
Richy mulai menceritkan sosok perempuan yang di sukai pada pandangan pertamanya itu melalui telpon, clara mendengar cerita richy dengan sangat baik. Saat mendengar cerita richy, ternyata richy melihat perempuan tersebut hanya dua kali.
Pertama kali richy melihat perempuan tersebuat bersama ketiga temannya ketika akan mengambil formulir pendaftaran murid baru, dan richypun yakin bahwa mereka berempat berteman baik, karena mereka terlihat begitu akrab. Clarapun belum bisa menebak siapa kira-kira perempuan yang richy maksud, clara semakin penasaran. karena angkatanya itu, banyak bangat yang mempunyai kelompok masing-masing, lebih tepatnya seperti grup.
Clara semakin penasaran, sehinga dia benar-benar mendengar cerita richy dengan begitu baik. Reaksi clara yang awalnya mendegar richy menceritakan bagaimana pertama kali dia melihat perempuan it, clara merasa hanya memiliki sedikit rasa penasaran.
Reaksi clara berubah ketika richy melanjutkan ceritanya, Untukkedua kalinya richy melihat perempuan tersebut saat dihari kedua datang kesekolah untuk mengantar formulir yang sudah dizikannya, richy sendiri tidak yakin apakah itu formulir atau yang lain. Yang pastinya richy melihat perempuan tersebuat memegang map. Dan yang membuat richy sedikit kaget, hari itu dia tidak datang bersama ketiga temannya itu, karena hari itu dia diantar oleh seseorang lelaki yang ternyata dia juga mengenal lelaki tersebut, karena lelaki itu tak lain kakak kelasnya sendiri. Richy menceritakan begitu detail bagaimana perempuan itu diatar oleh kakak kelasnya sendiri, richypun menceritakan ke clara, bahwa dia berpikir lelaki itu adalah pacarnya perempuan tersebut, diapun memberitahukan clara nama lelaki yang mengantar perempuan tersebut.
Richypun tidak lupa menceritakan bagaimana reaksi lelaki yang satu angkatan dengannya bahkan kakak kelasnya sendiri mengagumi perempuan tersebut. Saat perempuan itu sampai di sekolah, banyak orang yang membicarakan dia, baik itu dari kalangan yang seangkatan dengannya maupun kakak kelasnya yang diatas angkatannya. Ternyata tidak hanya perempuan itu sendiri yang di bicarakan para seniornya, melainkan ketiga teman perempuan tersebut juga banyak yang mengaguminya.
Sejak richy melihat perempuan tersebut untuk kedua kalinya, saat itulah richy menyadari sesuatu. Dia merasa tidak mungkin dirinya itu bisa mendapatkan perempuan tersebut. Diawal pendaftaran saja banyak yang mengaguminya, sehinga sejak saat itulah richy tidak pernah mencari perempuan tersebut.
Setelah richy menceritakan bagaimana awal dia melihat wanita itu sehingga dia menyukainya. Yang membuat reaksi clara berubah, karena saat richy menceritakan bagian saat dimana dia melihat perempuan tersebut untuk kedua kalinya, dan bahkan richy memberitahuka nama elaki yang mengatar perempuan tersebut, clara merasa perempuan yang richy maksud adlah diirinya sendiri. Cara sedikit tidak percaya jika perempuan yang richy sukai itu ternyata adalah dirinya, tapi clara sedikit yakin saat richy memberitahukan nama lelaki yang mengatar perempuan tersebut. Karena clara sendiri pernah diantar oleh seorang lelaki yang sama persis dengan cerita yang richy ceritakan.
Untuk meyakinkan dirinya, clara mencoba bertanya kepada richy.
"Perempuan yang kakak maksud, ketika kakak melihat yang kedua kalinya, apakah perempuan itu benar-benar di antar oleh laki-laki yang bernama tomi, dan apakah perempuan itu diantar menggunakan kendaraan ninja berwarnah hijau?"
"Bagaimana kamu bisa tahu, kalau perempuan yang aku maksud sesuai dengan apa yang kamu tanyakan?"
Siapa sangka laki-laki yang clara kagumi ternyata richy sendiri sudah mengagumi dia terlebih dahulu. Cinta bisa datang dan pergi kapan saja. Clara yakin perasaan saat itu adalah cinta yang datang tepat pada waktunya.
"iiiiya aku sangat mengenal perempuan yang kakak maksud, karenaaaa....... "
"karena apa?"
__ADS_1
"Karena aku sanagt dekat dengannya. Dan aku juga tahu dia dulu saat mengatar formulir pendaftaranya, dia diantar oleh seseorang lelaki yang juga sekolah di SMA kita, dan namanyapun tomi. Lelaki itu sering main kerumah tetangga perempuan yang kakak sukia itu, karena tetangga itu temannya tomi. Bahkan tomi sendiri juga sangat dikenal oleh ayah dari perempuan yang kakak maksud."
"Berarti tebakanku benar donk, bahwa tomi itu pacar perempuan tersebut?"
Secara tidak sadar, clara sendiri keceplosan menjawab richy secara spontan. Dia bahkan lupa bahwa dia sedang menceritakan akan perempuan yang richy sukai itu melainkan adalah perempuan lain, bukan dirinya. Tapi dia sendiri menjawab begitu cepat saat richy mengatakan bahwa tebakannya itu benar. Dia spontan menjawab dengan tegas bahwa tomi itu bukan pacarnya.
"Apa kamu bilang, tomi itu bukan pacar kamu?"
"Eeeeeeee maksud aku, tomi itu bukan pacar perempuan tersebut. Karena aku tahu perempuan tersebut baru putus dengan seseorang."
"Nggak-ngak, jelas-jelas kamu tadi bilang bahwa tomi bukan pacar kamu. Aku yakin, kamu tidak mungkin salah ngomong atau aku salah dengar."
Entah apa yang Kak Richy pikirkan, sampai dia mengatakan.......
" Aku berharap kita bisa bertemu ketika sekolah mulai aktif. Karena aku ingin meyakinkan sesuatu yang sedikit mengganjal ketika kamu mengatakan bahwa kamu bukan pacarnya tomi. Aku berharap kamu setuju."
Liburan tengah semster telah berakhir, waktunya kembali ke rutinitas sehari-sehari sebagai anak sekolahan. Hari pertama masuk sekolah usai liburan tidak terlalu menguras otak untuk belajar. karena pukul 08:00 pagi, semua guru akan mengadakan rapat hingga selsai.
Kebetulan hari itu clara memberanikan diri membawa ponsel, karena dia yakin di hari pertama masuk sekolah setelah libur pelaturan tidak akan terlalu ketat seperti hari biasanya yang sering mengadakan razia secara tiba-tiba. Sebenarnya clara tidak berani mentang pelaturan sekolah, apalgi dia sendiri juga terpilih sebagi anggota osis. Tak apa-apa pikirnya, karena clara sendiri belum bena-benar menjadi anggota osis karena anggota baru belum juga dilantik, tetapi itu tetap prilaku yang tidak baik ditiru karena tetap saja melanggar pelaturan sekolah
Clara, putry, tia dan eny, seperti biasanya mereka selalu berkumpul, mereka memilih duduk di depan kelas clara sambil menghadap ke arah lapangan basket. Merekapun tidak terlalu memperhatikan lelaki yang sedang asik bermain bakset pagi itu, kebiasaan mereka jika sudah ngumpul barsama dengan personel yang lengakp, mereka selalu asyik dengan dunia mereka sendiri tanpa memperhatikan orang yang berada disekeliling, walaupun tatapan orang akan mengarah ke arah mereka.
Tak lama kemudian, salah satu teman kelas clara menghampirinya. Clara diberitahukan bahwa ada dua laki-laki yang sedang mencari dirinya. Tatapan clara langsung tertuju ke arah pintu kelasnya, dia benar-benar melihat dua sosok lelaki yang sedang berdiri tepat di depan pintu kelasnya saat itu. Salah satu lelaki itu langsung melambaikan tangannya ke arah, clara tidak diam begitu saja, diapun memberitahukan ketiga sahabatnya. Clara tidak tahu harus bersikap seperti apa saat itu, karena salah satu lelaki yang mencarinya itu adalah richy.
"Kalian ingat tidak lelaki yang aku ceritakan kepada kalian terakhir kali?
"Iya ingat kenapa? (sahut putry).
__ADS_1
"Lelaki itu sekarang berdiri tepat didepan kelasku, dan lelaki itu sedang menatap kearah sini."
"kasihan donk dia berdiri lama menunggu kamu, kasihan loj clara. lebih baik kamu temui saja, dari pada nanti kau nyesal lagi."
"iya aku mau menemuinya, tapi salah satu dari kalian temanin aku donk. Lihat!!!, dia aja datang mencari diriku bersama temannya."
"masa iya kita temanin, lagian kita semua disini kok, jarak dari sini sampai depan pintu kelas kamu juga dekat, jadiiiii kita pantau kamu dari sini sja, jadi kalau ada apa-apa kita akan langsung kesana kok." ( sahut putry ).
"Tapi, ngomong-ngomng ni ya. bagaimana bisa dia kamu berada di kelas X_5."
"Sebenarnya aku sendiri sih yang kasih tahu kalau aku berada di kelas X_5.hehehhe"
Clarapun mengumpulkan keberaniannya, dia akhirnya membaranikan diri dan segera bangkit dari tempat duduk dan langsung berjalan menghampiri kearah richy.
"Eeemmm,,,,,Clarakan?"
"Iya kak."
"Ow ya kenalin, aku richy dan ini teman aku beni."
Richy menatap clara begitu lama, Entah apa yang sedang dipikirkanya, clara haya melempar senyum kepada richy.
"Ada apa kak, kok kakak tak berhenti menatap kearahku, apakah ada yang aneh pada diri aku?"
"Iya maaf kalau aku terlalu lama menatap kamu. aku hanya memastikan perempuan yang aku ceritakan itu apakah itu benaran kamu atau orang lain. Nggak salah lagi, sekarang aku yakin bahwa perempuan yang aku ceritakan ke kamu itu ternyata kamu sendiri."
Ternyata richy menatap clara bukan tanpa alasan, melainkan dia memastikan sesuatu, Clara terkejut ketika richy mengatakan bahwa perempuan yang dia ceritakan ity dirinya sendiri. Clarapun berpura-pura untuk meyakinkan richy bahwa dirinya itu buka perempuan yang dia ceritakan kepadanya sebelumnya, Bahkan clara mencoba mengecohkan richy, richy sendiri tetap pada pendiriannya, dia yakin bahwa perempuan tersebuat adalah clara. Clara sendiri sudah tidak bisa mengelak, akhirnya dia memutuskan untuk mengakui dirinyalah perempuan yang richy ceritakan. Terlihat senyuman terpacar dari wajah richy, sedangkan clara merasa sedikit malu. Tapi richy mencoba memecahkan kecanggungandianatra mereka.
__ADS_1
kurang lebih 30 Menit menit setelah mereka berbicara, richy langsung kembali ke kelasnya. Dia mengatakan kepada clara bahwa dia merasa tidak enak dengan ketiga sahabr dari clata yang sudah terlalu lama menunggu. akan tetapi mereka tidak selsai sampai disitu saja. Sejak saat itu clara dan richy selalu intens komunikasi baik itu secara langsung maupun tidak langsung.