My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Berbeda


__ADS_3

Jika aku dan kamu berbeda.


Memangnya kenapa?


Aku baru sadar bahwa kita memang berbeda.


Tapi kita tetap bisa bersama di satu wadah.


Jika kita mau menerima.


♥ Noura Zhafira ♥


﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉


"Aku sangat lelah Han, padahal aku baru saja dari salon kecantikan untuk perawatan pranikah." Ujar Noura kepada sahabatnya.


Dia adalah Jihane. Sahabat Noura dari SMA. Mereka selalu bersama, berbagi cerita suka dan duka. Tidak ada satu hari pun terlewati bagi mereka berdua.


Namun, sekarang telah berubah. Jihan lebih dulu menikah. Dia menikah dengan pacarnya di SMA. Suaminya bekerja sebagai kapten sebuah kapal. Sebagai istri pelaut, Jihane merasakan kesepian. Karena situasi rumah tangganya, Jihan dan suaminya belum juga di karunia anak.


"Padahal kamu baru saja perawatan dan spa." Ujar Jihane sambil meminum kopinya.


Hari ini mereka janji bertemu. Pertemuan terakhir mereka disaat Noura akad nikah. Mereka bertemu di sebuah mall di samping salon kecantikan yang Noura datangi.


"Gimana enak engga menikah dengan taa'ruf?" Tanya Jihane.


"Gimana ya, sebenarnya aku belum terlalu memahami suamiku, aku sering membuat ia marah hanya karena masalah sepele, terkadang aku merasa jadi istri yang payah." Jawab Noura.


"Hei, kamu jangan merendah seperti itu. Kamu kan baru menjadi seorang istri kurang lebih sebulan, masih butuh penyesuaian, masih banyak hal yang berubah dari keadaan sendiri ke keadaan telah menjadi istri. Menjadi seorang istri itu tidak mudah tapi juga tidak sulit, yang kamu perlukan hanya waktu untuk belajar." Balas Jihane.


Karena Jihane menikah lebih dulu dari Noura. Jihane jadi lebih tau bagaimana rasa menjadi seorang istri dan bagaimana menghadapinya.


"Apalagi persiapan pesta resepsi ini, seringkali aku berdebat dan berbeda pendapat dengan Noah. Apa yang dia mau, aku tak mau, apa yang aku mau, dia tak mau." Ujar Noura.

__ADS_1


"Noura, dua insan yang tak kenal sebelumnya dan tiba-tiba bersatu untuk berkehidupan. Pasti lah banyak sekali perbedaan. Yang kamu perlukan itu perasaan ikhlas menerima perbedaan itu. Kata Bibiku, kunci pernikahan awet itu salah satunya karena ada yang mengalah." Balas Jihane.


"Iya, terimakasih sudah mengingatkan aku Han. Kalau urusan pendewasaan diri, memang Jihane nomor satu, hehehe." Kata Noura sambil tertawa kecil.


Tidak lama kemudian, makanan yang mereka pesan datang. Noura memesan nasi goreng seafood dan jeruk panas. Sedangkan Jihane memesan pecel lele dan kopi.


Di tengah makan, tiba-tiba saja Noura mengingat kejadian tadi malam. Saat Ia sudah tidur tapi Noah masih terjaga. Badan lelah secara fisik dan mental, membuat Noura ingin tidur lebih cepat.


Tetapi di tengah malam Ia terbangun. Ia melihat di sebelahnya masih kosong. Itu berarti Noah masih terjaga.


Krekk..


Suara pintu dibuka.


Mendengar suara itu, Noura spontan menutup mata dan pura-pura tidur. Karena Ia masih belum mau berhadapan langsung dengan Noah.


Terdengar langkah kaki Noah makin mendekat dengan kasur. Noura masih berpura-pura tidur. Noura mengintip sedikit untuk memastikan bahwa Noah sudah tidur.


Tapi yang terlihat masih sama seperti sebelumnya. Berarti Noah belum tidur, pergi kemana Noah, kenapa Ia belum tidur? Gumam Noura di dalam hati.


Suara Noah terdengar begitu lembut dan hangat. Tidak seperti yang biasa di dengar oleh Noura, dingin dan ketus. Noah tidak tidur disampingku, melainkan tidur dibelakangku, Ujar Noura di dalam hati.


Noah memilih tidur dengan bagian kasur yang sedikit dan sempit. Tapi di bagian itu lah Ia bisa memberitahu kepada Noura bahwa Ia juga menyayangi Noura. Noah memeluk Noah dari belakang. Ia mencium leher Noura sebelum tidur. Hingga terlelap.


Sementara itu, Noura yang sedang berpura-pura tidur. Hatinya sedang bergetar, muka nya memerah dan juga sedikit panik. Tapi perasaannya senang, walau bagaimanapun, Noah juga manusia biasa. Pasti ada sisi lembut nya juga.


"Nouraa, Nourraaaa." Teriak Jihane.


"Eh sorry, aku melamun ya." Balas Noura.


"Udah yuk, balik udah sore. Kamu harus banyak banyak istirahat, kan tinggal 3 hari lagi." Ucap Jihane.


Akhirnya mereka berpamitan. Noura langsung memesan taksi untuk segera pulang. Walaupun di wajah Noura tampak biasa-biasa saja. Tapi hati Noura sangat berdebar dan tidak sabar menunggu seperti apa pestanya nanti.

__ADS_1


***


Sesampainya di rumah. Noura kebingungan karena banyak sekali orang di rumahnya. Ada banyak sekali kendaraan yang terparkir di halaman rumahnya.


Bukan hanya itu saja, tetapi juga ada banyak orang yang lalu lalang melewati pagar rumahnya. Sebenarnya apa yang sedang terjadi di rumah? Tanya Noura di dalam hati.


"Assalammualaikum." Kata Noura mengucapkan salam


"Waalaikum salam." Balas Noah dan beberapa orang yang mendengar.


"Ini ada apa Noah, kenapa banyak sekali orang disini?" Tanya Noura.


"Kita akan mengadakan foto wedding kita, karena kita sudah sah suami istri jadi tidak masalah kalau aku menginginkan foto kita terpajang di meja tamu nanti." Jawab Noah.


"Lalu, tema apa yang akan kita ambil untuk foto ini?" Tanya Noura.


"Entah apa namanya, yang penting kamu ganti pakaian dulu, ada tim makeup di kamar tamu, kamu kesana ya." Jawab Noah.


Noura pun mengangguk tanda setuju. Noura berjalan menuju kamar tamu. Saat Ia membuka pintu, tampak beberapa orang sedang mempersiapkan makeup dan pakaian.


Noura pun tersenyum dan mengatakan bahwa Ia adalah istri Noah. Lalu mereka mempersilahkan Noura duduk di depan meja rias untuk memulai makeupnya.


Sembari Noura di rias, senyuman dari wajah Noura tidak terlepas. Ia sadar bahwa Ia belum sepenuhnya mengenal Noah. Tapi Ia senang ternyata Noah memiliki sisi manis seperti ini.


Setengah jam waktu yang butuhkan Noura dan tim untuk bersiap-siap. Noura memakai gaun berwarna perpaduan mocca dan cream, dengan berbahankan kaca atau lebih dikenal dengan organza. Dilengkapi dengan riasan makeup yang natural. Sungguh cantik nan anggun nya Noura Zhafira.


Noura keluar dari kamar dengan menunduk dan disaat yang bersamaan juga, Noah telah selesai bersiap-siap. Pandangan mereka saling bertatapan. Tatapan Noah seperti seorang yang sedang terpesona. Dan tatapan Noura seperti seorang yang sedang kagum.


Sadar dengan tatapan Noah, Noura pun menjadi tersipu malu. Tapi Noura juga tidak bisa memalingkan pandangannya dari Noah. Dengan tema semi formal - casual, Noah dipakaikan jas semi formal berwarna Mocca di lengkapi dengan kemeja berwarna cream, celana jeans berwarna coklat muda dan topi berwarna coklat tua. Noah tampak manis dan menawan dengan gaya pakaian seperti ini.


Sesi foto pun dimulai. Mereka melakukan pemotretan di taman belakang rumah dan di sempurnakan dengan properti yang memadai. Noura dan Noah pun berdiri di posisi masing-masing.


Noah berdiri di sebelah kanan sedangkan Noura di sebelah kiri. Noah berpose dengan tangan kanan mencium tangan kanan Noura dan tangan kirinya memegang setangkai bunga mawar.

__ADS_1


Noura berdiri lebih ke belakang sedikit dari Noah. Ia berpose dengan membiarkan Noah mencium tangan kanannya. Noura berpose dengan senyuman yang sempurna, pandangan matanya yang sendu, seolah memberitahu bahwa laki-laki dihadapannya ini adalah laki-lakinya.


__ADS_2