My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Aku Kuat


__ADS_3

My Mistake Wedding


Episode 29


Kamu tahu


Aku adalah wanita yang kuat


Bahkan jika kamu mencoba menghancurkan hatiku


Itu tidak akan pernah hancur dengan sempurna


Karena aku adalah istri yang kuat


-Noura Zhafira-


﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉


.


.


"Biarlah Pak. Noura juga bukan istri yang baik. Dari awal menikah, Noura sudah sering membuat Noah marah. Mungkin ini karma Noura yang sering membuat Noah marah," ucap Noura dengan mata yang berkaca-kaca.


Semua orang terdiam karena perkataan Noura. Ibu dan Bapaknya terlihat sedih memandang wajah anaknya. Memang di dunia ini tidak ada yang sempurna. Bahkan untuk Noura sekalipun.


"Semoga kamu bisa menghadapi ujian ini Nak," ungkap Bapaknya Noura.


"Aamin Ya Allah, terimakasih Pak, Bu," balas Noura.


Setelah semuanya selesai berbincang, mereka masuk ke dalam kamarnya masing-masing.


Noura juga masuk ke kamarnya. Ia menjadi sedih, karena membayangkan ada Noah yang seharusnya datang menginap bersamanya.


Apa aku terlihat membela Noah? Padahal bukan maksudku untuk membelanya. Itu hanya kenyataan bahwa aku bukan istri yang sempurna, kata Noura di dalam hati.


Malam yang hening dan kamar yang redup menjadi teman Noura tidur saat itu. Tapi ia sama sekali tidak bisa tidur. Yang Noura lakukan adalah melamun dan mengelus-elus alas kasurnya.


Tok..tok


Suara pinth diketuk.

__ADS_1


Noura langsung bangkit dari kasurnya dan berjalan untuk membukakan pintu. Ternyata yang datang ke kamar Noura saat malma hari adalah Naomi.


"Kak, aku mau tidur sama Kakak," pinta Naomi dengan manja.


"Yaudah sini masuk," kata Noura.


Naomi pun masuk ke dalam kamar Noura dan Noura langsung menutup pintu. Naomi menjatuhkan tubuhnya di kasur dan mengambil selimut.


"Kenapa memangnya Dek?" tanya Noura sambil memasukkan kakinya ke dalam sselimut.


"Apanya Kak?" tanya Naomi kembali.


"Kenapa kamu tidur dengan Kakak?" tanya Noura lagi.


"Aku cuman ingin ada di samping Kakak. Aku memang bukan ahlinya dalam merasakan perasaan orang lain. Tapi pasti hari-hari yang Kakak hadapi itu berat, aku juga tidak bisa membayangkan, bagaimana jika itu terjadi padaku," jawab Naomi.


"Ya ampun, manisnya adikku ini. Tapi Kakak juga bukan istri yang lemah kok. Hanya saja Kakak lagi butuh istirahat," ujar Noura.


"Sudah ah, Kakak mau tidur dulu ya," sambung Noura sambil membetulkan posisinya.


Naomi tidak merespon perkataan Noura, ia hanya diam saja. Jadi Noura pikir akan bisa tidur dengan tenang. Noura memiringkan badannya dan membelakangi Naomi. Dan Noura pun tertidur. Tiba-tiba saja Naomi mengatakan sesuatu.


Mendengar itu Noura langsung membuka matanya. Karena selama ini pacar Naomi selalu dekat dengan keluarga. Tapi dia malah menyelingkuhi Naomi.


"Rendy? Ya ampun kenapa bisa Naomi?" tanya Noura.


"Dia masih menyukai mantannya dan mereka kembali menjalin hubungan selama setahun ini," jawab Naomi.


"Kamu saja sudah 3 tahun dengan dia. Mau Kakak datangi dia? Berani-beraninya dia melukai perasaan adikku," ujar Noura dengan tegas.


"Tidak Kak, jangan. Kami sudah sepakat untuk tidak berkomunikasi lag. Tapi dari kejadian ini, aku jadi tahu tentang perasaan Kakak. Aku yang hanya pacaran saja bisa sesakit ini, gimana Kak Noura yang harus tinggal serumah," ucap Naomi dengan sendu.


"Kak, jangan lagi kembali ke sana Kak. Kakak di rumah ini saja, disini Kakak aman. Kakak tidak akan terluka jika Kakak di rumah ini," pinta Naomi dengan merengek.


"Memangnya Kak Noura salah apa sampai harus menanggung semua itu? Aku sungguh tidak ingin Kak Noura kembali sakit. Jika Kak Noah mulai mencintai orang lain, maka seharusnya ia lepaskan saja Kakak. Kenapa dia begitu egois? Sampai dia membutuhkan lebih dari seorang istri," ungkap Naomi yang mulai menangis.


"Kak, berhentilah Kak, jangan Kakak membebani hidup Kaka dengan hal yang seperti ini. Memangnya siapa Kak Noah sampai dia memperlakukan Kakak seperti ini," sambung Naomi yang menangis lebih kencang.


Noura pun memeluk Naomi. Ia tidak tahu bahwa adiknya terlalu memikirkan dirinya. Noura hanya bisa membungkam mulutnya. Ia tidak berani menjawab pertanyaan Naomi bahwa ia mencintai Noah.


Setelah berderainya air mata Naomi dan Noura pun tertidur. Dengan mata sembab, Noura memeluk adiknya. Ternyata kehidupan rumah tangga Noura telah menjadi beban pikiran bagi keluargnya.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Di rumah sakit, Sarah telah diizinkan oleh dokter untuk pulang dan melanjutkan istirahat di rumah. Walaupun tidak mengakibatkan kondisi yang serius, tetap saja tidak boleh sampai meremehkan apapun yang berkaitan dengan kehamilan.


Noah pun membereskan semua barang Sarah, sedangkan Sarah masih asik dengan bermain ponselnya. Tapi Noah membiarkan sikap istri keduanya itu.


Setelah selesai mengurus semua keperluan yang harus di bayar, Noah dan Sarah pun pulang ke rumah. Ternyata rumah mereka sangat kotor, banyak debu dan becekan air hujan.


Noah meletakkan semua barang bawaan mereka ke kamar. Kemudian Noah pergi ke kamar Noura dan ternyata Noura tidak ada. Noah pun mencari kemana-mana tapi Noah tetap tidak ada.


Akhirnya Noah memutuskan untuk melakukan panggilan telepon kepada Noura. Dengan ekspresi muka yang kesal, mengerutkan alisnya dan mengertakan giginya, Noah menunggu Noura menerima panggilan teleponnya.


"Halo?"


"Noura, kamu dimana? Kamu tidak ada di rumah? Rumah sangat kotor. Pulang kamu sekarang!" seru Noah.


"Tidak bisa, aku sekarang engga bisa pulang. Kalau rumahnya kotor iya kamu saja yang membersihkannya. Kalau Sarah kan alasannya sedang hamil," jawab Noura.


"Kamu menyuruhku untuk jadi pembantu?" tanya Noah yang kesal.


"Lho seharusnya aku yang bertanya seperti itu, kamu menyuruhku pulang sekarang karena ingin menjadikanku pembantu?" tanya Noura.


Tapi Noah hanya terdiam mendengar pertanyaan Noura. Ia tidak berniat menjadikan Noura sebagai pembantu. Ia hanya ingin meminta tolong, tapi bahasa komunikasinya salah.


"Ah sudah lah, aku tidak bisa pulang sekarang, jadi kamu saja yang membersihkannya, atau panggil pembersih perabotan yang online itu, nantikan kamu bisa tinggal bayar. Ya sudah ya, aku harus pergi," sambung Noura sambil menutup panggilan teleponnya.


Noah hanya terdiam setelah menelepon Noura. Ia masih memandangi ke sekelilingnya, rumah yang masih berantakan dan kotor itu.


"Bagaimana ini?" tanya Noah sambil menggaruk kepalanya.


***


Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.


Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.


Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.


Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.


Silahkan tinggalkan jejak disana ya. Terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2