My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Tidak hanya kehilangan dirinya, tapi aku juga kehilangan diriku sendiri.


__ADS_3

Kata putus yang Kak Richy katakan itu membuat aku kaget.


"Apakah yang kakak katakan itu benar - benar serius?" ( Tanyaku ).


"Aku serius, semoga kamu mendapatkan yang lebih baik dari aku, dan semoga kamu tidak melakukan hal yang sama kepada pasanganmu suatu saat nanti. Karena jika kamu meragukannya, maka orang itu pasti akan merasakan hal yang sama seperti aku".


"Kalau itu yang kakak inginkan, aku tidak bisa berbuat apa - apa lagi. Terimakasih karena sudah pernah hadir dalam hidupku, semoga kakak juga mendapatkan yang lebih baik dari aku. Maaf selama ini aku belum bisa menjadi yang terbaik. Sekali lagi aku minta maaf jika aku sudah banyak buat salah kepada kakak, dan membuat kanu kecewa". ( Dan ini SMS kata terakhir antara aku dan Kak Richy ).


Andaikan dia tahu, Ketika dia memutuskan hubungan denganku, itu sesuatu hal terberat yang aku rasakan selama hidupku sampai saat ini. Aku tidak tahu, apakah aku sanggup menjalani hidup ini. Aku merasa takut untuk menjalin suatu hubungan yabg serius dengan seseorang lagi. Aku benar depresi, aku seperti orang gila. Aku tidak tahu harus nenceritakan kepada siapa tetang apa yang aku alami malam ini. Aku hanya bisa mengurung diri didalam kamar. Sampai nenekku memanggil namaku untuk makan malam bersama, akupun tidak keluar kamar dan tidak bersuara. Nenekku berhenti memanggil namaku, mungkin dia mengira aku sudah tidur.


Sampai subuh aku tidak bisa tidur. Aku hanya bisa menangis sampai air mataku sudak tak bisa keluar lagi. Seperti biasanya aku selalu bangun subuh dan sholat. Ketika selsai melaksanakan sholat, aku biasanya duduk santai di depan rumah. Tapi saat itu, selsai sholat subuh, aku langsung mencuci pakian kotorku dan langsung mandi. Akupun langsung memakai seragam sekolahku. Ketika aku membuka kunci kamarku, aku berniat keluar untuk sarapan dipagi itu bersama kakekku. Tiba - tiba aku terjatuh tepat di belakang pintu kamarku, setelah itu aku tidak sadarkan diri.


Sekitar 20 menit, Tante Yuli yang bertugas mengantarkan aku sekolah pagi itu memanggil - manggil namaku. Karena tidak terdengar balasan sahutan dariku, Tante yuli mencoba mengetuk pintu kamarku. Tidak ada respon dariku. Tante yuli melihat kamarku tidak terkunci, dia mencoba masuk. Tapi pintu kamar tidak bisa dibuka penuh, karena terhalang olehku. Karena posisi saat itu, aku jatuh pingsan tepat dibelakang pintu kamarku. Tente yuli khawatir, akhirnya dia memanggil Kakek dan Nenekku serta adik sepupuku. Sepupuku yang paling kecil diminta untuk masuk ke dalam kamar, untuk dibukakan jendela kamarku.


Saat adik sepupuku berhasil masuk dan membuka jendela kamarku, Kakeku langsung masuk kamarku melalu jendela kamarku dan langsung memindahkan aku ke tempat tidurku. Tante dan Nenekku langsung memasuki kamarku, dan mencoba memanggil - manggil namaku sambil meletakkan minyak kayu putih tepat dihidungku dan sambil mengosok - gosokkannya dibadanku.


Tidak lama kemudian, aku mulai membukakan mataku. Aku bertanya apa yang terjadi, Tante Yuli menceritkan apa yang terjadi padaku pagi itu.


"Badan kamu demam, kenapa kamu tadi mandi pagi? ( Tanya Nenekku ).

__ADS_1


"Aku tidak tahu kalau aku demam, hanya saja aku memang merasakan agak pusing dari tadi pagi. Tadi aku pikir, itu karena aku tidak makan tadi malam" ( Sahutku ).


"Ya sudah hari ini kamu tidak usah pergi ke sekolah, kamu istirahat saja dirumah. Nanti Tante ke sekolah kamu untuk memberitahukan keadaan kamu yang sekarang" ( Sahut Tanteku ).


"Kapan - kapan kalau kamu merasa kurang sehat, jangan disembunyikan ya. Kasih tahu Kakek, Nenek atau Tante kamu" ( Sahut Kakekku )


"Iya Kek, Maaf karena aku sudah membuat seisi rumah khawatir terhadapku. Aku minta tolong tidak usah cerita ke ibuku, nanti dia khawatir. Lagian aku hanya demam sama pusing sedikit, palingan besok juga sudah bisa sekolah" ( Sahutku).


"Iya...., Kamu tidak usah khawatir. Lebih baik sekarang kamu sarapan dulu, setelah itu kamu boleh istirahat lagi!!".


Selsai menyantap sarapanku pagi itu, aku langsung masuk kamar. Aku masih terbayang akan hubunganku bersama Kak Richy, tapi apalah dayaku, Dia sudah memutuskan hubungan denganku. Ketika aku memberikan cintaku pada seseorang, itu berarti aku sanggup setia pada satu lelaki. Tapi kenapa cinta dan kesetiaanku tidak bisa membuat dia mempertahakan hubungan ini.


Beberapa jam kemudian, aku berpikir jika aku diam sendirian didalam kamar, aku bisa menjadi lebih stres. Akhirnya aku memilih berbaring didepan TV dan menonton bersama adik sepupuku yang paling kecil. Saat itu dia menonton film kartun, dan filmya sangatlah lucu. Dia tertawa terbahak - bahak, tapi berbeda dengaku, aku tidak bisa tertawa saat itu, yang ada aku menahan tetesan air mataku.


"Ya hallo Tami" ( Sahutku ).


"Katanya kamu sakit, sakit apa?" ( Tanya tami dan teman grup KUACI ku yang lainnya ).


"Aku hanya demam biasa kok, besok Insyah Allah sudah bisa masuk sekolag lagi".

__ADS_1


"Tadinya aku dan teman kelas juga khawatir ketika mereka mendengar kamu sakit. Solnya tiga hari lagi kita akan menghadapi ujian praktek".


"Iyaa, Salam buat teman semua. Terimakasih karena sudah mengkhawatirkan keadaanku".


"Kamu baik - baik sajakan, karena tadi malam aku lihat status kamu di facebook kata - katanya sangat menyedihkan begitu. Aku merasa kamu ada masalah ya Clara??" ( Sahut Rya ).


"Aku tidak bisa menceritakan ini semua kepada kalian melalui telpon. Besok aku akan ceritakan semuanya".


"Ok deh kalau gitu Clara, jam istirahat telah habis, aku tutup telponnya ya Clara. Sampai ketemu besok di sekolah!! ( Sahut teman - temanku ).


Sampai sekarang aku masih belum bisa menerima kenyataan. Akan tetapi kejadian yang sudah terjadi semuanya diluar kuasaku. Selama ini aku sudah berusaha semampu ku dan sebaik - baiknya.


Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan, sehingga dia begitu mudahnya mengakhiri hubungan ini. Mencoba mengikhlaskanmu pergi, jujur aku belum sanggup.


Ketika orang di sekeliling mengetahui aku sebentar lagi akan mengahadapi ujian praktek dan akan menghadapi UAN, mereka mendukung dan mendoakanku. Aku sangat bahagia ketika mendapatkan banyak dukungan dan doa dari orang di sekelilingku. Tapi tak habis pikir olehku, kenapa Kak Richy harus mengatakan hal yang tidak aku ingin terjadi disaat menjelang dekatnya dengan ujian prakteku. Apakah dia tidak berpikir, bawha keputusannya itu akan mengganggu pikiranku.


Entalah kenapa aku bisa seperti ini, tidak bisa menerima kenyataan. Aku takut aku tidak bisa konsentrasi saat ujian praktek yang tiga hari lagi akan dilaksanakan. Aku seperti kehilangan akal sehatku, apakah karena aku terlalu mencintainya.


Dulunya waktu aku ditinggalin oleh Tyo , aku memang susah buat move on, tapi aku tidak sesedih ini dan segila ini. Aku benar - benar kehilangan kesadaran ku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

__ADS_1


Aku benar benci ketika dia memikirkan pendapatnya saja, dia tidak memikirkan bagaimana pendapatku.


Apakah aku harus berpura - pura tidak pernah terjadi sesuatu padaku. Tapi itu tidak akan mengubah kondisiku yang aku alami saat ini.


__ADS_2