My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Entah apa yang ada dipikiran mereka


__ADS_3

Ku ucapkan rasa syukur karena aku masih merasakan matahari di pagi hari.


Aku terbangun jam 07 : 30 pagi, aku langsung bergegas mandi. Hari ini hari minggu, dan hari ini juga aku sambut dengan sangat semangat, karena hari ini waktuku akan aku gunakan buat bermain - bermain kepantai bersama peserta BIMBEL dan panita yang bertanggung jawab atas peserta BIMBEL. Akupun bersiap - siap dan meminta Tante Vivi untuk mengantarkanku. Sesampai di asrama SBW, aku melihat masih keadaan masih terlihat sepi. Apakah aku datang terlalu pagi, tapi janjinyakn jam 8 sudah di asrama. Setelah aku melihat jam tanganku, aku datang tepat jam 8 pagi.


"Kamu tidak apa - apakan kalau tante langsung balik ke kos??".


"Iya tidak apa - apa tante. Itu teman - teman aku yang lain baru datang" ( Menunjuk ke arah temanku yang baru saja datang ).


"Ya sudah kalau begitu tante tinggalin. Nanti kalau kamu sudah pulang mintanya dijemput, hubungi saja tante!!. Jaga diri baik - baik ya".


"Ok tante"


Karena umurku tidak terlalu beda jauh, jadi aku selalu dianggp adik oleh tanteku. Akupun memanggil dia dengan sebutan tante, ketika hanya ada aku dan dia. Jika didepan orang lain, aku dan dia selalu mengaku sebagai adik kakak.


"Clara, ada yang ingin bicara dengan kamu" ( Sahut Kak Jho ).


"hhmmm, Siapa??" ( Tanyaku ).


"Kamu diminta temui dia di kamarnya!!" ( Kak Jho menunjuk kamar Kak Richy ).


Dari jauh aku melihat Kak Richy memperhatikan aku melalui jendelanya.


"Emangnya boleh ya kak masuk kamar??".


"Boleh kok, Lagian kamarnya diakan dibawah dan Richy jendelanya terbuka, semua orang bisa melihat kalian dengan jelas. Jadi tidak apa - apa kok. Kamu tenang saja, temui saja dia dulu. Sepertinya dia ingin memperlihatkan kamu sesuatu".


Akupun melangkahkan kakiku menuju kamar Kak Richy. Beberapa teman BIMBEL yang sudah datang melihat aku. Aku tidak perduli, karena aku sendiri tidak merasa melakukan sesuatu yang salah.


"Kak" ( Sapaku ).


"Masuk!!" ( jawab Kak Richy ).

__ADS_1


"Kita bisa bicara di luar saja nggak??" ( awalnya aku merasa aneh ).


"Kenapa, Masuk saja!!!. Nggak apa - apa kok".


"(Aku masuk) Ada apa ya kak?".


"Aku hanya ingin melihat kamu tanpa melihat orang lain di luar" ( Aku kaget saat Kak Richy mengatakan hal seperti itu kepadaku ).


"(Aku hanya tersenyum )".


"Kenapa kamu tersenyum??".


" Tidak apa - apa kak, Ngomong - ngomong kakak satu kamar dengan siapa??".


"Orangnya satu kampung dengan kakak. namanya Putra, Kamu juga kenal dia".


"Owww begitu" ( Aku binggung ingin membicarakan apa lagi, sehingga aku hanya bisa sekedar menjawab dan terseyum )


"Aku sudah lama putus Kak. Lagian aku tidak seserius itu padanya. Kenapa?".


"Tidak apa - apa kok. Hanya ingin tahu saja" ( Jawabnya ).


Awalnya aku mengira dia akan mengajak aku balikan, ternyata dia hanya sekedar pingin tahu tentang statusku sekarang ink. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padanya. Mungkin dia hanya menggap aku sebagai teman atau juniornya, pikirku.


Setelah lama berbicara, aku memilih ingin meninggalkan kamar Kak Richy.


"Kak, Sepertinya teman - temanku sudah hampir semuanya datang. Aku ingin berkumpul dengan mereka. Nggak apa - apakan??. Kakak sudah tidak ada yang ingin di bicarakan lagi denganku kan?".


"Iya, Untuk pembicaraan hari ini aku sudah cukup. Kamu hati - hati kalau sudah sampai pantainya. Nggak usah mandi, karen kamu tidak bisa berenang".


"Iya Kak".

__ADS_1


Saat aku keluar dari kamar Kak Richy, sekitar 5 langkah dari kamar kak Richy, Die ternyata sedang menatap ku. Dia hanya diam, dan terlihat marah. Aku tidak tahu kenapa dia menatapku dengan wajah seperti itu, akupun mencoba menyapa dia.


"Kamu sudah dari tadi?" ( Tanyaku ).


"Uhhmmm" ( Jawabnya ).


"Ini sudah hampir jam 9, kok kita belum barangkat juga ya??.


"Busnya belum datang".


"Kamu nanti pakai kendaraan sendiri atau naik bus?" ( Tanyaku lagi ).


"Kendaraanku sendiri".


"Kalau begitu aku boleh boncengan bareng Die nggak, soalnya aku suka mabok naik bus".


"Kalau kamu mabok, kenapa kamu nggak minta di antar oleh pacar kamu. Bukannya itu tugas seorang pacar antar jemput pacarnya ya" ( Mulai menaikan nada bicara).


"Die??" ( Sahutku, aku mulai takut dengan nada biacaranya ).


"Kenapa?. Kamu terlihat bahagia bertemu dan berbicara di dalam kamar bersama pacar kamu. Apakah kamu masih butuh lelaki lain??, Sepertinya tidakkan. Jadi lebih baik kamu jaga jarak dari ku, karena aku takut pacar kamu salah paham dengan kedekatan kita".


"Maksud kamu apa sih. Kenapa kamu terlihat kesal kepadaku, apa kah aku menyinggung persaan kamu atau ada sesuatu yang lain sehingga kamu bersikap seperti ini terhadapku?. Maksud kamu bicara di dalam kamar apa, yang barusan kamu lihat. Jelas - jelas semua orang bisa lihat dengan sangat jelas dari luar jendel. Aku hanya bicara dengannya, aku tidak balikan sama sekali dengannya. Jadi aku dan dia masih status mantan, bukan pacar" ( Aku mulai merasa kesal ).


"Kamu tidak perlu jelaskan semuanya kepadaku. Semoga hubungan kalian bisa seperti dulu lagi" ( Die langsung meningalkan aku lagi tanpak menyelsaikan masalah ).


Kebanyakan orang memperlihatkan ataupun meluapkan kemarahan maupun kekesalannya dengan cara menggunakan kata - kata kasar atau manaikan nada bicara tidak seperti biasanya. Tapi aku orang yang selalu tidak mengertin setiap Die marah terhadapku. Aku tidak tahu kenapa dia bersikap seperti sekarang ini, karena dia tidak pernah mengatakan yang sejujurnya apa yang menyebabkan sehinga dia bersikap seperti yang terjadi saat ini.


Aku selalu berusaha menyesuaikan atau mengunakan kata dengan hati - hati saat aku mengalami situasi seperti saat ini. Tapi aku selalu salah di matanya, dan dia tidak akan mau mendengarkanku.


Terkadang aku merasa kita sangat dekat seperti saudara yang tidak bisa dipisahkan. Tetapi aku juga merasa teramat jauh seperti orang yang tidak saling mengenal satu sama lain. Entah kenapa aku merasakan hal yang aneh ketika dia bersikap marah dan menjauhiku.

__ADS_1


__ADS_2