My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Pertama kali aku lakukan kepada lelaki


__ADS_3

Hadirnya Adi dalam kehidupan, aku belum bisa menjanjikan apapun tentang hubunganku dengannya, karena aku sendiri tidak yakin akan kemampuan diriku untuk bisa mencintainya. Masa lalu membuat aku tidak ingin terlalu cepat larut dalam suatu hubungan, aku juga tidak ingin menjalin suatu hubungan seperti dulu lagi. Cinta yang dulunya kandas membuat aku sedikit troma.  Jika aku sepenuhnya troma, mungkin aku tidak akan berani mengambil langkah seperti saat itu. Memberanikan untuk membukakan hati, tidak terlalu sulit untukku. Akan tetapi aku tidak yakin bahwa aku dengan muda bisa mencintai seseorang lagi.


Aku dan Adi sama-sama belum saling mengenal satu sama lain, aku dan Adi sempat ama-sama mengatakan untuk mencoba saling mengenal. Aku juga tidak tahu apakah dia mencintaiku atau tidak.


Ketika itu aku sempat berpikir bahwa Adi juga belum sepenuhnya mencintaiku, bagaimanapun perkenalan kita terlalu sangat singkat, akan tetapi Adi dengan beraninya mengatakan cinta kepadaku. Begitu juga denganku, dengan berani dan mudahnya menerima pernyataan cintanya Adi. Tidak mungkin ada cinta sekilat itu.


Empat hari seteah jadian, ternyata hari itu merupakan hari ulang tahunnya Adi, dan aku sendiri baru mengetahuinya hari itu di kampus saat Nugrah mengucapkan selamat ulang tahun kepadannya. Agar aku yakin, aku mencoba mendekati Nugrah dan bertanya kepadanya. Ternyata aku tidak salah dengar, bahwa benar hari itu hari kelahirnya Adi.


Akupun langsung bergegas meminta saran kepada Aci dan Rika, ternyata mereka juga binggung. Akhirnya Rafa dan Gunawan yang saat itu juga berada ditempat itu, Rafapun memberikan aku sebuah saran, dari saran yang di berikan Rafa, munculah ide-ide dari diriku sendiri.


Aku juga tidak lupa meminta bantuan kepada mereka agar mereka mau membantu aku untuk memberikan Adi kejutan hari itu. Akupun memiliki rencana untuk memberikan kejutan kepada Adi malamnya dan aku sudah juga sudah memikirkan tempatnya. Ketika aku memberitahukan tempatnya kepada Aci, Rika, Rafa dan Gunawan, merekapun setuju mau membantuku.


Sore itupun aku memilih pulang bersama Rika, Adipun tidak keberatan. Herannya dia tidak terlihat kesal sama sekali, karena sampe sore itu aku tidak memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadanya.


Dalam perjalan pulang, tidak lupa aku dan Rikapun mempir di sebuah tokoh kue. Sesampai di tokoh kuepun aku mulai kebinggungan akan memilih kuetar yang seperti apa, karena itu pertama kalinya seumur hidupku membeli sebuah kuetar untuk seseorang yang menjadi pacarku. Tidak ada satupun dari mantan-mantanku yang pernah aku belikan kuetar dan tidak satu mantanpun yang pernah aku perlakukan seperti memberi sebuah rencana untuk memberikan seorang lelaki kejutan di hari ulang tahunnya.

__ADS_1


Malampun tiba................


Tepat pukul 07:00, karena Gunawan tida bisa ikut, Aku, Rika, Aci dan Rafa sudah siap berangkat menuju ketempat tujuan yang telah aku tentukan untuk memberikan kejutan kepada Adi.


Memilih tepi pantai adalah pilihan yang tepat menurutku malam itu, bagaimanapun aku sendiri adalah anak rantauan yang hanya mendapatkan uang belanja bulanan di awal bulan. Karena hari itu masih tanggal 11, jadi aku sedikit menyisipkan uang belanjaku untuk aku sisakan sampai akhir bulan.


Sebelum sampai tujuan, tiba-tiba cuaca malam itu tidak mendukung, sehinga kita malam itu kehujanan dalam perjalan, kitapun memilih berteduh di  depan sebuah ruko yang tidak jauh dari tempat lokasi yang akan kita tuju. Sambil menunggu hujan redah, aku mencoba menghubungi Adi untuk menanyakan dia sudah berada dimana.


Dia sendiri tidak tahu kenapa malam itu aku yang duluan mengajak dia bertemu dan tanpa meminta untuk dijemput olehnya. Karena hujan cukup deras malam itu, sehingga Adi sendiri ketika aku menayakan dimana dia saat itu, ternyata dia masih di rumahnya.


"Apa kamu bilang, kamu masih dirumah?"


"Ya sudah kalau gitu, aku mau lanjut ketempat yang sudah aku tentukan tempat kita akan bertemu malam itu. Kebetulan hujannya juga sudah sedikit redah, aku tunggu kamu disana."


"Harus malam ini ya bertemunya, nggak bisa besok malam gitu?"

__ADS_1


"Terserah kamu, yang penting aku akan tunggu kamu di tempat aku beritahukan kamu sebelumnya. Samapai jam 10:00 malam ini aku akan tunggu kamu."


Karena sedikit gerimis, aku dan yang lainnya sepakat melanjutkan perjalanan kita.


Sampai tujuan, sambil menunggu Adi tiba, kitapun mulai memesan makan dan minuman yang hangat. Karena malam itu hujan, sehingga hanya ada kita saja yang berada di tempat salah satu tempat orang jualan di tepi pantai yang kita pilih tidak ada orangnya. Dan tempat yang aku pilh saat itu juga pemadangnya juga cukup indah, kita bisa melihat dari atas lampu-lampu yang berasal dari perahu yang berada di pantai.


Tidak lama kemudian, Adipun menghubungiku. dia memberitahukan bahwa dia sudah berada di tempat lokasi yang aku kirimkan. Akupun meminta Rafa untuk keluar mencari Adi, sedangkan aku menyiapkan untuk menyalakan lilin di bantu oleh Rika dan Aci.


Adi terlihat sedikit binggung, dan mencoba menghubungiku lagi. Dia memberitahukan aku, bahwa dia melihat Rafa, karena Adi sendiri benar-benar tidak tahu bahwa aku mengajak mereka. Akupun meminta Adi untuk mengikuti Rafa, saat Adi memarkirkan kendaraannya, sekitar tiga langkah dia mendekati tempat aku berada saat itu, akupun langsung hadir tepat di hadapanya. Dia terlihat terkejut dan dalam hitungan detik dia tidak bicara, hanya senyuman yang terpancar di wajahnya. Akan tetapi aku sedikit kasihan padanya, karena saat dalam perjalanan dia menuju ketempatku malam itu, hujan kembali deras lagi, sehingga dia kehujanan di jalan. Akupun memarahinya, karena dia tidak berhenti untuk berteduh saat hujan tiba-tiba deras lagi.  Aku cukup terkejut ketika aku mendengar jawaban darinya,


"Aku bukanya tidak mau berteduh. Yang ada dipikiraku, aku takut dan khawatir kamu menunggu lama disini, karena yang aku tahu kamu sendiri, aku tidak tahu kamu bersama mereja juga."


"Aku tidak memberitahukan kamu, karena aku ingin memebrikan kamu kejutan. Aku minta maaf ya, karena aku kamu jadi basah kuyup begini."


Itu kejadian yang kedua kalinya Adi basah kuyup kehujanan di jalan karena aku.

__ADS_1


Kejadian malam itu, membuat aku memliki sedikit harapan akan mencintainya. Walaupun itu hanya sedikit, setidaknya aku tidak begitu saja menutup mata bagaimana perjuangannya dia masuk kedalam kehidupanku.


Dari sikap, perilakunya dan usahanya  semenjak dari pendekatan sampai aku menjadi pacarnya itu, hatiku sedikit berdegup, namun aku belum bisa mengetahui seperti apa perasaanku yang sebenarnya itu kepadanya.


__ADS_2