
Diantara semua teman kelasku yang berada di pantai hari itu, aku tidak tahu apakah mereka menegetahui diriku yang beberapa hari terakhir sebelum perkenalan dipantai dengan Adi. Entahlah mereka tahu atau tidaknya bahwa diriku sudah terlebih dulu menjalin komunikasi beberapa hari dengan Adi. Tapi yang pastinya aku tidak pernah menceritakan kepada siapapun tentang aku yang sudah menjalin komunikasi dengan Adi beberapa hari sebelum perkenaln hari itu. Akan tetapi aku tidak pernah bertanya kepada Adi apakah dia menceritakan kepada seseorang atau tidak, hanya saya terlihat sangat jelas sikap dan prilaku Nugrah terhadapku dan Adi saaat kita semua mencoba mengambil foto bersama. Adi yang berdiri tepat paling belakang, tiba-tiba Nugrah meminta Adi mengantikan posisi dengan dirinya, karena saat itu aku berada diposisi paling depan bersama Nugrah. Saat Adi pindah kedepan, tanpa sengaja aku melihat ekspresi Nugrah tiba-tiba tersenyum kearah diriku dan Adi. Aku hanya bisa menebak-nebak, besar kemungkinan Nugrah mengetahui bahwa Adi dan diriku sudah menjalin komunikasi beberapa hari terakhir.
Ketika aku melirik kearah Adi, tidak ada kata yang keluar dari mulutnya, dia hanya tersenyum. Akupun berinisiatif mencoba mengajak dia berbicara terlebih dahulu. Aku sendiri awalnya binggung bagaimana memulai pembicaraan kepadanya, Saat aku menemukan kata yang tepat untuk memulai awal pembicaraan, tapi tepat di pertengahan pembicaraan aku kehabisan kata-kata. Entah kenapa aku tiba-tiba speechless, kehabisan kata-kata tidak pernah terpikirkan olehku. Untungya hari itu aku memiliki ide lain dengan mengajak dia foto berdua, Adipun tidak menolak. Hanya aja dia tampak masih sedikit canggung terhadapku. Akupun meminta kepada salah satu diantara teman-temanku untuk mengambil fotoku bersamanya. Mencoba rileks dan percaya diri saat di hadapannya, aku mencoba menjadi versi terbaik dari diriku sendiri. Karena menjadi diri sendiri adalah hal yang terbaik yang aku lakukan selama ini, untuk menjadi pribadi yang jauh dari keseharianku, itu sudah untuk aku lakukan.
Tepat pukul 06:15 aku tiba di kos diantar oleh Gunawan. Saat aku memasuki kamar, aku melihat ada lima perempuan yang terlihat cukup dewasa dengan memakai seragam yang sedikit ketat dengan seragam yang sama. Aku cukup terkejut, terkejutnya diriku bukan karena melihat merekayang memakian seragam yang ketat, aku tidak pernah memperdulikan itu. Hanya saja aku terkejut ketika melihat dua dari kelima perempuan di dalam kamar itu sedang merokok. Itu bukan pertama kalinya aku melihat perempuan merokok dihapanku, hanya saja aku tidak pernah membayangkan bahwa kakak sepupuku memiliki teman seperti itu. Aku tidak punya hak untuk melarang dengan siapun orang terdekatku bergaul, tapi aku percaya bahwa kakak sepupuku orang yang tidak mudah terpengaruh dengan hal seperti itu.
Kakak sepupuku yang melihat ekpresiku terlihat cukup jelas, bahwa diriku sedikit tidak nyaman dengan kedatangan teman-temannya, diapun mencoba menjelaskan kepadaku bahwa mereka bukan teman kampusnya. Dari seragam yang mereka kenakan dengan beberpa isi tas yang mereka letakkan tepat di sebelah pintu kamar, ku asangat menegrti ketika kakak sepupuku menjelaskan bahwa teman-tema itu sedang bekerja sebagai SPG rokok.
Awal-awal aku menginjak kaki di kota, aku memang tidak mengetahui apa itu SPG. Tapi karena kakak sepupuku juga sering mengambil job saat libur kuliah sebagai SPG rokok, sejak itulah aku mulai mengetahui apa itu SPG, dan SPG itu banyak macam. Itu sebabnya ketika kakak sepupuku memberitahukan bahwa kelima perempuan tersebut hanya sekedar mampir sebentar saja.
Sebelum mereka pergi, salah satu dari dua perempuan yang sebelumnya aku melihat sedang merokok. Aku tidak tahu kenapa mereka tiba-tiba menjelaskan bhawa mereka bukan perokok. Melainkan mereka hanya ingin merasakan seperti apa rasa rokok yang mereka jual. Mereka sedikit penasarn karena rokok yang mereka jual tidak begitu laku di kalangan masyrakat di saat mereka menawarkan produknya, Walupun sebenarnya aku sendiri tidak membenarkan saat mendengar penjelasan mereka, apapun itu alasan mereka, aku tetap tidak menyetujuinya. Akan tetapi aku hanya mengatakannya di dalam hati, aku hanya mencoba tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalaku dan mendengar penjelasanya sampai akhir.
Tiga hari kemudian, hari itu merupakan hari minggu tepat pada tanggal 6 november 2011. Tepat pukul 06:20 pagi, aku masih bermalas-malasan berbaring di temapt tidur. Hari itu aku merasa sedikit kurang enak badan, sehingga aku bangun dan hanya mencari di tempat terdekar sekedar keluar membeli sesuatu yang bisa untuk aku makan.
Setelah aku merasa sedikit kenyang, aku mencoba menyalaan leptop dan melanjutkan untuk menonton drama yang sudah aku tonton sebelumnya.
tiba-tiba aku mendengar ponselku berbunyi, sehinga akupun terbangun. Aku baru menyadari, bahwa diriku ketiduran saat menonton drma di leptopku.
"Hallo"
"Hallo, Clara kamu dimana?"
__ADS_1
"Aku di Kos, Ada apa Aci?"
"Kita kepantai yukk!!!"
"Perasaan baru saja beberapa hari yang lalu kita kepantai."
"Iii tapi ini kan beda. beberapa hari yang lalu kan kita pakai seragam formal banget, aku maunya kita kepantai hari ini dengan pakaian sedikit santai, biar kita bisa dapat gitu suasana pantainya."
"Aku nggak ikut deh, soalnya ada luka di legan aku dan sedikit bernanah. Cukup sakitlah."
"Kok bisa lengan kamu bernanah gitu?"
"Iya, sekita dua hari yang lalu itu, aku pas pakai baju mau berngkay kuliah itu, ternyata ada peniti gitu nempel di baju aku. Seperti itu peniti yang sering aku kenakan untuk hijabku. aku nggak tahu bakalan bisa bernanah begini."
"Nggak Ci, lagian ini cuman luka kecil. Nanti kalau dia kempas pasti bakalan enakan kok."
"Ya sudah deh kalau gitu, kalau kamu gak ikut, kita juga nggak jadi deh ke pantainya."
"Kok gitu, emangnya siapa saja yang ikut?"
"Rafa dan Rika sudah di kos, Tadinya aku sudah telpon yang lainnya juga, tapi hanya Gunawan yang mau ikut."
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari arah kamar mandi memanggil namaku, aku cuku terkejut ketika mendengar suara orang yang sedang mandi. Berpikir itu kakak sepupuku, tapi tidak mungkin. Karena saat ku perhatikan jam yang terletak di teletak sebelah tv, jam menunjukan pukul 03:15, jadi tidak mungkin kakak sepupuku mandi di jam segitu, pikirku.
"Nanti aku hubungi lagi ya Aci, aku mau kebelakang sebentar."
Ku mencoba melangkahkan kakiku kearah belakang.
Aku sedikit terkejut saat mendengar suara yang awalnya memanggil namaku dan tidak terdengar lagi. Tepat di depan pintu kamar mandi, kakak sepupuku mencoba sedikit membuka pintu kamar mandi secara tiba-tiba sambil memanggil namaku. Aku dan diapun sama-sama terkejut, karena kakak sepupukun tidak menegtahui bahwa aku sudah berada tepat di depan pintu.
"kamu ngapain di depan pintu kamar mandi?"
"Kakak sendiri ngapain mandi jam segini, nggak pernah tuh kakak aku lihat mandi jam segini. Malahan biasanya males mandi."
"Kakak mau ke acara syukuran teman. Terus kamu ngapain beridiri di epan pintu tanpak bersuara begitu?"
"Iyaaa, namanya juga orang baru bangun tidur, jadi aku sendiri megira salah dengar. Kakak juga ngapain manggil aku?"
"Kakak Lupa bawa handuk, kakak tadinya mau minta tolong ambilkan handuk di luar."
Tanpak bertanya atau basa-basi lagi, akupun langsung membukakan pintu dan megambil handuk yang sebelumnya terjemur di luar.
__ADS_1