
My Mistake Wedding
S2 E2
Hujan yang membasahi tanahku,
Apakah sama dengan hujan yang membasahi tanahmu?
Semoga hujan juga yang membasahi tanahku
Sama dengan hujan yang membasahi tanahmu juga
-Noura Zhafira-
.........................................................
.
.
Prok..prok..
Terdengar suara tepuk tangan yang gemuruh
"Terimakasih Mbak Noura, shooting hari ini berjalan dengan baik," kata seorang laki-laki paruhbaya kepada Noura.
"Iya sama-sama Pak, berkat acara Bapak, taman bunga ini juga secara tidak langsung juga dapat diketahui oleh orang banyak," balas Noura kepada laki-laki itu.
__ADS_1
"Kalau begitu, kami pamit dulu Mbak," ucap laki-laki paruhbaya itu sambil menundukkan kepalanya.
"Baik hati-hati di jalan Pak Sutradara," jawab Noura.
Setelah itu semua orang yang berada didekat Noura, satu per satu mulai pergi. Noura hanya bisa memberikan senyumannya kepada kru dan staf acara televisi.
"Untungnya, hanya hujan gerimis setelah shooting," ujar Noura dengan suara pelan.
Saat Noura hendak meninggalkan pendopo, tiba-tiba saja ada sesuatu yang menabraknya.
Tuk..
"Aw, maaf saya tadi tidak melihat."
Mendengarnya, Noura langsung berbalik badan. Terlihat seorang anak laki-laki yang masih memakai seragam sekolah. Anak laki-laki itu tampak sedang tergesah-gesah.
"Saya ketinggalan rombongan sekolah bu, tadi saya ke toilet dan ketika saya kembali teman-teman saya sudah tidak ada," jawab anak laki-laki itu sambil menahan tangisnya.
"Siapa nama kamu dan asal sekolah kamu? tanya Noura.
"Nama saya Arsya dari SD Harapan Bangsa," jawab anak laki-laki itu.
Noura pun langsung mengambil ponselnya dan menelepon kepala keamanan untuk menanyakan perihal anak yang hilang.
"Halo Pak, apa ada peserta karya wisata dari SD Harapan Bangsa yang belum kembali?" tanya Noura dalam panggilan telepon.
"Iya Bu memang ada, guru sekolahnya sudah melaporkannya kepada kami," jawab kepala keamanan.
__ADS_1
"Apa sudah dicari keberadaannya?" tanya Noura kembali.
"Tim keamanan sedang bergerak mencarinya bu," jawab kepala keamanan.
"Suruh tim keamanan kembali, anak yang belum kembali sudah ada dengan saya. Kami akan segera ke depan," kata Noura.
"Baik bu."
Noura pun menutup teleponnya. Lalu Noura melihat ke arah Arsya sambil tersenyum. Noura memegang tangan Arsya karena takut Arsya akan menghilang lagi.
Tidak lama kemudian Noura dan Arsya sampai di pos keamanan. Ketika itu guru dan teman-teman Arsya tampak sedikit panik.
Noura langsung menyerahkan Arsya kepada guru sekolahnya. Arsya tampak senang karena telah bertemu dengan teman-teman sekolahnya.
Ketika hendak menaiki bis sekolah, Arsya menoleh ke arah Noura. Lalu yang tersentak karena baru sadar bahwa Arsya melihat ke arahnya, langsung memberikan senyuman dan lambaian tangan kepada Arsya.
Dan bis sekolah itu pun pergi meninggalkan taman bunga termegah itu.
"Ibu kenal dengan anak barusan?" tanya pak satpam kepada Noura.
"Oh tidak. Pak, sepertinya kita perlu menambah jumlah CCTV kita, tolong berikan saya proposalnya," jawab Noura kepada pak satpam.
"Baik bu, akan segera saya berikan."
Noura berjalan meninggalkan pos satpam dan kembali ke kantornya. Beberapa kali Noura melihat ponselnya untuk memastikan jadwal kegiatan Noura pada hari itu.
Selain memiliki bisnis sendiri, Noura juga memiliki bisnis yang bersifat kerja sama dengan perusahaan lain. Itu juga yang menyebabkan Noura sibuk dengan kegiatannya
__ADS_1