My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Kesendirianku


__ADS_3

Sempat berpikir, apa yang harus aku lakukan ketika seseorang mengusikku. Aku tidak menemukan jawabannya, aku hanya bisa tenang dan menganggap itu ujian untuk diriku. Rasa sakit yang aku rasakan saat itu, tidak seberapa dibandingkan dengan masa-masa dimana saat masa SMA ku, aku harus ditinggalkan oleh orang yang aku cintai. Semenjak aku duduk dibangku kuliah, mungkin bukan seseorang yang akan menjadi pacarku yang akan menyakitiku, melainkan orang yang berada di sekitarku.


Akan tetapi, aku tidak akan pernah selamanya untuk diam jika seseorang mencoba mengusikku melewati batas, karena bagaimanapun aku memiliki batas kesabaran. Tetapi aku selalu berhati-hati saat bertindak.


Aku tidak pernah menceritakan kepada siapapun keluh kesaku kecuali kepada ibuku, akan tetapi aku hanya bisa menceritakan melalui telpon. Sebenarnya ingin rasa menceritkan apa yang aku rasakan kepada seseorang secara langsung, tapi aku tidak tahu harus menceritkan kepada siapa. Untuk percaya kepada orang lain, aku belum bisa.


Andai saja ke empat sahabat dari kecilku berada di sekitarku, mungkin aku akan menceritakan kepada mereka semua. atau nggak teman-teman di masa SMAku, tapi tidak ada satu orangpun  di antara mereka yang kuliah di kota yang sama denganku.


Dua bulan kemudian,


Selama dua bulan terakhir beberapa perubahan yang aku rasakan. Cristan yang dulunya megusik hidupku secara langsung dengan cara kurang menyenangkan, sudah tidak lagi dia lakukan. Melainkan, dia tetap mengusikku dengan cara tidak langsung yaitu dai terus mengirimkan aku pesan melalui messeger facebook. Aku sangat bersyukur, karena Cristan sudah tidak menggagguku secara tidak langsung, akan tetapi aku tetap tidak menyukai dan tetap merasa terusik dengan cara dia tak henti-hentinya mengirikan aku pesan. Aku tahu, pesan yang dia kirim tidak ada kata kasar satu katapun, entah kenapa aku tetap tidak menyukainya.


Karena aku merasa terganggu, tepat di kampus aku memilih untuk mencari Cristan. Tidak lama kemudian, aku melihat Ray, cristan dan teman yang lainnya sedang asik duduk tepat di bawah pohon di kampus tempat biasa mahasiswa duduk. dengan percya diri, aku sendirian mencoba memberanikan diri meghampiri mereka, Ray yang melihatku saat itu, tidak henti-hentinya menatapku saat aku berjalan menuju kearah mereka. Ray terus melemparkan senyumannya kepadaku. saat Ray menyapaku, Cristan yang biasanya menatapku, dia sesekali memalingkan wajanya. Saat itu Ray menyapaku, akan tetapi aku terus menatap ke arah Cristan.


"Kenapa kamu terus meatapku sih?" (Tanya Cristan).


"Clara sebenarnya kamu ada perlu apa, apakah kamu ingin menemuiku?" (sahut Ray).

__ADS_1


"Kalau di tanya sama senior iitu jawab!" ( sahut Sain).


"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepada salah satu diantara kalian. Aku tidak akan menyebut siapa nama orang itu, aku hanya ingin mengatakan untuk berhnti mengirimkan aku pesan melalui ma\=esseger facebook, karena aku benar-benar merasa terganggu."


Ketika aku mencoba melangkahkan kakiku untuk pergi meninggalkan temapat para seniorku duduk, tiba-tiba...............


"Tunggu!!!, aku juga ingin mengatakan sesuatu kepada kamu. Jadi cewek jangan terlalu kepedean, jangan kamu kira aku terus mengirimkan kamu pesan lalu kamu berpikir aku menyukai kamu, sebenarnya aku mengirmkan pesan terus menerus , karena niat aku tidak akan berhentu mengusik hidup kamu, karena aku membenci kamu." (sahut Cristan).


"Yang bilang kamu suka sama aku juga siapa?, maaf ya, aku tidak akan pernah kepedean jika yang mengirimkan aku pesan itu adalah kakak. Tolong dengar baik-baik, sekali lagi aku akan katakan, TOLONG berhenti mengirmkan aku pesan. Oooooo, atau jangan-jangaaaannn, kakak sebenarnya mulai jatuh cinta kepadaku."


Terlihat Dosen yang akan mengajar mata kuliahku hari itu mulai berjalan menuju kelas. Akupun langsung bergegas pergu begitu saja meninggakn para seniorku tanpa mendengar jawaban dari cristan.  Terlihat sanagt jelas dari rawut wajah Cristan sediki memerah, entah dia malu atau marah. Aku melakukan itu juga karena aku memang berniat membuat Cristan marah dan di permalukan di depan teman-temannya. Karena selama tiga bulan terakhir, aku sudah lelah mengahadapi sikap maupun prilaku Cristan terhadapku.


"Ada apa lagi sih kak Ray?"


"Aku ingin berbicara serius empat mata sama kamu."


"Tapi aku tidak bisa kak, karena aku harus menuju kelas dan segerah masuk."

__ADS_1


Cristan yang terus mengusikku, membuat aku tidak bisa bersikap sama seperti dulu lagi ke Ray. Aku tidak ingin menjadi perpecahan antara Ray dan Cristan, bagaimanapun mereka sudah lama berteman. Bagaimanapun aku sangat menyadari diri, bahwa aku hanya orang baru yang hadir dalam kehidupan mereka, terutama seharusnya aku tidak hadir dalam kehidupan Ray. Dan aku juga sempat berpikir, jika tiga bulan sebelumnya aku menolak ajakan untuk menerima jabatan tangan Ray saat dia mengajakku berkenalan, mungkin tiga bulan terakhir saat itu aku akan hidup lebih tenang tanpa gangguan dari para seniorku.


Hari itu hanya ada satu mata kuliah, jadi tepat jam 04:00 sore, aku dan ke enam temanku pulang bersamaan. Saat itu kita sudah berencana akan mampir pinggir jalan yang terkenal tempat pedangang es telernya enak dan sangat kebetulan sekali jaraknya tidak jauh dari kampusku.


Tidak lama kemudian, sampailah aku dan ke enam temanku tempat tujuan, kitapun mulai memesan. Sambil menunggu es yang sudah di pesan untuk diantar ketempat aku dan ke enam temanku duduk, terlihat tiga sosok laki-laki juga memesan es dan mereka segera mencari temapat duduk yang tidak terllu jauh dari tempat meja aku duduk dengan teman-temanki. Salah satu diantara mereka, aku sangat mengenalnya. Ingin sekali aku menyapanya, tapi aku ragu. Aku takut dia tidak mengenalku, karena terakhir kali aku bertemu denganya, dia tidak menyapaku sama sekali. Tidak hanya itu, bahkan lelaki itu juga menjauhiku. Dulu aku tidaklah takut padanya, tapi semenjak kejadian terakhir kali aku bertemu dengannya, membuat aku hari itu juga berpura-pura tidak melihat dia.


Ke enam temanku saat itu cukup berisiki saat berbicara, membuat ketiga lelaki itu melihat ke arahku. aku tidak tahu cara menghentikan ke enam temanku agar orang di skeitarku saat itu tidak melihat kearahku. Bagaimapun, tidak hanya temanku saja yang cukup berisik, sebagian orang yang berada di tempat yang sama dengaku saat itu juga mereka terlihat sangat santai dan asik mengobror satu sama lain. Sehingga tidak ada orang yang keberatan saat ke enam sahabatku tertawa cukup keras. Sesekali aku melihat kearah ketiga lelaki itu, tanpa sengaja saat aku menoleh, salah satu lelaki yang aku kenal itu juga melihat kearahku, kitapun saling bertatapan. Aku benar-benar binggung bagaimana cara menyapanya, sikap yang canggung antara aku dan lelaki itu tidak pernah terjadi semenjak aku pindah sekolah saat duduk di bangku SMA.


Karena kita sudah saling melihat satu sama lain, aku tetap tidak menyapanya, akan tetapi aku tidak menghindari kontak mata dengannya, aku hanya diam dan terus melihatnya. Aku juga tidak tahu apa yang dia pikirkan, kita yang awalnya saling bertatapan secara tidak sengaja, membuat dia sesekali  mempalingkan wajah kearah temannya dan sesekali kearahku. Mungki dia menyadari bahwa aku terus menatap kerahnya, akan tetapi diantara aku dan dia tidak ada yang saling menyapa satu sama lain.


Pada akhirnya ke dua teman lelaki yang aku kenal itu menyadari bahwa aku terus menatap kearah mereka, tidak hanya mereka, melainkan ke enam temanku juga menyadari bahwa aku terus mentap kearah ketiga lelaki itu.


"Clara, kenapa kamu terus melihat kearah ketiga lelaki itu, apakah kamu mengenalnya?" (tanya Aci).


"Hay kamu, apakah benaran kamu kenalan temanku?" (sahut salah satu dari ketiga lelaki itu).


aku tidak tahu bagaimana dia mengetahui bahwa aku kenalan dari salah satu temannya, apakah mungkin temanku itu memberitahukan kepada mereka bawah aku teman lamanya. Aku tidak tahu harus menjawabnya bagaimana, saat itu aku hanya menganggukan kepalaku.

__ADS_1


"Clara..." (Dia menyapaku)."


__ADS_2