
Begitu cepat waktu berputar. Niatnya hari ini aku tidak ikut serta dalam BIMBEL yang berlangsung sudah selama 5 hari ini. Tapi karena hari ini merupakan hari terakhir adakan BIMBEL, aku berusaha untuk bisa ikut. Tapi aku binggung, bagaimana caranya agar aku bisa sampai asrama pagi ini.
"Tante, tante bisa antarkan aku BIMBEL di asrama nggak hari ini?" ( Tanyaku ).
"Kamu bukannya biasanya berangkat jam 9 pagi, tante satu jam lagi mau berngkat kuliah, soalnya kan tante ada kuliah hari ini jam 8 pagi ".
"Ya nggak apa - apa kok tante. Aku bisa berngkat bareng tante jam 8 pagi ini. Kebetulan hari ini hari terakhir adakan BIMBEL ".
"Ya sudah kalau begitu, kamu mandi dulu sana!!".
Satu jam kemudian, pukul 8 pagi Tante Vivi berangkat kuliah. Sebelumnya dia mengantarkan aku terlebih dahulu ke asrama.
Sesampai di asrama, aku melihat Kak jho dan beberapa yang lainnya.
"Tumben datangnya pagi sekali?" ( Sapa Kak Jho ).
"Iya kak. Soalnya kalau aku datang jam 9 nanti, nggak ada yang mengantarkan aku kesini".
"Bukannya biasanya kamu dijemput Die??".
"Aku sudah bilang padanya, agar tidak usah repot - repot antar jemput aku lagi".
"Masih marah - marahan to" ( Sahut Kak Jho ).
"Clara!!!"
Ketika aku menoleh ke arah seseorang yang memanggil namaku, aku melihat Kak Richy berdiri tepat di belakangku. Ketika aku tahu itu kak Richy, aku tidak bisa mengendalikan pikiran dan perasaanku. Aku merasa pikiran dan perasaankulah yang mengendalikan aku.
Aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja, sepertinya aku masih menaruh harapan agar aku bisa kembali dengannya. Entahlah kenapa aku bisa seperti ini, semenjak pertemuan kemarin, aku terus memikirkannya.
__ADS_1
"Iya kak, ada apa??" ( Tanyaku ).
"Jho bisa tinggalin aku sebentar dengan Clara?!" ( Tanya Kak Richy ).
Kak Jho langsung pergi meninggalkan aku bersama Kak Richy.
Saat bicara dengan Kak Richy, di pertengahan pembicaraan, dia mengungkit - ungkit tentang masa lalu antara aku dan dia. Dia meminta maaf atas apa yang telah terjadi sebelumnya, begitu juga dengan diriku. Entalah apa yang merasukiku, aku mengatakan hal yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya ke pada siapapun.
"Kak sebenarnya perasaan kakak ke aku bagaimana sih??. Kalau boleh jujur, akuuuu....
aku masih memiliki perasaan terhadap kakak".
"Aku juga masih mencintai kamu, dan aku belum bisa melupakan kamu. Aku berharap kita tidak memiliki perasaan dendam satu sama lain. Aku tidak ingin kamu membenciku, karena aku sendiri tidak sanggup untuk membenci kamu".
"Iya kak, aku harap kita benar - benar saling memaafkan. Bagaimanapun, aku tidak bisa menyalahkan kakak sepenuhnya atas berakhirnya hubungan kita sebelumnya. Aku bersyukur, karena sekarang aku di pertemukan lagi dengan kakak. Aku merasa tenang karena kita berdua bisa saling memaafkan".
Ketika itu, aku sangat berharap Kak Richy mengagajak aku kembali bersamanya lagi. Aku tidak bisa membohongi persaanku sendiri, bahwa aku belum bisa melupakannya. Susah buat aku mengendalikan perasaanku saat ini. Tapi apa yang aku harapkan, tidak aku dapatkan sama sekali. Setelah pembicaraan hampir satu jam lamanya, kak Richy langsung meninggalkanku, karena dia ada janji dengan orang lain. Aku tidak tahu itu siapa, dia hanya berkata akan ketempat temannya. Akupun membiarkan dia pergi.
"Kamu mau kemana?" ( Tanya Die ).
"Aku mau masuk ruang belajar".
"Belajar belum di mulai, aku mau bicara denganmu sebentar!!!".
"Yaudah bicara saja!!" ( Sahutku dengan singkat ).
"Bisa nggak kamu bersikap seperti biasanya kepadaku!!. Kamu masih marah kepadaku??.
"Hhmmmmn" ( jawabku ).
__ADS_1
"Iya iya deeehhh, Aku minta maaf atas sikap aku kemaren terhadapmu. Kamu mau kan maafin aku".
"Iyaaaa, Aku maafin. Tapi aku nggak suka dengan sikap Die kemaren, aku belum selsai bicara, tapi Die malah meninggalkan aku".
"Maaaafff!!!!!"
"Ya udah lupain saja. Kalau begitu kita masuk ruangan, sebentar lagi belajar dimulai".
Beberapa jam kenudian, Setelah belajar berakhir. Panita yang mengurus BIMBEL, mengatakan sesuatu.
"Semuanya buat peserta BIMBEL, dimana hari ini hari terakhir kegiatan BIMBEL. Oleh karena itu, rencananya kita akan mengadakan perpisahan besok bermain game di pantai. Yang ingin ikut, silahkan daftar. Agar kita bisa menyiapakan kendaraan buat di sewahkan untuk keberangkatan kita besok pagi. Kita sebagai panita yang mengurus BIMBEL berharap kalian semua bisa ikut!!!. Yang ikut besok, kita berkumpul disini jam 8 pagi ya".
Satu persatu peserta BIMBEL daftar untuk ikut serta acara perpisahan besok.
"Die aku nggak ikut ahhh" ( Sahutku ).
"Kenapa??".
"Nggak tahu juga, Hehehehe".
"Aku mau daftar, sekalian aku daftarkan namamu. Kamu harus ikut!!!" ( Sahut Die ).
"Iyaaa iyaaaaaaaa".
Sambil menunggu Die mendaftarkan nama ku dan dia, aku melirik setiap sudut asrama. Seseorang yang aku cari tidak terlihat.
"Aku sudah mendaftar nama kita berdua, sekarang kamu mau kemana?" ( Sahut Die ).
"Aku mau pulang ke kos".
__ADS_1
"Kalau begitu biar aku antar" ( Die mengantarkan aku ).
Jika aku menginginkan kebahagiaan, maka aku harus membiarkan setiap situasi menjadi seperti apa yang seharusnya. Terkadang aku memikirkan suatu hal yang tidak seharusnya aku pikirkan. Setelah aku pikir - pikir, seharusnya aku tidak perlu memikirkan sesuatu yang sudah terjadi. Seharusnya aku cukup fokus apa yang aku inginkan hari ini dan apa yang ingin aku lakukan ke esokannya harinya.