My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
kesan pertama


__ADS_3

Saat menunggu Dosen yang akan mengajar mata kuliah jam pelajaran kedua hari itu, sosok lelaki berdiri tepat di depan kelas, dia tidak lain petugs tempat pengambilan absen sebelum Dosen masuk kelas. Tiba-tiba dia memberitahukan bahwa Dosen yang mengajar di kelasku hari itu berhalangan hadir, sehingga aku dan teman-teman kelasku diminta untuk mengisikan absen. Petugas tempat penitipan absenpun tidak lupa memberitahukan aku dan yang lainnya untuk memeriksa email masing-masing, karena Dosen yang seharusnya bertugas mengajar di kelasku hari itu akan mengirimkan materi dan sekaligus tugas yang harus di kumpulkan pada saat pertemuan berikutnya.


Hari itu masih pukul 04:00 sore, rasanya aku belum pingin pulang. Sangat kebetulan sekali, ke enam teman-temanku memliki rencana, tidak lain mereka ingin kepantai hari itu sekaligus sambil menunggu sunset.  Saat aku menyetujui akan ikut bersama mereka, kitapun langsung berangkat dan memilih pantai yang paling dekat.


Beberapa menit kemudian aku dan ke enam temanku tiba di pantai. Berbeda dengan yang lainnya yang masih binggung akan membeli makan apa untuk mereka makan di pantai hari itu, aku sendiri langsung berlari di pingir pantai bersama Aci dan Gunawan, kitapun menyempatkan diri mengambil foto bertiga saat itu. Aku cukup menikmati suasan pantai sore hari itu, karena aku merasa pantai cukup baik  untuk menenangkan dan menjernihkan pikiranku yang beberapa hari sebelumnya aku merasa pikiranku sedikit terganggu.


Ku pejamkan mataku, ku nikmati suara ombak dan ku rasakan hempsan ombak mengenai kaki yang sebelumnya hanya pasir yang aku rasakan mengenai kakiku.  Walaupun aku sedikit tidak menyukai Air dan angin pantai, tapi pantai membuat diriku menemukan pandangan dan solusi yang baru untuk menyelsaikan masalah dengan pikiran yang sedikit mengalami kerumitan.


Tak lama kemudian, aku melihat empat laki-laki dengan mengendarai kendaraanya masing-masing. Aku merasa tidak terlalu asing saat melihat mereka, semakin dekat semakin terlihat sangat jelas. Rasanya tidak percaya bahwa ke empat lelaki itu benar orang yang aku kenal. Merekapun mulai mendekati teman-temanku yang  tidak terlalu jauh dari tempatku. Aku yang berda di pinggir pantai saat itu langsung menghampiri teman-temanku yang berada di warung tepi pantai.


"Iiii  Clara juga ikut kalian toh?" (sahut Nugrah).


"Iya, kan kita biasanya juga bertujuh mainnya." (sahut Rafa).


"Terus kamu dan yang lainnya bagiamana bisa sampai sini, nggak mungkin secara kebetulan donk." (sahutku).

__ADS_1


"Ternyata pas kita berbicara di kampus, ternyata Nugrah mendengar pembicaraan kita. Terus dia nanya benaran kita bakalan ke pantai hari ini, aku jawab saja iya." (Sahut Rika).


"Terus bagaimana mana bisa kamu tahu lokasi pantai mana yang akan kita tuju?"


Tiba-tiba setelah aku mengajukan pertanyaan Gunawan mengajukan tangannya, ternyata Gunawanlah yang memberitahukan mereka pantai yang akan kita tujuh hari itu.


"Saat kita tiba di pantai, aku mendapatkan SMS dari Adi, dia menayakan kita berada di pantai mana. Lalu aku membalas SMS dia dan memberitahukan dimana kita berada."


"Adi?" (Aku berpura-pura tidak mengenal yang mana yang bernama Adi).


lelaki itu langsung mengajukan tanganya tepat di hadapanku.


"Hay, kenalin aku Adi."


"Aku Clara. Tapi gomong-ngomong, bagaimana bisa kamu dapat nomor Gunawan?"

__ADS_1


"Kebetulan kemaren itu dia duduk tepat di sebelahku. sejak itulah aku mengenal Adi dan kita saling tukar nomor HP." (sahut Gunawan).


"Ooo gitu."


Untuk pertama kalinya aku secara langsung berkenalan dan bertatapan wajah dengan Adi. Aku melihat Adi berbeda dari yang lainnya, entah kenapa aku tidak bisa menilai seperti apa karter maupun sifatnya. Biasanya aku bisa memberi penilaian terhadap seseorang walaupun hanya melihat dari covernya saja. Walaupun kadang-kadang penilaianku salah, karena seseorang tidak bisa kita nilai hanya melihat dari covernya saja. Akan tetapi berbeda dengan Adi, aku tida bisa memberikan dia penilaian apapun terhadapnya, entah kenapa?, yang pastinya ini pertama kalinya aku melihat lelaki yang bukan karekteriaku bisa menarik perhatianku. Dari segi fisik aku memang menyukai lelaki yang badanya lebih tinggi dariku, Adipun lebih tinggi dariku dan dia juga memiliki kulit yang putih. Tapi jika di lihat dari segi wajahnya, dia bukan tipe lelaki yang aku inginkan.


Untuk saat itu, mungkin dia bukan tipe laki-laki yang aku cari selama ini. Merasa selalu gagal setiap menjalin suatu hubungan, tidak hanya itu, bahkan sebelum menjalin suatu hubungan saja aku merasa selalu ada hambatan. Tersirat dipikiranku, jika aku gagal menjalin suatu hubungan dengan lelaki yang sesuai dengan kareteriaku, lalu kenapa tidak aku mencoba untuk membukakan diri terhadap lelaki yang mencoba mendekatiku.


Dari awal Adi menghubungiku, aku benar-benar tidak tahu apa niat dia yang sebenarnya. Jika dia berniat untuk mendekati hanya untuk sebatas teman, aku akn terima-terima saja. Tapi jika dia mendekatiku karena ingin mengenal diriku dan ingin menjalin suatu hubungan lebih dari sebatas teman, entah apa yang aku pikirkan, aku cukup yakin hari itu untuk meyakinkan diriku memberikan kesempatan kepadanya.


Aku akan melihat apakah diriku akan tetap terjatuh kepada lelaki yang bukan termasuk kedalam tipe lelaki yang aku inginkan. Jika saja aku terjatuh kedalam kehidupannya, aku juga tidak yakin apakah aku bisa bertahan atau tidak. Dan jika aku bisa bertahan, aku juga tidak tahu seberapa lamanya aku bisa bertahan, aku juga tidak bisa menebaknya. Bagaimanpun dan apapun yang terjadi di kemudian hari, hari itu aku hanya bisa berpikir untuk tetap terus mencoba menjalani hidup dan mencoba mencari kebahagiaan, yang mungkin saja aku bisa temukan kebahagiaanku di tempat yang tidak aku ingin datangi bahkan di tempat yang tidak ingin aku ketahui. Jika aku tidak berani mencoba dan tidak mau mencari sesuatu yang baru, bagaimana bisa aku menemukan jawabanya.


Itu sebabnya hari itu aku mencoba memberanikan diri. Aku melihat Adi seperti lelaki yang sedikit bicara, begitu juga dengan diriku. Akan tetapi, dia sepertinya berbeda denganku, walaupun kita sama-sama sedikit berbicara, tetapi aku sedikit berbicara berlaku kepada orang yang baru aku kenal saja.


Hari itu aku cukup lebih aktif dan sedikit memiliki candaan yang membuat semua temanku tertawa hari itu.

__ADS_1


Aku lebih atusias hari itu, karena waktu terus berputar. Sesuatu yang aku tunggu akhirnya tiba, tidak hanya aku yang menunggunya, melainkan kita semua yang berada di pantai hari itu terlihat sangat menikmati indahnya sunset yang ada tepat di hapan kita. Begitu indahnya ciptaan Tuhan yang di limpahkan kepada umatnya untuk bisa kita nikmati keindah yang ada di alam semesta ini.


__ADS_2