
Semenjak aku bertemu secara langsung sampai aku putus dengan Kak Diki. Tami baru mengatakan tentang apa yang sudah terjadi selama ini antara dia dan Kak Diki.
"Maafkan aku Clara, aku tidak bermaksud menyakiti kamu dengan kata - kataku. Aku mengatakan bersyukur kamu putus darinya, karena dia memang lelaki yang pantas untukmu".
"Aku tidak marah atas perkataanmu, aku hanya kaget kenapa kamu sampai mengatakan hal seperti itu padaku. Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan selama ini dariku?".
"Kamu janji dulu tidak akan marah padaku ya!!!".
"Iya - iya aku janji Tami.....".
"Sebenarnya..., semenjak kamu bertemu secara langsung dengan Kak Diki. Di malam harinya dia menelpon aku. Awalnya aku tidak tahu yang menelponku malam itu Kak Diki. Aku berpikir dia mendapat nomorku dari kamu, dan aku kira dia ada masalah denganmu".
"Lalu apa yang terjadi??" ( Tanyaku ).
"Saat dia menelpon pertama kalinya, dia curhat tentang hubungan kalian. Dia meminta untuk menjaga kamu. Tapi di hari keberikutnya, Dia sering mengirimkan aku SMS menanyakan kabar tentangmu".
"Setelah itu?".
"Seteleh itu dia mulai menjelek - menjelkan kamu. Aku tidak percaya sedikitpun tentang apa yang dia ceritakan".
__ADS_1
"Emangnya dia menceritakan apa lagi?".
"Dia bilang, kamu orangnya emosian, maunya menang sendiri, dan masih bersikap seperti anak kecil. Dan yang membuat aku lebih kaget dan marah lagi, karena dia menyesal telah memilih kamu untuk dia jadikan pacarnya. Dia malah berkata, seandainya aku bertemu atau melihat kamu lebih dulu dibandingkan Clara, mungkin aku akan jatuh cinta kepada kamu dibandingkan Clara. Persis seperti yang aku rasakan sekarang. Aku benar - Bbenar minta maaf Clara, Karena selama ini aku menyembunyikan fakta yang sudah terjadi. Aku takut konsentrasi UAN kamu terganggu, aku tidak ingin itu terjadi. Tapi semenjak itu, aku marah padanya dan memblokir nomor ponselnya".
Aku tahu apa yang dirasakan Tami. Aku tidak merasa kecewa sedikitpun padanya, karena apa yang dia alami ketika itu, aku juga pernah mengalaminya. Tapi bedanya Tami dan aku, Tami berani berkata jujur padaku, Aku sangat mengharagainya. Sedangkan aku, sampai saat ini masih menyembunyikan fakta yang sebenarnya, saat kejadian di masa laluku. Disaat aku masih duduk di bangku SMP, dimana aku dan Kak Run saling mencintai. Tapi karena sahabatku menyukai Kak Run, aku rela mengalah demi sahabatku Rani. Dan sampai sekarang Rani maupun Kak Run tidak mengetahui persaanku yang dulu.
Aku sangat mengargai kejujuran Tami saat ini padaku. Karena jika aku diposisi dia, mungkin aku tidak akan sanggup dan lebih memilih diam.
"Tami, aku banga punya teman seperti kamu. Jujur aku sangat bersyukur telah dikirimkan teman seperti kamu. Sebenarnya kamu mau mengatakannya atau tidak kepadaku, aku tidak akan keberatan. Tapi setelah aku mendengar semuanya darimu, aku merasa bersyukur karena aku tidak perlu merasa bersalah lagi".
"Maksudnya kamu apa Clara, kenapa kamu mengatakan tidak perlu merasa bersalah lagi?? ( Tanya Tami ).
"Jadi selama ini kamuuuuu, Tidak benar - benar tertarik kepadanya. Awalnya aku dan yang lainya juga curiga kenapa kamu secepat itu melupakan Kak Richy, Ternyata kamu menerima Kak Diki hanya sebagai pelampiasan semata. Untunglah sekarang hubungan kalian sudah berakhir" ( jawab Tami ).
"Iya Tam.
Oooo ya, kabarnya kamu empat hari sebelum hari perpisahan, kamu sudah harus dimalang ya buat tes ikut masuk Universitas yang sudah kamu pilih?" .
"Iya Clara, Aku sebenarya mau ceritakan ini kepadamu kemaren. Tapi karena kamu belum memberitahukan aku bagaimana kabar dirimu. Apakah kedua orang tuamu mengizinkan kamu kuliah dimalang atau tidak, jd aku belum berani mengungkit masalah kuliah begitu".
__ADS_1
"Iya nggak apa - apa kok Tam. Tapi aku minta maaf karen tidak bisa menepati janjiku kuliah bersama kamu di kota yang sama. Jujur aku sempat merasa marah dan kecewa, tapi aku tidak bisa berbuat apa - apa selain menuruti perktaan kedua orang tua aku. Kamu tahu sendiri, kita ini masih dibiayain oleh kedua orang tua, jadi sudah pasti kita tidak bisa berbuat apa - apa".
"Masalah kamu tidak bisa tepati jaji kepadaku, setidaknya kamu tidak menentang kedua orang tua kamu karen janji yang telah kita buat. Dimanapun kamu kuliah nanti, kita akan tetap menjadi teman".
"Kamu benar juga Tam. Berarti kalau kamu berangkat empat hari sebelum hari perpisahan disekolah, itu berarti kamu tidak akan hadir di hari perpisahan donk??"
"Iya Clara, aku tidak bisa hadir di hari perpisahan disekolah kita. Tapi aku berharap aku bisa hadir di hari penerimaan kelulusan kita".
"Mudahan ya Tam. Kalau kamu sudah disana jangan lupa kabarin ya, dan kamu baik- baik disana juga!!".
Hari perpisahan satu minggu lagi, itu berarti Tami berangkat kemalang tiga hari lagi.
Selama satu minggu lamanya, aku menghabiskan waktuku bermain dengan ketiga sahabatku, Tia, Eny dan Putry.
Aku tahu mungkin ini akan menjadi pertemuan terkhir kita, karena aku dan ketiga sahabatku memilih tempat kuliah yang berbeda. Mungkin kita akan bertemu sekali setahun setelah duduk dibangku kuliah nanti.
Jadi aku benar - benar mengunakan waktuku sebaik mungkin bersama ketiga sahabatku, terutama dengan kedua orang tuaku.
Walaupun mereka tidak membiarkan aku kuliah sesuai dikota tempat pilihanku. Aku sudah tidak marah lagi kepada kedua orang tuaku. Aku mengerti bagaimana kondisi kedua orang tuaku. Aku tahu mereka takut melepasku sendiri jauh dari mereka. Tapi aku berjanji tidak akan mengecewakan mereka, seperti Kakak ku yang dulunya sudah mengecewakan mereka berdua. Aku bangga punya kedua orang tua yang selalu mengkhawatirkanku, walaupun cara ayah aku sangat mengekang kehidupan aku yang tidak boleh keluar kemanapun selain tugas sekolah semenjak aku duduk dibangku kela 3 SMP. Sepenuhnya aku tidak menyalahkan Ayahku, bagaimapun semuanya bermula karena aku yang membuat kesalahan. Aku yang sudah merusak kepercayaan dan kebebasan yang dia berikan. Aku sangat mengerti maksud kedua orang tua aku tidak memberikan aku izin kuliah jauh. Tapi setidaknya dia memberikan aku pilihan kuliah di kota mataram, itu berarti kedua orang tuaku memberikan aku kepercayaan lagi. Dan aku akan mejaga kepercaya yang mereka berikan kepadaku.
__ADS_1