My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Keraguan


__ADS_3

Sudah tiga bulan lamanya aku menjadi mahasiswa, tidak ada alasan kenpa selama tiga bulan itu aku masi saja belum mengenal semua tema yang berada di satu kelas denganku. Aku juga tidak tahu, bagaimana lelaki yang bernama adi itu tidak mengenalku. Jika memang benar dia berada di satu kelas denganku, bisa jadi karternya tidak jauh beda denganku, yaitu cuek dan tidak perduli dengan semua teman kelas.


Tidak lama kemudian pesanan makananku datang, akupun makan tanpa mematikan ponselku dan tetap terus berbicara dengannya. Entah kenapa aku merasa sedikit pensaran dengan lelaki yang bernama Adi. Bagaimanapun nada berbicaraku cukup cetus, dia tetap berbicara sangat sopan terhadapku. Akupun bertanya bagaimana dia tidak mengenal ku jika dia benar berada satu kelas Nugrah, akupun tidak percaya sama sekali ketika dia mengatakan bahwa dirinya itu tidak pernah berbicara dengan satu cewekpun dari teman kelasnya. Aku tidak berhenti sampai di situ sjaa, walaupun aku tidak percaya dengan pernyataan yang dia berikan. aku tetap terus bertanya padanya.


"Terus kamu aslinya orang mana Adi?"


"Aku asli Denpasar."


Aku semakin ragu bahw dia berada satu kelas denganku, karena setahu aku tidak ada teman kelasku yang berasal dari denpasar. Aku merasa  dia lelaki ynag bernama Adi itu mempermainkanku. Akan tetapi saat aku mendengar dia berbicara, aku sangat memperhatikan logatnya, kenyataannya tidak bisa aku pungkiri bahwa logatnya itu seperti orang denpasar. Tetapi kenapa aku tidak pernah mendengar teman kelasku berbicara dengan logat denpasar.


Tidak lama kemudia lelaki itu pamitan untuk menutup telpon karenka di panggil oleh ibunya.


Semakin aku pikrkan, aku semakin yakin bahwa lelaki yang bernama Adi itu hanya mengaku-ngaku kalau dia teman kelasnya Nugrah.


Tidak lama kemudian aku meras perutku terlalu kenyang, aku pun tidak langsung pulang ke kosku, melainkan aku dan Rika mampir di kosnya Aci walaupun itu hanya dua jam.


Entah kenapa aku, aku masih kepikiran dengan lelaki yang bernam Adi itu, sehingga aku sendiri berharap lelaki itu menghubungiku lagi.


Terlintas di benak pikiranku, mulai memikirkan yang tidak mungkin terjadi. Aku berpikir mungkin dia lelaki yang di kirimkan kepadaku. Lelaki yang aku tunggu tapi tidak mengabariku, malah lelaki yang cukup misterisu ynag menghubungiku.  Aku merasa pikiranku mulai tidak waras, memikirkan hal yang aneh, itu bukanlah diriku.


Entah ketidak kemampuanku untuk berpikir jernih sehingga membuat aku berpikir sedikit aneh, tapi yang pastinya sejak aku memilih untuk tidak menerima Richy lagi, aku akan lebih memilih untuk mencari atau menegnal orang baru dari pada aku harus menunggu kabar dari Richy yang tidak pasti.


.Keinya esokan harinya,,,,,,

__ADS_1


Hari dimana hari itu merupakan hari senin. Saat aku bersiap-siap berangkat ke kampus, Gunawan menelponku. Ketika aku berbicara dengan Gunwan, terdengar sahutan dari kakak sepupuku,


"Calara hari ini aku tidak bisa antar kamu kuliah, karena aku harus buruh-buruh berngkat sekarnag."


"Terus aku bernagkat kuliah gmna donk kak?"


"Minta tolong sama teman kamu untuk hari ini agar mereka menjemput kamu. Lagian semua teman kamukan searah kekampusnya."


"Tapi aku nggak enak minta di jemput melulu, ya sudah deh aku nanti naik taxi atau ojek saja."


"OK kalau gitu, kakak bernagkat dulu ya."


"Iya kak."


"Sorry Gun, aku lupa lagi berbicara sama kamu ditelpon. Ada apa Gun telpon aku?"


"Aku Boleh minjem catatan kau nggak yang buat mata kuliah besok."


"Boleh donk. Nanti aku bawa ke kampus."


"Oooowww iya, tadi aku nggak sengaja dengar pembicraan kamu dengan kakak sepupumu, bagaimana kalau aku jemput aku berangkat kuliahnya?"


"Nggak usa Gun, lagian ojek di dekat kosku banyak kok."

__ADS_1


"Pleaseeeee,,,,,!!! terima ya tawaran aku. Lagian Kos kamu itu kan searah dengan kampus kita. Jadi kamu jangan nolak tawaran aku ya."


"Ya sudah deh kalau kamu maksa."


Hari itupun aku berangkat kuliah bareng gunawan. Tepat sampai parkiran, aku melihat Nugrah juga baru tiba di kampus.


"Nugrahhhhh...."


"Clara, tumben kamu nyapa aku. Ada apa?"


"Ada yang ingin aku tanyakan ke kamu."


Sambil berjalanpun aku berbicara dengan Nugrah.  Nugrah membenarkan bawha lelaki  yang bernama Adi itu teman satu kelas kita. Aku tetap meras tidak percya. Akupun bertanya pada Gunawan, Gunawanpun tidak tahu yang mana yang bernama Adi.


"Nugrah, aku serius nanyanya, aku nggak bercanda loh."


"Aku juga sudah kasih tau kamu apa yang kamu tanyakan padaku, lelaki yang bernam Adi itu benaran teman kelas kita Clara. KAmu sama Adi itu sama-sama cuek orangnya. JAdi wajar saja kalian berdua sama-sama saling tidak kenal."


"Tapi Gunawan saja barusan aku tanya, kamu dengar sendiri dia jawab apa, dia juga tidak mengenal yang namanya Adi. Atau dia jarang masuk kuliah ya?"


"Dia setiap hari masuk kuliah. Kalau kamu tidak percaya, nati aku kasih lihat kamu yang mana orangnya."


"Nggak penting. Lupain saja. Anggap saja aku hari ini nggak nanya tetntang hal ini kapada kamu ya."

__ADS_1


Aku dan Gunawanpun lebih dulu melangkahkan kaki ke dalam kelass. Saat aku memasuki kelas, aku melihat semua teman kelas yang hampir sudah hadir semunya. AKu tidak tahu  kenap aku masih tetap penasarn dengan lelaki yang bernama Adi di kelasku, sehingga aku lebih memperhatikan semua lelaki yang berada di kelasku. Aku tidak melihat satu lelakipun yang termasuk dalam karakteriaku. Akupun langsung mencoba melupakan yang benama Adi itu, dan memilih duduk.


__ADS_2