berpur-pura  tidak melihat dan mendengarnya. Tidak hanya kesabaranku yang harus aku kendalikan, melainkan Ray mungkin sudah dua hari itu dia menahan dirinya menghadapi sikapku yang tak acuh padanya. Aku juga belum tahu pasti, apakah Ray mengetahui penyebab aku mencoba menghindarinya atau tidak, Aku sendiri juga tidak yakin dengan kabar yang aku dengar. Jika kabar itu benar seperti apa yang aku dengar, maka aku tidak bisa memaafkan mereka.


Ke esokan harinya, tiba-tiba Ray terus mengikuti langkahku dan memanggil-manggil namaku saat pulang kuliah. Sementara teman-temanku hanya terdiam melihat sikap Ray terhadapku. Akupun mulai tidak menyukai cara Ray saat dia mencoba menarik tanganku secara paksa. AKu tidak ingin menjadi bahan tontonan banyak orang, sehingga kau mencoba mengikuti langkah kakinya. Ray menarik tanganku dan berhenti tidak jauh dari tempat awal dia menarik tanganku,


"Tolong lepas tanganku sekarang juga, aku nggak suka ya cara kakak menarik tanganku di depan banyak orang."


"Aku akan melepas tangan kamu, asalkan kamu kasih tahu aku kenapa kamu bersikap dingin terhadapku saat bertemu di kampus. Dan kamu juga tidak pernah mengakat telpon ataupun membalas SMS dariku!!"


"Emangnta kenapa sih?. Terserah aku donk mau angakat maupun balas atau nggak SMS dari kakak. lagian juga, kita itu nggak ada hubungan apa-apa."


"Aku tahu kita tidak ada hubungan apa-apa. Tapi sikap kamu tidak seperti ini biasanya terhadapku. Tolong jelaskan jika aku ada salah, tolong katakan!"


"Maaf kak aku harus pulang, karena kunci kos aku yang bawa. Kasihan kakak sepupuku, kalau dia pulang dia menunggu di depan kamar karena tidak bisa masuk."


"Aku tidak akan menghalangi kamu pulang, tapi izikan aku untuk mendengar penjelasan darimu saat ini juga. Setidaknya beri tahu aku inti permasalahan yang membuat kamu bersikap seperti ini terhadapku selama beberapa hari ini."


"Aku akan menjelaskannya besok, Karena sekarang aku benar-benar tidak ada waktu. Kakak sepupuku sudah tiba di kos, dan dia baru saja memberitahukan aku melalui SMS."

__ADS_1


Langkahku tidak terhentikan oleh Ray, karena aku sudah berjanji akan menjelaskan besok kepadanya.


Sesuatu keanehan yang aku rasakan, ketika aku berbicara dengan  Ray, terlihat di matanya dia benar-benar tidak mengetahui penyebab kemarahanku kepadanya. Jika kabar yang aku dengar itu salah, maka orang yang memberitahukan aku itu, adalah orang yang ingin menjatuhakan Ray atau mereka menaruh dendam.  Tetapi tidak mungkin orang yang memberitahukan aku itu punya masalah dengan Ray, dia terlihat seperti seseorang yang mengatakn yang sebenarnya.


Tiba saatnya, waktu yang di tungguu Ray tiba. Aku baru saja sampai di kampus, tiba-tiba Ray menghampiriku dan langsung meminta penjelasanku. Akupun menempati janjiku hari itu juga untuk menjelaskan permasalahannya, aku mulai berbicara empat mata tepat di tempat parkiran kampus.


Ray mulai mendengar perkataanku, dia terlihat tidak mengerti dengan apa yang aku bicarakan.


"Kakak tidak berpura-pura tidak tahukan?, aku tidak membuat-buat cerita. Karena ada seseorang yang memberitahukan aku bahwa aku hanya bahan taruhan teman-teman kakak"


"Aku benar-benar tidak mengerti, taruhan apa yang kamu maksud?"


"Sepertinya ada kesalahapahaman, aku akan mencoba bertanya kepada teman-temanku. Tapi asalkan kamu ketahui, aku tidak pernah menjadikan kamu bahan taruhan, aku mendekati kamu ikhlas karena aku ingin mengenal kamu lebih jauh."


"Buktikan jika perkataan kakak itu benar. Sepertinya Dosenku sudah masuk berada di kelas, kalau begitu aku harus menuju kelasku. Sampai jumpa besok, karena aku akan mendengar penjelasannya besok."


Antara ingin percaya  dan tidak dengan perkataan Ray. Sontak terpikirkan olehku, aku mencoba mencari tahu dengan sendiri seperti apa kebaran yang sebenarnya. Sepertinya ada kesalah paham atas apa yang aku dengar. Aku mencoba mengecek profil facebook Ray, kebetulan aku sudah berteman dengannya di facebook. Kebetulan sekali, saat aku mencoba mengecek, aku melihat salah satu temanya Ray mendai beberapa foto di berandanya Ray. Saat aku cek, aku melihat ada tujuh orang yang di tandai di foto itu, termasuk ketiga teman perempuan mereka. Aku mencoba memberanikan diri meberikan komentar yang menohok pada foto itu.


"Apakah semua lelaki yang ada di foto ini menjadikan aku bahan taruhan?"

__ADS_1


"Kamu siapa, PD banget jadi orang. Kamu tidak salah komentar fotokan?" (Tanya salah satu dari ke empat lelaki yang ada di foto itu).


"Kalian ingin tahu siapa aku?, kenapa kaliana tidak mencoba melihat foto profilku!. Maka kalian akan tahu siapa aku, Jika kalian tidak tahu siapa aku, itu tidak mungkin. Karena aku adalah perempuan yang kalian jadikan bahan taruhan."


Tiba-tiba ponsel ku berbunyi, Ray mencoba menghubungiku. mungkin dia sudah melihat komentarku di foto temannya. Tanpak berpikir panjang aku langsung menerima telpon dari Ray.


"Hallo, ada apa kak?"


"Ada apa dengan kamu, kenapa kamu harus mengomentari foto yang di tandai temanku. Aku akan bertanya besok secara langsung kepada mereka. Tadi itu aku tidak sempat menanyakan mereka di kampus. Please, aku tidak ingin kamu ada masalah dengan mereka."


"Maaf, aku tidak bisa menunggu kakak besok, aku akan menanyakan ini langsung kepada mereka. Jika kakak tidak ingin masuk kedalam masalah yang aku tanyakn kepada teman kakak. Maka kakak tidak perlu ikut berkomentar, kakak cukup lihat dan membaca dengan baik-baik bagaimana respon teman-teman kakak!" (aku langsung mematikan ponselku).


Aku mencoba melihat-lihat, ternyata yang bernama Cristan membalas komentarku. Disitulah aku dan Cristan benar-benar saling membalas komentar, hanya kita berdua.


"Sebagai junior, seharusnya kamu sopan kepada kita semua. Tiba-tiba nggak ada hujan angin kamu berani mengeluarkan komentar disini."


"Hay, Nggak usah berpura-pura sok bijak jadi senior. Apa yang aku katakan itu benarkan, kalau kalian jadikan aku bahan taruhan?"


"Kalau iya kenapa?, terus kalau nggak, apakah kamu akan minta maaf dan tetap bersikap sopan kepada kita semua?.

__ADS_1


"Kalau sampai itu benar, itu berarti kalian sebagi seniorku tidak patut aku hormati, karena kalian tidak lebih seperti sampah. Aku tidak akan meminta maaf kepada kalian, aku punya orang untuk membuktikan bahwa perkataanku itu benar, kalau kalian jadikan aku bahan taruhan. Jadi, jangan bermipi kalau aku akan bersikap sopan pada kalian. Ingat kalian yang seharusnya meminta maaf kepadaku.


__ADS_2