
Seketika clara terdiam dan hanya terus mengeser ke bagian foto lain. Clara terkejut karena dia melihat lebih dari satu foto dengan orang yang sama dan lebih parah lagi clara tidak menemukan fotonya satupun di ponsel richy. Clara terus mengeser layar ponsel dan clara hanya menemukan foto richy dengan beberapa teman lelaki yang tidak clara kenal. Setelah dipikirkannya, clara mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada richy siapa perempuan yang ada di ponselnya. Bukannya menjawab, tapi richy malah bertanya kembali wanita mana yang di maksud clara. Clarapun memperlihat wanita yang dimaksudnya. Dengan santainya richy mengatakan bahwa dia tidak mengenal sosok wanita tersebut. Buat clara itu tidak masuk akal, bagaimana bisa foto wanita yang ada dalam ponsel sendiri tidak di kenalnya. Richy memberikan penjelasan dengan mengatakan bahwa ponsel tersebut bukanlah ponselnya, melainkan itu ponsel saudara pertamanya yang dia pinjam. Bagi clara jika itu emang benar, masuk di akal juga jika foto wanita tersebut tidak dia kenal. Akan tetapi clara tidak memberikan respon dan terlihat hanya terdiam. Melihat clara yang terdiam, richy menanyakan kepada clara tentang kepercayaannya kepada dirinya. Waktu malam itu sudah menunjukan pukul 09:00 malam sehingga clara tidak mau memperpanjang masalah dan mencoba mendorong dirinya sendiri untuk mempercayai apa yang richy katakan padanya, mesekipun keadaan sebenarnya clara sendiri masih meragukan perkataan richy.
"Ya sudah, sekarang sudah jam 09:00 malam, aku harus masuk kedalam rumah. Kak richy sudah boleh pulang."
"Kamu mengusirku, kamu tidak percaya sama aku?" (seketika richy meninggikan nada bicaranya kepada clara ).
"Kak, kenapa kakak yang malah jadi marah kepadaku. Aku tidak mengusir kakak, tapi ini memang sudah jam 09:00 malam. Sebelumnya kan aku sudah bilang, kalau aku harus sudah dirumah jam 09:00 malam. Aku minta maaf, jika sikap dan perkataan ku terlihat seperti mengusir kakak. Tapi aku tidak ada pikiran sepertin itu sama sekali."
"Ok, kalau begitu aku pulang."
Clara tidak tahu harus mengatakan apa lagi, dia hanya bisa mengatakan untuk berhati-hati di jalan kepada richy.
Jika kalian bertanya apakah clara merasa tersakiti, maka clara akan menjawabnya dengan jujur bahwa dia merasa tersakiti. Apakah clara mulai merasa ragu?, seperti yang di katahui bahwa clara sangat memberikan kepercayaan kepada richy dan sudah pasti tidak ingin meragukannya. Bagi clara, jika dia mulai meragukannya richy maka clara yakin persaannya akan mudah tergoyakan. Sementara clara tidak menginginkan itu terjadi dan seperti janjinya bahwa dia akan setia dan memberikannya kepercayaan kepadanya. Karena clara hanya menginginkan kebahagiaan bersama richy dan mungkin bagi orang yang mendengarnya begitu gila.
Keesokan harinya,..
"Katanya kamu mau membeli sepatu?" ( Tanya ibu clara).
"Iya, clara ingin memiliki sepatu yang berwarna putih. karena sebelumnya sepatu yang aku memiliki semunya berwarnah hitam".
"Memangnya boleh memakai sepatu selain warnah hitam?"
"Iya boleh kok bu. Disekolahku yang sekarang itu bebas memakai sepatu warnah apa saja, asalkan muridnya selalu terlihat rapi."
Sehabis pulang membeli sepatu, clara langsung kerumah putry.
"Assalamualaikum, Put....., putry..."
"Walaikum salam. Clara, ayooo masuk!! kamu kapan pulangnya kesini?" ( Terlihat terkejut).
__ADS_1
"Aku pulangnya kemaren, aku kesini hanya mampir saja kok. Soalnya dua jam lagi aku sudah harus balik kampung nenekku lagi."
"Kok kamu tidak kabarin aku atau yang lainnya kalau kamu pulang?"
"Maaf, aku lupa. Soalnya yang ada diotakku dari kemaren hanya ingin cepat - cepat bertemu kak richy, sehingha aku lupa sahabatku sendiri." (sambil tertawa).
"Loh, bukannya kak richy sekarang di kota, kan dia lagi kuliah?"
"Dua hari yang lalu dia pulang ke kampung halamanya, tapi beberapa hari lagi dia akan balik ke kota. Sebenarnya aku tidak ada niat pulang kesini, karena hari libur hanya hari minggu. Tapi aku bela - belain pulang kesini, hanya untuk bertemu dia tadi malam."
"Terus kenapa ekspresi kamu cemberut begini?, bukannya kamu seharusnya senang yang akhirnya kalian bisa bertemu lagi?"
Clara mencoba menceritakan semua yang terjadi malam itu. Mendengar curhatan clara, putry mencoba menenangkannya. Putry yang selalu memberikan clara saran dan masukan, sehingga clara bisa menjadi sedikit lebih tenang.
Tidak lama kemudoan, clara harus pamit pulang karena dia harus kembali ke kampung nenenya. Tidak lupa clara menitipkan salam buat eny dan tia melalui putry.
Mencoba meresapi dan merasakan, bukan menganalisis dengan pikiran. Itulah yang coba clara lakukan, clara berusaha untuk berpikir positif.
"Iya, Kamu hati - hati di jalan. Aku minta maaf atas kejadian tadi malam. Aku tidak bermkasud marah padamu, sekali lagi aku benar - benar minta maaf".
"Lupakan kejadian yang tidak menyenangkan tadi malam. Aku baik - baik saja sekarang."
Walaupun clara menyadari persaan sebenarnya sedikit meragukan, akan tetapi clara sekuat - kuatnya melawan rasa keraguannya sendiri.Clara sadar, di luar kota sana sudah pasti banyak perempuan yang melebihi dirinya. Tapi karena keyakinan yang dia tanam dari awal, sehingga clara kembali merasa percaya diri.
Senin pagi....
"Eeeehhhmmm, yang kemaren baru pulang nggak ada kabarnya." ( Sindirian dari die ).
"Hay Clara kamu apakan temannya om?" ( Sahut Yogi).
__ADS_1
Kenapa yogi menyebut dirinya om, karena clara dan yogi masih memiliki hubungan keluarga. Clara memanggil ayahnya yogi kakek, jadi sudah pasti clara memanggil yogi dengan sebutan om. Yogi teman satu kelasnya die, tapi clara mulai dekat dengan yogi ketika baru naik kelas karena saat otu clara baru mengetahui bahwa mereka masih memiliki hubungan keluarga.
"Om bertanya sama aku??" ( tanya clara ).
"Yang namanya clara disini kan cuman kamu, terus kalau bukan kamu, kamu kira aku bertanya sama siapa?" ( Sahut yogi ).
"Emangnya clara apakan kamu die" ( terdengar sahut ai ).
"Nggak ada, lupain saja. Mending sekarang kita kebarisan, upacara sebentar lagi." ( Sahut Die sambil melemparkan sedikit senyum kepada clara ).
Ai yang masih penasaran dengan apa yang terjadi kepada die kembali bertanya sambil berjalan ketengah lapangan kepada clara dengan memelankan suaranya. Clara hanya mengeleng-ngelengkan kepalanya karena clara sendiri tidak tahu apa yang terjadi.
Melihat tingkah die yang sedikit aneh, clara terus menetap kearah barisannya die berdiri. Die sendiri mencoba menatap kearah clara. Menyadari die menatap kearahnya, clara langsung memalingkan wajahnya kearah depan.
Tidak terasa waktu begitu cepat beputar,
satu bulan lagi clara akan menghadapi ujian tengah semester.
Saat itu mata pelajaran di kelas clara yaitu pendidika jasmani. Ketika jam pendidikan jasmani berakhir, tiba - tiba guru olaraga memanggil clara dan tami. Kebetulan saat itu kegiatan olaraga yang di praktekan yaitu beberapa tehnik cara bermain basket.
Clara dan tami berjalan kearah guru jasmaninya dan bertanya apa yang bisa mereka bantu. Ternyata guru jasmani memberikan pujian kepada clara dan tami
"Tadi bapak lihat kalian cukup bagus bermain basket. Dan kamu clara, nilai kamu yang paling tinggi diantara semua teman kelas kamu baik itu murid laki-laki. Anggota basket perempuan di sekolah kita hanya ada lima orang, sedangkan bapak setidaknya butuh tuju orang. Satu bulan lagi kalian akan menghadapk UTS (ujian tengah semester. Setelah UTS berakhir nanti, sekolah kita ini akan mengadakan porseni. Kita juga akan mengadakan pertandingan basket untuk perempuan. Sekolah kita ini akan mengudang beberapa sekolah lain dan kegiatannya itu kita adakan selama satu minggu. Jadi bapak ingin kalian berdua bergabung di tim basket. Bagaimana, apakah kalian mau?"
"Saya bukannya tidak mau pak, hanya saja saya tidak terlalu mengerti tentang permainan basket dan tehnik - tehnik lainnya." ( Sahut clara ).
"Kalian tidak usah khawatir, karena kita masih ada waktu satu bulan untuk melakukan latihan dan bapak percaya kalian pasti bisa. Walaupun anggota lainnya itu sudah pernah ikut bertanding dan sudah mengerti semua tehnik bermain dan pelaturan dalam permainan basket, tapi kalian tenang saja karena dua anggota lainnya seangkatan dengan kalian. Mereka berdua anak IPS, sedangkan tiga anggota lainnya itu dari kelas 2 anak IPA."
Seketika clara mengingat bahwa richy juga dulunya anak basket, jadi clara terpicu ingin mencobanya. Tidak ada alasan clara menolak begitu juga tami yang juga akhirnya menerima tawaran dari gurinya sebagai anghota basket.
__ADS_1
"Kalau begitu pukul jam 04:00 sore hari ini kalian harus datang kesekolah. Bapak akan memperkenalkan kalian dengan anggota basket lainnya."